Anda di halaman 1dari 12

PERENCANAAN SALURAN TAMBANG

DAN KAPASITAS KOLAM PENGENDAP LUMPUR


(KPL) PADA AREA DISPOSAL
DI PT. PRIMA SARANA GEMILANG
TANGGAL 9 MARET S.D 25 APRIL 2019

Oleh :
Kelompok 2

Tugas Akhir Rahmat Hidayat HR (1204059)


Tujuan

 Mengetahui besarnya curah hujan dan intensitas curah
hujan di PT. Prima Sarana Gemilang.
 Mengetahui daerah tangkapan hujan (catchment area) di
area disposal.
 Mengetahui besarnya debit air yang masuk ke dalam
lokasi disposal.
 Mengetahui dan membuat saluran tambang yang sesuai.
 Mengetahui serta membuat dimensi kolam pengendap
lumpur yang sesuai untuk air serta mengendapkan
lumpur yang ikut di dalamnya.
Data Primer

 Intensitas Curah Hujan
 Debit air
 Dimensi saluran air rencana
 Dimensi KPL rencana
Pembahasan

Lokasi tambang di PT. Prima Sarana Gemilang
termasuk dalam daerah topografi dataran rendah
dengan ketinggian elevasi muali dari 50-140 mdpl.
Adapun curah hujan rata-rata dalam periode 5 tahun
terakhir mulai dari tahun 2009 s/d 2013 yaitu 1488,92
mm, pengolahan data curah hujan ini menghasilkan
intensitas curah hujan sebesar 1,09 mm/jam.
Pembahasan

Kemajuan penggalian yang meningkat
mempengaruhi penimbunan yang cukup besar di area
disposal oleh sebab itu akumulasi air yang luas di area
tersebut harus ditanggulangi, karena sifat air yang
bergerak dari dataran tinggi ke dataran rendah.
Catchment area dibutuhkan untuk menanggulagi hal
tersebut. Catchment area yang ada pada area disposal
sebesar 127,99 ha.
Pembahasan

Bentuk saluran tambang buasanya dibuat trapesium karena bentuk
ini baik untuk mengurangi tekanan air yang mengalir, selain itu juga
mengurangi terjadinya erosi pada saluran. Banyaknya air yang masuk ke
dalam saluran yaitu 0,3333 m3/detik dengan kecepatan 0,607 m3/detik.
Debit yang dihasilkan tidak dapat ditampung dengan dimensi yang ada,
karena dimensi yang ada hanya mampu menampung debit sebesar
0,03187 m3/detik.
Pembahasan

Dengan dimensi seperti lebar dasar saluran, kedalam saluran,
proyeksi sisi miring bidang data, serta lebar permukaan saluran,
banyaknya air yang masuk ke dalam saluran yaitu 0,3333 m3/detik. Oleh
karena itu dibutuhkan dimensi saluran yang sesuai. Saluran dimensi plan
yang sudah dibuat mampu menampung debit sebesar 0,3642 m3/detik.
Pembahasan

Kadar lumpur yang mengalir pada saluran tambang
yang akan masuk ke KPL sebesar 2,56%, dalam 1200,09
m3/jam. Apabila dalam satu tahun (365 hari) maka
banyaknya lumpur yang terdapat di KPL sebesar
269.127,38 m3/tahun, dengan demikian rencana
dimensi KPL yang akan dibuat sebagai berikut :
Panjang = 50 m
Lebar = 12 m
Kedalaman = 5 m
Pembahasan

Dengan volume lumpur yang bisa ditampung sebesar 3000 m2 dan
pengurasan dilakukan 12 kali dalam 1 tahun, dimensi ini dapat menampung
22.417,28 m3/bulan. Volume tersebut terbagi menjadi 8 kolam pengendap
lumpur, sehingga volume lumpur 2803,41 m3/bulan.
Dengan dimensi KPL yang telah dibuat seperti pada slide sebelumnya, maka
luas daerah yang akan digunakan untuk pembuatan 8 KPL tersebut dapat
dihitung dengan rumus :

LK = (La + Lat) x Pk
Dimana :
LK = luasan seluruh KPL
Pk = panjang keseluruhan kompartemen
La = lebar keseluruhan kompartemen
Lat= lebar keseluruhan tanggul
Pembahasan

Untuk mengetahui luasan daerah yang akan dipakai
untuk KPL dibuat dengan dimensi berikut :
La = 96 m
Lat= 45 m
Pk = 50 m
Dengan demikian luas daerah yang akan dipakai
untuk membuat 8 kolam pengendap lumpur yaitu
sebesar 7050 m2 atau 0,705 ha (dibulatkan menjadi 1
ha).
Kesimpulan

 Dengan catchment area sebesar 127,99 ha maka didapatkan
intensitas hujan untuk daerah disposal adalah 1,09 mm/jam,
termasuk hujan ringan.
 Debit limpasan permukaan yang masuk ke tambang adalah
1256,4 m3/jam. Dan debit evapotranspirasi adalah 56,31 m3/jam,
maka debit total yang didapatkan sebesar 1200,09 m3/jam.
 Debit air yang akan masuk ke saluran sebesar 0,3348 m3/detik,
sedangkan saluran secara aktual hanya mampu menampung
0,03187 m3/detik. Maka untuk dapat menampung debit air yang
masuk sebesar 0,3358 m3/detik, maka saluran yang harus dibuat
haruslah di atas angka tersebut, setelah dimensi diperhitungkan
maka nilai kemampuan saluran tersebut sebesar 0,3642 m3/detik.
Kesimpulan

 Total volume lumpur untuk 1 KPL 2803,41 m3/bulan. Untuk
dimensi kolam pengendap lumpur untuk satu KPL agar
mampu menampung total lumpur tersebut adalah :
= Panjang x Lebar x Kedalaman
= 50 m x 12 m x 5 m
= 3000 m3
Dengan dimensi yang telah dibuat maka, untuk teknis
pengurasan KPL di PT. PSG menggunakan excavator Volvo
210.
 Untuk luasan yang akan digunakan untuk membuat dimensi
KPL sebesar 1 Ha.