Anda di halaman 1dari 17

DISKS

Herlambang Dimas W.A


(13.2017.1.00xxx)
Disk Hardware
Disk tersedia dalam berbagai jenis.
Yang paling umum adalah disk
magnetik (hard disk dan floppy disk).
Dan juga ada beberapa disk lainnya
seperti RAID, CD-Rom dll.
Magnetic Disk
Disk magnetik disusun dalam silinder, masing-
masing berisi trek yang ditumpuk secara vertikal.
Trek dibagi menjadi beberapa sektor, dengan
jumlah sektor di sekitar keliling biasanya 8 hingga
32 pada floppy disk, dan hingga beberapa ratus
pada hard disk.
RAID
Beberapa jenis RAID yaitu :
 RAID level 0

pada level ini memakai sekumpulan disk dengan


striping, tanpa adanya redundansi.

 RAID level 1
adalah disk mirroring, memalsukan atau
menduplikat di masing masing disk.
 RAID level 2
adalah pengorganisasian dengan error – correcting
– code (ECC). Seperti di memory server EEC yang di
mana pendeteksian titik terjadinya error memakai
paritas bit.

 RAID level 3
 Dalam pengorganisasian level ini hampir sama hal
nya dengan RAID level 2, hanya saja pada RAID
Level 3 ini membutuhkan suatu disk redundan,
seberapa pun banyak atau jumlah dari kumpulan
disk nya.
 RAID level 4
menggunakan konsep yang sama dengan RAID
level 3 hanya saja pada RAID 4 striping dilakukan
pada blok-blok yang ukurannya didefinisikan
dalam stripe-size.

 RAID level 5
mirip dengan RAID 4 dalam skema blok stripingnya,
namun RAID 5 menggunakan parity yang
didistribusikan ke dalam tiap disk
CD-Rom
Struktur perekaman pada CD-Rom
Disk FOrmatting
Hard disk terdiri dari piringan-piringan kaca
dengan diameter 5,25 inci atau 3,5 inci. Di
setiap piringan disimpan oksida logam tipis
magnet. Sebelum disk dapat digunakan,
setiap piringan harus menerima format
tingkat rendah yang dilakukan oleh
perangkat lunak. Formatnya terdiri dari
serangkaian trek konsentris, masing-masing
berisi sejumlah sektor, dengan celah
pendek di antara sektor-sektor tersebut.
Pembukaan dimulai dengan pola bit tertentu
yang memungkinkan perangkat keras untuk
mengenali awal sektor ini. Ini juga berisi
nomor silinder dan sektor dan beberapa
informasi lainnya. Ukuran porsi data
ditentukan oleh program pemformatan tingkat
rendah. Sebagian besar disk menggunakan
sektor 512-byte. Bidang ECC berisi informasi
yang berlebihan yang dapat digunakan untuk
memulihkan dari kesalahan baca.
Disk Arm Scheduling Algoritms
Pada bagian ini kita akan melihat beberapa
masalah yang berkaitan dengan driver disk
secara umum. Pertama, pertimbangkan
berapa lama untuk membaca atau menulis
blok disk. Waktu yang dibutuhkan
ditentukan oleh tiga faktor:
1. Seek Time
2. Rotation delay
3. Actual data tranfer time
Penjadwalan FCFS
Sistem kerja dari algoritma ini adalah melayani
permintaan yang lebih dulu datang di queue
Penjadwalan SSTF
merupakan algoritma yang melayani permintaan
berdasarkan waktu pencarian yang paling kecil dari
posisi head terakhir.
Penjadwalan SCAN
head bergerak ke silinder paling ujung dari disk.
Setelah sampai disana maka head akan berbalik
arah menuju silinder di ujung yang
lainnya. Head akan melayani permintaan yang
dilaluinya selama pergerakannya ini.
Error Handling

a) Track disk dengan sektor yang buruk


b) Mengganti cadangan untuk sektor buruk
c) Menggeser semua sektor untuk
memotong yang buruk
Stable Storage
Dengan tidak adanya crash CPU, skema ini
selalu berhasil karena penulisan stabil selalu
menulis dua salinan yang valid dari setiap
blok dan kesalahan spontan diasumsikan
tidak pernah terjadi pada kedua blok yang
sesuai pada saat yang sama. Bagaimana
dengan kehadiran crash CPU selama menulis
stabil? Itu tergantung pada kapan kecelakaan
itu terjadi. Ada lima kemungkinan, seperti
yang digambarkan dalam Gambar 5-31.
 Pada Gambar 5-31 (a), kerusakan CPU terjadi
sebelum salah satu salinan blok ditulis. Selama
pemulihan, tidak ada yang akan diubah dan nilai
lama akan terus ada, yang diizinkan.
 Pada Gambar 5-31 (b), CPU macet selama proses
tulis ke drive 1, menghancurkan isi blok. Namun
program pemulihan mendeteksi kesalahan ini dan
mengembalikan blok pada drive 1 dari drive 2.
Dengan demikian efek dari crash terhapus dan
keadaan lama sepenuhnya pulih.
 Pada Gambar 5-31 (c), kerusakan CPU terjadi
setelah drive 1 ditulis tetapi sebelum drive 2
ditulis. Titik tidak bisa kembali telah berlalu di
sini: program pemulihan menyalin blok dari drive
1 ke drive 2. Penulisan berhasil.
 Gambar 5-31 (d) seperti Gambar 5-31 (b): selama
pemulihan, blok yang baik menimpa blok yang
buruk. Sekali lagi, nilai akhir dari kedua blok
adalah yang baru.
 pada Gambar 5-31 (e) program pemulihan
melihat bahwa kedua blok adalah sama, sehingga
tidak ada yang berubah dan penulisan berhasil di
sini juga.