Anda di halaman 1dari 27

Asuhan Keperawatan Klien Diabetes

Mellitus Dengan Perubahan Nutrisi


Kurang dari Kebutuhan Tubuh di Panti
Sosial Tresna Werdha Jambi

Di susun Oleh :
Tipa Oktapiani
1410069401 061

AKADEMI KEPERAWATAN JAMBI

19/02/2017
Latar Belakang

Proses penuaan adalah siklus kehidupan yang


ditandai dengan tahapan-tahapan menurunnya berbagai
fungsi organ tubuh, yang ditandai dengan semakin
rentannya tubuh terhadap berbagai serangan penyakit
yang dapat menyebabkan kematian.

19/02/2017
Prevalensi Diabetes Mellitus pada Lansia
di Indonesia
3.5 %

5.5 %

55 - 64 tahun
65 - 74 tahun
> 75 tahun

4.8 %

Sumber : Riskesdas RI, 2013


19/02/2017
Data satu bulan terakhir ( Januari ) tahun 2017

5
5
4.5
4
3.5
3
2.5
2
1.5
1
0.5
0
Tahun 2017
Jumlah Penyakit Diabetes Mellitus Di
Panti Sosial Tresna Werdha Jambi

19/02/2017
Rumusan Masalah

Bagaimanakah Asuhan Keperawatan Klien


Diabetes Mellitus dengan Perubahan Nutrisi
Kurang dari Kebutuhan Tubuh

di Panti Sosial Tresna Werdha Jambi ?

5
19/02/2017
Tujuan Dan Manfaat

1.Tujuan Umum
Tujuan
2. Tujuan khusus

Manfaat
3. Bagi peneliti
4. Bagi Panti Sosial Tresna Werdha Jambi
5. Bagi Perkembangan Ilmu Keperawatan

19/02/2017
Tinjauan Pustaka

Diabetes
Mellitus

Suatu kelainan pada seseorang yang ditandai


naiknya kadar glukosa darah diakibatkan karena
kekurangan insulin (Padila, 2012).
19/02/2017
Klasifikasi

Diabetes
Diabetes
Mellitus
Diabetes Diabetes Gestasional
Type I Mellitus Mellitus
Type II Type lain
Faktor Genetik, Diabetes
infeksi virus, Obesitas, usia, Obat-obatan, kehamilan
dan imunologi riwayat penyakit pankreas,
keluarga penyakit hormonal

19/02/2017
Contin....

Manifestasi klinis
1. Keluhan klasik : banyak kencing, banyak minum,
banyak makan, penurunan berat badan dan rasa lemah
2. Keluhan lain : kesemutan, gangguan penglihatan

19/02/2017
Masalah Keperawatan Perubahan Nutrisi
Kurang dari Kebutuhan Tubuh

Definisi masalah

Kriteria masalah
Faktor yang berhubungan

19/02/2017
Konsep Asuhan Keperawatan

Pengkajian

Diagnosa keperawatan

Intervensi

Implementasi

Evaluasi

19/02/2017
Subyek penelitian

Adapun subyek penelitian yang akan diteliti


adalah klien dengan Diabetes Mellitus dan
berjumlah dua kasus dengan masalah keperawatan
yang sama.

19/02/2017
Contin….

Waktu dan tempat penelitian : Penelitian ini


dilakukan di Panti Sosial Tresna Werdha Jambi.
Pada tanggal 05 Juli sampai dengan 10 Juli 2017.

Teknik pengumpulan data : Wawancara, obervasi


dan pemfis

Instrumen pengumpulan data : format pengkajian


keperawatan medikal bedah

19/02/2017
Hasil dan Pembahasan

Anamnesa Kasus 1
Berdasarkan hasil anamnesa klien 1 diperoleh
riwayat penyakit sekarang klien mengatakan
tubuhnya sering lemas, nafsu makan berkurang,
porsi makan yang dihabiskan sebanyak 7 sampai 8
sendok makan, alergi terhadap debu bila terkena
debu tubuh menjadi gatal-gatal.
19/02/2017
Contin….

Anamnesa Kasus 2
Berdasarkan hasil anamnesa klien 2 diperoleh
riwayat penyakit sekarang klien mengatakan
tubuhnya lemas, nafsu makan menurun terkadang
tidak ada nafsu makan, porsi makan yang
dihabiskan sebanyak 3 sampai 5 sendok makan.

19/02/2017
Hasil observasi dan vital sign

Klien 1 Klien 2

Keadaan umum baik Keadaan umum baik


TD : 100/70 TD : 110/90
mmHg mmHg
N : 84 x/i N : 92 x/i
S : 35 °C S : 35,1 ° C
RR : 23 x/i RR : 22 x/i

19/02/2017
Hasil Pemeriksaan Gula darah
puasa
Gula darah puasa ( Nilai normal : < 110 mg/dL )
180
175 176
170
165
160
155
152
150
145
140
Klien 1 Klien 2

19/02/2017
KLIEN 1 Diagnosa Keperawatan
KLIEN 2
1. Perubahan nutrisi 1. Perubahan nutrisi
kurang dari kebutuhan
kurang dari
tubuh b/d
kebutuhan tubuh b/d
ketidakcukupan
ketidakcukupan
insulin, penurunan
masukan oral, insulin, penurunan

2. Kelelahan b/d masukan oral

penurunan produksi 2. Kelelahan b/d


energi metabolik, penurunan produksi
3. Risiko cidera b/d energi metabolik.
19/02/2017
Prioritas masalah
Masalah nutrisi menjadi prioritas
dikarenakan apabila kuantitas ataupun
kualitas makanan tidak terpenuhi dapat
mempengaruhi status gizi seseorang dan
lebih berisiko terkena penyakit akibat
menurunnya daya tahan tubuh, dapat
mengakibatkan kekurangan gizi serta
menghambat kelangsungan proses
pergantian sel dalam tubuh.
19/02/2017
Intervensi

1. Timbang berat badan setiap hari atau sesuai indikasi

2. Auskultasi bising usus

3. Identifikasi makanan yang disukai

4. Observasi tanda-tanda hipoglikemi

5. Kolaborasi dalam melakukan pemeriksaan gula darah


dengan finger stick.

6. Kolaborasi dalam pemberian obat oral

19/02/2017
Pembahasan
KLIEN 1 KLIEN 2

Keluhan utamanya : tubuhnya lemas


Keluhan utamanya : tubuhnya lemas
Riw.penyakit sekarang : nafsu makan
Riw.penyakit sekarang : nafsu
menurun, terkadang tidak ada nafsu
makan berkurang, berat badan
makan, mengalami penurunan berat
menurun sebelumnya 50 kg, porsi
badan, sebelumnya berat badan 55
makan yang dihabiskan sebanyak 7
kg, porsi makan yang dihabiskan
sampai 8 sendok makan
hanya 3 sampai 5 sendok makan
19/02/2017
Contin…

Pada pemeriksaan penunjang peneliti hanya


melakukan pemeriksaan gula darah, dikarenakan
di panti tidak ada untuk pemeriksaan penunjang
lainnya seperti kadar elektrolit, asam lemak
bebas, hemoglobin, trombosit, ureum/kreatinin
hal ini tidak sejalan dengan teori menurut Wijaya
dan Putri (2013).
19/02/2017
Diagnosa Keperawatan

Pada semua diagnosa yang ditemukan pada klien 1


dan klien 2 yang ditetapkan peneliti sebagai diagnosa
prioritas adalah perubahan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh b/d ketidakcukupan insulin, penurunan
masukan oral karena jika tidak diatasi maka dapat
mengakibatkan kekurangan gizi serta menghambat
kelangsungan proses pergantian sel dalam tubuh.

19/02/2017
Intervensi
Berdasarkan teori yang ada, peneliti menyusun intervensi
sebagai berikut :
1. Timbang berat badan
2. Auskultasi bising usus

3. Identifikasi makanan yang disukai


4. Observasi tanda-tanda hipoglikemia

5. Kolaborasi dalam pemeriksaan gula darah


6. Kolaborasi dalam pemberian obat oral metformin dan
glimipirid. 19/02/2017
Implementasi
Disini peneliti dalam melakukan implementasi seperti
berkonsultasi dengan ahli diet mengenai program diet yang
akan diberikan pada klien 1 dan klien 2 tidak dapat
dilakukan karena di panti tidak terdapat ahli gizi.

Kemudian dalam teori terdapat intervensi pemberian


insulin, disini peneliti hanya melakukan pemberian obat oral
metformin dan glimipirid.

19/02/2017
Evaluasi

Berdasarkan hasil evaluasi peneliti, masalah perubahan


nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
ketidakcukupan insulin dan penurunan masukan oral pada
klien 1 teratasi sebagian dalam kurun waktu 3 x 24 jam.

Sedangkan pada klien 2, masalah perubahan nutrisi


kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
ketidakcukupan insulin dan penurunan masukan oral belum
teratasi dalam kurun waktu 3 x 24 jam.
19/02/2017
Terima Kasih !!! 
27
19/02/2017