Anda di halaman 1dari 25

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN SKIZOFRENIA

DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI :


HALUSINASI PENDENGARAN DI RUMAH
SAKIT JIWA DAERAH PROPINSI JAMBI

OLEH:
SAPNA PIRNANDES
1410069401 051
LATAR BELAKANG
Kesehatan jiwa merupakan suatu kondisi sejahtera
yang memungkinkan hidup harmonis dan produktif
sebagai bagian yang utuh dari kualitas hidup
seseorang, dengan mempertahankan semua segi
kehidupan manusia dengan ciri menyadari
sepenuhnya kemampuan dirinya, mampu menghadapi
stres kedidupan dengan wajar, mampu bekerja dengan
produktif dan memenuhi kebutuhan hidupnya, dapat
berperan serta dalam lingkungan hidup, menerima
dengan baik apa yang ada pada dirinya dan merasa
nyaman bersama dengan orang lain. (Eko Prabowo,
2014).
Lanjutan…

Skizofrenia adalah suatu bentuk psikosa


fungsional dengan gangguan utama pada
proses fikir serta disharmoni (keretakan,
perpecahan) antara proses fikir,
afek/emosi, kemauan dan psikomotor
disertai distorsi kenyataan, terutama karena
waham dan halusinasi, asosiasi terbagi-
bagi sehingga timbul inkoherensi (Direja,
2011).
Lanjutan. . .
Diperkirakan lebih dari 90% klien dengan skizofrenia
mengalami halusinasi. Meskipun bentuk halusinasinya
bervariasi tetapi sebagian besar pasien di rumah sakit jiwa
mengalami halusinasi pendengaran. Suara dapat berasal
dari diri individu atau dari luar dirinya. Suara dapat tunggal
atau multipel. Suara dpat memerintah pada klien atau
seringnya perilaku klien sendiri. Klien sendiri merasa yakin
bahwa suara itu berasal dari tuhan. Setan, sahabat, atau
musuh. Kadang-kadang suara yang muncul semacam bunyi
bukan suara yang mengandung arti. (Iyus yosep , 2011).
Lanjutan...
Menurut data Word Health Organization
(WHO) pada tahun 2012 angka penderita
gangguan jiwa mengkhawatirkan secara global,
sekitar 450 juta orang yang menderita gangguan
mental. Orang yang mengalami gangguan jiwa
sepertiganya tinggal di negara berkembang,
sebanyak 8 dari 10 penderita gangguan mental itu
tidak mendapatkan perawatan. Salah satu negara
yang termasuk negara berkembang ialah negara
Indonesia.
Lanjutan...
Dari data yang diperoleh di Rumah Sakit Jiwa
Daerah Provinsi Jambi bahwa penderita skizofrenia
pada tahu 2014 sampai November 2016 di rawat inap
sebanyak 5.548 klien, dan dengan gangguan persepsi
sensori : halusinasi pada tahun 2014-2015 di ruang
rawat inap dan igd 9.683 klien. Berdasarkan data
rekam medik tersebut skizofrenia dengan gangguan
persepsi sensori : halusinasi menepati nomer 1 dari 10
penyakit terbesar di Rumah Sakit Daerah Provinsi
Jamabi. ( Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi).
RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas


maka rumusan masalah pada kasus ini adalah
“Asuhan Keperawatan Pada Klien Skizofrenia
dengan Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi
Pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi
Jambi”.
Tujuan penelitian :
A. Tujuan umum
B. Tujuan khusus

Manfaat penelitian :
C. Bagi peneliti
D. Bagi tempat penelitian
E. Bagi perkembangan ilmu keperawatan
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi

Halusinasi adalah hilangnya kemampuan


manusia dalam membedakan rangsangan internal
(pikiran) dan ransangan ekternal (dunia luar).
Klien memberikan persepsi atau pendapat
tentang lingkungan tanpa ada objek atau
rangsangan yang nyata. Sebagai contoh klien
mengatakan mendengar suara padahal tidak ada
orang yang berbicara. ( Direja, 2011).
KRITERIA MASALAH HALUSINASI
1. Perubahan dalam pola perilaku,
2. Perubahan dalam kemampuan menyelesaikan masalah,
3. Perubahan dalam ketajaman sensori,
4. Perubahan dalam respon yang biasa terhadap stimulus,
5. Disorientasi,
6. Halusinasi,
7. Hambatan komunikasi,
8. Iritabilitas,
9. Konsentrasi buruk,
10. Gelisah,
11. Distorsi sensori.
Diagnosa

Menurut (Ridhyalla afnuhazi, 2015)


Kemungkinan diagnosa yang biasa ditemukan pada
gangguan pesepsi sensori : Halusinasi :
• Gangguan persepsi sensori : Halusinasi
• Isolasi sosial
• Perilaku kekerasan
METODE PENELITIAN
Penekatan/Desain Penelitian

Jenis penelitian ini adalah Kualitatif dalam


bentuk studi kasus untuk mengeksplorasi
masalah asuhan keperawatan klien skizofernia
(halusinasi pendengaran). Pendekatan yang
digunakan adalah pendekatan asuhan
keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa
keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan
evaluasi.
Subyek Penelitian

Dalam penelitian ini subyek penelitian


keperawatan yang digunakan adalah individu
dengan kasus yang akan diteliti secara
mendalam. Adapun subyek penelitian yang akan
diteliti minimal berjumlah dua kasus dengan
masalah keperawatan yang sama.
Batasan istilah
Variabel Definisi oprasional

Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang


Skizofernia
ditandai dengan gangguan pada
proses pikir, emosi dan prilaku yang

tidak sesuai.

Klien Halusinasi pendengaran Klien Halusinasi pendengaran adalah

gangguan persepsi seseorang yang

tidak nyata dianggap nyata.


Lokasi dan waktu peneltian

Penelitian ini akan dilakukan di Rumah


Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi pada
bulan Maret 2017.
Prosedur Penelitian

Proses prosedur penelitian ini akan dilakukan melalui


tahapan sebagai berikut :

1. Pengambilan surat izin survei data awal untuk di Rumah


Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi.
2. Melakukan pengambilan data dari rekam medis dan data
dari Ruangan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi
sebagai tempat penelitian.
3. Kemudian peneliti konsultasi kepada pembimbing
penelitian untuk menentukan masalah yang akan diteliti.
Lanjutan. . .
4. Peneliti membuat usulan penelitian sesuai buku
pedoman penelitian.
5. Peneliti melakukan konsultasi pada saat penyusunan
usulan penelitian kepada pembimbing penelitian
sesuai jadwal yang disepakati oleh pembimbing
penelitian.
6. Setelah peneliti melakukan ujian usulan penelitian
peneliti melakukan perbaikan sesuai dengan saran.
Lanjutan…

7. Setelah melakukan perbaikan usulan penelitian,


peneliti melakukan penelitian dengan diawali
memberikan surat keterangan yang telah diterima di
DIKLAT Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi.
8. Kemudian surat tersebut diantar keruangan dengan
disetujui oleh kepala ruangan.
9. Peneliti mulai mengumpulkan data dengan cara
observasi pasien, mewawancarai pasien, melakukan
pengkajian fisik dan melihat list pasien untuk
intervensi selanjutnya.
Lanjutan…
10. Setelah itu, peneliti menegakkan diagnosa
keperawatan, membuat rencana asuhan
keperawatan, melakukan implementasi
keperawatan dan mengevaluasi pasien sampai
pasien pulang minimal implementasi keperawatan
selama 3 hari.
11. Selama waktu penelitian, peneliti melakukan
konsultasi kepada pembimbing tentang intervensi
dan implementasi keperawatan pada pasien yang
akan dilakukan peneliti.
Lanjutan…

12. Setelah penelitian, peneliti melakukan konsultasi


kepada pembimbing dalam menyelesaikan penulisan
laporan penelitian.
13. Setelah hasil laporan penelitian disetujui oleh
pembimbing, peneliti siap mempresentasikan hasil
penelitian tersebut.
Teknik dan instrumen pengumpulan data

A. Tekhnik pengumpulan data


1. Wawancara
2. Observasi
3. Dokumentasi

B. Alat dan instrumen pengumpulan data


Alat atau instrumen pengumpulan data menggunakan
format pengkajian asuhan keperawatan jiwa dan
rekaman suara.
Analisa data

Tahap analisa data yang peneliti lakukan dimulai


dengan empat proses, yaitu:
1. Pengumpulan data dilakukan sejak peneliti
dilapangan, dengan cara mengemukakan
wawancara, selanjutnya observasi serta
dokumentasi.
2. reduksi dengan cara menganalisis dan menarasikan
jawaban-jawaban dari penelitian yang di peroleh
dari hasil interpretasi wawancara mendalam untuk
mehjawab rumusan maslah penelitian.
Lanjutan. . .

3. Penyajian data disajikan dalam bentuk tabel dan di


narasikan.
4. Verifikkasi data, setelah menghasilkan data untuk
selanjutnya diinterpretasikan oleh peneliti
dibandingkan teori yang ada sebagai bahan untuk
memberikan rekomondasi dalam intervensi tersebut.
Etika Penelitian
Menurut Wilhelmus et.al 2015, etika penelitian
dalam metode penelitian kualitatif pada ilmu
keperawatan adalah sebagai berikut :
 Manfaat (Beneficence
  Menghormati martabat (Respect of Human Dignity)
 Keadilan (Justice)
 Bentuk persetujuan (Informed Consent)
 Kerahasiaan (Confidentiality)
 Tanpa nama (Anonimity)