Anda di halaman 1dari 16

1

PROGRAM AUDIT
INTERNAL AUDITING

Kelompok 5:
1. Rika Malasari
2. Yoga Mahatmanto
3. Nona Nurhaini PERBANAS INSTITUTE
4. Iik Sufrizal Chaniago
5. Dian Permata Sari

Kelas Akuntasi Karyawan


BEKASI
2019
TUJUAN PROGRAM 2
AUDIT
1. Mengumpukan bahan bukti audit.
2. Untuk memungkinkan auditor internal mengemukakan
pendapat mengenai efisiensi, keekonomisan, dan efektivitas
aktivitas yang akan diperiksa

Program audit dirancang untuk menjadi pedoman bagi auditor


mengenai mengenai :
Apa yang a'kan dilakukan.
Kapan akan dilakukan.
Bagaimana melakukannya. 
Siapa yang akan melakukannya.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan.
Manfaat Program 3
Audit
Memberikan rencana sistematis untuk setiap tahap
pekerjaan audit, yang merupakan suatu rencan yang dapat
dikomunikasikan baik kepada supervisor audit maupun
kepada staf
Tanggung Jawab Audit 4
1. Penetapan tujuan audit dan lingkup pekerjaan.
2. Perolehan latar belakang informasi tentang aktivitas yang akan
diaudit.
3. Penentuan sumber daya yang diperlukan untuk melakukan
audit.
4. Komunikasi dengan orang-orang yang perlu mengetahui audit
yang akan dilakukan.
5. Pelaksanaan, jika layak, survei lapangan untuk mengenal lebih
dekat aktivitas dan kontrol akan diaudit, untuk
mengidentifikasi hal-hal yang akan ditekankan dalam audit,
zune mengundang komentar dan saran dari klien.
6. Penulisan program audit.
7. Penentuan bagaimana, kapan, dan kepada siapa hasil
audit akan dikomunikasikan.
8. Perolehan pengesahan rencana kerja audit.
Ruang Lingkup Audit 5
Program audit harus menunjukkan lingkup pekerjaan audit.
Program tersebut harus memperjelas hal-hal apa yang akan
tercakup dalam audit dan yang tidak. Tujuan audit
seharusnya menuntun lingkup pekerjaan.
Menurut Standar Auditor Internal yang professional
bertanggung jawab untuk memeriksa dan mengevaluasi
efektivitas system control internal organisasi dan kualitas
kinerja dalam pelaksanaan tanggung jawab yang diemban.
Tujuan utama dari system control internal adalah untuk
memastikan :
Keandalan dan integritas informasi
1.
Ketaatan dengan kebijakan, rencana, prosedur, hukum dan
2.
regulasi
Pengamanan aktiva
3.
Penggunaan sumber daya yang ekonomis dan efisien
4.
Pencapaian tujuan dan sasaran yang ditetapkan untuk
5.
operasi dan program.
Tujuan dan Prosedur 6

Tujuan (obyective), adalah apa yang ingin dicapai seseorang.


Prosedur (procedure) adalah teknik-teknik yang diterapkan
untuk mencapai tujuan. Auditor internal memiliki seperangkat
tujuan dan prosedur yang berbeda dalam pekerjaan mereka.
Tercakup di dalamnya tujuan dan prosedur operasi serta tujuan
dan prosedur audit. Mereka harus belajar membedakannya
dalam mengemban tugas.

Tujuan dan Prosedur Operasi


Tujuan operasi (operating objective) adalah akhir yang akan
dicapai oleh manajer operasi dan karyawannya. Salah satu tujuan
operasi untuk aktivitas pembelian adalah membeli barang rang
tepat, pada harga yang tepat, pada waktu yang tepat, dan pada
kualitas yang tepat.
7
Setiap dicapai melalui prosedur-prosedur atau teknik-teknik.
Misalnya, salah satu prosedur yang untuk memastikan dibelinya
barang yang tepat adalah digunakannya pesanan pembelian dari
departemen pemesan yang menjelaskan dengan tepat barang
yang akan dibeli.

Auditor iternal tidak mampu mengevaluasi sebuah operasi jika


mereka tidak sepenuhnya memahami hal yang harapkan untuk
dicapai dari operasi tersebut—yaitu tujuan-tujuannya. Mereka
juga tidak bisa menentukan apakah suatu tujuan telah dicapai
secara efisien, ekonomis, dan efektif memeriksa prosedur-
prosedur yang diterapkan oleh karyawan operasi dalam
mencapai tujuannya.

Oleh karena itu, semua program audit harus mengidentifikasi


tujuan operasi yang pencapaian dievaluasi oleh auditor.
Tujuan dan Prosedur Audit8
Tujuan audit dapat bersifat umum, bisa juga khusus. Tujuan
umum audit diupayakan semua penugasan dan dituntun oleh
lingkup audit yang diberikan manajemen dan dewan komisaris ke
kepala bagian audit. Misalnya, auditor internal mungkin dibatasi
hanya pada akuntansi dan keuangan. Dalam kasus ini tujuan
umum audit mereka mungkin untuk menentukan keandalan dan
integritas informasi keuangan; ketaatan dengan prosedur, hukum,
dan regulasi; dan pengamanan aktiva.
Program Audit 9
Pembelian
Tujuan-tujuan manajemen operasi pembelian yang paling umum
berlaku adalah mendapatkan barang atau jasa yang tepat:
1. Dengan harga yang tepat
2. Dengan waktu yang tepat
3. Dengan kuantitas yang tepat
4. Dari pemasok yang tepat

Risiko-risiko administratif yang bisa ditemukan dalam survey


pendahuluan adalah:
1) Bagan organisasi departemen pembelian tidak disiapkan. (bisa mengakibatkan
kebingungan dalam hal siapa yang bertanggung jawab untuk membeli barang
atau jasa tertentu)
2) Kurangnya arahan yang mencakup wewenang dan tanggung jawab
departemen pembelian.
3) Kurangnya petunjuk operasi departemen pembelian. (karyawan bisa bertindak
sesuai keinginannya, tidak berdasarkan cara yang konsisten dan disetujui).
4) Tidak ada prosedur yang mengatur wewenang untuk menandatangani
penerimaan barang dan jasa. (pesanan bisa dikeluarkan untuk kepentingan
sendiri atau untuk membeli barang yang salah atau jumlah yang tidak tepat).
Program Audit 1
0
Pemasaran
Beberapa tujuan penting organisasi pemasaran adalah :
1. Menentukan potensi pasar untuk barang dan jasa organisasi
(riset pasar)
2. Menyebabkan informasi, mengembangkan perilaku yang
ramah pelanggan, dan mendorong tindakan yang bermanfaat
bagi organisasi (periklanan)
3. Mendorong distributor memberikan perhatian lebih ke
penjualan produk organisasi dan membujuk pelanggan
membeli produk-produk tersebut (promosi penjualan)
Program Audit 1
1
Kompherensif
Dalam beberapa kondisi, auditor internal mungkin ingin
melakukan audit kompherensif atas suatu operasi. Mungkin
audit pertama kali untuk operasi membutuhkan audit untuk
semua aktivitas, baik yang berisiko tinggi ataupun tidak. Atau
auditor mungkin ingin mendokumentasikan keseluruhan sistem
untuk menenntukan kesesuaiannya dengan ketentuan kontrol
akuntansi internal dari U.S.Foreign Corrupt Practices Act 1977
atau aturan lainnya yang telah ditetapkan. Program audit sesuai
kondisi mungkin masih yang terbaik, tetapi fokusnya adalah
pada kontrol karena risiko tidak menjadi dsar utama untuk
menentukan luas dan pendekatan audit.
Program Pro Forma 1
2
Program Pro Forma sangat penting dan berguna jika audit akan
dilaksanakan oleh auditor-auditor yang kurang berpengalaman
yang pekerjaanya harus diawasi. Program tersebut juga
bermanfaat jika :

1. Jenis audit yang sama akan dilakukan di sejumlag lokasi


yang berbeda
2. Informasi yang bisa dibandingkan diperlukan untuk setiap
loaksi
3. Laporan serupa atau laporan konsolidasi akan dikeluarkan
4. Operasi yang audit relatif serupa

Program tersebut berfokus pada verifikasi rinci dan juga


memberikan auditor latar belakang informasi yang menunjukan
tujuan-tujuan operasi dan sistem kontrol. Program tersebut
sangat bermanfaat dan membantu auditor serta mampu
menghasilkan semua informasi yang diperlukan untuk evaluasi
komprehensif dari aktivitas yang diperiksa.
Hubungan Program
1
dengan Laporan Audit 3
Akhir
Langkah-langkah audit bisa jadi sia-sia jika menghasilkan informasi yang
tidak akan dilaporkan.Laporan audit akhir bahkan mulai bisa dipikirkan
sejak tahap penyusunan program audit.beberapa organisasi malah
membuat kerangka laporan standar dalam bentuk ringkas untuk
menunjukkan hal-hal yang akan dicakup dalam laporan akhir. Hal ini
memberikan disiplin yang bermanfaat dan semacam arahan saat
melakukan penelaahan dan menghilangkan pekerjaan audit yang tidak
perlu.Walaupun tidak ada kerangka yang disiapkan, auditor tetap harus
memikirkan struktur umum laporan dan lingkup audit yang
direncanakan. Keekonomisan dan efisiensi juga hal-hal yang diharapkan
dalam audit internal.

Beberapa auditor intenal merasa efisien dan akan sangat membantu bila
bagian-bagian dari laporan audit mereka ditulis sesuai kemajuan audit.
Dalam penugasan audit berskala besar, laporan kemajuan memberikan
informasi awal bagi klien dan membuat penyusunan laporan audit akhir
lebih mudah. Dan jika laporan audit tetap dipikirkan saat program ditulis,
format program itus endiri akan membuat kerangka laporan resmi lebih
mudah disiapkan.
PEDOMAN PENYIAPAN
PROGRAM  AUDIT 1
Pedoman Alasan 4
Telaah laporan, program audit dan kertas kerja, serta dokumen- untuk mendapatkan latar belakang dan menentukan apakah hasil-hasil
dokumen lainnya dari audit terdahulu, dan buat daftar masalah- penelaahan sebelumnya untuk memutuskan lingkup audit sekarang
masalah yang membutuhkan tindakan perbaikan dengan lebih baik.

Lakukan survey pendahuluan Untuk menentukan tujuan aktivitas yang akan diperiksa, risiko-risiko
yang aktual/potensial, dan sistem kontrol yang ada

Telaah kebijakan dan prosedur fungsi yang telah diaudit, manual untuk menentukan hal-hal yang bisa diukur dan dinilai, dan apakah fungsi
operasinya, bagan wewenang, tujuan dan sasaran jangka panjang tersebut beroperasi sesuai dengan keinginan manajemen
dan jangka pendek
Siapkan bagan alir operasi-operasi kunci dari fungsi yang diaudit untuk mengidentifikasikan kelemahan kontrol dan mendapatkan analisis
visual aliran transaksi
Telaah standar kinerja yang telah ditetapkan oleh manajemen, dan untuk memperoleh tolok ukur
jika mungkin, dibandingkan dengan standar industri
Tanya jawab dengan klien dan diskusikan lingkup audit dan tujuan untuk mendapatkan kesepakatan dari klien dan untuk menghindari salah
yang ingin dicapai auditor paham mengenai tujuan dan lingkup audit
Siapkan anggaran yang merinci sumber daya yang dibutuhkan untuk membuat estimasi jumlah auditor dan waktu yang dibutuhkan guna
untuk menyelesaikan penugasan audit memastikan efisiensi proses audit
Wawancara dengan karyawan kunci yang memiliki keterkaitan untuk memahami operasi dan efisiensi serta efektivitas operasi dan
dengan fungsi audit mengidentifikasikan masalah-masalah dalam kerja sama dan koordinasi
Data semua risiko material yang harus dipertimbangkan untuk memastikan bahwa masalah-masalah rawan telah diketahui dan
mendapatkan perhatian yang layak
Untuk setiap risiko yang diidentifikasi, tentukan kontrol yang untuk mengetahui apakah kontrol yang ada bisa mengurangi atau
diterapkan dan apakah sudah mencukupi menghilangkan risiko-risiko yang diidentifikasi
Tentukan substansi masalah-masalah utama dan peluang-peluang untuk mengidentifikasi kesulitan-kesulitan utama dan menentukan
yang ada penyebab serta perbaikan yang mungkin dilakukan.
Kriteria-Kriteria Program 1
Audit
Program audit sebaiknya mengikuti kriteria tertentu untuk
5
mencapai
tujuan tertentu untuk mencapai tujuan departemen audit internal.
Misalnya :
• Tujuan operasi yang diperiksa harus dinyatakan dengan jelas dan setujui klien
• Program harus sesuai dengan penugasan audit kecuali bila ada alasan yang
mengharuskan sebaliknya
• Setiap langkah kerja yang diprogramkan harus memiliki alasan, yaitu tujuan operasi dan
kontrol yang akan diuji.
• Langkah-langkah kerja harus mencukupi instruksi-instruksi positif, tidak dinyatakan dalam
bentuk pertanyaan.
• Jika memungkinkan, program audit harus menunjukkan prioritas relatif dari langkah-
langkah kerja. Jadi, bagian yang lebih penting dalam program audit akan diselesaikan
dalam waktu dan batas lain yang ditentukan.
• Program audit sebaiknya bersifat fleksibel dan memungkinkan munculnya inisiatif dan
pertimbangan yang wajar untuk menyimpang dari prosedur yang sudah ditentukan
• Program audit sebaiknya bersifat fleksibel dan memungkinkan munculnya inisiatif dan
pertimbangan yang wajar untuk menyimpang dari prosedur yang sudah ditetapkan atau
untuk memperluas cakupan kerja. Tetapi supervisor audit harus diinformasikan segera.
• Program audit jangan dipisahkan dengan bahan-bahan dari sumber yang tersedia bagi
staf.
• Informasi yang tidak perlu harus dihindari.
• Program audit harus memuat bukti persetujuan supervisor sebelum dilakukan.
1
6

TERIMA KASIH ☺