Anda di halaman 1dari 28

LOWBACK PAIN

Devi Rifqi Rianti


Ryan Ardiantoro
Wiwin WindaWati
 Low back pain adalah nyeri kronik
didalam lumbal /nyeri punggung.
biasanya disebabkan oleh
terdesaknya para vertebral otot,
herniasi dan regenerasi dari nucleus
pulposus, osteoartritis dari lumbal
sacral pada tulang belakang.
 Low back pain dapat berupa rasa
sedikit pegal sampai nyeri sekali,
sakit ini dapat timbul secara
mendadak ataupun secara
perlahan-lahan dalam waktu
beberapa jam sampai beberapa
hari.  
 Rasa sakit dapat dirasakan pada
tubuh bagian belakang, dari
tulang iga terakhir sampai bagian
bawah bokong dan juga dapat
menjalar ketungkai.
 Sekitar 600 buah otot manusia
bekerjasama dengan tulang untuk
menggerakan tubuh.
 Otot-otot tubuh daapat bergerak
sendiri diluar kesadaran maupun
bergerak sesuai dengan keinginan
kita.
 Ketika otot kontraksi, ia akan
menggerakkan satu atau lebih
tulang melalui sendi, sedang
tulang yang lain tetap/tidak
bergerak.
 Banyaknya serat otot ditentukan oleh berapa
kekuatan yang di butuhkan untuk
menggerakka dan tergantung pula pada
fungsi spesifiknya. Otot yang paling kuat yaitu
yang berjalan sepanjang tulang belakang
sedang otot yang paling kecil adalah
stapedius yang terletak dalam rongga telinga.
Manusia memiliki 3 tipe otot yaitu otot polos
(otonom), otot jantung dan otot motorik (otot
rangka).
a.       Otot polos
Otot polos terletak pada dinding organ dalam yang berongga, misalnya usus,
pembuluh darah, kandung kemih, dll. Kontraksi otot ini terjadi diluar sadar atau
bekerja sendiri diluar kontrol kita, sehingga disebut juga dengan otot otonom,
karena rangsangan dari saraf otonom.
b.      Otot jantung
Serabut otot ini hanya terdapat pada jantung.
Otot ini dapat kontraksi secara ritmik dan menyebar dengan cepat sesuai dengan
datangnya rangsangan untuk memompakan darah keluar jantung dan kemudian
relaksasi terjadi dengan sempurna diantara kontraksi untuk mencegah kelelahan.
Kontraksi dan relaksasi ini terjadi terus menerus dan berirama tanpa rangsangan
dari luar karena rangsangan terjadi dalam jantung sendiri diluar kesadaran kita.
c.       Otot motorik
Ujung otot-otot ini umumnya melekat pada tulang dan jaringan lain misalnya
tulang rawan,ligamen atau kulit sesuai dengan fungsinya. Yang melekat pada
kulit biasanya bentuknya datar sedang pada tulang umumnya otot ini melekat
pada tulang. Otot ini berkontraksi sesuai keinginan kita dirangsang dan di kontrol
oleh sistem saraf. Gerakannnya cepat, lebih kuat namun mudah lelah. Otot ini
bertanggungjawab untuk gerakan sadar.
 Kekuatan kontraksi otot ditentukan oleh
jumlah serabut otot yang dirangsang. Bila
banyak serabut otot yang dirangsang,
kontraksi otot akan meningkat.
 Kontraksi otot membutuhkan energi yang
disuplai oleh ATP. Energi ini digunakan untuk
melepaskan kepala/ujung myosin dari filamen
actin. Tanpa ATP kepala myosin akan tetap
kontraksi.
Ada 3 cara unuk memperoleh ATP :
 a.  Mitokondria didalam sel-sel otot, melalui
proses aerobik
 b.  Creatinin phosphate yang terdapat pada
sel-sel
 c. Bila creatinin phosphate habis, ATP tetap
dapat dihasilakn dari proses anerobik (sel
tidak dapat suplai oksigen yang cukup).
Ada beberapa macam otot:
 1)      Menurut bentuk dan serabutnya yaitu
otot serabut sejajar atau berbentuk
kumparan, otot membentuk kipas dan otot
melingkar/sphincter
 2)      Menurut jumlah kepalanya, yaitu otot
biceps dsn triceps serta quadriceps.
3)      Menurut pekerjaannya yaitu :
a)      Otot sinergis, kelompok otot yang bekerja sama untuk
melakukan suatu tugas
b)      Otot antagonis, kelompok otot yang bekerja/tugasnya
berlawanan.
c)      Otot abductor, bekerja menggerakkan anggota menjauhi
tubuh.
d)     Otot adductor, menggerakkan anggota mendekati tubuh.
e)      Otot fleksor, bekerja melipat sendi.
f)      Otot ekstensor, bekerja meluruskan sendi.
g)      Otot prenator, mensejajarkan radius ulna (kedalam).
h)      Otot supinator, ,menyilangkan radius ulna (kedalam).
i)       Endorotasi, memutar kedalam.
j)       Eksorotasi,memutar keluar
ETIOLOGI LOW BACK PAIN
a.    Perubahan postur tubuh e.    Penggunaan hak
biasanya karena trauma sepatu yang terlalu
primer dan sekunder.
tinggi.
b.   Trauma primer seperti :
Trauma secara spontan, f.    Kegemukan.
contohnya kecelakaan. g.   Terlalu lama pada
c.    Trauma sekunder getaran.
seperti : Adanya penyakit
HNP, osteoporosis,
h.   Gaya berjalan.
spondilitis, stenosis spinal, i.     Merokok.
spondilitis,osteoartritis. j.     Duduk terlalu lama.
d.   Prosedur degenerasi
pada pasien lansia. k.   Kurang latihan (oleh
raga).
PATOFISIOLOGI
 Struktur spesifik dalam system saraf terlibat dalam
mengubah stimulus menjadi sensasi
 Patofisiologi Pada sensasi nyeri punggung bawah dalam
hal ini kolumna vertebralis dapat dianggap sebagai
sebuah batang yang elastik yang tersusun atas banyak
unit vertebrae dan unit diskus intervertebrae yang diikat
satu sama lain oleh kompleks sendi faset, berbagai
ligamen dan otot paravertebralis.
 Lengkungan tulang belakang akan menyerap
goncangan vertical pada saat berlari atau melompat.
Batang tubuh membantu menstabilkan tulang belakang.
Otot-otot abdominal dan toraks sangat penting ada
aktifitas mengangkat beban. Bila tidak pernah dipakai
akan melemahkan struktur pendukung ini. .
MANIFESTASI KLINIS LOW BACK PAIN
 Secara praktis manifestasi klinis diambil dari
pembagian berdasarkan sistem anatomi :
 1.      LBP Viscerogenik
 Tipe ini sering nyerinya tidak bertambah berat
dengan adanya aktivitas maupun istirahat.
 2.         LBP Vaskulogenik
 Tahap dini nyerinya hanya sakit pinggang saja
yang dirasakan, nyeri bersifat nyeri punggung
dalam, nyeri sering menjalar kebokong,
belakang paha, dan kedua tungkai, nyeri
sering menjalar kebokong, belakang paha,
dan kedua tungkai.
 3.    LBP Neurogenik 
 Nyeri sangat hebat, bersifat menetap, sedikit
berkurang pada saat bediri tenang, terutama
dirasakan pada saat malam hari.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan neurologi pada tungkai :
1.  Sensibilitas (dermatome), motorik (kekuatan), tonus otot, reflek, tropik.
2.  Test provokasi (sensorik).
1) Laseque
2) Kernig 
3) Bragard dan sicard
4) Patrick (lesi coxae)
5) Kontra Patrik (Lesi Sakroiliakal)
3. Adakah gangguan miksi dan defekasi.
4. Adakah tanda-tanda lesi upper motor neuron (UMN) dan lower motor (LMN)
PENATALAKSANAAN MEDIS LOW BACK
PAIN
1.  Tirah baring :
2.  Medika mentosa :
3.  Fisioterapi :
Dalam bentuk terapi panas, stimulasi listrik
perifer, traksi pinggul, terapi latihan dan
ortesa (kovset).
4.  Psikoterapi :
relaksasi, hyprosis maupun biofeedback
training.
5. Akupuntur :
6.  Terapi operatic : 
KOMPLIKASI LOCK BACK PAIN
 a.         Fraktur
 b.         Dislokasi
 c.         Infeksi
 d.        Osteoartritis atau skoliosis
 e.         Penyempitan kanalis spialis
 f.          Pergeseran vena epidural
 g.         Penyakit serabut saraf tulang belakang
PROSES KEPERAWATAN PADA PASIEN
DENGAN LOW BACK PAIN
1. Pengkajian

1. Aktivitas dan istirahat


a) Gejala : Riwayat pekerjaan yang perlu mengangkat
benda berat, duduk, mengemudi dalam waktu
lama, membutuhkan papan/matras waktu tidur,
penurunan rentang gerak dari ekstrimiter pada
salah satu bagian tubuh, tidak mampu melakukan
aktivitas yang biasanya dilakukan.
  b) Tanda  :  Atropi otot pada bagian tubuh yang
terkena, gangguan dalam  
     berjalan.
2. Eliminasi 
     a) Gejala : Konstribusi, mengalami kesulitan
dalam defekasi, adanya inkontenensia/retensi
urine.
3. Integritas Ego
a) Gejala : Ketakutan akan timbulnya paralysis,
ansietas masalah   pekerjaan, finansial
keluarga. 
b) Tanda  :  Tampak cemas, defresi, menghindar
dari keluarga/orang terdekat.
4. Neurosensori
a) Gejala : Kesemutan, kekakuan, kelemahan
dari tangan/kaki.
b) Tanda  :  Penurunan refleks tendon dalam,
kelemahan otot, hipotania, nyeri
tekan/spasme pavavertebralis, penurunan
persesi nyeri (sensori).
5. Nyeri/kenyamanan
a) Gejala : Nyeri seperti tertusuk pisau yang akan
semakin memburuk dengan adanya batuk, bersin,
membengkokan badan, mengangkat defekasi,
mengangkat kaki, atau fleksi pada leher, nyeri yang
tidak ada hentinya atau adanya episode nyeri yang
lebih berat secara interminten; nyeri menjalar ke kaki,
bokong (lumbal) atau bahu/lengan; kaku pada leher
(servikal).  
b) Tanda  :  Sikap: dengan cara bersandar dari bagian
tubuh yang terkena, perubahan cara berjalan: berjalan
dengan terpincang-pincang, pinggang terangkat pada
bagian tubuh yang terkena, nyeri pada palpasi.
Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri b.d masalah muskuloskeletal.
2.  Kerusakan mobilitas fisik b.d nyeri spasme
otot dan berkurangnya kelenturan.
3.  Gangguan pola tidur b.d nyeri, tidak
nyaman.
Intervensi Keperawatan
Nyeri b.d masalah muskuloskeletal.
Kriteria hasil :
1)      Mampu mengontrol nyeri
2)      Melaporkan bahwa nyeri berkurang
3)      Mampu mengenali nyeri
4)      Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang

 Intervensi:
1. Lakukan observasi nyeri secara komprehensif termasuk lokasi,
karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi.
2.  Observasi reaksi abnormal dari ketidaknyamanan.
3. Ajarkan teknik non farmakologi.
4.   Tingkatkan istirahat.
5.    Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri.
2. Kerusakan mobilitas fisik b.d nyeri spasme otot dan berkurangnya kelenturan.
Kriteria Hasil :
1.      Klien meningkat dalam aktivitas fisik
2.      Mengerti tujuan dan peningkatan aktivitas
3.      Memverbalisasikan perasaan dalam meningkatkan
kekuatan dan kemampuan berpindah
4.      Memperagakan penggunaan alat bantu mobilisasi

Intervensi:
1.   Lakukan TTV sebelum/sesudah latihan dan lihat respon pasien saat latihan.
2.   Observasi kemampuan klien dalam mobilisasi.
3.    Ajarkan pasien tentang teknik ambulasi.
4.   Latih pasien dalam latihan pemenuhan ADLs secara mandiri sesuai
kemampuan.
5.   Dampingi dan bantu pasien saat mobilisasi dan bantu penuhi ADLs pasien.
6.   Berikan alat bantu jika diperlukan.  
3.   Gangguan pola tidur b.d nyeri, tidak nyaman.
Intervensi:
1. Observasi pola tidur / pola aktivitas.
2. Anjurkan klien tidur secara teratur.
3. Jelaskan tentang pentingnya tidur yang cukup  selama
sakit dan terapi.
4. Monitor pola tidur dan catat keadaan fisik, psikososial
yang  mengganggu tidur.
5. Diskusikan pada klien dan keluarga tentang tehnik
peningkatan pola tidur. R/  Untuk memberitahu kepada
klien dan keluarga (memberi pengetahuan) mengenai
pola tidur dan pentingnya tidur.
 
Evaluasi

a.   Menganjurkan pasien untuk tirah baring


dengan lutut fleksi untuk mengurangi
ketegangan pada penggunaan otot dan
penggunaan matras yang padat.
b.   Mengintruksikan pasien untuk
mempraktikan postur yang baik, menghindari
memutar tubuh mendadak, dan mengangkat
beban berat dengan posisi yg benar.
c.   Menganjurkan pengunaan teknik peredaan
stress saat nyeri terasa
TERIMA
KASIH