Anda di halaman 1dari 41

BiOLOgi

Kelompok 2
Angelina C.H / XI MIPA 3 / 02
Kaile Valerie / XI MIPA 3 / 09
nicander Jevon / xi mipa 3 / 20
1.
Impuls saraf,
gerak sadar,
dan refleks
Impuls saraf
✘ Impuls saraf adalah rangsangan / pesan yang diterima oleh
reseptor dari lingkungan luar, kemudian dibawa oleh neuron
atau rangkaian pulsa elektrik yang menjalari serabut saraf

✘ Impuls yang diterima oleh reseptor dan disampaikan ke


efektor, akan menyebabkan terjadinya gerakan
✘ Gerakan dibedakan menjadi 2 :
1. Gerak sadar adalah gerak yang terjadi karena disengaja atau
disadari. Contoh : gerak mengambil buku saat ingin belajar

Penjalaran impuls pada gerak sadar relatif lama, karena melalui otak

Reseptor Saraf Saraf Efektor /


Impuls Otak
/ indra sensor motor otot
2. Gerak refleks adalah gerak yang tidak disengaja atau tidak
disadari. Contoh : terangkatnya kaki saat menginjak paku,
menutupnya kelopak mata saat masuk benda asing.

Penjalaran impuls pada gerak refleks berlangsung cepat, tidak


melewati otak, tetapi sumsum tulang belakang

Sumsum
Reseptor Saraf Saraf Efektor /
Impuls Tulang
/ indra sensor motor otot
Belakang
2.
Mekanisme
Penghantaran
Impuls
✘ Impuls yang diterima oleh reseptor, selanjutnya akan
dihantarkan oleh dendrit menuju ke badan sel saraf dan
akson. Dari akson, impuls dihantarkan ke dendrit neuron
lainnya
8
✘ Seluruh impuls saraf yang diterima memiliki bentuk yang sam,
tetapi responnya berbeda – beda.
✘ Neuron dalam keadaan istirahat memiliki energi potensial
membrane, yaitu energi yang tersimpan untuk bekerja
mengirim impuls.
10
11
✘ Penghantaran impuls dalam neuron terjadi secara konduksi
yang melibatkan peran pompa ion Na dan K sebagai berikut

1. Tahap istirahat
Neuron tidak menghantarkan impuls. Saluran ion Na dan K
tertutup. Keadaan di bagian luar membran bermuatan positif
(+), sedangkan di bagian permukaan dalam membran
bermuatan negatif (-)
2. Tahap depolarisasi
Jika neuron diberi rangsangan, saluran Na akan terbuka
dan ion Na masuk kedalam sel, terjadi perubahan muatan
listrik (bagian luar negatif, bagian dalam positif).
Depolarisasi juga akan terjadi jika saluran tambahan Na
terbuka, dan saluran K tertutup.

3. Tahap repolarisasi
Saluran Na tertutup dan tidak aktif, saluran K terbuka,
sehingga ion K keluar, dan bagian dalam membran
bermuatan negatif
3.
Sistem saraf
pusat (SSP)
✘ Sistem saraf pusat meliputi otak (serebral) dan sumsum
tulang belakang (medulla spinalis)

✘ Otak dilindungi oleh tulang tengkorak, sedangkan


medulla spinalis dilindungi oleh ruas-ruas tulang
belakang

✘ Pada otak dan medulla spinalis terdapat lapisan


pelindung MENINGES
✘ Pia mater
✗ lapisan terdalam yang halus dan tipis yang mengandung banyak
pembuluh darah, serta melekat pada otak atau medulla spinalis

✘ Araknoid
✗ Lapisan tengah yang mengadung sedikit pembuluh darah.
✗ Araknoid memiliki ruang subaraknoid yang berisi cairan
serebrospinalis, pembuluh darah, dan selaput jaringan
penghubung yang mempertahankan posisi araknoid terhadap
pia meter dibawahnya
✗ Cairan serebrospinalis menyerupai plasma darah dan cairan
interstisial, tidak mengandung protein, berfungi sebagai
bantalan, serta media pertukaran nutrient dan zat sisa antara
darah dengan otak maupun medulla spinalis
✘ Dura mater
✗ Lapisan terluar, tebal dan kuat, serta terdiri atas dua
lapisan
✗ Pada dura mater, terdapat ruang subdural yang
memisahkan dura meter dari araknoid
✗ Lapisan yang terluar melekat pada permukaan dalam
kranium
✘ Subtansi abu-abu
✗ Membentuk bagian luar (korteks) otak dan bagian dalam
medulla spinalis.
✗ Mengandung badan sel neuron, serabut bermielin dan
tidak bermielin, astrosit protoplasma, oligodendrosit, dan
mikroglia

✘ Subtansi putih
✗ Membentuk bagian dalam otak dan bagian luar medula
spinalis.
✗ Didominasi oleh serabut bermielin maupun tidak
bermielin, mengandung oligodendrosit, astrosit fibrosa
dan mikroglia
4.
Otak
✘ Otak tersusun dari 100 miliar neuron yang terhubung
oleh sinapsis membentuk anyaman kompleks

✘ Neuron di otak berkomunikasi satu sama lainnya secara


kimiawi atau berupa muatan listrik yang memungkinkan
tubuh dapat mengalami emosi, berpikir dan mengingat,
mengetahui dan mengatur keadaan tubuh sendiri dan
lingkungannya, serta secara sadar mengontrol gerakan
tubuh.
Serebrum (otak besar)
✘ Mengisi bagian depan otak dan atas rongga tengkorak

✘ Bagian luarnya tersusun dari subtansi abu-abu yang


disebut korteks serebral, sedangkan bagian dalamnya
tersusun dari subtansi putih yang disebut nucleus basal
(ganglia basal)
Korteks serebral
✘ Korteks serebral menempati 80% dari total massa otak, memiliki
ketebalan sekitar 5mm, serta memiliki pelekukan yang
meningkatkan luas permukaannya (sekitar 0,5 m, sering dikaitkan
dengan kecerdasan).
✘ Korteks serebral terbagi menjadi dua belahan (hemisfer serebral),
yaitu sisi kanan dan kiri yang dihubungkan oleh serat pita tebal
dari bahan putih serebrum yang disebut korpus kalosum
✘ Setiap hemisfer memiliki fisura (ceruk dalam) dan sulkus (ceruk
dangkal)
✘ Permukaan jaringan otak membentuk bagian bulat menonjol
yang disebut girus
Area fungsional korteks
serebral
A. Area motor primer

✗ Bagian lobus frontal (dahi) dari girus presentral


mengendalikan kontraksi volunteer (dibawah
kesadaraan) otot rangka
✗ Sisi anterior girus presentral mengendalikan aktivitas
motor yang terlatih dan berulang, misalnya
kemampuan mengetik. Area Broca (lobus frontal
bagian girus frontalis superior) mengendalikan
kemampuan bicara
B. Area sensor korteks

1. Area sensor primer


Terdapat pada girus postsentral dan berfungsi menerima
informasi nyeri, tekanan, suhu, dan sentuhan.

2. Area visual primer


Terdapat di lobus oksipital (kepala belakang) dan berfungsi
menerima informasi dari retina mata.

3. Area auditori primer


Primer terdapat pada tepi atas lobus temporal (pelipis) dan
berfungsi menerima impuls pendengaran (suara).
4. Area olfaktori primer
Terdapat pada permukaan medial lobus temporal dan
berkaitan dengan indra penciuman.

5. Area pengecap primer (gustatori)


Terdapat di lobus parietal (ubun-ubun), di dekat bagian
inferior girus postsentral. Area ini berfungsi untuk
persepsi rasa, seperti manis, asin, asam, dan pahit
C. Area asosiasi

1. Area asosiasi frontal


Terdapat pada lobus frontal dan berfungsi sebagai pusat
intelektual dan fisik

2. Area asosiasi somatik


Terdapat pada lobus parietal, berfungsi sebagai pusat
interpretasi (penafsiran) bentuk dan tekstur suatu objek.

27
3. Area asosiasi visual
(pada asosiasi auditorik (pada lobus temporal) berfungsi
sebagai pusat interpretasi visual dan auditori. lobus
oksipital) dan area asosiasi auditorik (pada lobus
temporal) berfungsi sebagai pusat interpretasi visual
dan auditori.

4. Area wicara Wernicke


Terdapat pada bagian superior lobus temporal dan
berfungsi sebagai pusat bahasa dan wicara.

28
29
Diensefalon
✘ Terletak diantara serebrum dan otak tengah,
tersembunyi di balik hemisfer serebral.

✘ Bagian-bagian diensefalon :
a) Talamus
b) Hipotalamus
c) Epitalamus
✘ TALAMUS
Menerima dan meneruskan impuls ke korteks otak besar serta
berperan dalam sistem kesadaran dan kontrol motor.

✘ HIPOTALAMUS
a) Mengendalikan aktivitas system saraf otonom atau tak sadar.
b) Sebagai pusat pengaturan emosi.
c) Memengaruhi keseluruhan system endokrin.
✘ EPITALAMUS
a) Pita sempit jaringan saraf yang membentuk atap
diensefalon dan berperan dalam dorongan emosi.
b) Terdapat badan pineal yang berperan dalam fungsi
endokrin.
Sistem limbik
(rinensefalon)
✘ Cincin struktur-struktur otak depan yang mengelilingi
otak dan saling berhubungan melalui jalur-jalur neuron
yang rumit.

✘ Fungsi
a) dalam pengaturan emosi
b) Mempertahankan kelangsungan hidup
c) Pola perilaku sosioseksual
d) Motivasi
e) Belajar.
34
Mesensefalon (otak
tengah)
✘ Bagian otak pendek yang menghubungkan pons dan
serebelum dengan serebrum.
✘ Otak tengah, pons, dan medula oblongata disebut
batang otak.
✘ Fungsi :
a) Jalur penghantar
b) Pusat reflex
c) Meneruskan informasi penglihatan dan pendengaran
Serebelum (otak kecil)
✘ Bagian otak yang sangat berlipat.
✘ Terletak di bawah lobus oksipital dan melekat di bagian
punggung atas batang otak.
✘ Fungsi :
a) Mempertahankan keseimbangan
b) Kontrol Gerakan mata
c) Meningkatkan tonus otot
d) Koordinasi Gerakan sadar yang berkaitan dengan
keterampilan
Medula Oblongata
✘ Bagian yang menjulur dari pons hingga medulla spinalis dengan
panjang sekitar 2,5 cm.

✘ Berfungsi dalam pengendalian :


e) Menelan
a) Frekuensi denyut jantung f) Muntah
b) Tekanan darah g) Sekresi kelenjar
pencernaan
c) Pernapasan
makanan
d) Gerakan alat pencernaan makanan h) Mengatur gerak
refleks
39
Formasi Retikuler
✘ Jaring-jaring serabut saraf dan badan sel yang
tersebar di seluruh bagian medulla oblongata,
pons, da otak tengah.

✘ Berfungsi untuk memicu dan mempertahankan


kewaspadaan serta kesadaran.

40
41