Anda di halaman 1dari 21

SISTEM ADMINISTRASI NEGARA

PUBLIC BUDGETING

Nama kelompok 3 :

1. Karolina F.D.N. Making


2. Magdalena Y.N. Dewi
3. Leonardus Bareta
4. Ludciana M. Meak
5. Ervi Nahak
6. Fransiska M. Naif
7. Ambarmin Bili
8. Audino Sau
PENGERTIAN PENGANGGARAN PUBLIK

Penganggaran publik adalah bidang administrasi publik dan disiplin dalam studi akademisnya.
Penganggaran ditandai dengan pendekatan, fungsi, formasi, dan jenisnya.
Penulis Robert W. Smith dan Thomas D. Lynch menggambarkan penganggaran publik melalui
empat perspektif. Politisi melihat proses anggaran sebagai "peristiwa politik yang dilakukan di
arena politik untuk keuntungan politik". Ekonom memandang penganggaran sebagai masalah
mengalokasikan sumber daya dalam hal biaya peluang di mana mengalokasikan sumber daya
untuk satu konsumen mengambil sumber daya dari konsumen lain. Karena itu, peran ekonom
adalah memberikan informasi terbaik kepada pembuat keputusan. Perspektif akuntan berfokus
pada nilai akuntabilitas dalam penganggaran yang menganalisis jumlah yang dianggarkan
untuk pengeluaran aktual sehingga menggambarkan "kebijaksanaan kebijakan asli". Perspektif
manajer publik Smith dan Lynch tentang anggaran adalah alat kebijakan untuk
menggambarkan implementasi kebijakan publik.
TUJUAN ANGGARAN

Menurut M. Nafarin dalam buku “Penganggaran Perusahaan” (2004:15) menyatakan bahwa


tujuan anggaran adalah:
1. Digunakan sebagai landasan yuridis formal dalam memilih sumber dan investasi dana.
2. Memberikan batasan atas jumlah dana yang dicari dan digunakan.
3. Merinci jenis sumber dana yang dicari maupun jenis investasi dana, sehingga dapat
memudahkan pengawasan.
4. Merasionalkan sumber dan investasi dana agar dapat mencapai hasil yang maksimal.
5. Menyempurkan rencana yang telah disusun, karena dengan anggaran lebih jelas dan nyata
terlihat.
6. Menampung dan menganalisis serta memutuskan setiap usulan yang berkaitan dengan
keuangan.
FUNGSI ANGGARAN
1. Anggaran sebagai alat perencaan (planning tool)
Anggaran merupakan alat perencanaan manajemen untuk mencapai tujuan organisasi. Anggaran sektor publik dibuat untuk merencanakan tindakan
apa yang akan dilakukan oleh pemerintah, berapa biaya yang dibutuhkan, dan berapa hasil yang diperoleh dari belanja pemerintah tersebut.
2. Anggaran sebagai alat pengendalian (control tool)
Sebagai alat pengendalian, anggaran memberikan rencana detail atas pendapatan dan pengeluaran pemerintah agar pembelanjaan yang dilakukan dapat
dipertanggungjawabkan kepada publik.
3. Anggaran sebagaialat kebijakan fiskal (fiscal tool)
Anggaran sebagai alat kebijakan fiskal pemerintah digunakan untuk menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
4. Anggaran sebagai alat politik (political tool)
Anggaran sebagai alat politik digunakan untuk memutuskan prioritas-prioritas dan kebutuhan keuangan tehadap prioritas tersebut.
5. Anggaran sebagai alat koordinasi dan komunikasi (coordination and communication tool) Setiap unit kerja pemerintah terlibat dalam proses
penyusunan anggaran. Anggaran publik merupakan alat koordinasi antar bagian dalam pemerintah. Anggaran publik yang disusun dengan baik akan
mampu mendeteksi terjadinya inkonsistensi suatu unit kerja dalam pencapaian tujuan organiasasi.
6. Anggaran sebagai alat penilaian kinerja (performance measurenment tool)
Anggaran merupakan wujud komitmen dari budget holder (eksekutif) kepada pemberi wewenang (legislatif). Kinerka eksekutif akan dinilai
berdasarkanpencapaian target anggaran dan efisiensi pelaksanaan anggaran.
7. Anggaran sebagai alat motivasi (motivation tool)
Anggaran dapa digunakan sebagai alat untuk memotivasi manajer dan staffnya agar bekerja secara ekonomis, efektif, fan efisien dalam mencapai target
dan tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
8. Anggaran sebagai alat menciptakan ruang publik (public sphere)
Anggaran publik tidak boleh diabaikan oleh kabinet, birokrat, dan DPR/DPRD. Masyarakat, LSM, Perguruan Tinggi, dan berbagai organisasi
kemasyarakatan harus terlibat dalam proses penganggaran publik.
MANFAAT ANGGARAN

Setiap perusahaan dalam menjalankan usahanya membutuhkan suatu anggaran untuk dapat
memenuhi kebutuhannya. Menurut M.Nafarin dalam bukunya “Penganggaran Perusahaan”
(2004:15) mengemukakan manfaat anggaran sebagai berikut :
1. Segala kegiatan dapat terarah pada pencapaian tujuan bersama.
2. Dapat digunakan sebagai alat menilai kelebihan dan kekurangan pegawai.
3. Dapat memotivasi pegawai.
4. Menimbulkan rasa tanggungjawab pada pegawai.
5. Menghindari pemborosan dan pembayaran yang kurang perlu.
6. Sumber daya, seperti tenaga kerja, peralatan, dan dana dapat dimanfaatkan seefisien
mungkin.
7. Alat pendidikan bagi para manajer
MACAM-MACAM ANGGARAN

1. Anggaran menurut dasar penyusunannya yaitu anggaran variable dan tetap.


 Anggaran variable, yaitu anggaran yang disusun berdasarkan interval kapasitas tertentu dan pada intinya
merupakan seri anggaran yang dapat disesuaikan pada tingkat aktivitas (kegiatan) yang berbeda.
 Anggaran tetap, yaitu anggaran yang disusun berdasarkan suatu tingkat kapasitas tertentu. Anggaran tetap
disebut juga anggaran statis.
2. Menurut cara penyusunannya, anggaran terbagi sebagai berikut :
 Anggaran periodik, adalah anggaran yang disusun untuk satu periode tertentu umumnya satu tahun yang
disusun setiap akhir periode anggaran.
 Anggaran konntinuitas, adalah anggaran yang dibuat untuk memperbaiki anggaran yang telah dibuat.
3. Menurut jangka waktunya, anggaran terdiri dari :
 Anggaran jangka pendek (anggaran taktis) adalah anggaran yang dibuat dengan jangka waktu paling lama
sampai satu tahun.
 Anggaran jangka panjang (anggaran strategis) adalah anggaran yang dibuat untuk jangka waktu lebih dari
satu tahun.
4. Menurut bidangnya, anggaran dibagi menjadi anggaran operasional dan anggaran keuangan.
 Anggaran operasional adalah anggaran untuk menyusun anggaran laba rugi.
 Anggaran keuangan adalah anggaran untuk menyusun anggaran neraca.
5. Menurut kemampuan menyusun, terdiri dari :
 Anggaran komprehensif adalah rangkaia dari berbagai macam anggaran yang disusun secara
lengkap.
 Anggaran parsial merupakan anggaran yang disusun tidak secara lengkap, anggaran yang
hanya menyusun bagian anggaran tertentu saja.
6. Menurut fungsinya, anggaran terdiri dari :
 Anggaran opropriasi adalah anggaran yang dibentuk bagi tujuan tertentu dan tidak boleh
digunkan untuk tujuan lain.
 Anggaran kinerja adalah anggaran yang disusun berdasarkan fungsi kegiatan yang dilakukan
dalam organisasi.
KARAKTERISTIK ANGGARAN

Untuk memperoleh konsep yang jelas mengenai anggaran Mulyadi dalam bukunya “Akuntansi
Manajemen” (2001:490) mengemukakan karasteristik anggaran sebagai berikut :
1. Anggaran dinyatakan dalam satuan keuangan dan satuan selain keuangan.
2. Anggaran umumnya mencakup jangka waktu satu tahun.
3. Anggaran berisi komitmen atau kesanggupan manajemen, yang berarti para manajer setuju
untuk menerima tanggungjawab untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam anggaran.
4. Usulan anggaran ditelaah dan disetujui oleh pihak yang berwenang lebih tinggi dari
penyusunan anggaran.
5. Sekali disetujui, angaran hanya dapat diubah dibawah kondisi tertentu.
6. Secara berkala, kineeja keuangan sesungguhnya dibandingkan dengan anggaran dan
selisihnya dianalisis dan dijelaskan.
METODE PENYUSUNAN ANGGARAN

Menurut Sofyan Harahap (2000:89-91) ada tiga metode dalam penyusunan anggaran
biasanya di gunakan oleh suatu organisasi, yaitu:
1. Top down budgeting adalah metode anggaran yang dilaksanakan oleh organisasi atau
perusahaan yang di mulai dari pimpinan perusahaan kepada bawahannya.
2. Bottom up budgeting adalah metode anggaran yang dilaksanakan suatu perusahaan
yang dimulai dari bawahan kepada atasannya atau pimpinan perusahaan.
3. Gabungan adalah metode anggaran yang di laksanakan suatu perusahaan dengan
menggabungkan dua metode sebelumnya yaitu metode top down dan bottom up
budgeting.
PROSEDUR PENYUSUNAN ANGGARAN
menurut M.Nafarin dalam bukunya “Penganggaran Perusahaan” (2004:9) menyatakan bahwa:
Tahap penentuan pedoman perencanaan (anggaran)
1. Anggaran yang akan dibuat pada tahun akan datang, hendaknya disiapkan beberapa bulan
sebelum tahun anggaran berikutnya dimulai. Dengan demikian anggaran yang dibuat dapat
digunakan pada awal tahun anggaran.
2. Tahap persiapan anggaran
Manajer pemasaran sebelum menyusun anggaran penjualan terlebih dahulu menyusun forecast
penjualan (taksiran/ramalan penjualan). Setelah itu kemudian manajer-manajer pemasaran bekerja
sama dengan para manajer untuk menyusun anggaran lainnya.
3. Tahap penentuan anggaran
Pada tahap penentuan anggaran diadakan rapat dari semua manajer beserta direksi (direktur)
untuk:
a. Perundingan untuk menyesuaikan rencana akhir setiap komponen anggaran
b. Mengkoordinasikan dan menelaah komponen-komponen anggaran
c. Pengesahan dan pendistribusian anggaran
4. Tahap pelaksanaan anggaran
Tahap ini adalah tahap dimana anggaran dilaksanakan untuk kepentingan pengawasan tiap
manajer membuat laporan realisasi angaran. Setelah dianalisis kemudian laporan realisasi angaran
disampaikan pada direksi.
SUMBER-SUMBER PENERIMAAN NEGARA

a. Sumber keuangan Negara dari dalam negeri


1. Pajak
2. Retribusi
3. Keuntungan dari BUMN/BUMD
4. Dendan dan sita
5. Pencetakan uang
6. Pinjaman uang
7. Sumbangan , hadiah, hibah
8. Penyelenggaraan undian berhadiah
b. Sumber Keuangan Negara dari Luar Negeri
1. Pinjaman program
2. Pinjaman proyek
JENIS-JENIS PENGELUARAN NEGARA

a. Pengeluaran Pemerintah Pusat


Belanja pemerintah pusat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Belanja pemerintah pusat menurut organisasi atau bagian anggaran.
2. Belanja pemerintah pusat menurut fungsi.
Rincian belanja negara dan daerah menurut fungsi, terdiri atas pelayanan
umum, pertahanan, ketertiban dan keamanan, ekonomi, lingkungan hidup,
perumahan, dan fasilitas umum, kesehatan, pariwisata, budaya, agama,
pendidikan, serta perlindungan sosial.
3. Belanja pemerintah pusat menurut jenis belanja
b. Pengeluaran Pemerintah Negara
 Pengeluaran Rutin
 Belanja pegawai
 Belanja barang
 Belanja perjalanan
 Belanja pemeliharaan
 Belanja pinjaman
 Belanja subsidi
 Belanja hibah
 Belanja bantuan sosial
 Belanja operasional lainnya
Belanja modal
Belanja tidak terduga
C. PENGULARAN PEMERINTAH DAERAH
1. Dana bagi hasil
2. Dana alokasi umum
3. Dana alokasi khusus
D. JENIS PENGELUARAN PEMERINTAH
4. Klasifikasi menurut tujuannya
5. menurut sifatnya
6. Menurut macamnya
STATE—OWN ENTERPRISES(PERUSAHAAN MILIK
NEGARA)

 PENGERTIAN BUMN (BADAN USAHA MILIK NEGARA)


BUMN merupakan salah satu instrumen penting dalam menjalankan dan mengembangkan perekonomian nasional.
BUMN bersama-sama dengan pelaku ekonomi lain seperti swasta (kecil – besar, domestik – asing) dan koperasi
merupakan bentuk bangun demokrasi yang akan terus dikembangkan secara bertahap dan berkelanjutan. Dalam BUMN,
Pemerintah berperan sebagai pemegang saham (minimal 51% sahamnya harus dipegang oleh pemerintah), masyarakat
juga berperan sebagai pemegang saham (maksimal 49% saham dapat dipegang oleh masyarakat).
 FUNGSI BUMN (BADAN USAHA MILIK NEGARA)
Sebagai penyedia barang ekonomis yang tidak disediakan oleh pihak swasta
Instrumen pemerintahan yang membantu penataan perekonomian negara
Pengelola cabang-cabang produksi sumberdaya yang dimanfaatkan untuk kepentingan umum
Menyediakan layanan untuk masyarakat
Memajukan sektor usaha yang belum diminati oleh pihak swasta
Pembuka lapangan kerja
Penghasil devisa negara
Membantu pengembangan usaha kecil (contohnya koperasi)
Pendorong aktivitas dan kemajuan masyarakat di berbagai bidang
TUJUAN DIDIRIKANNYA BUMN (BADAN USAHA MILIK NEGARA)

 Memberikan sumbangan pendapatan (penerimaan) negara dan berperan dalam


memajukan perekonomian.
 Mendapatkan keuntungan demi kepentingan negara.
 Menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa bermutu
tinggi dan memadai bagi pemenuhan kebutuhan hidup orang banyak.
 Perintis kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan oleh pihak swasta dan koperasi.
 Memberikan bimbingan dan batuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah,
koperasi, dan masyarakat.
CIRI – CIRI BUMN (BADAN USAHA MILIK NEGARA)

 Pemilik badan usaha tersebut adalah pemerintah.


 Pemerintah memiliki kekuasaan absolut dalam menetapkan kebijakan dan menjalankan kegiatan usaha.
 Salah satu penyumbang kas negara (sumber pendapatan negara)
 Salah satu instrumen yang digunakan untuk mengembangkan perekonomian negara.
 Modalnya berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan, adapula modal yang diperoleh dari bantuan luar
negeri.
 Tidak ditujukan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan modal yang sekecil-kecilnya, tetapi
dibenarkan untuk mencari keuntungan. Keuntungan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk kesejahteraan
rakyat.
 Pemerintah berperan sebagai pemegang saham (minimal 51% sahamnya harus dipegang oleh pemerintah),
masyarakat juga berperan sebagai pemegang saham (maksimal 49% saham dapat dipegang oleh
masyarakat).
 Semua risiko yang mungkin terjadi akan ditanggung oleh pemerintah.
KLASIFIKASI MACAM – MACAM BENTUK BUMN (BADAN USAHA MILIK NEGARA)

Badang Usaha Perseroan (Persero)


Badan Usaha Perseroan adalah salah satu jenis BUMN yang berbentu perseroan terbatas
yang modalnya terbagi dalam saham dengan sebagian besar sahamnya dipegang oleh
pemerintah (minimal 51%) dengan tujuan utamanya untuk mengejar keuntungan.
Perseroan Terbatas itu sendiri merupakan badan hukum yang dapat memiliki harta
kekayaan, menandatangi perjanjian, mengadakan utang-piutang, memiliki hak dan
kewajiban seperti orang-orang pribadi.
Badan Usaha Umum (Perum)
Badan Usaha Umum (Perum) adalah jenis BUMN yang seluruh modalnya dimiliki oleh
pemerintah dan tidak berbentuk saham.
MANFAAT DIBENTUKNYA BUMN (BADAN USAHA MILIK NEGARA)

 Memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh kebutuhan hidup


berupa barang dan jasa.
 Membuka dan memperluas lapangan kerja.
 Mencegah monopoli pasar oleh pihak swasta dalam pemenuhan barang dan jasa.
 Meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam komoditi ekspor berupa penambahan
devisa baik migas atau non migas.
 Mengisi kas negara yang bertujuan memajukan dan mengembangkan
perekonomian negara.
SEKIAN
DAN
TERIMA KASIH