Anda di halaman 1dari 15

SARI PUSTAKA

ASPERGILLOMA

Dosen Pembimbing :
dr. Syamsul Bihar, M.Ked(Paru),Sp,K(K),FISR

Disusun Oleh :
Arvind a/l Chelvaray @ Selvaraj
LATAR BELAKANG
• Aspergillosis merupakan suatu kelompok mikosis
yang disebabkan oleh infeksi jamur spesies
Aspergillus yaitu Aspergillus fumigatus
• Jamur ini dapat ditemukan di tanah, air dan
tumbuhan yang mengalami pembusukan, khususnya
pada pupuk kandang dan humus
• Spektrum penyakit paru yang disebabkan oleh
jamur Aspergillus bervariasi
• Penyakit terpopuler dari aspergillosis paru dibagi
menjadi tiga kategori: invasif, bronkopulmoner
alergik, dan aspergilloma
DEFINISI

Aspergiloma merupakan fungus ball (misetoma) yang terjadi karena terdapat kavitas di parenkim akibat penyakit paru sebelumnya.
ETIOLOGI
 Aspergillosis merupakan infeksi yang
disebabkan saprophyte dari genus
aspergillus, dapat di temukan di tanah,
air dan tumbuhan yang mengalami
pembusukkan dan spesies aspergillus
yang sering menyebabkan infeksi pada
manusia yaitu Aspergillus fumigatus
FAKTOR RISIKO

• Menderita gangguan sistem kekebalan tubuh,


seperti HIV/AIDS.
• Memiliki jumlah sel darah putih rendah.
• Memiliki rongga udara di paru (kavitas) yang terbentuk
akibat radiasi atau penyakit paru lainnya seperti
tuberkulosis dan sarkoidosis.
• Menderita asma atau cystic fibrosis.
• Menjalani terapi kortikosteroid dalam jangka panjang.
MANIFESTASI KLINIS
• Batuk Darah
• Batuk kronik
• Malaise
• Penurunan berat badan
• Sesak
• Batuk produktif dengan dahak yang
mukoid, dapat disertai pus atau darah
KLASIFIKASI
1) Simple aspergilloma
• tipe ini memiliki dinding kavitas yang tipis dengan parenkim
paru di sekitarnya yang masih normal.
• Proses penyakit ini terlokalisasi serta tidak disertai keterlibatan
pleura.
2)Complex aspergilloma
• Tipe ini memiliki proses yang lebih agresif dan difus.
• Selain kavitas, didapatkan juga parenkim paru yang rusak.
• Kavitas paru berdinding tebal karena infeksi berulang dan
disertai kerusakan di lobus paru yang luas.
• Pleura yang berdekatan juga terlibat pada beberapa kasus
• Pasien dengan aspergilloma komplek sering mengalami
penurunan fungsi paru.
DIAGNOSIS
Anamnesis
 Riwayat TB, bronkiektasis, abses, tumor paru

 Adanya hemoptisis

 Dyspnea

 Demam

 Malaise

 Penurunan BB
Pemeriksaan Laboratorium
 Sputum kultur  tumbuh jamur (memerlukan
beberapa hari)
 Aspergillus IgG presipitin  Lebih tinggi
dibandingkan dengan penyakit aspergillus
lainnya
FOTO THORAKS
Tampak kavitas
berdindinding tipis
di lapangan atas paru
kiri (panah putih)
yang berasal dari TB
lama, di
dan terdapat
fungus
dalamnyaball
(panah hitam)
CT SCAN
 Aspergilloma di
dalam kavitas
di kedua atas
paru pada
pasien dengan
riwayat
sarcoidosis
Tampak fungus ball yang
menempati dasar
(panah putih) di dalam
kavitas paru kanan pada
pasien dengan riwayat
TB Paru (panah kuning)
dengan posisi supine
Tatalaksana
• Reseksi bedah
• bronchial artery embolization (BAE)
• agen antifungi langsung pada intracavitary dengan
bantuan CT-guided
• antifungal
• Voriconazole: loading dose (x2 dosis) 6 mg/kg tiap 12 jam.
Dilanjutkan dengan oral 400 mg tiap 12 jam.
• Itraconazole: initial doses 600 - 800mg/hari sampai 3 hari,
dosis lanjutan: 200 400mg dua kali per hari dilanjutkan 2 -
5 bulan
Pencegahan
• Lindungi diri dari lingkungan :
• Hindari daerah yang banyak debu
• Hindari aktivitas yang melibatkan kontak langsung dengan
tanah atau debu
• Bersihkan luka pada kulit dengan menggunakan sabun
dan air hingga bersih
• Obat anti jamur
• Melakukan test untuk deteksi infeksi