Anda di halaman 1dari 16

Enteral Feeding dan NGT

Oleh
Ester Ravinska Septi Butar-Butar
Pendahuluan
Orang Sakit :
 Intake berkurang
 Tdk dpt makan
 Tdk mau makan
 Tdk boleh makan
 Kebutuhan meningkat

Perlunya dukungan nutrisi adekuat


 Mempercepat kesembuhan
 Hari perawatan menurun
 Mortalitas & Morbiditas menurun
 Mencegah KEP
Pemberian Nutrisi
Nutrisi peroral (Oral Feeding)
yaitu asupan nutrisi melalui oral, merupakan cara
yang paling ideal untuk memenuhi kebutuhan
energi, protein, vitamin, mineral, dan berbagai
komponen nutrien yang lain.
Syarat pemberian nutrisi peroral adalah pasien
dalam keadaan sadar, tidak terdapat gangguan
fungsi oral, motor dan saluran cernanya bekerja
dengan baik. Pasien juga harus mempunyai nafsu
makan yang cukup dikarenakan pada kondisi sakit
akut, nafsu makan pasien bisa menurun akibat dari
dilepaskannya mediator-mediator fase akut dan
karenanya asupan nutrien menjadi tidak adekuat.
Nutrisi Enteral (Enteral Feeding)
yaitu pemberian asupan nutrisi melalui
saluran cerna dengan menggunakan
feeding tube, kateter, atau stoma langsung
melintas sampai ke bagian tertentu dari
saluran cerna. Pemberian nutrisi dengan
cara ini mengabaikan peran mulut dan
esophagus sebagai tempat pertama
masuknya makanan. Target yang dituju
adalah bagian usus paling proksimal yang
masih dapat menjalankan fungsinya,
dimulai dari lambung hingga usus halus.
Nutrisi Parenteral (Parenteral Feeding)
yaitu pemberian asupan nutrisi yang
diberikan melalui pembuluh darah dan
masuk dalam sirkulasi darah. Dukungan
nutrisi secara parenteral diberikan apabila
keadaan penderita tidak memungkinkan
untuk mendapatkan dukungan nutrisi
enteral dan atas pertimbangan indikasi
tertentu.
Kelebihan nutrisi enteral dibandingkan
parenteral adalah nutrisi enteral memiliki
manfaat yang tidak jauh berbeda dengan
cara nutrisi per oral yaitu proses
pencernaan dan absorbsi nutrisi dapat
berlangsung secara aman, mendekati
fungsi fisiologis, mampu menjaga imunitas
saluran cerna, mengurangi pertumbuhan
bakteri yang berlebihan, dan menjaga
keseimbangan mikrorganisme saluran
cerna.

Selain itu kelebihan lainnya adalah proses


pemberiannya lebih mudah dan lebih
murah dibandingkan nutrisi parenteral.
Indikasi Enteral Feeding
Pemberian nutrisi enteral diberikan pada
pasien yang sama sekali tidak bisa makan,
makanan yang masuk tidak adekuat,
pasien dengan sulit menelan, pasien
dengan luka bakar yang luas. Pada pasien
dengan keadaan trauma berat, luka bakar
dan status katabolisme, maka pemberian
nutrisi enteral sebaiknya sesegera mungkin
dalam 24 jam.
Kontraindikasi Enteral
Feeding
Keadaan dimana saluran cerna tidak dapat
berfungsi sebagaimana mestinya, kelainan
anatomi saluran cerna, iskemia saluran
cerna, dan peritonitis berat. Pada pasien
dengan pembedahan, pemberian nutrisi
enteral harus dikonfirmasikan dengan
tanda munculnya flatus.
Jenis Makanan yang Diberikan pada Enteral Feeding

Makanan Cair Formula Rumah Sakit


( Blenderized)
a. Makanan Cair Rumah Sakit Formula Standar.
Dibuat dari campuran tepung, susu,telur, gula,
dan minyak (TSTG). Formula rumah sakit ini
biasa dipergunakan untuk makanan per sonde.
Makanan cair ini mudah dibuat, mudah
pemberiannya dan sedikit mengandung serat.
Biasanya mempunyai kepekatan 1 Kkal/cc.
b. Makanan Cair Rumah Sakit Formula Blender.
Dibuat dari campuran berbagai makanan
seperti jus buah, lauk pauk, kacang hijau, dan
lain-lain yang kemudian diblender.
Makanan Cair Formula Komersial ( Buatan Pabrik)

Polimerik
Untuk Pasien dengan fungsi GIT normal atau hampir normal.
Contoh : Panentral dan Fresubin.
Pradigesti
Diet dibuat dengan formula khusus dalam bentuk susu elemental.
Diet mengandung asam amino/peptida dan lemak medium chain
trygliserida (MCT) yang langsung diserap oleh usus. Contoh : Pepti
2000 dan lain-lain. Digunakan untuk pasien dengan gangguan fungsi
saluran pencernaan.
Diet Enteral Khusus
Misanya : Formula untuk Sirosis (contoh: Aminoleban dan Falkamin),
Diabetes (contoh: diabetasol), Gagal ginjal (contoh: nefrisol), tinggi
protein (contoh: peptisol).
Diet Enteral Tinggi Serat
Contoh: Indovita

Formula Komersial tidak mudah terkontaminasi konsistensi dan


osmolalitasnya tetap tetapi rasa tidak enak dan mahal.
Jenis-Jenis Rute Enteral Feeding

Nutrisi Enteral Transnasal


Nutrisi enteral transnasal dikenal sebagai cara yang
noninvasif, dapat diberikan melalui orogastrik,
nasogastrik, nasoduodenal, dan nasojejunal. Nutrisi
enteral dengan menggunakan cara tersebut dilakukan
dengan menginsersikan feeding tube melalui mulut atau
hidung sampai ke lokasi saluran cerna tertentu.
Penggunaan feeding tube secara transnasal pada
umumnya digunakan sebagai pilihan terapi nutrisi secara
intermitten dan jangka pendek (kurang dari tiga bulan).

Nutrisi Enteral Enterostomi


Dukungan nutrisi enteral secara enterostomi dikenal
sebagai cara pemberian nutrisi enteral yang invasif.
Pemberian nutrisi secara enterostomi dapat dilakukan
dengan cara gastrostomi dan jejunostomi.
Naso gastric tube (NGT)
NGT adalah cara memasukkan nutrisi cair
dengan selang plastic yang dipasang
melalui hidung sampai lambung.
Tujuan
Memberikan nutrisi pada pasien yang tidak
sadar dan pasien yang mengalami kesulitan
menelan.
Mencegah terjadinya atropi
esophagus/lambung pada pasien tidak sadar.
Untuk melakukan kumbang lambung pada
pasien keracunan.
Untuk mengeluarkan darah pada pasien yang
mengalami muntah darah atau pendarahan
pada lambung.
Standar Operasional
Prosedur
Indikasi pemasangan NGT
1.Pasien tidak sadar
2.Pasien Karena kesulitan menelan
3.Pasien yang keracunan
4.Pasien yang muntah darah
5.Pasien Pra atau Post operasi esophagus atau mulut
6.Perdarahan GI (Gastrointestinal)
7.Trauma multiple, pada dada dan abdomen
8.Pemberian Obat-obatan, cairan makanan
9.Pencegahan aspirasi penderita dengan intubasi jangka
panjang. Operasi abdomen
10.Obstruksi saluran cerna

Kontraindikasi
1.Pada pasien yang memliki tumor di rongga hidung atau
esophagus.
2.Pasien yang mengalami cidera serebrospinal.