Anda di halaman 1dari 24

Alyda Amalia Zuhdi

X IIS 4
KERAJAAN
SAMUDRA PASAI
LETAK GEOGRAFIS

.
Samudra Pasai terletak di Pantai
Timur Pulau Sumatera bagian utara
berdekatan dengan jalur pelayaran
internasional (Selat Malaka).

3
RAJA RAJA
1. Sultan Malik As-Saleh (696 H/ 1297 M)
2. Sultan Malik At-Tahir (1297-1326)
3. Sultan Mahmud Malik Zahir (1346-1383)
4. Sultan Zainal Abidin (1383-1405)
5. Sultanah Nahrisyah (1405-1412)
6. Abu Zain Malik Zahir (1412)
7. Mahmud Malik Zahir (1513-1524)

4
STRUKTUR PEMERINTAHAN
Pimpinan tertinggi kerajaan berada di tangan sultan yang biasanya memerintah
secara turun temurun. disamping terdapat seorang sultan sebagai pimpinan
kerajaan, terdapat pula beberapa jabatan lain, seperti Menteri Besar (Perdana
Menteri atau Orang Kaya Besar), seorang Bendahara, seorang Komandan Militer atau
Panglima Angkatan laut yang lebih dikenal dengan gelar Laksamana, seorang
Sekretaris Kerajaan, seorang Kepala Mahkamah Agama yang dinamakan Qadi, dan
beberapa orang Syahbandar yang mengepalai dan mengawasi pedagang-pedagang
asing di kota-kota pelabuhan yang berada di bawah pengaruh kerajaan itu. Biasanya
para Syahbandar ini juga menjabat sebagai penghubung antara sultan dan pedagang-
pedagang asing.

5
Selain itu menurut catatan M.Yunus Jamil, bahwa pejabat-pejabat
Kerajaan Islam Samudera Pasai terdiri dari orang-orang alim dan bijaksana.
Adapun nama-nama dan jabatan-jabatan mereka adalah sebagai berikut:

1. Seri Kaya Saiyid Ghiyasyuddin, sebagai Perdana Menteri.


2. Saiyid Ali bin Ali Al Makaarani, sebagai Syaikhul Islam.
3. Bawa Kayu Ali Hisamuddin Al Malabari, sebagai Menteri Luar Negeri

6
KEHIDUPAN EKONOMI
Letak Kerajaan Samudera Pasai yang strategis, mendukung kreativitas
mayarakat untuk terjun langsung ke dunia maritim. Samudera pasai juga
mempersiapkan bandar - bandar yang digunakan untuk:
✘ Menambah perbekalan untuk pelayaran selanjutnya
✘ Mengurus masalah – masalah perkapalan
✘ Mengumpulkan barang – barang dagangan yang akan dikirim ke luar negeri
✘ Menyimpan barang – barang dagangan sebelum diantar ke beberapa daerah
di Indonesia

7
KEHIDUPAN SOSIAL

Kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Samudera Pasai diatur menurut


aturan – aturan dan hukum – hukum Islam. Dalam pelaksanaannya banyak
terdapat persamaan dengan kehidupan sosial masyarakat di negeri Mesir
maupun di Arab. Karena persamaan inilah sehingga daerah Aceh mendapat
julukan Daerah Serambi Mekkah.

8
KEHIDUPAN BUDAYA

Kerajaan Samudera Pasai berkembang sebagai penghasil


karya tulis yang baik. Beberapa orang berhasil memanfaatkan
huruf Arab yang dibawa oleh agama Islam untuk menulis karya
mereka dalam bahasa Melayu, yang kemudian disebut dengan
bahasa Jawi dan hurufnya disebut Arab Jawi. Selain itu juga
berkembang ilmu tasawuf yang diterjemahkan ke dalam bahasa
Melayu.

9
FAKTOR KEMAJUAN
1. Perdagangan
Pada saat itu Bandar-bandar di Kerajaan Samudera Pasai menjadi pusat
perdagangan Internasional dan merupakan pintu masuk ke Nusantara.
Hubungan baik dengan Kerajaan Malaka yang saat itu ramai sebagai pusat
perdagangan dunia membuat Kerajaan Samudera Pasai sebagai pelabuhan yang
maju.
2. Pelayaran
Berada dekat dengan pesisir pantai. Kerajaan Samudera Pasai menjadi kerajaan
maritime yang kuat. Pelayaran keluar masuk di Kerajaan Samudera Pasai
menjadi ramai. Hal ini ditunjang juga dengan mayoritas penduduk kerajaan
berprofesi sebagai nelayan.
10
3. Perekonomian
Di bidang ekonomi Kerajaan Samudera Pasai mendapatkan kemajuan yang pesat. Koin emas
sebagai alat pertukaran. Ditambah pelayaran dan perdagangan yang pesat membuat kerajaan ini
terkenal kaya dan makmur. Saat itu kerajaan menjadi pemasok lada yang terkenal untuk dunia.
Rakyat kerajaan menanam Lada dan memanennya setiap 2 kali setahun. Masyarakat juga memiliki
sapi perah untuk menghasilkan susu yang dijadikan keju untuk perdagangan ke negara eropa. Hal
itulah menjadikan salah satu kerajaan yang terletak di Selat Melaka menjadi makmur.
4. Hubungan Internasional
Kerajaan Samudera Pasai memiliki hubungan baik dengan beberapa kerajaan disekitarnya. Seperti
Kerajaan Malaka dimana sering terjadi pernikahan antar kedua sultan. Kerajaan juga telah menjalin
hubungan baik dengan Cina dengan dikirimnya adik sultan kesana untuk menimba ilmu. Namun
hubungan tidak baik juga terjalin dengan Raja Nakur yang mengakibatkan Kerajaan Nakur menyerang
Kerajaan Samudera Pasai yang mengakibatkan Raja Pasai tewas.

11
FAKTOR KEMUNDURAN

✘ Kerajaan Majapahit berambisi menyatukan Nusantara,


✘ Berdirinya Bandar Malaka yang letaknya lebih strategis,
✘ Setelah Sultan Malik at-Thahir meninggal, tidak ada yang
menggantikan sehingga penyebaran agama Islam diambil
kerajaan Aceh.

12
PENINGGALAN

Cakra Donya

Uang Dirham

Naskah Surat Sultan Zainal Abidin Makam Sultan Malik As-Saleh


13
KERAJAAN
ACEH
LETAK GEOGRAFIS

Kerajaan Aceh terletak


di Pulau Sumatera bagian
utara dekat jalur pelayaran
dan perdagangan
internasional saat itu.

15
RAJA RAJA
1. Sultan Ali Mughayat Syah (1513-1528)
Di bawah kuasanya, Kerajaan ini memiliki wilayah mencakup Banda Aceh- Aceh Besar. Selain itu,
Kerajaan Aceh juga melakukan perluasan ke beberapa wilayah di Sumatera Utara, yaitu daerah Daya dan
Pasai. Sultan Ali juga melakukan serangan terhadap kedudukan Portugis di Malaka dan juga
menaklukkan Kerajaan Aru.

2. Sultan Alauddin Riayat Syah (1537-1568)


Di bawah kekuasaannya, Kerajaan ini berkembang pesat menjadi Bandar utama di Asia bagi pedagang
Muslim mancanegara. Lokasi Kerajaan Aceh yang strategis menjadi peluang untuk menjadikannya
sebagai tempat transit bagi rempah-rempah  Maluku. Dampaknya, Kerajaan Aceh saat itu terus
menghadapi Portugis. Kerajaan Aceh dibawah kepemimpinan Alaudin Riayat Syah juga memperkuat
angkatan laut. Selain itu, Kerajaan ini juga membina hubungan diplomatik dengan Kerajaan Turki
Usmani.

16
3. Sultan Iskandar Muda (1607-1636)
Iskandar Muda memberikan terobosan baru untuk Kerajaan. Beliau mengangkat pimpinan adat untuk setiap
suku serta menyusun tata negara (qanun) yang menjadi pedoman penyelenggaraan aturan Kerajaan.  Saat
itu, Kerajaan Aceh menduduki 5 besar Kerajaan Islam terbesar di dunia setelah Kerajaan  Maroko, Isfahan,
Persia dan Agra. Kerajaan ini berhasil merebut pelabuhan penting dalam perdagangan (pesisir barat dan
timur Sumatera, dan Pesisir barat Semenanjung Melayu). Selain itu, Kerajaan Aceh juga membina hubungan
diplomatik dengan Inggris dan Belanda untuk memperlemah serangan Portugis.

4. Sultan Iskandar Thani (1636-1614)


Iskandar Thani memperhatikan pembangunan dalam negeri. Selain itu, sektor pendidikan agama Islam mulai
bangkit di masa kepemimpinannya. Terbukti dari lahirnya buku Bustanus salatin yang dibuat oleh Ulama
Nuruddin Ar-Raniry.  Meskipun Iskandar Thani hanya memerintah selama 4 tahun, Aceh berada dalam
suasana damai. Syariat Islam sebagai landasan hukum mulai ditegakkan. Hubungan dengan wilayah yang
ditaklukkan dijalan dengan suasana liberal, bukan tekanan politik atau militer.

17
KEHIDUPAN EKONOMI

Dalam masa kejayaannya, perekonomian Aceh berkembang


pesat. Daerahnya yang subur banyak menghasilkan lada. Kekuasaan
Aceh atas daerah-daerah pantai Timur dan Barat Sumatera
menambah jumlah ekspor ladanya. Penguasaan Aceh atas beberapa
daerah di Semenanjung Malaka menyebabkan bertambahnya bahan
ekspor penting seperti timah dan lada yang dihasilkan di daerah itu.

18
KEHIDUPAN SOSIAL
Lapisan sosial masyarakat Aceh berbasis pada jabatan struktural,
kualitas keagamaan dan kepemilikan harta benda. Mereka yang
menduduki jabatan struktural di kerajaan menduduki lapisan sosial
tersendiri, lapisan teratasnya adalah sultan, dibawahnya ada para
penguasa daerah. Sedangkan lapisan berbasis keagamaan merupakan
lapisan yang merujuk pada status dan peran yang dimainkan oleh
seseorang dalam kehidupan keagamaan.

19
Dalam lapisan ini, juga terdapat kelompok yang mengaku sebagai
keturunan Nabi Muhammad. Mereka ini menempati posisi istimewa
dalam kehidupan sehari-hari, yang laki-laki bergelar Sayyed, dan yang
perempuan bergelar Syarifah. Lapisan sosial lainnya dan memegang
peranan sangat penting adalah para orang kaya yang menguasai
perdagangan, saat itu komoditasnya adalah rempah-rempah, dan yang
terpenting adalah lada.

20
KEHIDUPAN BUDAYA

Aceh sering disebut sebagai Negeri Serambi Mekah, karena Islam


masuk pertama kali ke Indonesia melalui kawasan paling barat pulau
Sumatera ini. Orang Aceh mayoritas beragama Islam dan kehidupan
mereka sehari-hari sangat dipengaruhi oleh ajaran Islam ini. Oleh
sebab itu, para ulama merupakan salah satu sendi kehidupan
masyarakat Aceh. Pengaruh Islam yang sangat kuat juga tampak dalam
aspek bahasa dan sastra Aceh.

21
FAKTOR KEMAJUAN

1.  Kerajaan Aceh didirikan oleh Sultan Ibrahim pada tahun 1514.


2.  Letaknya strategis di pintu gerbang pelayaran internasional.
3.  Pelabuhan Olele memiliki persyaratan sebagai pelabuhan dagang yang baik.
4.  Aceh kaya akan tanaman lada.
5.  Aceh bekembang pesat setelah Malaka dikuasai Portugis.
6.  Para pedagang Islam memindahkan kegiatan berdagang dari Malaka ke Aceh.

22
FAKTOR KEMUNDURAN

1.  Kekalahan perang antara Aceh melawan Portugis (1629).


2.  Pengganti Sultan Iskandar Muda kurang cakap.
3.  Permusuhan antara kaum muda.
4.  Daerah yang jauh dari pemerintahan pusat, melepaskan diri dari
Aceh.

23
PENINGGALAN

Masjid Raya Baiturrahman Taman Sari Gunongan

Benteng Indrapatra 24
Meriam Kesultanan Aceh