Anda di halaman 1dari 17

PRAKTEK KERJA LAPANGAN

DI UPT PUSKESMAS RAWAT INAP SIMPUR

DI SUSUN OLEH :
1. DIAS APRIZ HOLILA H (163110040)
2. LUTFI ANISATUR ROHMAH (163110089)
3. MA RGARETA INDRI S (163110095)
4. MUTIYA HA NDA YA NI (163110130)

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNUVERSITAS TULANG BAWANG
LAMPUNG
LATAR BELAKANG

 Menurut Undang-Undang Kesehatan No.36 Tahun 2009, Kesehatan


adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial
yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial
dan ekonomis.
 Keberhasilan pelaksanaan Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas
diperlukan komitmen dan kerjasama semua tenaga terkait atau semua
tenaga kesehatan terkait. Hal tersebut akan membuat Pelayanan
Kefarmasian di Puskesmas menjadi optimal dan dapat dirasakan
manfaatnya oleh pasien atau masyarakat yang pada akhirnya dapat
meningkatkan citra puskesmas dan kepuasan pasien atau masyarakat
sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
 Puskesmas Rawat Inap Simpur merupakan salah satu Puskesmas
yang berada di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung
memiliki kewajiban untuk dapat memberikan pelayanan
kesehatan yang optimal bagi masyarakat.
TUJUAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Tujuan Umum
 Untuk mengetahui struktur dan organisasi, tugas dan fungsi tenaga
kefarmasian manajemen, serta gambaran kegiatan yang berkaitan
tentang pelayanan kefarmasian serta kegiatan di unit-unit pelayanan
kesehatan yang dilakukan di Puskesmas Rawat Inap Simpur.
 Tujuan Khusus

 Untuk mengetahui kegiatan pengelolaan obat dan bahan medis habis


pakai yang meliputi kegiatan; perencanaan, permintaan/pengadaan,
penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, pencatatan, pemantauan
dan evaluasi pengolahan obat dan bahan medis habis pakai (BMHP).
 Untuk mengetahui pelayanan farmasi klinis yang meliputi; pengkajian
resep, penyerahan obat, pemberian informasi obat (PIO), konseling obat,
visite pasien, pemantauan dan pelaporan efek samping, pemantauan
terapi dan evaluasi.
TINJAUAN UMUM PUSKESMAS
 

Pengertian Puskesmas
 Menurut peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 75
tahun 2014 tentang pusat kesehatan masyarakat yang selanjutnya
disebut puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya
kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih
mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya di wilayah
kerjanya.
FUNGSI :

sektor lain yang terkait.


Melaksanakan pembinaan teknis terhadap jaringan

pelayanan dan upaya kesehatan berbasis masyarakat.


Melaksanakan peningkatan kompotensi sumber daya

manusia puskesmas.
Memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan

kesehatan.
Melaksanakan pencatatan, pelaporan dan evaluasi terhadap

akses, mutu dan cakupan pelayanan kesehatan dan


Memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan

masyarakat, termasuk dukungan terhadap system


kewaspadaan dini dan respon penanggulangan penyakit.
PENGELOLAAN SEDIAAN
FARMASI DAN BAHAN MEDIS
HABIS PAKAI
 Perencanaan kebutuhan
 Permintaan

 Penerimaan

 Penyimpanan

 Pendistribusian

 Pengendalian

 Pencatatan,
Pelaporan, dan Pengarsipan
 Pemantauan dan evaluasi pengelolaan.
1. Perencanaan
Perencanaan merupakan proses kegiatan selektif Sediaan Farmasi dan Bahan
Medis Habis Pakai untuk menentukan jenis dan jumlah Sediaan Farmasi
dalam rangka pemenuhan kebutuhan puskesmas.
2. Permintaan
 Tujuan permintaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai adalah
memenuhi kebutuhan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis habis Pakai di
Puskesmas, sesuai dengan perencanaan kebutuhan yang telah dibuat.
Permintaan diajukan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, sesuai
dengan peraturan perundangan-undangan dan kebijakan pemerintah daerah
setempat.
 3. Penerimaan
Penerimaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai adalah salah
satu kegiatan dalam menerima Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis
Pakai dari Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota atau hasil pengadaan
Puskesmas secara mandiri sesuai dengan permintaan yang telah diajukan.
4.  Penyimpanan
Penyimpanan Sediaan Farmasi dan Bahan habis Pakai merupakan suatu
kegiatan pengaturan terhadap Sediaan Farmasi yang diterima agar aman
(tidak hilang), terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia dan mutunya
tetap terjamin, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.
5. Pendistribusian
Pendistribusian Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai merupakan
kegiatan pengeluaran dan penyerahan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis
Habis Pakai secara merata dan teratur untuk memenuhi kebutuhan sub unit-
satelit farmasi Puskesmas dan jaringannya.
6. Pemusnahan dan Penarikan
Pemusnahan dan Penarikan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai
yang tidak dapat digunakan harus dilakukan dengan cara yang sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
5. Pendistribusian
Pendistribusian Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai merupakan
kegiatan pengeluaran dan penyerahan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis
Habis Pakai secara merata dan teratur untuk memenuhi kebutuhan sub unit-
satelit farmasi Puskesmas dan jaringannya.
6. Pemusnahan dan Penarikan
Pemusnahan dan Penarikan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai
yang tidak dapat digunakan harus dilakukan dengan cara yang sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
7. Administrasi
Administrasi meliputi pencatatan dan pelaporan terhadap
seluruh rangkaian kegiatan dalam pengelolaan Sediaan
Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai, baik Sediaan Farmasi
dan Bahan Medis Habis Pakai yang diterima, disimpan,
didistribusikan dan digunakan di Puskesmas atau unit
pelayanan lainnya.
7. Pengendalian
Pengendalian Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai adalah suatu
kegiatan untuk memastikan tercapainya sasaran yang diinginkan sesuai
dengan strategi dan program yang telah ditetapkan sehingga tidak terjadi
kelebihan dan kekurangan/kekosongan Obat di unit pelayanan kesehatan
dasar.
Tujuannya adalah agar tidak terjadi kelebihan dan kekosongan Obat di unit
pelayanan kesehatan dasar.
 Pengendalian Sediaan Farmasi terdiri dari:
 Pengendalian persediaan
 Pegendalian penggunaan, dan
 Penanganan Sediaan Farmasi hilang, rusak, dan kadaluwarsa.
PELAYANAN FARMASI KLINIS

 Pengkajian dan Pelayanan Resep

Resep adalah permintaan tertulis dari Dokter, Dokter Gigi,


Dokter Hewan kepada Apoteker untuk menyediakan dan
menyerahkan obat bagi pasien sesuai peraturan
perundangan yang berlaku. Pelayanan resep adalah proses
kegiatan yang meliputi aspek teknis dan non teknis yang
harus dikerjakan mulai dari penerimaan resep, peracikan
obat sampai dengan penyerahan obat kepada pasien.
KEGIATAN PENGKAJIAN RESEP DIMULAI DARI SELEKSI
PERSYARATAN ADMINISTRASI, PERSYARATAN FARMASETIK DAN
PERSYARATAN KLINIS BAIK UNTUK PASIEN RAWAT INAP MAUPUN
RAWAT JALAN.

Persyaratan administrasi meliputi: Persyaratan klinis


Nama, umur, jenis kelamin dan meliputi:
berat badan pasien. Ketepatan indikasi,
Nama, dan paraf dokter. dosis dan waktu
Tanggal resep. penggunaan Obat.
Ruangan/unit asal resep Duplikasi pengobatan.
Alergi, interaksi dan
efek
Persyaratan farmasetik samping Obat.
meliputi: Kontra indikasi.
Bentuk dan kekuatan Efek adiktif.
sediaan.
Dosis dan jumlah Obat.
Stabilitas dan ketersediaan.
Aturan dan cara
penggunaan.
Inkompatibilitas
(ketidakcampuran Obat).
PELAYANAN FARMASI KLINIK MELIPUTI:

 Pengkajian resep, penyerahan obat, dan


pemberian informasi obat.
 Pelayanan Informasi Obat (PIO)
 Konseling
 Ronde/visite pasien (khusus puskesmas rawat
inap)
 Pemantauan dan pelaporan efek samping obat
 Pemantauan terapi obat
 Evaluasi penggunaan obat.
Persyaratan farmasetik meliputi:
 Bentuk dan kekuatan sediaan.

 Dosis dan jumlah obat.

 Stabilitas dan ketersediaan.

 Aturan dan cara penggunaan.

 Inkompatibilitas (ketercampuran obat)

Persyaratan klinis meliputi:


 Ketepatan indikasi, dosis dan waktu penggunaan Obat.

 Duplikasi pengobatan.

 Alergi, interaksi dan efek samping Obat.

 Kontra indikasi.

 Efek adiktif.
STANDAR PELAYANAN FARMASI DI
PUSKESMAS

Pengelolaan sediaan farmasi


alat kesehatan dan bahan Pelayanan farmasi klinis
medis habis pakai

1. Perencanaan 1. Pengkajian resep


2. Pengadaan 2. Dispensing
3. Penerimaan 3. Pelayanan informasi obat
4. Penyimpanaan 4. Konseling
5. Pemusnahan 5. Pelayanan kefarmasian
6. Pengendalian dirumah
7. Percatatan dan 6. PTO
pelaporan 7. MESO
8. Evaluasi penggunan obat
KESIMPULAN

1. Berdasarkan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang telah diakukan


di Puskesmas Rawat Inap Simpur dapat disimpulkan sebagai
berikut:
2. Memberikan kesempatan kepada kami untuk membiasakan diri
pada suasana lingkungan kerja yang sebenarnya, khususnya yang
berkenan dengan kedisip linankerja.
3. Menumbuhkan dan mengembangkan serta memantapkan pribadi
kami memasuki lapangan kerja yang sesusai dengan bidang
kami.
4. Meningkatkan, memperluas dan memantapkan keterampilan
yang membentuk kemampuan dan wawasan kami, sebagai bekal
untuk lapangan kerja serta sesuai dengan program study yang di
peroleh.
Terimakasih