Anda di halaman 1dari 30

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA

KELOMPOK 4

 Dara Sakinah
 Masrince
laia
DOSEN : Sonya Airin Batubara,
SH,MH.
PANCASILA
SEBAGAI IDEOLOGI
BANGSA DAN
Istilah NEGARA
ideologi berasal
dari kata idea yang
berarti
GAGASAN,KONSEP,PENGE
RTIAN DASAR, CITA-CITA

 sedangkan logos
yang berarti ilmu
Jadi secara harfiah ideologi berarti ilmu
tentang pengertian dasar, ide atau
citacita. Cita-cita yang dimaksudkan
adalah cita-cita yang tetap sifatnya dan
harus dapat dicapai sehingga cita-cita itu
sekaligus merupakan dasar, pandangan,
paham.

Ideologi yang semula berarti gagasan,


ide, cita-cita itu berkembang menjadi
suatu paham mengenai seperangkat nilai
atau pemikiran yang oleh seseorang atau
sekelompok orang menjadi suatu
pegangan hidup.
Pancasila mengalami
dinamika dan terdapat
perbedaan pendapat terhadap
Pancasila sebagai ideologi
Pancasila merupakan hasil
kontrak sosial, yaitu
kesepakatan para pendiri
negara
1960-an, Pancasila mulai
dianggap sebagai ideologi
negara, terutama masa ORBA
Beberapa pengertian
ideologi
A.S. Hornby mengatakan bahwa
ideologi adalah seperangkat gagasan
yang membentuk landasan teori
ekonomi dan politik atau yang
dipegangi oleh seorang atau
sekelompok orang.
 Soerjono Soekanto menyatakan
bahwa secara umum ideologi sebagai
kumpulan gagasan, ide, keyakinan,
kepercayaan yang menyeluruh dan
sistematis, yang menyangkut
bidang politik, sosial, kebudayaan,
dan agama.
Gunawan Setiardja merumuskan
ideologi sebagai seperangkat ide
asasi tentang manusia dan
seluruh realitas yang dijadikan
pedoman dan cita-cita hidup.
 Frans Magnis Suseno mengatakan
bahwa ideologi sebagai suatu sistem
pemikiran yang dapat dibedakan
menjadi ideologi tertutup dan
ideologi terbuka.
Ideologi tertutup
Ideologi tertutup merupakan suatu sistem
pemikiran tertutup.
Ciri-cirinya:

1. merupakan cita-cita suatu kelompok orang


untuk mengubah dan memperbarui
masyarakat
2. atas nama ideologi dibenarkan pengorbanan
yang dibebankan kepada masyarakat
3. isinya bukan hanya nilai-nilai dan cita-cita
tertentu, melainkan terdiri dari tuntutan-
tuntutan konkret dan operasional yang
keras, yang diajukan dengan mutlak.
Ideologi terbuka
Ideologi terbuka merupakan suatu
pemikiran yang terbuka.
Pancasila memuat nilai-nilai dasar
saja
Digali dari nilai dan jiwa bangsa
Indonesia
Konsep operasional lebih diserahkan
kepada tumbuh dan
berkembangnya masyarakat.
Seharusnya nilai dasar Pancasila
sebagai penyaring
Ciri-cirinya:

1. bahwa nilai-nilai dan cita-citanya


tidak dapat dipaksakan dari luar,
melainkan digali dan diambil dari
moral, budaya masyarakat itu sendiri
2. dasarnya bukan keyakinan ideologis
sekelompok orang, melainkan hasil
musyawarah dari konsensus
masyarakat tersebut
3. nilai-nilai itu sifatnya dasar, secara
garis besar saja sehingga tidak
langsung operasional.
Ideologi Pancasila bersifat terbuka memiliki

Dimensi idealitas
karena mengandung nilai-nilai dasar
yang baik dan benar.
Dimensi normatif

nilai-nilai dasar itu dijabarkan dalam


norma dan aturan selanjutnya sehingga
bersifat fleksibel.
Dimensi realitas

artinya Pancasila mencerminkan realitas


hidup yang ada dalam masyarakat.
 Fungsi utama ideologi dalam
masyarakat menurut Ramlan
Surbakti (1999) ada dua, yaitu:
sebagai tujuan atau cita-cita
yang hendak dicapai secara
bersama oleh suatu masyarakat,
 sebagai pemersatu
masyarakat dan karenanya
sebagai prosedur penyelesaian
konflik yang terjadi dalam
masyarakat.
Sifat ideologi ada 3 dimensi
1. Dimensi Realitas:
nilai yang terkandung dalam dirinya, bersumber dari nilai-
nilai yang hidup dalam masyarakat, terutama pada waktu
ideologi itu lahir, sehingga mereka betul-betul merasakan
dan menghayati bahwa nilai-nilai dasar itu adalah milik
mereka bersama. Pancasila mengandung sifat dimensi
realitas ini dalam dirinya.
2. Dimensi idealisme:

ideologi itu mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam


berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara. Pancasila bukan saja memenuhi dimensi
idealisme ini tetapi juga berkaitan dengan dimensi realitas.
 3. Dimensi fleksibilitas:

ideologi itu memberikan penyegaran, memelihara dan


memperkuat relevansinya dari waktu ke waktu sehingga
bersifat dinamis, demokrastis. Pancasila memiliki dimensi
fleksibilitas karena memelihara, memperkuat relevansinya
dari masa ke masa.
Faktor Pendorong Keterbukaan
Ideologi Pancasila
Kenyataan dalam proses pembangunan
nasional dan dinamika masyarakat
yang berkembang secara cepat.
Kenyataan menunjukkan bahwa
bangkrutnya ideologi yang tertutup dan
beku cenderung meredupkan
perkembangan dirinya.
Pengalaman sejarah politik masa
lampau.
Tekad untuk memperkokoh kesadaran
akan nilai-nilai dasar Pancasila yang
bersifat abadi dan hasrat
Sekalipun Pancasila sebagai ideologi
bersifat terbuka, namun ada batas-batas
keterbukaan yang tidak boleh dilanggar,
yaitu:
 Stabilitas nasional yang dinamis
Larangan terhadap ideologi marxisme,
leninnisme dan komunisme
Mencegah berkembangnya paham
liberalisme
Larangan terhadap pandangan ekstrim
yang menggelisahkan kehidupan
bermasyarakat.
Penciptaan norma-norma baru harus
melalui konsensus.
Makna Pancasila sebagai
Ideologi Bangsa
bahwa nilai-nilai yang terkandung
dalam ideologi Pancasila itu menjadi
cita-cita normatif bagi
penyelenggaraan bernegara. Dengan
kata lain, visi atau arah dari
penyelenggaraan kehidupan
berbangsa dan bernegara Indonesia
adalah terwujudnya kehidupan yang
ber-Ketuhanan, yang berKemanusiaan,
yang ber-Persatuan, yang ber-
Kerakyatan, dan yang ber-Keadilan.
Pancasila sebagai ideologi
nasional selain berfungsi sebagai
cita-cita normatif
penyelenggaraan bernegara,
nilai-nilai yang terkandung dalam
Pancasila merupakan nilai yang
disepakati bersama, karena itu
juga berfungsi sebagai sarana
pemersatu masyarakat yang
dapat mempersatukan berbagai
golongan masyarakat di
Macam – macam Ideologi
Liberalisme
liberal berarti bebas.
Para penganut liberalisme ini percaya
bahwa untuk menciptakan tatanan dunia
yang bagus dan maju harus didasarkan
pada kebebasan baik kebebasan dalam
pandangan politik bahkan agama sehingga
sering terjadinya penyebab tawuran.
Di dalam paham liberalisme ini terdapat
tiga nilai pokok utama yang
menjadikannya kuat yaitu life, liberty dan
property. Nilai-nilai yang terkandung
dalam tiga hal tersebut dapat dilihat
 kesempatan yang sama – di dalam paham ideology
liberalism meyakini bahwa setiap orang berhak memiliki
kesempatan yang sama dalam mencapai sesuatu hal.
Namun karena adanya perbedaan kualitas antara satu
manusia dengan lainnya bisa membuat pencapaian dari
tiap individu akan berbeda tergantung dengan kemampuan
yang dimilikinya.

 persamaan hak – persamaan hak merupakan kunci


penting yang harus dimiliki oleh setiap manusia bagi
ideology ini. Liberalisme memberikan hak yang sama
kepada setiap penganutnya untuk memilih sesuatu
terutama dalam hal politik. Hal ini juga bisa digunakan
sebagai hal yang membuang keegoisan di dalam diri setiap
individu.

 Kepedulian pemerintah – Pemerintah harus


melakukan kegiatan yang sudah disetujui terlebih dahulu
oleh rakyat. Karena dalam ideology liberalism mendudukan
rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi.

 Fungsi pemerintah dan negara – Pemerintah dan


Kapitalisme
 intidari paham ini adalah adanya capital
atau modal yang dikuasai oleh pihak
swasta dimana negara tidak memiliki
kekuasaan atas terjadinya sistem
ekonomi dan hanya berperan sebagai
pengawas saja.
 Tokoh yang sangat terkenal dengan
ideology ini adalah adam smith atau
yang juga dikenal sebagai bapak ilmu
ekonomi. paham ini awalnya adalah sebuah
cara untuk menentang adanya paham
merkantilisme dimana menurut paham
merkantilisme tanah merupakan sumber
modal utama dan melupakan sumber modal
lainnya.
Istilahinvisible hand atau tangan
tak tampak sangat terkenal
dikemukakan oleh adam smith
dimana menurutnya pasar yang
bekerja akan selalu diarahkan
oleh tangan tak tampak sehingga
tidak perlu adanya peraturan
pemerintah dan segala
intervensinya.
Kolonialisme
 suatu sistem di mana suatu negara menguasai
rakyat dan sumber daya negara lain tetapi masih
tetap berhubungan dengan negara asal.
 Negara kolonialisme pertama adalah inggris dan
spanyol. Pendukung dari kolonialisme
berpendapat bahwa hukum kolonial
menguntungkan negara yang dikolonikan dengan
mengembangkan infrastruktur ekonomi dan
politik yang dibutuhkan untuk pemodernisasian
dan demokrasi. Mereka menunjuk ke bekas koloni
seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia
Baru, Hong Kong dan Singapura sebagai contoh
sukses pasca-kolonialisme.
Marxisme
 sebuah paham yang berdasar pada pandangan-
pandangan Karl Marx. Marx menyusun sebuah
teori besar yang berkaitan dengan
sistem ekonomi, sistem sosial, dan sistem politik. 
 Pengikut teori ini disebut sebagai Marxis.
 Marxisme merupakan dasar
teori komunisme modern. Teori ini tertuang
dalam buku Manifesto Komunis yang dibuat
oleh Marx dan Friedrich Engels. Marxisme
merupakan bentuk protes Marx terhadap
paham kapitalisme. Ia menganggap bahwa kaum
kapital mengumpulkan uang dengan
mengorbankan kaum proletar.
Sosialisme
mengutamakan kepemilikan segala
sesuatu secara bersama tidak ada yang
namanya hak kepemilikan individu.
Istilah sosialisme ini muncul pada abad
ke 19 di perancis dan kemudian
pengaruhnya menyebar ke berbagai
kalangan di dunia.
tokoh dari ideology sosialisme ini adalah
karl marx atas kritiknya terhadap kaum
kapitalis yang telah menyengsarakan
para buruh dan tani.
Fasisme
ideologi yang berdasarkan pada
prinsip kepemimpinan dengan
otoritas absolut di mana perintah
pemimpin dan kepatuhan berlaku
tanpa pengecualian.
Dalam ideologi fasis, akibatnya
adalah individualitas manusia
hilang, dan pengikut menjadi
massa yang seragam dimana
individu hanya menjadi alat
untuk mencapai tujuan gerakan
Dalam ideologi fasis, massa tak
boleh mempunyai identitas yang
beragam dan wajib seragam.
Individualitas hilang
karena kebhinekaan dilarang,
hancurnya identitas individu
berdampak massa mengambang
yang dengan dipimpin oleh
pemimpin karismatik dengan
kekuasaan absolut.
Nazisme

 Nazi merupakan singkatan dari nasional


sosialisme adalah salah satu paham
yang berasal dari negara jerman dimana
tokohnya yang sangat fenomenal adalah
adolf hitler. Paham ini disinyalir bukanlah
menjadi paham baru melainkan adalah
paham yang dikombinasikan dari
berbagai jenis paham lainnya seperti anti
yahudi. Oleh karena itu pada masa
kejayannya banyak para yahudi yang
mendapatkan hukuman mati.
komunisme
Berasal dari pemikiran
Karl Marx Marxisme
,materialisme, atheis,
kolektivistik
Kemunculannya sebagai
reaksi dari kapitalisme-
liberalisme di Eropa
Perkembangan
komunisme
 Pemikiran Marx berkembang di Eropa,
khususnya Eropa Timur
 Kemudian berkembang ke Asia dengan
beberapa modifikasi --- baca tentang
Leninisme, Maoisme
 Menjadi ideologi negara2 seperti : Uni
Sovyet, Cina, Korea Utara, Vietnam, Kuba
 Berakhir terutama sejak berakhirnya
perang dingin (presiden Mikhail Gorbachev
menerapkan glasnost dan perestroika)
 Ekonomi : sistem etatisme, kolektivistik
Kesimpulan
 Istilahideologi berasal dari kata idea yang berarti
GAGASAN,KONSEP,PENGERTIAN DASAR, CITA-CITA . sedangkan
logos yang berarti ilmu.
 Terdapat 2 ideologi negara yaitu :

1. Ideologi tertutup
2. Ideologi terbuka
Makna Pancasila sebagai Ideologi Bangsa yaitu :
bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi
Pancasila itu menjadi cita-cita normatif bagi
penyelenggaraan bernegara. Dengan kata lain, visi atau
arah dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan
bernegara Indonesia adalah terwujudnya kehidupan
yang ber-Ketuhanan, yang berKemanusiaan, yang ber-
Persatuan, yang ber-Kerakyatan, dan yang ber-Keadilan.
Terima kasih