Anda di halaman 1dari 8

PRAKTEK KERJA LAPANGAN

DI APOTEK SABILA

DI SUSUN OLEH :
MIFTAHUL CHOIRIAH (163110104)

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNUVERSITAS TULANG BAWANG
LAMPUNG
 

Pengertian Apotek
Menurut Permenkes RI No. 73 tahun 2016, Apotek adalah sarana
pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh
Apoteker. Standar Pelayanan Kefarmasian adalah tolak ukur yang
dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam
menyelenggarakan pelayanan kefarmasian. Dan Pelayanan
Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung
jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan
maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu
kehidupan pasien.
TUGAS DAN FUNGSI APOTEK

Pada Pasal 16 Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia


nomor 9 Tahun 2017 mengenai Apotek, Apotek
menyelenggarakan fungsi:
1. Pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan
Medis Habis Pakai; dan
2. Pelayanan farmasi klinik, termasuk di komunitas.
PENGELOLAAN/ MANAJEMEN OBAT DAN
PERBEKALAN FARMASI DI APOTEK
1. Perencanaan
Perencanaan itu sendiri adalah suatu proses kegiatan seleksi obat dan menentukan
jumlah obat dalam rangka pengadaan. Perencanaan dalam kefarmasian termasuk
pemilihan jenis, jumlah dan harga perbekalan farmasi yang sesuai dengan kebutuhan
dan anggaran.
2. Pengadaan
Dimana pengadaan ini meliputi pengadaan obat bebas, obat
bebas terbatas, obat keras tertentu, narkotika dan psikotropika, dan
alat kesehatan.

3. Penerimaan
Penerimaan suatu barang dilakukan apabila sudah melakukan
pemesanan, setiap barang datang dari PBF disertai dengan faktur.
Apabila barang datang petugas yang berada di apotek memeriksa
barang.
4. Penyimpanan
Barang yang sudah diterima maka akan disimpan digudang obat
sesuai dengan bentuk sediaan, kelas terapi obat, serta disusun secara alfabetis.
Gudang obat tidak boleh dipergunakan untuk menyimpan barang lainnya yang dapat
menyebabkan kontaminasi. Pengeluaran obat memakai sistem FEFO (First Expire
First Out) dan FIFO (First In First Out).

5. Pemusnahan
a. Resep, dimana resep yang telah disimpan melebihi jangka waktu 5 tahun dapat
dimusnahkan. Pemusnahan dilakukan oleh
Apoteker yang sekurang-kurangnya ditemani oleh petugas
Apotek dengan cara dibakar atau dengan cara pemusnahan lain
yang kemudian dibuktikan dengan Berita Acara Pemusnahan
Resep, yang selanjutnya dilaporkan kepada dinas kesehatan
kabupaten/kota.
b. Obat, obat yang kedaluarsa atau rusak harus dimusnahkan
sesuai dengan jenis dan bentuk sediaan.
6. Pengendalian
Pengendalian ini bertujuan untuk menghindari kekosongan suatu
obat, kelebihan obat/atau kekurangan, kekosongan, kedaluarsa,
kehilangan serta pengambilan pesanan. Pengendalian persediaan ini
dilakukan dengan menggunakan:
a. Kartu stok
b. Buku sampling
7. Pencatatan dan pelaporan
Pencatatan ini meliputi buku khas, buku pembelian, buku
pembayaran, buku setoran harian, buku stok obat, kartu stok, buku
sampling, buku pencacatan resep, buku pencatatan salinan resep,
buku pencatatan penjualan obat keras, buku daftar tagihan/atau
buku pencatatan hutang piutang, buku defecta. Pelaporan terdiri dari pelaporan laba
rugi.
PELAYANAN FARMASI KLINIK MELIPUTI:

 Pengkajian resep, penyerahan obat, dan


pemberian informasi obat.
 Pelayanan Informasi Obat (PIO)
 Konseling
Terimakasih