Anda di halaman 1dari 98

DIET PASIEN DENGAN

GANGGUAN SISTEM
PERKEMIHAN
By: Atikah Proverawati
energi
Makanan
hasil samping feses,
urine, keringat
GINJAL
 3 fungsi utama:
 Ekskresi zat-zat sisa metabolisme protein seperti
ureum, kreatinin dan asam urat
 Mengatur keseimbangan air, elektrolit dan pH darah
 Memproduksi & mengatur zat & hormon tertentu,
seperti:
 Hormon eritropoetin → pembentukan sel darah merah di
sumsum tulang
 Enzim renin → pengatur tekanan darah
 Kalsitriol (vit D3 aktif)→ pengatur keseimbangan kadar kalsium
 Mengatur kadar mineral (Na, K), air, & zat kimia
yang beredar di dalam darah
penatalaksanaan diet gangguan ginjal
difokuskan pada pengaturan dan
pengendalian asupan:
energi,
protein,
cairan dan elektrolit.
PREVALENSI
Pernefri (Persatuan Nefrologi Indonesia) :
70 ribu penderita
Terdeteksi 4-5 ribu penderita
GGK dengan hemodialisis → banyak
meninggal dunia o/k:
Tidak mampu berobat
Tidak mampu cuci darah
PREVALENSI
Infeksi saluran kemih → > 5 juta wanita per
tahun
Batu ginjal
Kanker ginjal
Kista ginjal
ISTILAH-ISTILAH
Laju Filtrasi Glomerulus
(LFG) = Glomerular Filtration
Rate (GFR)
Cara menilai kemampuan ginjal
menyaring darah
Creatinin Clearence
Kemampuan ginjal membuang
cairan berlebih sebagai urine
GAGAL GINJAL
KONDISI KADAR LFG CLEARANCE
KREATININ (ml/menit/1,7 RATE
(mg/dL) 3m²) (ml/menit)
NORMAL
Pria Di bawah 1,3 Lebih dari 90 90 – 145
Wanita Di bawah 1,0 75 – 115
GANGGUAN
GINJAL RINGAN
Pria 1,3 – 1,9 60 - 89 56 – 100
Wanita 1 – 1,9 56 - 100
GANGGUAN 2–4 30 - 59 35 – 55
GINJAL SEDANG

GANGGUAN Lebih dari 4 15 - 29 Di bawah 35


GINJAL BERAT
APA PENYEBABNYA??
Gaya hidup santai, pola makan
tinggi lemak&karbohidrat,
rendah serat

Dehidrasi, kurang minum, Obesitas, diabetes,


kelebihan kalsium, asam hipertensi, aterosklerosis, Kanker
urat lupus, kanker ginjal

Batu ginjal Gagal Ginjal Kronis (GGK) Kelainan ginjal


bawaan

Infeksi ginjal, saluran Obat tertentu,


Gagal Ginjal
& kandung kemih zat kimia
Akut (GGA)
beracun

Cara yang salah


Polusi
membersihkan diri
setelah BAK,
lingkungan
hubungan seks, tidak
bersih
INFEKSI SALURAN KEMIH
GGA & GGK
BPH
SINDROM UREMIK
NEFROLITIASIS
DIET GG
• TUJUAN:
– Mengurangi ekskresi zat-zat sisa metabolisme
protein melalui diet rendah protein dengan
jumlah kalori yang memadai atau tinggi
– Keseimbangan air, elektrolit dan pH pada GG
diperbaiki melalui pengaturan asupan cairan
dan diet rendah mineral tertentu seperti
kalium, natrium, magnesium dan fosfor
menurut keadaan pasien serta hasil px lab
– Gangguan produksi zat seperti eritropoitin
dan kalsitriol diatasi dengan suplementasi
zat-zat tertentu
GAGAL GINJAL AKUT (GGA)
Akibat penurunan fungsi ginjal secara tiba-
tiba, sehingga terjadi penimbunan zat-zat
yang seharusnya diekskresikan keluar oleh
ginjal
Terjadi katabolisme protein berlebihan
(hiperkatabolisme) yang dipengaruhi:
Berat ringannya penyakit
Gangguan fungsi ginjal
Status gizi pasien
Jenis terapi yang diberikan
GGA
Gejala penyakit dapat disertai:
Anorexia
Nausea
Rasa lelah
Gatal
Mengantuk
Pusing
Sesak nafas
Dalam keadaan katabolik sedang & berat,
pasien perlu dialisis
PENYEBAB GGA
Aliran darah ginjal yang tidak mencukupi
(penyebab prerenal)
Infeksi akut ginjal (penyebab renal)
Sumbatan aliran air seni (penyebab
postrenal) seperti pada batu ginjal atau
penekukan ureter (saluran yang
menghubungkan ginjal dengan kandung
kemih)
TINDAKAN DIET GGA
• Tujuan:
– Mengurangi beban kerja ginjal untuk
mengekskresikan zat-zat sisa disamping
memberikan cukup kalori
JENIS DIET GGA
Berdasarkan kadaan pasien dan berat
ringannya katabolisme protein:
Katabolik ringan (keracunan obat) → makanan
per oral (lunak)
Katabolik sedang (infeksi, peritonitis) → formula
enteral/parenteral
Katabolik berat (luka bakar, sepsis) → formula
enteral/parenteral
Jenis diet GGA:
Diet GGA Lunak
Diet GGA Cair → Jernih; Penuh; Kental
DIET GGA LUNAK
Untuk keadaan infeksi
Makanan bentuk lunak, mudah ditelan dan
dicerna, rendah serat, tidak mengandung
bumbu tajam
Contoh: bubur ayam, nasi tim
DIET GGA CAIR
CAIR JERNIH:
Keadaan mual-muntah
 Mencegah dehidrasi
 Bentuk cair tembus pandang, mudah diserap dan
hanya meninggalkan sedikit sisa (residu)
 Bahan makanan terdiri dari KH, diberikan hanya 1-2
hari, porsi kecil+sering
 Contoh: kaldu jernih, air bubur kacang hijau
DIET GGA CAIR
CAIR PENUH:
Kesulitan mengunyah-menelan, kesadaran
menurun
 Bentuk cair/semi cair; serat minimal
 Jenis:
 Formula Rumah Sakit:
o Dengan Susu (whole/skim)
o Makanan Blender
o Rendah Laktosa
o Tanpa Susu
 Formula Komersial:
o Protein Rendah → gagal ginjal
o Protein Tinggi → katabolisme meningkat
DIET GGA CAIR
CAIR KENTAL:
Untuk mempertahankan keseimbangan
cairan tubuh
Porsi kecil+sering (tiap 2-3 jam)
Contoh: sup krim jagung, susu, puding
maizena
PRINSIP DIET PADA GGA
• Pasien GGA harus melakukan diet untuk
mencegah tindakan dialisis atau
mengurangi frekuensi dialisis
• Asupan energi yang memadai untuk
mempertahankan simpanan
protein/menjaga agar protein tidak terpakai
sebagai sumber energi, merupakan faktor
yang sangat menentukan
• Asupan kalori dianjurkan sebesar 30-40
kkal/kgBB/hari dengan asupan tambahan
jika terdapat demam atau infeksi
PRINSIP DIET PADA GGA
Pembatasan protein bisa sampai 0,6-0,8
g/KgBB/hari. Asupan protein 0,8
g/KgBB/hari diberikan kepada pasien GGA
yang masih dalam usia pertumbuhan atau
yang menderita penyakit lain dan
memerlukan diet TKTP seperti infeksi
kronis. Protein dengan nilai biologis yang
tinggi (daging, ikan, susu) harus
membentuk 80% asupan protein dari
makanan
PRINSIP DIET PADA GGA
•Asupan Kalium harus dibatasi hingga < 3
g/hari
 Asupan garam dapur (NaCl) harus
dibatasi hingga 2-3 g/hari
PRESKRIPSI DIET PADA GGA
• Dapatkan kalori dengan menambahkan
minyak zaitun, krim, mayonais dan/atau
salad dressing ke dalam makanan jika
tidak terdapat kontraindikasi (misal:
pasien harus diet rendah lemak). Minyak
tidak jenuh lebih diutamakan karena
keadaan pembuluh darah dan aliran
darah ke ginjal akan diperbaiki jika
dietnya mengandung asam lemak omega-
3 dan vitamin E (tokoferol) yang banyak
terdapat dalam minyak tak jenuh ganda
PRESKRIPSI DIET PADA GGA
Makan daging dengan porsi kecil (jangan
diberikan > 2 porsi/hari). Ukuran daging
seberat 25 g atau ± seperempat telapak
tangan jika daging tersebut dipotong tipis.
Agar tidak memberikan kesan porsi yang
terlalu kecil, daging tersebut diberikan
1x/hari dengan potongan 2x lebih besar
PRESKRIPSI DIET PADA GGA
Hindari makanan yang mengandung zat
aditif seperti pewarna, pengawet dan
penyedap rasa. Jenis makanan ini biasanya
berupa makanan instant atau makanan
kalengan (sosis, kornet, sirup, saos tomat,
kecap dll)
Hindari makanan yang kaya natrium
(garam, kue asin, kecap asin, tauco, asinan
buah, sayur asin, dll)
PRESKRIPSI DIET PADA GGA
Batasi konsumsi susu sampai setengah
gelas per hari (1 atau 2 sdm susu bubuk
per hari). Susu khusus untuk gagal ginjal
seperti Nephrisol® dapat diberikan
PENYAKIT GINJAL KRONIS
(PGK)
Kerusakan ginjal yang progresif dan
irreversible karena suatu penyakit
End Stage Renal Disease : gagal ginjal
terminal yang akan membawa kematian
jika tidak dilakukan th/ dialisis atau
transplantasi ginjal
Gejala:
Tidak ada nafsu makan, mual, muntah,
pusing, sesak nafas, rasa lelah, oedem pada
kaki&tangan, uremia
GINJAL
N HAL-HAL TEMUAN-TEMUAN YANG BERMAKNA
O YANG
DIPERHATIKA
N
1. Kekurangan RIWAYAT
Kalori Protein Kurangnya intake protein&kalori akibat
pantangan makanan tertentu. Anoreksia
dari kekurangan seng atau depresi;
Kehilangan AA/protein serum akibat dialisis
(HD kehilangan ≈ 14 g/hari; CAPD
kehilangan ≈ 5-15 g/hari). Steroid yang
menginduksi katabolisme jaringan.
Proteinuria;
Kebutuhan meningkat selama infeksi.
PX FISIK
Pengecilan otot, penipisan rambut&kering,
BB/BMI kurang.
Kehilangan BB atau menurunnya lemak
subkutan dapat tertutup oleh oedema
ANALISIS LAB
Penurunan albumin serum,
NO HAL-HAL YANG TEMUAN-TEMUAN YANG
DIPEHATIKAN BERMAKNA
2. PERUBAHAN RIWAYAT
METABOLISME LIPID Sindrom nefrotik
Kelebihan makan CHO yang
disebabkan oleh diet yang
menekankan CHO sebagai sumber
kalori atau pemakaian glukosa
sebagai agen osmotik dalam
dialisis
ANALISIS LAB
Tinggi kolesterol serum, LDL, dan
VLDL-kolesterol, trigliserida serum
N HAL-HAL YANG TEMUAN-TEMUAN YANG
O DIPERHATIKAN BERMAKNA
3. BERPOTENSI UNTUK RIWAYAT
KELEBIHAN CAIRAN Oliguria atau anuria
PX FISIK
Edema; hipertensi;kenaikan BB
akut (≥ 1-2% dari BB)
ANALISIS LAB
Ht turun
N HAL-HAL YANG TEMUAN2 YANG
O DIPERHATIKAN BERMAKNA
4 BERPOTENSI BAGI KELEBIHAN RIWAYAT
KETIDAKSEIMBANGA FOSFOR (P) Oliguria/anuria
N
ELEKTROLIT/MINERA
L
PX FISIK
Tetani
ANALISIS LAB
Peningkatan P serum;
hasil Ca x P mg/dl >
70;
Radiografi tampak
batu ginjal
NO HAL-HAL YANG TEMUAN2 YANG
DIPERHATIKAN BERMAKNA
5 BERPOTENSI BAGI KEKURANG RIWAYAT
KETIDAKSEIMBANG AN KALSIUM Asidosis metabolik;
AN (Ca) hiperfosfatemia
ELEKTROLIT/MINER
AL
PX FISIK
Osteodistrofi ginjal
dengan nyeri dan
deformitas tulang;
Tetani
ANALISIS LAB
Penurunan Ca serum
N HAL2 YANG TEMUAN2 YANG
O DIPERHATIKAN BERMAKNA
6 BERPOTENSI BAGI KEKURANGAN RIWAYAT
KETIDAKSEIMBANG SENG (Zn) Kurangnya intake o/k
AN pembatasan
ELEKTROLIT/MINER makanan berprotein;
AL kehilangan selama
dialisis
PX FISIK
Hipogeusia,
disgeusia; alopesia;
dematitis seboroika
ANALISIS LAB
Turunnya Zn serum
NO HAL2 YANG TEMUAN2
DIPERHATIKAN YANG
BERMAKNA
7 BERPOTENSI BAGI KEKURANGAN RIWAYAT
KETIDAKSEIMBANGAN ZAT BESI Turunnya
ELEKTROLIT/MINERAL produksi fx
eritropoetik
oleh penyakit
ginjal;
Menurunnya
intake o/k
pembatasan
makanan
PX FISIK
Kelelahan,
pucat
ANALISIS LAB
Turunnya Ht,
N HAL2 YANG TEMUAN2 YANG
O DIPERHATIKAN BERMAKNA
8 BERPOTENSI BAGI KELEBIHA RIWAYAT
KETIDAKSEIMBANG N Oliguria/anuria
AN NATRIUM
ELEKTROLIT/MINER
AL
PX FISIK
Edema; hipertensi
N HAL2 YANG TEMUAN2 YANG
O DIPERHATIKAN BERMAKNA
9 BERPOTENSI BAGI KELEBIHAN RIWAYAT
KETIDAKSEIMBANGA KALIUM Oliguria/anuria
N (K+)
ELEKTROLIT/MINERA
L
PX FISIK
Lemah, otot yang
melemah
ANALISIS LAB
Peningkatan K+ serum;
elektrokardiogram:
kenaikan gelombang T,
tertekannya segmen ST
N HAL2 YANG TEMUAN2 YANG
O DIPERHATIKAN BERMAKNA
10 BERPOTENSI BAGI KELEBIHAN RIWAYAT
KETIDAKSEIMBANG ALUMINIUM Pemakaian Al yang
AN (Al) mengandung ikatan
ELEKTROLIT/MINER Fosfat, terutama jika
AL dosisi Al > 30
mg/kg/hari
PX FISIK
Ataksia, serangan
kejang, demensia;
Osteodistrofi ginjal
dengan nyeri dan
deformitas tulang
ANALISIS LAB
Al plasma > 100 µg/L
N HAL2 YANG TEMUAN2 YANG
O DIPERHATIKAN BERMAKNA
11 KECENDERUNGAN KELEBIHAN RIWAYAT
UNTUK VITAMIN A Oliguria/anuria
KETIDAKSEIMBANG
AN VITAMIN
PX FISIK
Anorexia, kelelahan;
alopesia, kulit kering;
hepatomegali, iritabiliotas
(menuju hidrocepalus dan
muntah pada bayi dan
anak2)
ANALISIS LAB
Peningkatan retinol
serum
N HAL2 YANG TEMUAN2 YANG
O DIPERHATIKAN BERMAKNA
12 KECENDERUNGAN KEKURANGA RIWAYAT
UNTUK N VITAMIN C Kehilangan pada dialisa;
KETIDAKSEIMBANG Intake kurang o/k
AN VITAMIN pembatasan dari
buah2an & sayuran
yang mengandung
Kalium
PX FISIK
Gingivitis; peteksia,
ekimosis
ANALISIS LAB
penurunan asam
askorbat serum dan
lekosit
NO HAL2 YANG TEMUAN2 YANG
DIPERHATIKAN BERMAKNA
13 KECENDERUNGAN KEKURANGA RIWAYAT
UNTUK N VITAMIN Kegagalan dari ginjal
KETIDAKSEIMBAN B6 yang sakit untuk
GAN VITAMIN melakukan fosforilasi
(aktivasi) B6;
Kehilangan akibat dialisis
PX FISIK
Dermatitis; ataksia,
iritabilitas, serangan
kejang
ANALISIS LAB
Piridoksal fosfat plasma
(PLP) < 34 nmol
N HAL2 YANG TEMUAN2 YANG
O DIPERHATIKAN BERMAKNA
14 KECENDERUNGA ASAM FOLAT RIWAYAT
N UNTUK Kehilangan asam folat
KETIDAKSEIMBA pada dialisis; kurangnya
NGAN VITAMIN intake o/k pembatasan
buah2an, sayuran, &
daging berkalium
PX FISIK
Glositis (peradangan
lidah); pucat
ANALISIS LAB
Turunnya Ht, assam folat;
naiknya VER
N HAL2 YANG TEMUAN2 YANG
O DIPERHATIKAN BERMAKNA
15 KECENDERUNGAN KEKURANGA PX FISIK
UNTUK N VITAMIN D Riketsia (pada anak2),
KETIDAKSEIMBANGA osteomalasia
N VITAMIN
ANALISIS LAB
Turunnya 1,25-OH2
vitamin D
TUJUAN DIET PGK
Mencapai & mempertahankan SG optimal
dengan memperhitungkan sisa fungsi
ginjal, agar tidak memberatkan fungsi
ginjal
Mencegah dan menurunkan kadar ureum
darah yang tinggi (uremia)
Mengatur keseimbangan cairan&elektrolit
Mencegah/mengurangi progresivitas gagal
ginjal, dengan memperlambat turunnya
laju filtrasi glomerulus
SYARAT DIET PGK
 Energi cukup : 35 kkal/kgBB
 Protein rendah: 0,6-0,75 g/kgBB. Sebagian harus bernilai
biologik tinggi
 Lemak cukup: 20-30% dari kebutuhan total. Diutamakan lemak
tak jenuh ganda
 KH cukup: kebutuhan energi total dikurangi energi yang
berasal dari protein dan lemak
 Natrium dibatasi bila ada hipertensi, edema, asites, oliguria,
atau anuria. Banyaknya natrium yang diberikan antara 1-3 g
 Kalium dibatasi apabila ada hiperkalemia, oliguria,atau anuria
 Cairan dibatasi: sebanyak jumlah urin sehari ditambah
pengeluaran cairan melalui keringat dan pernafasan (± 500 ml)
 Vitamin cukup, bila perlu diberikan suplemen piridoksin, asam
folat, vitamin C dan D
JENIS DIET & INDIKASI
PEMBERIAN
Diet Protein Rendah I: 30 g protein. Diberikan
kepada pasien dg berat badan 50 kg
Diet Protein Rendah II: 35 g protein. Diberikan
kepada pasien dg berat badan 60 kg
Diet Protein Rendah III: 40 g protein. Diberikan
kepada pasien dg berat badan 65 kg
Kebutuhan gizi pasien PGK berbeda berdasar
keadaan&BB, sehingga jumlah protein yang
diberikan dapat lebih tinggi/rendah daripada
standar
TERAPI DIET PGK
Membantu memperlambat progresivitas PGK
Pemberian suplemen seperti zat besi, asam
folat, kalsium dan vitamin D mungkin
diperlukan
Asupan mineral fosfor, magnesium dan
elektrolit tertentu seperti kalium dan
natrium mungkin harus dikurangi
Pemberian suplemen vitamin-mineral harus
mengacu kepada hasil2 px lab seperti kadar
hemoglobin, kadar kalium, natrium dan
khlorida
PRINSIP DIET PADA PGK
Asupan kalori harus ditentukan pada
tingkat yang bisa mencegah pemecahan
lean tissue (protein) untuk memenuhi
kebutuhan energi. Jika energi dari makanan
tidak cukup, tubuh cenderung akan
menggunakan simpanan protein dalam otot
untuk menghasilkan energi
Asupan kalori dianjurkan: 30-35
kal/KgBB/hari
PRINSIP DIET PADA GGK
Pembatasan protein dilakukan berdasar BB, derajat
insufisiensi renal, dan tipe dialisis yang akan dijalani.
Penggunaan sumber protein hewani dengan nilai
biologis tinggi (telur, daging, ikan, ayam) harus
dianjurkan, daripada sumber protein nabati dengan
nilai biologis rendah.
Pasien tidak didialisis:
Dewasa 0,6 g/kgBB/hari dan anak-anak tidak lebih dari
RDA.
Pasien didialisa:
Hemodialisis dewasa 1,2 g/kgBB/hari; dialisis peritoneal
dewasa 1,2-1,5 g/kgBB/hari; hemodialisis anak-anak
1,5-2 g/kgBB/hari; dialisis peritoneal anak-anak 3
g/kgBB/hari untuk balita, 2-2,5 g/kgBB/hari dari usia 5
tahun-pubertas, dan 1,5 g/kgBB/hari setelah pubertas.
PRINSIP DIET PADA PGK
• Kenaikan kadar serum magnesium,
kalium dan fosfor umumnya terjadi,
sehingga bahan makanan yang kaya
elektrolit perlu dihindari (pisang, kacang
hijau, air kelapa muda) karena makanan
tersebut banyak mengandung kalium
• Pasien dengan terapi antasid tidak boleh
menggunakan antasid yang mengandung
magnesium
PRINSIP DIET PADA PGK
Pembatasan garam sampai 3 g garam/hari
Natrium dalam pengobatan (antibiotik,
sulfonamid, barbiturat, penisilin) harus
dikurangi, bila pasien diet rendah natrium.
Konsultasikan dengan apoteker.
Asupan fosfor dari makanan akan menurun
dengan diet rendah protein sehingga cukup
efektif untuk mengendalikan keadaan
hiperfosfatemia. Pemberian suplemen kalsium
karbonat dapat dilakukan dokter bila dirasa
perlu untuk membantu mengurangi asupan
fosfor namun menambah asupan kalsium
PRINSIP DIET PADA PGK
• Suplemen vit D3, asam folat dan B6
(untuk pembentukan sel darah merah)
dapat diresepkan dokter. Pemberian vit A
tidak dianjurkan pada penyakit ginjal
stadium terminal karena toksisitas yang
dilaporkan. Suplemen vit C tidak boleh >
100 mg, karena meskipun penting untuk
penyerapan zat besi (mencegah anemia),
pembentukan kolagen dan antibodi, vit C
juga meningkatkan pembentukan oksalat
PRESKRIPSI DIET PGK
• Diet gagal ginjal = Diet Nasi (rice diet),
o/k:
– Nasi mengandung jumlah kalori cukup
tinggi tapi memiliki kandungan protein
relatif rendah jika dibanding kentang/roti
(gandum). Biasanya nasi diberikan bila
tanpa kontraindikasi seperti diabetes.
• Tingkatkan asupan kalori dengan
makanan cemilan yang mengandung
hidrat arang secara teratur (krekers,
buah-buahan rendah kalium, biskuit, dll)
PRESKRIPSI DIET PGK
• Makan sekitar 25 g daging, ikan, atau
ayam hanya pada saat makan
siang&malam jika dokter menghendaki
diet rendah protein I (20 g protein/hari)
• Hindari makanan yang mengandung zat
aditif (pewarna, pengawet dan penyedap
rasa). Biasanya berupa makanan instant
atau kalengan
• Beli sayuran segar (jangan sayuran
kalengan/yang diawetkan) untuk
mengurangi asupan natrium
PRESKRIPSI DIET PGK
Hindari pemakaian zat aditif pangan yang
mengandung natrium (vetsin/MSG, sodium
benzoat/pengawet, sodium bikarbonat/soda
kue, sodium sulfit/zat pengawet daging,
dll). Gunakan bumbu rendah natrium
(bawang putih segar, bawang merah,
kunyit, asam, dll). Baca label makanan
untuk memastikan makanan rendah
natrium tersebut tidak mengandung
banyak kalium
PRESKRIPSI DIET PGK
Batasi asupan cairan jika diperlukan, misal
pada keadaan oedema atau asites, dan
dengan memperhatikan volume urine yang
diekskresikan
PENDIDIKAN PASIEN
Pembatasan diet dan rasionalisasinya
Gunakan Daftar Komposisi Bahan makanan (DKBM)
dan mengajarkan pemilihan makanan:
 Protein: Gunakan protein HBV
 Kalori: gunakan sumber kalori rendah/tanpa Na, K+,
protein, seperti mentega tidak asin, karbohidrat sederhana
(gula pasir, selai)
 Natrium: hindari makanan tinggi natrium
 Kalium: kurangi intake kalium dengan memilih buah2an
dan sayuran kaleng, ditiriskan (yang diproses tanpa garam)
daripada buah dan sayuran segar/beku. Bila menggunakan
buah&sayuran segar, dapat dikurangi dengan memotong
menjadi potongan kecil2 dan direndam/dimasak dengan air
yang banyak lalu dibuang airnya
PENDIDIKAN PASIEN
Cairan
Pasien dan keluarga belajar mengukur BB
dan memeriksa setiap hari adanya oedem
(ekstremitas inferior dan sekeliling mata)
Makanan yang dalam bentuk cairan pada
suhu kamar harus dihitung sebagai cairan
yang masuk seperti es krim, es buah
Pencegahan konstipasi
Terjadi o/k penggunaan pengikat fosfat
Gunakan makanan tinggi serat
BAHAN MAKANAN YANG
DIANJURKAN
KARBOHIDRA PROTEIN LEMAK VITAMIN &
T MINERAL
Nasi, bihun, Telur, daging, Minyak jagung, Semua
jagung, ikan, ayam, minyak kacang sayuran &
kentang, susu tanah, minyak buah, kecuali
makaroi, mi, kelapa sawit, pasien dengan
tepung2an, minyak hiperkalemia
singkong, ubi, kedelai; dianjurkan
selai, madu, margarin & yang
permen mentega mengandung
rendah garam kalium
rendah/sedang
(timun,
bawang
merah,sari
apel, anggur,
jeruk manis)
BAHAN MAKANAN YANG
TIDAK DIANJURKAN
KARBOHIDRA PROTEIN LEMAK VITAMIN &
T MINERAL
- Kacang2an & Kelapa, Sayuran dan
hasil olahnya, santan, buah tinggi
seperti tempe minyak kelapa, kalium pada
dan tahu margarin, pasien dengan
mentega biasa hiperkalemia
dan lemak (peterseli,
hewan daun pepaya
muda, bayam)
CONTOH MENU SEHARI DIET
RENDAH PROTEIN
Pagi: nasi goreng, telur ceplok, ketimun,
susu, madu
Pukul 10.00: kue klepon ubi, sirup
Siang: nasi, capcay goreng, daging bistik,
pepaya, puding saos karamel
Pukul 16.00: kue cantik manis, teh
Malam: nasi, ayam goreng, setup buncis,
setup nanas
Pukul 21.00: kue pepe/lapis, sirup
BENIGN PROSTATIC
HYPERPLASIA
BPH
Peningkatan ukuran dan jumlah sel pada
prostat
Non-kanker
Ditemukan pada pria tua
Paparan membutuhkan waktu lama sampai
terlihat gejalanya
Penyebab: peningkatan kadar hormon
BPH
GEJALA UMUM:
Sering BAK.
 keinginan untuk BAK secepatnya.
 buang air kecil beberapa kali sepanjang
malam.
 kesulitan dalam BAK.
BPH
KOMPLIKASI:
Urinary retention
UTI
Sepsis secondary to UTI
Residual urine
Calculi
Renal failure
Hematuria
Hernias, hemorroids, bowel habit change
BPH
WASPADA & UBAH PERILAKU:
Mengurangi konsumsi kafein dan alkohol
(efek diuretik)
Hindari konsumsi sejumlah besar cairan
dalam waktu singkat
Menjaga asupan cairan normal, bukan
membatasi cairan
Hindari iritant kandung kemih, seperti
produk susu, pemanis buatan, dan
minuman berkarbonasi
Batasi konsumsi cairan pada malam hari
INFEKSI SALURAN KEMIH
INFEKSI SALURAN KEMIH
dapat terjadi di:
saluran ginjal (ureter),
kandung kemih (bladder), atau
saluran kencing bagian luar (uretra).
Bakteri utama penyebab ISK adalah bakteri
Escherichia coli (E. coli) yang banyak terdapat
pada tinja manusia dan biasa hidup di kolon.
Wanita lebih rentan terkena ISK karena uretra
wanita lebih pendek daripada uretra pria
sehingga bakteri ini lebih mudah
menjangkaunya.
Infeksi juga dapat dipicu oleh batu di saluran
kencing yang menahan koloni kuman.
Sebaliknya, ISK kronis juga dapat menimbulkan
batu.
Mikroorganisme lain yang bernama Klamidia
dan Mikoplasma juga dapat menyebabkan ISK
pada laki-laki maupun perempuan, tetapi
cenderung hanya di uretra dan sistem
reproduksi. Berbeda dengan E coli, kedua
bakteri itu dapat ditularkan secara seksual
sehingga penanganannya harus bersamaan
pada suami dan istri.
ISK
Beberapa faktor yang mempermudah
masuknya bakteri antara lain:
kebiasaan sering menahan kencing
kurang minum sehingga produksi urine
sedikit
Stres
diet yang salah
kerusakan uretra saat lahir
operasi
naiknya hasrat berhubungan seks pada saat
bulan madu (honeymoon cystitis)
ISK
GEJALA ISK:
Sakit pada saat atau setelah kencing
Anyang-anyangan (ingin kencing, tetapi tidak
ada atau sedikit air seni yang keluar)
Warna air seni kental/pekat seperti air teh,
kadang kemerahan bila ada darah
Nyeri pada pinggang
Demam atau menggigil, yang dapat
menandakan infeksi telah mencapai ginjal
(diiringi rasa nyeri di sisi bawah belakang
rusuk, mual atau muntah)
ISK
 Pencegahan:
Minumlah banyak air setiap hari
Sering-seringlah buang air kecil dan usahakan untuk
mengosongkan kandung kemih setiap saat.
Bagi para wanita dianjurkan untuk membasuh alat
kelaminnya dari arah depan ke belakang, bukan
membasuhnya ke arah yang berlawanan setelah buang
air besar ataupun kecil untuk mencegah bakteri
memasuki daerah Miss V dan kandung kemih.
Gunakan pelumas sebelum berhubungan seks
Makan dan tidur secara teratur
Hindarilah stres
Hindari menggunakan pakaian ketat
Diet makanan seimbang
SINDROM UREMIK
SINDROM UREMIK
Berkurangnya fungsi ginjal yang
menyebabkan terjadinya penumpukan hasil
pemecahan protein yang beracun bagi
tubuh, yaitu ureum dan nitrogen
Gejala:
Mual
Muntah
Protein dibatasi 0,6-0,8 g/kgBB
Pada pasien HD, restriksi protein
dipertimbangkan
NEFROLITIASIS (BATU
GINJAL)
BATU GINJAL
Terbentuk bila konsentrasi mineral atau
garam dalam urin mencapai nilai yang
memungkinkan terbentuknya kristal,
yang akan mengendap pada tubulus ginjal
atau ureter → o/k kelainan metabolisme atau
pengaruh lingkungan
Batu ginjal: garam kalsium, oksalat, asam urat
Banyak ditemukan pada orang dewasa laki-laki
daripada dewasa perempuan
BATU GINJAL
FAKTOR RISIKO TERJADINYA BATU GINJAL:
Hiperkalsiuria:
 Tipe I: tidak tergantung pada diet (kalsium dalam
urin tidak tergantung pada asupan kalsium) →
konsumsi kalsium adekuat tetapi tidak berlebihan
 Tipe II: tergantung pada diet (kalsium urin tinggi jika
asupan kalsium tinggi) → kontrol (bukan dibatasi) asupan
kalsium dalam batas normal (laki-laki: 500-800 mg dan
perempuan 500-600 mg)
Hiperurikosuria
Hiperoksalouria
Rendahnya cairan volume dan pH urin
→ dapat dicegah dengan intake cairan yang tinggi (2,5-3 l/hari)
yang dapat menghasilkan urine 2 l/hari
→ peningkatan kebutuhan cairan bertambah dengan adanya
kenaikan suhu lingkungan dan peningkatan aktivitas
→ separo cairan hendaknya adalah air putih
BATU GINJAL
GEJALA:
Rasa nyeri pada abdomen
Mual
Muntah
Infeksi saluran kemih
Sering BAK
REVERSIBLE
DIET NEFROLITIASIS
TUJUAN DIET:
Mencegah/memperlambat terbentuknya
kembali batu ginjal
Meningkatkan ekskresi garam dalam urin
dengan cara mengencerkan urin melalui
peningkatan asupan cairan
Memberikan diet sesuai dengan komponen
utama batu ginjal
DIET NEFROLITIASIS
PENILAIAN:

HAL2 YANG TEMUAN2 YANG


DIPERHATIKAN BERMAKNA
Kurangnya masukan cairan Riwayat:
Gagal mengkonsumsi paling
sedikit 50 ml/kg BB air, jus,
atau cairan lain;
Riwayat batu sebelumnya.
DIET NEFROLITIASIS
SYARAT DIET:
Energi diberikan sesuai dengan kebutuhan
Protein sedang: 10-15% dari kebutuhan
energi total
Lemak sedang: 15-25% dari kebutuhan
energi total
Karbohidrat: sisa dari kebutuhan energi total
Cairan tinggi: 2,5-3 l/hari, separonya berasal
dari minuman
Pembatasan makanan sesuai dengan jenis
batu
DIET NEFROLITIASIS
INTERVENSI DAN PENDIDIKAN GIZI BAGI PASIEN:
Tingkatkan intake cairan
 Minimal 50 ml/kg/hari untuk menghasilkan urin yang encer
 Pasien yang tidak sadar mungkin memerlukan cairan
ekstra melalui makanan pipa atau infus intravena
Kurangi makanan yang memberikan kontribusi
pada pembentukan batu (kalsium/asam
oksalat/abu asam)
Anjurkan untuk bergerak
Suplementasi
Batu kalsium: perlu suplemen riboflavin
Asam urat: perlu vitamin C, A dan asam folat
DIET BATU KALSIUM
OKSALAT & KALSIUM
FOSFAT
DIET BATU KALSIUM
OKSALAT & KALSIUM FOSFAT
Batu ginjal terdiri dari: batu oksalat (80%),
tunggal atau bergabung dengan kalsium
fosfat.
Umumnya hiperkalsiuria (>200 mg dalam
urin sehari) o/k tingginya absorpsi kalsium
Penyebab:
Hiperparatiroidism
Hiperurikosuria
Hiperkalsiuria idiopatik
Hiperoksaluria
Sitrat dalam urin rendah
DIET BATU KALSIUM
OKSALAT & KALSIUM FOSFAT
HIPERKALSIURA
TIPE II :
 Tidak tergantung pada diet (kalsium dalam urin tidak
tergantung pada asupan kalsium)
 Dianjurkan mengkonsumsi kalsium adekuat tetapi tidak
berlebihan
TIPE II :
 Dianjurkan mengontrol asupan kalsium dalam batas normal
(500-800 mg untuk laki-laki dan 500-600 mg untuk
perempuan)
 Tidak dianjurkan membatasi asupan kalsium, o/k dapat
menyebabkan keseimbangan kalsium negatif dan
meningkatkan absorpsi aksalat → meningkatkan risiko
pembentukan batu
 Asupan asam oksalat dalam makanan hendaknya dibatasi
DIET BATU KALSIUM
OKSALAT & KALSIUM FOSFAT
 TUJUAN DIET:
Mencegah/memperlambat terbentuknya batu
kalsium oksalat atau batu kalsium fosfat
DIET BATU KALSIUM OKSALAT &
KALSIUM FOSFAT
 SYARAT DIET:
 Energi sesuai dengan kebutuhan
 P sedang: 10-15% dari kebutuhan energi total atau 0,8 g/kg
BB/hari
 L normal: 10-25% dari kebutuhan energi total
 KH : sisa dari kebutuhan energi total
 Cairan tinggi: 2,5-3 l/hari, separo berasal dari minuman
 Na sedang: 2300 mg (setara dengan 5 gram garam dapur),
o/k Na dapat memicu hiperkalsiuria
 Ca normal: 500-800 mg/hari. Pembatasan Ca tidak
dianjurkan o/k dapat menyebabkan keseimbangan Ca negatif
 Serat tidak larut air tinggi, o/k serat dapat mengikat Ca,
sehingga membatasi penyerapannya
 Oksalat rendah dengan membatasi makanan tinggi oksalat
 Fosfat normal. Diet rendah fosfat ternyata tidak dapat
mencegah pembentukan batu fosfat
DIET BATU KALSIUM
OKSALAT & KALSIUM FOSFAT
BAHAN MAKANAN YANG DIBATASI:
Sumber kalsium:
 Susu dan keju serta makanan yang dibuat dari susu
 Teri dan ikan yang dimakan dengan tulang
Sumber oksalat:
 Makanan yang dapat meningkatkan ekskresi oksalat
melalui ginjal yaitu kentang, ubi, bayam, bit,
stroberi, anggur, kacang-kacangan, teh, dan coklat
DIET BATU ASAM URAT
DIET BATU ASAM URAT
 Berkaitan dengan penyakit gout artritis
 Berpengaruh terhadap metabolisme purin
 Faktor berpengaruh:
Hiperurikemia
Dehidrasi
Nilai pH urin yang rendah (bersifat asam)
 Makanan yang tinggi purin umumnya menghasilkan urin
yang bersifat asam dan meningkatkan ekskresi asam urat
melalui urin
 Menurunkan risiko batu asam urat:
Meningkatkan asupan cairan
Menghindari makanan tinggi putin
Meningkatkan pH urin
DIET BATU ASAM URAT
TUJUAN DIET:
Membantu menurunkan kadar asam urat
dalam plasma darah
Meningkatkan pH urin menjadi 6,0 – 6,5
DIET BATU ASAM URAT
SYARAT DIET:
Energi sesuai kebutuhan
P cukup: 10-15% dari kebutuhan energi total
L sedang: 10-25% dari kebutuhan energi total
KH: sisa dari kebutuhan energi total
Hindari bahan makanan sumber protein yang
mengandung purin > 100 mg/100 g bahan makanan
Makanan yang menghasilkan sisa basa tinggi
diutamakan, dan yang menghasilkan sisa asam tinggi
dibatasi
Cairan tinggi: 2,5-3 l/hari, separonya berasal dari air
putih
Mineral dan vitamin cukup.
BAHAN MAKANAN YANG
CENDERUNG MENGHASILKAN
SISA BASA TINGGI
Susu: Susu, susu asam, dan krim
Lemak: minyak kelapa, kelapa, santan
Sayuran: semua jenis sayuran terutama
bayam dan bit
Buah: semua jenis sayuran
BAHAN MAKANAN YANG
CENDERUNG MENGHASILKAN
SISA ASAM TINGGI
Sumber KH: nasi, roti dan hasil terigu
lainnya; makaroni, spageti, cereal, mi,
cake, dan kue kering
Sumber protein: daging, ikan, kerang, telur,
keju, kacang-kacangan, dan hasil
olahannya
Sumber lemak: lemak hewan
BAHAN MAKANAN YANG
BERSIFAT NETRAL
Sumber KH: jagung, tapioka, gula, sirup,
dan madu
Sumber lemak: minyak goreng selain
minyak kelapa, margarin dan mentega
Minuman: kopi dan teh
KELOMPOK BAHAN MAKANAN MENURUT KADAR
PURIN DAN ANJURAN MAKAN
KELOMPO BAHAN MAKANAN
K
1 Kandungan Purin Tinggi (100- Otak, hati, jantung,
1000 mg purin/100 g bahan ginjal, jeroan, ekstrak
makanan) sebaiknya daging/kaldu, bebek
dihindari ikan sardin, makarel,
remis, kerang
2 Kandungan Purin Sedang (9- Daging sapi dan ikan
100 mg purin/100 g bahan (kecuali yang terdapat
makanan) dibatasi: maksimal dalam kelompok 1),
50-75 g (1-1½ ptg) daging, ayam, udang; kacang
ikan atau unggas, atau 1 kering dan hasil olah
mangkok (100 g) sayuran seperti tahu dan tempe;
sehari asparagus, bayam, daun
singkong, kangkung,
daun dan biji melinjo
3 Kandungan Purin Rendah Nasi, ubi, singkong,
(dapat diabaikan), dapat jagung, roti, mi, bihun,
dimakan setiap hari tepung, beras, cake, kue
kering, puding, susu,
keju, telur, lemak dan
CARA MEMESAN DIET
Diet Rendah Oksalat Tinggi Sisa Asam
(Batu Kalsium)
Diet Rendah Purin Tinggi Sisa Basa (Batu
Asam Urat)