Anda di halaman 1dari 32

KELOMPOK 5

LEONARDO MP. SIBURIAN


PUTRI PRATIWI
REKA YOHANA
RICARDO J. TUMANGGOR
THYA DWIANA R
BIOLOGI DIK E 2017

ENZIM
A. Sejarah Enzim

Ahli fisiologi Jerman Wilhelm Kuhne,


pertama kali menggunakan istilah
enzyme yang berasaldari bahasa
Yunani.

Menurut Kuhne (1878), enzim berasal


dari kata in + zyme yang berarti
sesuatu di dalam ragi.
(Salisbury,1992).
Gambar 1. Wilhelm Kuhne
 Pada awalnya, enzim dikenal sebagai protein yang telah berhasil
mengisolasi urease dari tumbuhan kara pedang. Urease adalah enzim
yang dapat menguraikan urea menjadi C02 dan NH3. Kemudian makin
banyak enzim yang telah dapat diisolasi dan telah dibuktikan bahwa
enzim tersebut ialah protein.

Dari hasil penelltian para ahli biokimia ternyata banyak enzim


mempunyai gugus bukan protein, jadi termasuk golongan protein
majemuk. Gugus bukan protein ini disebut dengan kofaktor ada yang
terikat kuat pada protein dan ada pula yang tidak terikat kuat oleh
protein. Gugus terikat kuat pada bagian protein artinya sukar terurai
dalam larutan yang disebut dengan Prostetik, sedang yang tidak begitu
terikat kuat (mudah dipisahkan secara dialisis) disebut dengan
Koenzim. Keduanya ini dapat memungkinkan enzim bekerja terhadap
substrat (Harahap,2012)
B. APA ITU ENZIM?
• Sel dapat mengatur lintasan metabolik yang mana yang berjalan
dan seberapa cepatnya, dengan cara memproduksi katalis yang
tepat yang dinamakan ENZIM, dalam jumlah yang sesuai dan
pada saat diperlukan.

• Enzim adalah biomolekul yang berfungsi sebagai katalis


(senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi)
dalam suatu reaksi kimia

• Enzim tidak tersebar merata di dalam sel. Pada tumbuhan enzim


yang berfungsi dalam fotosintesis berada di kloroplas, banyak
enzim yang berperan dalam respirasi aerobik hanya berada di
mitokondria, sedangkan enzim respirasi lainnya terdapat di
sitosol (Salisbury, Ross.1995)
• Dapat disimpulkan :
Enzim adalah molekul protein yang berperan sebagai biokatalis
dan berfungsi untuk mengkatalisis reaksi-reaksi metabolisme yang
berlangsung pada mahkluk hidup. Fungsi ini dipengaruhi oleh
faktor lingkungannya seperti temperatur, keasaman (pH),
konsentrasi substrat, konsentrasi enzim dan aktivator.

• Pertumbuhan tanaman yang berasal dari biji diawali dari proses


perkecambahan. Dalam pertumbuhannya memerlukan energi, dan
energi tersebut berasal dari perombakan bahanbahan organik
seperti karbohidrat lemak dan protein,. Enzim yang digunakan
untuk merombak protein adalah enzim protease, perombakan
lemak adalah enzim lipase dan pati memerlukan enzim amilase.
Enzim-enzim tersebut secara bersamaan dihasilkan tumbuhan
selama proses perkecambahan (Hasan, dkk.2012)
Sifat-Sifat Enzim
• Dapat terdenaturasi oleh panas. Setiap enzim memiliki kisaran
suhu tertentu untuk mecapai aktivitas yang optimum. Rentang
suhu yang diujikan dimulai dari 25ᵒC sampai 60ᵒC selama 30
menit (Elawati, 2018),
• Terpresitasikan atau terendapkan oleh senyawa-senyawa
organik cair seperti etanol dan aseton juga oleh garam-garam
organik berkonsentrasi tinggi seperti ammonioum sulfat,
• Memiliki bobot molekul yang relatif besar sehinggga tidak dapat
melewati membran semi permeabel atau tidak dapat terdialisi
• Enzim aktif dalam jumlah yang sedikit. Dalam reaksi biokimia
hanya sejumlah kecil enzim yang dibutuhkan untuk mengubah
sejumlah besar substrat menjadi produk hasil (Poedjiadi,
1994).
• Enzim yang diisolasi dari sumber alamnya dapat
dipakai secara in vitro untuk penelitian secara rinci
reaksi-reaksi yang dikatalisis. Laju reaksi dapat
diubah dengan mengubah parameter-
parameternya seperti pH, suhu dan dengan
mengubah secara kualitatif maupun kuantitatif
komposisi ion dari medianya atau dengan
mengubah ligand selain substrat atau koenzim
(Elawati dkk, 2018).
• Molekul-molekeul enzim merupakan katalis yang
sangat efisien dalam mempercepat pengubahan
substrat menjadi produk-produk akhir. Satu molekul
enzim tunggal dapat melakukan perubahan
sebanyak seribu molekul seubstrat per detik.
KLASIFIKASI ENZIM

8
Perkembangan Enzim
• Perkembangan nama enzim
1. pada awal enzim dikenal, enzim hanya
mengatalisis reaksi hidrolisis ikatan kovalen saja
nama enzim: substrat yang dikatalisis +
ase
‐ lipase
amilase mengatalisis
mengkatalisis hidrolisis lemak
hidrolisis
amilum
‐ protease mengatalisis hidrolisis
protein
lanjutan
2. Menekankan tipe reaksi yang
dikatalisisnya Contoh:
‐enzim de‐hidrogenase: mengatalisis reaksi
pelepasan hidrogen
‐ enzim transferase: mengkatalisis reaksi
gugus
pemindahan sehingga makin banyak enzim yang
ditemukan ketidak jelasan semakin tampak
KLASIFIKASI ENZIM
1. Oksidoreduktase: mengatalisis reaksi oksidasi dan reduksi
(pemindahan elektron atau ion hidrida atau ato H)

2. Transferase: mengatalisis reaksi pemindahan gugus dari


suatu molekul donor ke molekul aseptor (‐metil, ‐glikosil)

3. Hidrolase; mengkalisis reaksi pemecahan hidrolistik C‐C, C‐O,


C‐N, P‐O, ikatan lain tertentu termasuk ikatan asam anhidrida
(reaksi hidrolisis: transfer gugus fungsional ke air)
Lanjutan
4. Liase: mengkatalisis pemecahan C‐
C, C‐O,
C‐N, dan ikatan lain dng eliminasi yang menghasilkan ikatan
rangkap dan juga penambahan gugus pd ikatan rangkap

5. Isomerase: mengkatalisis pemindahan geometrik atau


struktural dalam suatu molekul tunggal (pemindahan gugus
dalam molekul untuk menghasilkan bentuk‐bentuk isomer)

6. mengkatalisis penggabungan bersama 2 molekul (pembentukan


ikatan C‐C, C‐O, C‐S, C‐N oleh pasangan reaksi kondensasi ke
pemecahan ATP
TRANSFERASE
Enzim ini berfungsi untuk memindahkan gugus
fungsional antara donor dan aseptor
Gugus amino, asil, fosfat, satu karbon dan
glikosil merupakan separo bagian yang
dipindahkan
Aminotransferase (transaminase) memindahkan
gugus amino dari satu asam amino ke asam α keto
penerima, menghasilkan pembentukan asam amino
baru dan asam keto baru.

13
Kinase merupakan enzim yang mengkatalisis
pemindahan gugus γ fosforil yang secara kimiawi
labil dari ATP atau nukleosida trifosfat yang lain
ke alkohol atau gugus amino penerima.
Penerima ini dapat berupa molekul organik kecil
seperti glukosa atau makromolekul, seperti
protein.

14
HIDROLASE
• Kelompok enzim ini dapat dianggap sebagai
kelompok khusus dari transferase dimana gugus
donor dipindahkan ke air.
•Reaksi secara umum termasuk pemutusan hidrolitik
ikatan C‐O, C‐N, O‐P, dan C‐S.
• Pemutusan ikatan peptida merupakan contoh yang
bagus untuk reaksi ini.

15
CARA KERJA ENZIM

ENZIM JUGA DAPAT DIBEDAKAN MENJADI EKSOENZIM DAN


ENDOENZIM BERDASARKAN TEMPAT KERJANYA, DITINJAU DARI
SEL YANG MEMBENTUKNYA. EKSOENZIM IALAH ENZIM YANG
AKTIVITASNYA DILUAR SEL. ENDOENZIM IALAH ENZIM YANG
AKTIVITASNYA DIDALAM SEL.
ENZIM BEKERJA DENGAN CARA MENEMPEL PADA
PERMUKAAN MOLEKUL ZAT-ZAT YANG BEREAKSI DAN DENGAN
DEMIKIAN MEMPERCEPAT PROSES REAKSI. PERCEPATAN
TERJADI KARENA ENZIM MENURUNKAN ENERGI PENGAKTIFAN
YANG DENGAN SENDIRINYA AKAN MEMPERMUDAH TERJADINYA
REAKSI. SEBAGIAN BESAR ENZIM BEKERJA SECARA KHAS, YANG
ARTINYA SETIAP JENIS ENZIM HANYA DAPAT BEKERJA PADA
SATU MACAM SENYAWA ATAU REAKSI KIMIA.
Ada dua cara kerja enzim, yaitu:
A. Model kunci gembok (block and key).
Enzim dimisalkan sebagai gembok karena
memiliki sebuah bagian kecil yang dapat
berikatan dengan substrat bagian tersebut yang
disebut sisi aktif. Substrat dimisalkan sebagai
kunci karena dapat berikatan secara pas
dengan sisi aktif enzim (gembok).
Pada model ini sisi aktif enzim dapat berubah bentuk sesuai dengan bentuk substratnya.

b. Induksi Pas (Model Induced Fit)


Pada model ini sisi
aktif enzim dapat
berubah bentuk sesuai
dengan bentuk
substratnya.

Gambar 1 : Induksi Pas (Model


Induced Fit)
Enzim proteolitik merupakan kelas khusus dari
hidrolase yang disebut peptidase.
Fosfatase merupakan enzim yang memindahkan
gugus fosfat dengan gugus hidroksil dari air.
Pada protein fosfatase, kerjanya adalah untuk
meniadakan pengaruh dari protein kinase.

19
LIASE
• Liase menambahkan atau memindahkan unsur‐unsur
air, ammonia, atau karbondioksida.
• Dekarboksilase memindahkan unsur CO2 dari asam
keto α atau β atau asam amino.
• Dehidratase memindahkan H2O pada reaksi
dehidrasi.
• Fumarase merubah fumarat menjadi malat

2
0
Isomerase
Terdapat berbagai macam enzim yang
mengkatalisis isomerisasi dari berbagai tipe.
Termasuk interkonversi cis‐trans dan aldosa‐
ketosa.
Isomerase yang mengkatalisis inversi pada
atom karbon asimetri adalah epimerase atau
rasemase

2
1
Mutase melibatkan pemindahan intramolekuler dari
suatu kelompok seperti fosforil.
Pemindahan ini dapat terjadi secara langsung tapi
melibatkan enzim terfosforilasi sebagai perantara.
Fosfogliserat mutase mengkatalisis konversi 2‐
fosfogliserat menjadi 3‐fosfogliserat

2
2
LIGASE
• Enzim ligase berperan dalam reaksi sintesis dimana 2
molekul digabungkan dengan energi dari ikatan fosfat
berenergi tinggi dari ATP.
• Istilah sintetase digunakan untuk sebagian kelompok
dari enzim ini.

2
3
Faktor-Faktor yang Mernpengaruhi Kerja
Enzim

Kerja Enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor utama


yaitu :
Temperatur

Derajat keasaman (PH)

Konsentrasi Enzim dan substrat

Inhibitor Enzim
A.Temperatur

Enzim tersusun dari protein, maka enzim sangat peka


terhadap temperature. Temperature yang terlalu tinggi
dapat menyebabkan denaturasi protein. Temperature
yang terlalu rendah dapat menghambat reaksi. Pada
umumnya temperatur optimum enzim adalah 30-400C.
Kebanyakan enzim tidak menunjukkan reaksi jika suhu
turun sampai Oc , namun enzim tidak rusak, bila suhu
normal maka enzim akan aktif kembali. enzim tahan pada
suhu rendah, namun rusak diatas suhu 5OOc.
Molekul enzim pada umumnya adalah protein globular, bentuk
dan fungsinya dapat dipengaruhi oleh perubahan pH cairan di
sekitarnya. Enzim memiliki pH optimum yang dapat bersifat
basa maupun asam. Sebagian besar enzim memiliki pH
optimum antara 6 – 8. Perubahan pH mengakibatkan sisi aktif
enzim berubah keefektifannya dalam membentuk kompleks
enzim – substrat, sehingga dapat menghalangi terikatnya
substrat pada sisi aktif enzim.
C.Konsentrasi Enzim dan substrat

Semakin besar konsentrasi enzim akan meningkatkan kecep


reaksi. Peningkatan kecepatan reaksi akan terus bertambah hi
tercapai kecepatan konstan yakni jika semua substrat sudah te
oleh enzim. Konsentrasi enzim berbanding lurus dengan kecep
reaksi.
Bertambahnya konsentrasi substrat dalam suatu reaksi
meningkatkan kecepatan reaksi jika jumlah enzim dalam r
tersebut tetap. Namun, ketika semua sisi aktif enzim sedang bek
penambahan konsentrasi substrat tidak dapat meningka
kecepatan reaksi.
D.Inhibitor Enzim
Inhibitor Kompetitif
Inhibitor kompetitif (inhibitor irreversible) merupakan molekul
penghambat kerja enzim yang bekerja dengan cara bersaing
dengan sisi aktif enzim. Inhibitor kompetitif
(inhibitor irreversible) berikatan secara kuat pada sisi aktif
enzim. Pengikatan ini berlangsung bolak-balik sehingga
persentase penghambatan untuk tingkat inhibitor yang tetap
menjadi berkurang kalau substratnya ditambah.

Inhibitor Nonkompetitif
Inhibitor nonkompetitif adalah molekul penghambat kerja enzim
yang bekerja dengan cara melekatkan diri pada luar sisi aktif
enzim, yang dapat menyebabkan sisi aktif enzim berubah dan
tidak dapat berfungsi lagi. Sehingga substrat tidak dapat
berikatan dengan sisi aktif enzim. Inhibitor ini tidak dapat
dihilangkan walaupun dengan menambahkan substrat.
CARA KERJA ENZIM
Enzim juga dapat dibedakan menjadi eksoenzim dan
endoenzim berdasarkan tempat kerjanya, ditinjau dari sel yang
membentuknya. Eksoenzim ialah enzim yang aktivitasnya diluar
sel. Endoenzim ialah enzim yang aktivitasnya didalam sel.
Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan
molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat
proses reaksi. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi
pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah
terjadinya reaksi. Sebagian besar enzim bekerja secara khas, yang
artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam
senyawa atau reaksi kimia.
Ada dua cara kerja enzim, yaitu:
A. Model kunci gembok (block and key).
Enzim dimisalkan sebagai gembok karena
memiliki sebuah bagian kecil yang dapat
berikatan dengan substrat bagian tersebut yang
disebut sisi aktif. Substrat dimisalkan sebagai
kunci karena dapat berikatan secara pas
dengan sisi aktif enzim (gembok).
b. Induksi Pas (Model Induced Fit)

Pada model ini sisi aktif


enzim dapat berubah
bentuk sesuai dengan
bentuk substratnya.

Gambar 1 : Induksi Pas (Model


Induced Fit)