Anda di halaman 1dari 27

KELOMPOK 8

Kiki Mariska(1632510333)
Ratnasari Silaban(1632510317)
Vika Utami (1632520465)
AKUNTANSI PINJAMAN
YANG DIBERIKAN
Dalam pembahasan mengenai akuntansi pinjaman yang
diberikan terdapat jenis- jenis kredit berdasarkan
kegunaannya. Kredit-kredit tersebut mencakup antara lain:
A. kredit modal kerja,
B.kredit investasi,
C.serta kredit konsumtif
A. Kredit Modal Kerja

Yaitu kredit yang diberikan dengan tujuan untuk membiayai atau menambah
modal kerja usaha. Misalnya untuk pembelian barang- barang dagangan, pembelian
bahan baku, beban produksi, beban operasional untuk industry dan lain-lain.

Ketentuan Kredit Modal Kerja


• Mempunyai usaha yang layak dibiayai.
• Mempunyai izin-izin usaha, misalnya SIUP, TDP, dll
• Maksimum jangka waktu kredit 1 tahun.
• Agunan (jaminan) utama adalah usaha yang dibiayai. Debitur
menyerahkan agunan tambahan jika menurut penilaian Bank
diperlukan.
Karakteristik Akuntansi Kredit Modal Kerja

1. Saldo rekening pinjaman di bank pada tanggal tertentu disajikan dineraca


sebelah debet sesuai dengan kategori jenis kreditnya

2. Saldo pinjaman berasal dari saldo rekening buku besar pinjaman yang
diberikan

3. Pembukuan bunga pinjaman serta biaya administrasi bulanan dibukukan pada


akhir bulan, otomatis oleh system komputerisasi perbankan

4. Pembukuan biaya adm untuk cek bilyet giro otomatis oleh system pada saat
penyerahan buku-buku tersebut.

5. Setiap terjadi transaksi tunai maupun non tunai berupa penyetoran atau
penambahan dari rekening pinjaman akan dibukukan disebelah debet.

6. Pendapatan bunga credit perfoming diakui secara acrual, sedangkan non


performing diakui secara cash basis
CONTOH KASUS
Transaksi Kredit Modal Kerja
Pada tabggal 1 juli 2016, bank abc cabang bekasi memberikan kredit KUR kepada debitur H.muin, pedagang dan
distributor material di bekasi dengan data sesuai perjanjian kredit sebagai berikut :
 
Tujuan kepemilikan : dimiliki hingga jatuh tempo
Jenis kredit : kredit modal kerja – kredit usaha rakyat
Sifat : rekening koran
Maksimum kredit : Rp. 150.000..000.-
Jangka waktu : 1 tahun atau 12 bulan
Suku bunga : 16% / tahun efektif atau 1,333 % / bulan
Provisi : 0,5 % atau Rp 750.000.-
 
Data lainnya :
• Bank membebankan fee pengelolaan rekening sebesar Rp 25.000.- per bulan
• Beban bank yang dapat diatribusikan secara langsung sebesar Rp10.000.000.-
• Pembayaran premi ke pt askrindo sebesar 1,5 % dan
• Beban ppap bank untuk kredit lancar sebesar 1 % dari limit kredit
• Biaya yang timbul menjadi beban debitur terdiri dari : biaya notaries Rp 1.500.000.- dan asuransi barang jaminan
pokok dan jaminan tambahan kepada pt asuransi gelora sebesar Rp 500.000.-
• Pelunasan kredit dilakukan diakhir periode kredit
Asumsi :
•debitur memenuhi seluruh kewajiban dengan lancar
•suku bunga kredit sama dengan suku bunga pasar dan pembayaran
•Bunga dibebankan secara langsung ke rek.pinjaman debitur Secara otomatis oleh
sistem pinjaman perbankan.

Diminta :
Berdasarkan data tersebut di atas, buatlah jurnal akuntansi yang berhubungan dengan
pemberian kredit kmk-kur tersebut, apabila kredit dengan suku bunga tetap.

Transaksi setelah persetujuan pemberian fasilitas kredit :


•Jurnal transaksi pembukuan kewajiban komitmen fasilitas kredit (sistem)
•Jurnal pembukuan provisi kredit
•Jurnal transaksi pembayaran provisi kredit
•Jurnal pencadangan penghapusan aset produktif (ppap)
•Jurnal pembebanan biaya bank (jika ada) berupa biaya biaya asuransi dan biaya notaris
B. Kredit Investasi
Yaitu Kredit jangka menengah/panjang yang diberikan kepada (calon) debitur untuk
membiayai barang-barang modal dalam rangka rehabilitasi,modernisasi, perluasan
ataupun pendirian proyek baru, misalnya untuk pembelian mesin-mesin, bangunan
dan tanah untuk pabrik, yang pelunasannya dari hasil usaha dengan barang-barang
modal yang dibiayai.

Ketentuan Kredit Investasi (KI)


• Jangka waktu KI
• Jangka waktu KI di tetapkan dengan memperhatikan kemampuan membayar kembali dari
debitur dan harus didasarkan atas hasil penelitian kelayakan yg sebenarnya (feasibility
report). Jangka waktu KI Maksimal 10 tahun termasuk masa tenggang maksimal 4 tahun
• Bunga Kredit Investasi
• Diperhitungkan secara bunga berbunga (coumpounding interest) di perhitungkan setiap
bulan dari saldo debet KI dan dibebankan / ditagihkan kepada nasabah setiap triwulan
takwin atau semesteran dan harus di bayar efektif oleh nasabah tepat pada waktunya
• Bunga Tertunggak
Akan dikenakan denda bunga dan besarnya sesuai dengan kebijakan masing-masing bank
Karakteristik Akuntansi Kredit Investasi
1. Saldo rekening pinjaman KI di bank pada tanggal tertentu disajikan di neraca sebelah
debet sesuai dengan kategori jenis kreditnya. Karna merupakan piutang bank dan
memuat secara gabungan seluruh saldo rekening pinjaman nasabah bank yg
bersangkutan.
2. Saldo pinjaman berasal dari saldo akun rekening buku besar pinjaman yg di berikan
kredit investasi, sedangkan rincian dari pemilik rekening pinjaman terdapat pada
daftar saldo rekening pinjaman yg merupakan buku tambahan dari buku besar
pinjaman yg diberikan dan berisikan rincian nama-nama dari pemegang rekening
beserta jumlah saldo rekening masing-masing nasabah di bank.
3. Transaksi yg ada direkening Kredit Investasi hanya berupa penarikan atau setoran
angsuran pelunasan kredit.
4. Pembukuan bunga pinjaman serta biaya administrasi bulanan dibukukan pada akhir
bulan, yg biasanya di setor tunai atau dibebankan langsung ke rekening pinjaman
KMK (jika mendapat kredit modal kerja) atau ke rekening giro nasabah, secara
otomatis oleh system komputerisasi perbankan.
5. Perhitngan bunga dihitung atas dasar suku bunga efektif menurut hari sebenarnay
atau 1 tahun. Jika pinjaman dengan suku bunga tetap yg besifat flat menggunakan
suku bunga efektif yg telah di modifikasi.
6. Pembayaran untuk angsuran pokok kredit dilakukan ke rekening giro debitur oleh
system perbankan secara otomatis, rekening giro debitur akan didebit dan rekening
kredit investasinya akan di kredit sesuai skedul angsuran yg telah ditetapkan.
CONTOH KASUS
Transaksi Kredit Investasi
Pada tanggal 1 juli 2012, Bank XYZ kantor cabang jatinegara memberikan kredit KI KUR kepada PT.
Sentosa Jaya di Jakarta, dengan data sesuai perjanjian kredit sbb:

Tujuan kepemilikan : Dimiliki hingga jatuh tempo


Jenis kredit : Kredit Investasi – Kredit Usaha Rakyat (KI-KUR)
Sifat : Aflopend
Limit/Plafond kredit : Rp.100.000.000
Jangka waktu : 2 tahun
Suku bunga efektif : 16% /tahun atau 1,333%/ bulan
Provisi : 0,5 %

Data lainnya :
• Bank membebankan fee pengelolaan rekening sebesar Rp.25.000 / bulan
• Beban Bank yg dapat diatribusikan secara langsung sebesar Rp.10.000.000
• Pembayaran premi ke PT. Askrindo sebesar 1,5% dari limit kredit atau Rp.1.500.000
• Biaya yg timbul menjadi beban debitur terdiri dari : biaya notaries ABC Rp. 1.300.000 dan
asuransi barang jaminan pokok dan jaminan tambahan kepada PT. Asurans sebesar Rp.1.000.000
•Skedul penarikan dan angsuran kredit :
No Tanggal Limit / Angsuran Saldo Debet
. Penarikan
1 01/07/20 Rp 100.000.000 0 Rp
12 100.000.000
2 01/01/20   Rp Rp
13 25.000.000 75.000.000
3 01/07/20   Rp Rp
13 25.000.000 50.000.000
4 01/01/20   Rp Rp
14 25.000.000 25.000.000
5 01/07/20   Rp LUNAS
14 25.000.000

•Pelunasan kredit dilakukan sesuai schedule angsuran yg telah di tentukan oleh


bank
Asumsi :
•Debitur memenuhi seluruh kewajibannya dengan lancer
•Suku bunga kredit sama dengan suku bunga pasar dan pembayaran bunga
dibebankan secara langsung ke rekening gito debitur secara otomatis oleh
system
Diminta : Berdasarkan data tersebut diatas buatlah jurnal akuntansi yg
berhubungan dengan pemberian kredit KI-KUR tersebut diatas apabila kredit
diasumsikan dengan suku bunga tetap.
Solusi:
•Berdasarkan data diatas, dapat diketahui beban / pendapatan yg dapat diatribusikan secara
langsung sebesar Rp.10.000.000 dengan demikian beban / pendapatan bank dapat langsung
di posting sebagai beban / pendapatan bank
•Kredit bersifat Aflopend, maka transaksi di rekening KI-KUR hanya berupa penarikan dan
penyetoran sbg angsuran debitur sesuai schedule penarikan dan pembayaran KI-KUR
•Jurnal transaksi atas persetujuan pemberian fasilitas kredit terdiri dari
1. Transaksi setelah persetujuan pemberian fasilitas kredit
2. Transaksi berupa penarikan atau angsuran pembayaran di rekening KI-KUR debitur

Transaksi tersebut akan di posting di menu computer teller bank sesuai dengan jenis
transaksi sbb:
3. Transaksi setelah persetujuan pemberian fasilitas kredit
Jurnal akuntansi yg behubungan dengan pinjaman setelah persejutujuan pemberian kredit
oleh bank antara lain terdiri dari:
4. Jurnal transaksi pembukuan kewajiban komitment
5. Jurnal transaksi pembayaran provisi kredit
6. Jurnal transaksi pendapatan provisi kredit
7. Jurnal Pencadangan Penghapusan Aset Produktif (PPAP)
8. Pembebanan biaya bank (jika ada) berupa biaya asuransi dan biaya notaries
9. Jurnal saat penarikan kredit oleh kreditur
10. Jurnal transaksi pembebanan fee kelolaan rekening dan pembebanan bunga pada
akhir bulan
C. Kredit Konsumtif

Yaitu adalah salah satu jasa yang diberikan oleh bank dalam bentuk

kredit yang ditunjukan untuk membiayai kebutuhan nasabah

terutama yang berhubungan dengan kegiatan konsumsi, misalnya :

pembelian motor, mobil dan barang elektronik yang bertujuan

untuk pemakaian barang pribadi. Kredit konsumsi memiliki bunga

yang relative tinggi dibanding kredit investasi dan modal


Jenis- Jenis Akuntansi Kredit Konsumtif

•Kredit pemilikan rumah (KPR)


KPR adalah pemberian kredit kepada debitur yang digunakan untuk
tujuan pembelian atau renovasi rumah. Penarikan dapat dilakukan
sekaligus atau bertahap sedangkan pembayaran diangsur bulanan dengan
sistem angsuran (anuitas)
•Kredit pemilikan apartemen (KPA)
Kredit yang diberikan kepada perorangan untuk tujuan membeli,
memugar (renovasi) apartemen dalam jangka waktu tertentu.
•Kredit pemilikan Rukan, Ruko atau Kios
Kredit yang diberikan kepada perorangan dengan tujuan membeli,
memugar (renovasi) Rukan, Ruko atau kios
•Kredit kendaraan bermotor
Pemberian kredit kepada debitur yang digunakan untuk tujuan pembelian
mobil atau kendaraan bermotor lainnya. Penarikan hanya dapat dilakukan
sekaligus , sedangkan pembayarannya diangsur dengan sistem angsuran
(anuitas).
Suku bunga
Berdasarkan daftar Statistik Perbankan Indonesia Januari 2012, yang dikeluarkan
Bank Indonesia (BI), tingkat suku bunga kredit dalam bank umum berada dalam
kisaran 13%, sedangkan BI Rate berada pada angka 6% dan jumlah kredit
konsumsi yang beredar saat ini sejumlah 660.247 miliar rupiah atau sekitar 30%
dari jumlah kredit yang beredar dimasyarakat , bahkan kredit konsumsi memiliki
jumlah lebih besar disbanding kredit investasi. Jumlah kredit konsumsi yang
terbesar saat ini berada dijakarta yaitu 231.207 miliar rupiah atau hampie
setengah dari jumlah kredit konsumsi diseluruh Indonesia.

Resiko kredit konsumtif


Kredit konsumsi memiliki resiko yang tinggi. Pertama, tingginya resiko kredit
konsumen sangat berhubungan dengan kondisi keuangan, ekonomi seseorang
atau keluarga. Sehingga jika nasabah memiliki penyakit yang parah, kehilangan
pekerjaan atau mengalami tragedi atau kecelakaan maka akan mempengaruhi
pembayaran kredit mereka. Kedua, biaya yang tinggi dari kredit konsumen
terkait dengan nominal yang kecil dan jumlah yang banyak, sehingga
meningkatkan biaya transaksi yang tinggi bagi bank.
Prinsip penilaian kredit

Ada beberapa prinsip penilaian dalam melakukan penilaian atas permohonan kredit, maksud
penilaian atas permohonan kredit adalah meletakan kepercayaan untuk mengindari hal-hal
yang tidak diinginkan dikemudian hari akan berakibat kegagalan usaha dan kemacetan total
kreditnya. Berikut ini merupakan beberapa prinsip penilaian kredit :

Prinsip 5 C
•Character (watak atau kepribadian) dari calon debitur merupakan salah faktor yang harus
dipertimbangkan sebagai yang paling penting, sebelum memutuskan untuk memberikan kredit
kepadanya.
•Capacity (kemampuan) calon debitur perlu diketahui dan diteliti oleh bank (calo kreditur)
•Capital (modal) calon debitur perlu diketahui dan oleh bank (calon kreditur) selain dari
jumlahnya perlu diketahui pula strukturnya.
•Conditional of economiy (kondisi perekonomian) yang mendorong calon debitur perlu
mendapatkan sorotan dari bank (calon kreditur)
•Collateral (jaminan, agungan) atas setiap kredit berupa harta benda milik debitur atau pihak
lain yang menjaminnya diikat sebagai agunan. Andai pada suatu saat debitur tidak mau
menyelesaikan kreditnya, maka aguanan tersebut diambil alih atau dilelang oleh kreditur
setelah peradilan memberikan pengesahan.
Prinsip 5 P
•Party (Golongan) dari calon-calon peminjam. Bank perlu menggolongkan calon-calon
debiturnya menjadi beberapa golongan menurut :
•Purpose (Tujuan) penggunaan kartu kredit menurut calon debitur perlu diketahui oleh bank
(calon kredituer), mengingat erat sekali hubungannya dengan economy Condition. Bank perlu
tahu apakah itu akan mempunyai aspek ekonomis dan aspek sosial yang positif.
•Payment (Sumber Pembayaran) bank harus perkirakan apakah calon debitur akan mampu
memperoleh pendapatan dalam jumlah yang cukup untuk dipergunakan sebagai pengembalian
kredit dan bunganya.
•Profitabilitas (Kemampuan memperoleh laba) calon kreditur harus tahu apakah pemebelian
kredit tersebut menimbulkan keuntungan untuk bank (calon kreditur) tersebut.
•Protection (Perlindungan) atas jaminan yang diberikan oleh calon kreditur itu cukup aman.

Prinsip 3 R
•Return (Hasil yang dicapai) hasil yang dicapai oleh perusahaan calon debitur diukur oleh
analisis akan mencakupi untuk mengembalikan kredit atas bunganya.
•Repayment (Pembayaran kembali) oleh debitur harus sudah dapat diramaikan oleh analisis
•Risk Bearing Ability (Kemampuan untuk menanggung resiko) sangat memperoleh perhatian
analisis. Pengendalian analisis dikaitkan dengan adanya kemungkinan kegagalan usaha calon
debitur.
Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Kredit Konsumsi
•Bunga kupon (coupon rate)
Bunga kupon adalah tingkat bunga yang dijanjikan oleh penerbit sekuritas sesuai dengan kontrak.
Penerbit kontrak atau debitur menyetujui untuk melakukan pembayaran sejumlah bunga tertentu saat
melakukan obhgasi atau sekuritas lam.
•Metode bunga sederhana
Metode bunga sederhana digunakan untuk dibebankan kepada debitur terhadap bunga pinjaman atau
sekuritas selama jangka waktu pinjaman. Jumlah pembayaran bunga akan menurun apabila sebagian
pembayaran dilunasi.
•Add-on rate ofinterest
Metode add-on rate ofinterest adalah dimana bunga dihitung dari seluruh pokok pinjaman ditambah
bunga pinjaman dibagi jumlah angsuran. Metode ini meningkatkan jumlah bunga, meskipun pokok
pinjaman telah diangsur, tetapi bunga yang harus dibayar sebesar 1 tahun. Hal ini terjadi karna jumlah
rata-rata yang dipinjam menurun jika sebagian dibayar.
•Metode diskon (discount method)
Dengan metode ini bunga ditentukan sebelum pinjaman dikeluarkan. Kemudian bunga dikurangkan dari
jumlah pokok pinjaman, selanjutnya selisih diberikan kepada debitur.
•Compound interst
Beberapa institusi keuangan, khususnya bank komersial dan institusi pinjaman non bank membayar
compound interst kepada para nasabahnya pada tanggal tertentu. Pada metode ini bunga dihitung dari
pokok pinjaman. Ditambah besarnya bunga. Jadi, bunga yang dibebankan periode tersebut akan
menambah jumlah pokok ketika menghitung jumlah bunga periode yang akan datang. Biasanya bank
atau institusi yang menerapkan metode ini harus mengungkapkan hal ini kepada nasabah atau kreditur
sebelum kontrak dilakukan. Ini diwajibkan kepada bank atau institusi yang bersangkutan kepada nasabah
untuk menghindari manipulasi.
Thanks
for your
attention