Anda di halaman 1dari 45

HASIL DISKUSI KELOMPOK 6

PEMICU 2
Fasilitator : dr. Herlina Eka Shinta, M. Biomed., Sp. PA
NAMA KELOMPOK
1. Kezia Marcella Putri FAA 117 052
2. Siska Aprianti FAA 117 053
3. Theofani Ari FAA 117 054
4. Dhea Permata FAA 117 055
5. Nidya Verina Christi FAA 116 002
6. Mita Eva Dayani FAA 116 015
7. Amelia Febriani FAA 116 020
8. Lelia Pebriani FAA 116 032
9. Nanda Hosana Tarigan FAA 116 046
10.Daffa Nurdzaky S FAA 116 048
11.Aprilois Perdana FAA 115 038
Hidung Tersumbat
Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke
dokter swasta dengan keluhan hidung
tersumbat disertai pilek sejak 1 tahun yang lalu.
Hidung tersumbat bergantian kanan dan kiri.
Hidung tersumbat berlangsung secara hilang
timbul. Keluhan ini terutama memperburuk
pada pagi hari dan membaik pada siang hari
maupun malam hari. Bersin-bersin ada tapi
tidak sering. Tidak ada rasa gatal di palatum,
hidung, maupun di mata saat serangan. Pasien
juga mengeluhkan pilek di pagi hari. Pilek
dipicu udara dingin dan debu. Pasien tidak ada
batuk dan demam serta nyeri menelan.
KATA SULIT
1. Nyeri merupakan pengalaman sejenak dan
emosional yang tidak menyenangkan akibat
kerusakan jaringan baik aktual maupun
emosional.
2. Batuk merupakan suatu refleks pertahanan
tubuh untuk mengeluarkan benda asing dari
saluran pernapasan.
3. Parasetamol merupakan obat yang biasanya
digunakan untuk rasa sakit ringan-sedang
digunakan untuk pereda demam.
4. Demam merupakan suatu mekanisme fisiologis
sebagai respon terhadap rangsangan pirogenik.
5. Dahak merupakan mukus keluar saat batuk
disaluran pernapasan atas
Kata Kunci
1. Identitas Pasien :
• Jenis kelamin : Laki-laki
• Usia : 30 tahun
2. Keluhan utama : Hidung Tersumbat
3. Onset : 1 tahun yang lalu
4. Keluhan penyerta :
• Bersin-bersin tapi jarang
• Pilek dipagi hari, dipicu oleh udara dingin dan
debu
5. Riwayat pengobatan : Paracetamol
Identifikasi Masalah
Laki-laki 30 tahun, keluhan utama
hidung tersumbat sejak 1 tahun
yang lalu hilang timbul, lokasi pada
hidung kanan dan kiri bergantian
memburuk pada pagi hari. Keluhan
penyerta bersin dan pilek yang
dipicu udara dingin dan debu.
Analisis Masalah
Laki-laki 30 th

Keluhan Tambahan :
Keluhan Utama : Keluhan Penyerta: - Tidak gatal di palatum
hidung tersumbat - bersin-bersin tidak
- Demam (-)
sejak 1 tahun yang lalu sering - Batuk (-)

Gangguan Fungsi Pernapasan

Diagnosis Banding : Diagnosis Kerja :


- Polip Hidung et causa Rhinitis Alergi Rhinitis Vasomotor
- Rhinitis Alergi
- Sinusitis
Hipotesis
Laki-laki 30 tahun mengalami pilek
dengan hidung tersumbat dipagi hari
sejak 1 tahun yang lalu dipicu oleh
udara dingin dan debu, didiagnosis
mengalami Rhinitis Alergi.
Pertanyaan Terjaring
1. INTERPRETASI DATA TAMBAHAN
2. JELASKAN Anatomi dari Hidung !
3. JELASKAN Fisiologi dari Hidung !
4. JELASKAN Histologi dari Hidung !
5. Jelaskan DD :
1. Polip Hidung et causa Rhinitis Alergi
2. Rhinitis Alergi
3. Sinusitis
6. Jelaskan dari Rhiitis Vasomotor :
a. Definisi g. Klasifikasi
b. Etiologi h. Faktor Risiko
c. Epidemiologi i. Komplikasi
d. Patofisiologi j. Tatalaksana
e. Patogenesis k. Pencegahan
f. Tanda dan Gejala l. Prognosis
MENJAWAB PERTANYAAN
TERJARING
Intrepretasi data tambahan
Kesadaran : sakit sedang
Kesadaran : compos mentis
Tanda tanda vital :
TD : 120/80 mmHg
Nadi : 80x/menit
Pernapasan : 18x/menit
Suhu : 37℃ (axilla)
Permeriksaan Fisik :
Kepala : anemis (-), slanosis (-), icterus (-)
Leher : pembesaran KGB (-)
Thorax : DBN
COR : DBN
Abdomen : DBN
Ekstermitas bawah : DBN
tenggorok
• INSPEKSI
Mukosa faring : hiperemi (-), edema (-),
granulasi (-)
Uvula : ditengah, deviasi (-)
Arcus faring : hiperemi (-), edema (-)
Tonsil :
- Ukuran 12
- Kripte melebar
- Permukaan tidak rata (-)
- Detritus (-)
Anatomi Hidung
Histologi
TABEL DIAGNOSIS BANDING
RINITIS ALERGI

DEFINISI Rinitis alergi adalah penyakit inflamasi yang disebabkan oleh reaksi
alergi pada pasien atopi yang sebelumnya sudah tersensitisasi
dengan alergen yang sama serta dilepaskannya suatu mediator
kimia ketika terjadi paparan ulangan dengan alergen spesifik
tersebut (von Pirquet, 1986).

ETIOLOGI Alergen yang menyebabkan rinitis alergi musiman biasanya berupa


serbuk sari atau jamur. Rinitis alergi perenial (sepanjang tahun)
diantaranya debu tungau. Berbagai pemicu yang bisa berperan
dan memperberat adalah beberapa faktor nonspesifik diantaranya
asap rokok, polusi udara, bau aroma yang kuat atau merangsang
dan perubahan cuaca (Becker, 1994). B
Rhinitis Vashomotor
•Definisi rinitis vasomotor
 Gangguan fisiologik lapisan mukosa
hidung→bertambahnya aktivitas
saraf parasimpatis
 Ditandai dengan edema yang
persisten dan hipersekresi kelenjar
pada mukosa hidung.
 Mempunyai mirip gejala dengan
rinitis alergi→hidung tersumbat,
ingus yang banyak serta bersin-
bersin walapun jarang.
Etiologi
Etilogi pasti rinitis vasomotor belum diketahui dan diduga
akibat gangguan keseimbangan sistem saraf otonom yang
dipicu oleh zat-zat tertentu.beberapa faktor yang
mempengaruhi keseimbangan vasomotor
1. obat-obatan yang menekan dan menghambat kerja
saraf simpatis, seperti ergotamin, chlorpromazin, obat
anti hipertensi dan obat vasokonstriktor topikal
2. faktor fisik, seperti iritasi oleh asap rokok, udara
dingin, kelembaban udara yang tinggi dan bau yang
merangsang.
3. faktor endokrin, sepeti keadaan kehamilan, pubertas,
pemakaian pil anti hamil dan hipotiroidisme
4. faktorpsikis,sepertistress,ansietasdanfatigue.
EPIDEMIOLOGI
• Perkiraan yang tepat tentang prevalensi agak sulit
berkisar 4 – 40% dan cenderung meningkat
prevalensinya
• USA : 9% dewasa dan 10 % anak-anak (2002)
Berdasarkan pada penelitian
• Jakarta (2006), didapatkan 9% menjadi 12,3%
• Penyebab belum bisa dipastikan, tetapi nampaknya
ada kaitan dengan meningkatnya polusi udara,
populasi dust mite, kurangnya ventilasi di rumah
atau kantor, dll.
• Dampak:
Biaya yang dikeuarkan secara langsung (mis: pengobatan,
periksa ke dokter) dan tidak langsung (mis: tidak masuk
sekolah/kerja) diperkirakan 2-5 US$
PATOFISIOLOGI
Sistem saraf otonom mengontrol aliran darah ke
mukosa hidung dan sekresi dari kelenjar.
Diameter resistensi pembuluh darah di hidung
diatur oleh sistem saraf simpatis sedangkan
parasimpatis mengontrol sekresi kelenjar. Pada
rinitis vasomotor terjadi disfungsi sistem saraf
otonom yang menimbulkan peningkatan kerja
parasimpatis yang disertai penurunan kerja saraf
simpatis. Baik sistem simpatis yang hipoaktif
maupun sistem parasimpatis yang hiperaktif,
keduanya dapat menimbulkan dilatasi arteriola
dan kapiler disertai peningkatan permeabilitas
kapiler, yang akhirnya akan menyebabkan
transudasi cairan, edema dan kongesti.
• Teori lain mengatakan bahwa terjadi
peningkatan peptide vasoaktif dari selsel seperti
sel mast. Termasuk diantara peptide ini adalah
histamin, leukotrin, prostaglandin, polipeptide
intestinal vasoaktif dan kinin. Elemen-elemen
ini tidak hanya mengontrol diameter pembuluh
darah yang menyebabkan kongesti, tetapi juga
meningkatkan efek asetilkolin dari sistem saraf
parasimpatis terhadap sekresi hidung, yang
menyebabkan rinore. Pelepasan peptide-
peptide ini tidak diperantarai oleh Ig-E (non-Ig E
mediated) seperti pada rinitis alergi.
• Adanya reseptor zat iritan yang berlebihan juga
berperan pada rinitis vasomotor. Banyak kasus yang
dihubungkan dengan zat-zat atau kondisi yang
spesifik. Beberapa diantaranya adalah perubahan
temperatur atau tekanan udara, perfume, asap
rokok, polusi udara dan stress ( emosional atau
fisikal ). Dengan demikian, patofisiologi dapat
memandu penatalaksanaan rinitis vasomotor yaitu :
• 1. meningkatkan perangsangan terhadap sistem
saraf simpatis
• 2. mengurangi perangsangan terhadap sistem saraf
parasimpatis
• 3. mengurangi peptide vasoaktif
• 4. mencari dan menghindari zat-zat iritan.
Patogenesis

• Rinitis vasomotor merupakan suatu kelainan


neurovaskular pembuluhpembuluh darah pada
mukosa hidung, terutama melibatkan sistem saraf
parasimpatis. Tidak dijumpai alergen terhadap
antibodi spesifik seperti yang dijumpai pada rinitis
alergi. Keadaan ini merupakan refleks
hipersensitivitas mukosa hidung yang non – spesifik.
Serangan dapat muncul akibat pengaruh beberapa
faktor pemicu
• adanya paparan terhadap suatu iritan → memicu
ketidak seimbangan sistem saraf otonom dalam
mengontrol pembuluh darah dan kelenjar pada
mukosa hidung → vasodilatasi dan edema
pembuluh darah mukosa hidung → hidung
tersumbat dan rinore.
- disebut juga “ rinitis non-alergi
( nonallergic rhinitis ) “
- merupakan respon non – spesifik terhadap
perubahan – perubahan lingkungannya,
berbeda dengan rinitis alergi yang mana
merupakan respon terhadap protein spesifik
pada zat allergen nya.
-tidak berhubungan dengan reaksi inflamasi
yang diperantarai oleh IgE
( IgE-mediated hypersensitivity )
• Pemicu ( triggers ) :
- alkohol
- perubahan temperatur / kelembapan
- makanan yang panas dan pedas
- bau - bauan yang menyengat
- asap rokok atau polusi udara lainnya
- faktor - faktor psikis seperti : stress, ansietas
- penyakit -penyakit endokrin
- obat-obatan seperti anti hipertensi,
kontrasepsi oral
Tanda dan Gejala
• Gejala yang dijumpai pada rinitis vasomotor
kadang-kadang sulit dibedakan dengan rinitis alergi
seperti hidung tersumbat dan rinore. Rinore yang
hebat dan bersifat mukus atau serous sering
dijumpai.
1. Hidung terumbat (perpindahan posisi).
2. Bersin-bersin tidak begitu nyata
3. Tidak terdapat rasa gatal di hidung dan mata.
Gejala dapat memburuk pada pagi hari waktu
bangun tidur oleh karena adanya perubahan suhu
yang ekstrim, udara lembab, dan juga oleh karena
asap rokok dan sebagainya.
4. Selain itu juga dapat dijumpai keluhan adanya
ingus yang jatuh ke tenggorok ( post nasal drip ).
Berdasarkan gejala yang menonjol, rinitis
vasomotor dibedakan dalam 2 golongan, yaitu:

1. golongan obstruksi ( blockers )


2. golongan rinore ( runners / sneezers ).

Prognosis pengobatan golongan obstruksi


lebih baik daripada golongan rinore. Oleh
karena golongan rinore sangat mirip dengan
rinitis alergi, perlu anamnesis dan pemeriksaan
yang teliti untuk memastikan diagnosisnya.
Klasifikasi
• Rinitis vasomotor
• Rinitis medicamentosa
• Rinitis stuktural
• Rinitis alergi berdasarkan waktunya
digolongkan menjadi tiga, yaitu:
• Seasonal (hay fever)
• Perrenial (intermittent or persistent)
• Occupational
Rinitis alergi dibedakan dalam 2 macam
berdasarkan sifat berlangsungnya, yaitu :

• Rinitis alergi musiman


• Rinitis alergi sepanjang tahun
Komplikasi

1. Sinusitis
2. Eritema pada hidung sebelah luar
3. Pembengkakan wajah
PEMERIKSAAN PENUNJANG
PEMERIKSAAN RHINOSKOPI
• Edema mukosa hidung
• konka hipertrofi
• berwarna merah gelap atau
merah tua
• Permukaan konka dapat
licin & berbenjol (tidak
rata)
• Sekret mukoidnya dikit,
sekret rinore banyak
Pemeriksaan laboratorium dilakukan
untuk menyingkirkan kemungkinan rinitis
alergi, seperi :
1. Test kulit ( skin test ) biasanya negatif,
demikian pula
2. Test RAST, serta kadar
3. Ig E total dalam batas normal.

• Pemeriksaan radiologik sinus


memperlihatkan mukosa yang edema
dan mungkin tampak gambaran cairan
dalam sinus apabila sinus telah terlibat.
TATALAKSANA
Pengobatan rhinitis vasomotor bervariasi,
tergantung dengan penyebab dan gejala yang
menonjol.

1. Menghindari penyebab / pencetus


( Avoidance therapy ) :
a. Menghindari penyebab terjadinya stress
b. Melakukan yoga
c. Melakukan olahraga diruang terbuka
2. Pengobatan konservatif ( Farmakoterapi ) :
a. Dekongestan atau obat simpatomimetik digunakan untuk
mengurangi keluhan hidung tersumbat. Contohnya :
Pseudoephedrine dan Phenylpropanolamine ( oral ) serta
Phenylephrine dan Oxymetazoline ( semprot hidung ).

b. Anti histamin : paling baik untuk golongan rinore.

c. Kortikosteroid topikal mengurangi keluhan hidung


tersumbat, rinore dan bersin-bersin dengan menekan
respon inflamasi lokal yang disebabkan oleh mediator
vasoaktif. Contoh steroid topikal : Budesonide, Fluticasone,
Flunisolide atau Beclomethasone

d. Anti kolinergik juga efektif pada pasien dengan rinore


sebagai keluhan utamanya. Contoh : Ipratropium bromide
( nasal spray )
3. Terapi operatif ( dilakukan bila
pengobatan konservatif gagal )
PENCEGAHAN
Hingga saat ini belum terdapat
metode pencegahan yang efektif
sepenuhnya dalam menangani
kondisi rhinitis vasomotor. Oleh
karena itu penting untuk
mengetahui apa saja faktor pencetus
yang bisa memicu timbulnya gejala
dan menghindarinya.
PROGNOSIS
Prognosis dari rinitis vasomotor
bervariasi. Penyakit kadang-kadang
dapat membaik dengan tiba –tiba,
tetapi bisa juga resisten terhadap
pengobatan yang diberikan.
KESIMPULAN
Laki-laki 30 tahun dengan keluhan hidung
tersumbat didiagnosis Rhinitis Vasomotor.

HIPOTESIS DITOLAK