Anda di halaman 1dari 9

Kelompok 11

• Fatmi Sri Hastani (4301417032)


• Lutfiah Nur Hidayati (4301417037)
• Aida (431)
Industri Fine Chemical
Pengantar
• Industri kimia dibagi menjadi 2 yakni industri bulk dan fine. Kedua
industri memiliki perbedaan yang jelas mulai dari jumlah bahan yang
diperlukan, harga bahan, jumlah pekerja dan lain-lain. Perusahaan
fine chemical umumnya menggunakan tipe proses batch atau multi
proses sedangkan bulk chemical umumnya menggunakan tipe
continyu. Jumlah pekerja pada perusahaan bulk chemical lebih banyak
dibandingkan fine chemical.
Perbedaan antara bulk dan fine
chemical
Indikator Bulk Chemical Fine Chemical
Volume >10.000 <10.000
Harga <10 >10
Nilai Tambah Rendah Tinggi
Life cycle Panjang Relatif Pendek
Pemrosesan Continyu Batch
Plant Dedicated Multi purpose
Raw Material Quote Relatif Tinggi Relatif Rendah
Upah Tenaga Kerja/kg produk Rendah Tinggi
Investasi modal/kg produk Tinggi Lebih Tinggi
Fleksibilitas Rendah Tinggi
Limbah/kg produk Relatif Rendah Tinggi
Contoh Perusahaan Fine Chemicals
No Perusahaan Lokasi Penjualan 2009 Unit FC Penjualan 2009
($ juta) ($ juta)
1 Lonza Switz 2600 Adat. Manuf. 1370
2 Boehringer-Ingelheim Jerman 18.300 Fine Chem 950
3 DSM Belanda 11.300 Fine Chem 850
4 Sumitomo Chemicals Jepang 17.420 Fine Chem 730
5 Merck KGaA Jerman 11.200 Solusi Sains 580
Kehidupan
6 Sigma-Aldrich Amerika Serikat 2148 SAFC 570
7 BASF Jerman 73.000 Fine Chem 550
8 Grup Farmasi CSPC Shijiazuang China 1500 Fine Chem 550
9 Lanxess Jerman 7280 Saltigo 550
10 Albermarle Amerika Serikat 2005 Fine Chem 500
Tipe Proses
Terdapat 2 tipe proses dalam industri kimia, diantaranya :
• Continue process
Proses secara kontinu dilakukan secara terus menerus dan diatur secara
permanen atau jangka panjang
• Batch process
Proses secara batch dilakukan secara bertahap atau terputus-putus dan
diatur untuk jangka waktu pendek atau tidak permanen.
Ciri-Ciri Proses Batch
• Produk yang dihasilkan dalam jumlah kecil dengan variasi lebih banyak
dibandingkan dari proses continu.
• Penyusunan mesin menggunakan sistem layout yakni penyusunan mesin
berdasarkan fungsi dalam proses produksi atau peralatan yang sama
dikumpulkan pada tempat yang sama.
• Mesin yang dipakai, bersifat umum General Purpose Machine (GPM)
• Proses produksinya tidak mudah berhenti jika salah satu mesinya rusak/macet. 
• Pengawasanya lebih sukar karena memiliki mesin jenis GPM dan memiliki
banyak macam pekerja.
• Membutuhkan bahan yang lebih banyak.
Mass Balance
• Mass balance adalah salah satu dasar untuk memahami proses yang
terjadi dalam tempat yang terjadi dan pengembangan strategi
peningkatan. Untuk mass balance yang lengkap, massa masuk harus
sama dengan massa keluar.
Contoh Penerapan Mass Balance
pada Pembuatan asam J (Proses
Konvensional)
Bahan awal (Ton) Limbah dan Produk (Ton)
7.0 Inorganic salts
68.000 liter limbah air
1.0 Organic-by product, non degradable
13.3 4.0 Solid residues
0.3 SOx, NOx Limbah Gas
1.0 Product