Anda di halaman 1dari 19

BY : BUDI ARTINI

 Pemeriksaan fisik harus dilakukan secara


komprehensif.
 Beberapa hal yg perlu diperhatikan :
1. Tetap menjaga kesopanan.
2. Memilih cara komunikasi yang tepat (bahasa
daerah, usia, kondisi pasien).
3. Mengatur pencahayaan & lingkungan yg
memadai.
4. Mempertimbangkan tahap pertumbuhan &
perkembangan pasien.
5. Melakukan pencatatan yg akurat.
6. Mengambil tindakan yg sesuai dgn masalah atau
kondisi pasien.
 Riwayat Kesehatan
Riwayat kesehatan merupakan sumber
data subjektif tentang status kesehatan
pasien yg memberikan gambaran
tentang masalah kesehatan aktual
maupun potensial.
Untuk membantu pasien dalam
mengutarakan masalah/keluhannya
secara lengkap, kita dapat
menggunakan analisis simtom PQRST.
PQRST :

 P (Provokatif atau Paliatif)  Apakah yg


menyebabkan gejala? Apa saja yg dapat
mengurangi atau memperbaiki gejala?
 Q (Kualitas atau Kuantitas)  Bagaimanan
gejala dirasakan, nampak atau terdengar?
Sejauh mana Anda merasakannya sekarang?
 R (Regional/Area Radiasi)  Dimana gejala?
Apakah menyebar?
 S (Skala Keparahan)  Seberapakah
keparahan dirasakan? Dpt dinilai dgn
menggunakan skala 1 – 10
 T (Timing)  Awitan. Tanggal dan jam gejala
terjadi.
 Wawancara
Dgn melakukan wawancara, perawat dpt
mengetahui keluhan atau masalah
pasien serta dapat membantu pasien
dlm bertindak utk menanggapi keluhan
atau masalah tersebut.
 Keadaan umum pasien diamati mulai saat
pertama kali bertemu dengan pasien,
dilanjutkan sewaktu mengukur tanda-tanda
vital (tekanan darah, suhu, pernapasan,
denyut nadi) dan sewaktu mengukur tinggi
badan dan berat badan. Bila pasien berbaring
amati dari kepala ke kaki.
 Keadaan sakit pasien; dapat dilaporkan sebagai berikut :
◦ Pasien tampak sakit berat
◦ Pasien tampak sakit sedang
◦ Pasien tampak sakit ringan
◦ Pasien tidak tampak sakit
Penilaian ini dilengkapi dengan data objektif dari
hasil pengamatan (inspeksi) :
◦ Pasien menggunakan oksigen
◦ Pasien menggunakan N.G.T
◦ Pasien menggunakan respirator
◦ Pasien terpasang cairan infus
◦ Pasien sangat sesak
◦ Pasien bisa makan sendiri
◦ Pasien bisa jalan-jalan

Amati pula status gizi, apakah tergolong gemuk,


normal, atau kurus.
Selama pemeriksaan lihat cara berbaring dan
mobilisasi pasien, apakah aktif atau pasif,
sikap terpaksa karena nyeri, apati atau gelisah.
Kesadaran pasien diamati apakah sadar penuh,
apati, somnolen, delirium, semikoma, atau
koma.
 Tanda-tanda vital diukur setelah pasien
diatur dalam posisi yang nyaman serta
keadaan umum diketahui.
 Hal-hal yg perlu diukur : tekanan darah,

suhu, nadi, dan pernapasan, serta berat


badan dan tinggi badan.
 Beberapa hal yang perlu dipersiapkan
sebelum pengkajian fisik, antara lain :
1. Persiapan ruangan  menjaga privasi
pasien.
2. Peralatan  untuk mengukur TTV, utk
neurologi, dll.
3. Pasien  dianjurkan buang air kecil terlebih
dahulu.
 Inspeksi
Inspeksi merupakan proses observasi dgn menggunakan
mata. Inspeksi dilakukan untuk mendeteksi tanda-tanda
fisik yg berhub. dgn status fisik.
Mulai melakukan inspeksi pada saat pertama kali bertemu
dgn pasien.
Cara kerja inspeksi :
1. Atur pencahayaan yg cukup sebelum melakukan inspeksi.
2. Atur suhu dan suasana ruangan yang nyaman.
3. Buka bagian yg diinspeksi dan yakinkan bahwa bagian
tersebut tdk tertutp baju, selimut, dan sebagainya.
4. Bila perlu, gunakan kaca pembesar untuk membantu
inspeksi.
5. Selalu yakin dalam menetapkan apa yg Anda lihat.
6. Perhatikan kesan pertama yang meliputi perilaku, ekspresi,
penampilan umum, pakaian, postur tubuh, dan gerakan
dengan waktu yang cukup.
7. Lakukan inspeksi secara sistematis, bila perlubandingkan
satu bagian sisi tubuh dgn sisi yang lain.
 Palpasi
Palpasi dilakukan dg menggunakan
sentuhan atau rabaan.
Metode ini dikerjakan utk
mendeterminasi ciri-ciri jaringan atau
organ. Palpasi biasanya dilakukan
terakhir setelah inspeksi, auskultasi, dan
perkusi. Dalam melakukan palpasi,
hanya sentuh bagian tubuh yg akan
diperiksa.
Ada 2 jenis palpasi :
1. Palpasi ringan  dilakukan dgn cara
ujung-ujung jari digunakan secara
silmutan. Tangan diletakkan pd area
yg akan dipalpasi dan jari-jari
ditekannkan ke bwh perlahan-lahan
sampai ditemukan hasil.
2. Palpasi dalam  dikerjakan untuk
merasakan isi abdomen. Palpasi ini
dapat dilakukan dgn dua tangan shg
disebut bimanual. Satu tangan
digunakan utk merasakan bag yg
dipalpasi, tangan lainnya utk
menekan ke bawah.
1. Pastikan bahwa area yg akan dipalpasi benar-
benar tampak (tdk tertutup baju, selimut, dll).
2. Cuci tangan sampai bersih dan keringkan.
3. Beri tahu pasien tentang apa yg akan
dikerjakan.
4. Secara prinsip palpasi dpt dikerjakan dg semua
jari, tetapi jari telunjuk dan ibu jari lebih
sensitif.
5. Utk mendeterminasi bentuk dan struktur organ,
gunakan jari 2,3, dan 4 secara bersamaan. Utk
palpasi abdomen, gunakan telapak tangan &
beri tekanan dgn jari-jari secara ringan.
6. Bila diperlukan, lakukan palpasi dg dua tangan.
7. Perhatikan dg seksama muka pasien selama
palpasi utk mengetahui adanya nyeri tekan.
8. Lakukan palpasi secara sistematis & uraikan
ciri-ciri tentang ukuran, bentuk, konsistensi, &
permukaannya.
 Perkusi
Perkusi adalah metode pemeriksaan dg
cara mengetuk.
Tujuan : menentukan batas2 organ atau
bagian tubuh dg cara merasakan vibrasi
yg ditimbulkan akibat adanya gerakan
yg diberika ke bwh jaringan.
Dg perkusi : dpt membedakan apakah di
bwh jaringan itu udara, cairan, atau zat
padat.
Cara kerja perkusi
1. Buka/lepas pakaian pasien sesuai yg diperlukan.
2. Luruskan jari tengah tangan kiri, tekan bagian ujung
jari & letakkan dg kuat pd permukaan yg diperkusi.
Upayakan jari-jari yg lain tdk menyentuh permukaan
karena akan mengaburkan suara.
3. Lenturkan jari tengah tangan kanan ke atas dg
lengan bwh relaks. Pertahankan kelenturan tangan
pd pergelangan tangan
4. Gerakkan pergelangan tangan dgn cepat, jelas dan
relaks, serta ketukkan ujung jari tengah kanan pd
jari tengah tangan kiri. Arahkan pd ujung jari tengah
tangan kiri (setelah batas kuku) yg memiliki tekanan
mendesak paling besar pd permukaan yg diperkusi.
5. Segera angkat jari tengah tangan kakan utk
menghindari vibrasi teredam.
6. Pertahankan gerakan pd pergelangan tangan, tidak
pd jari, siku, atau pundak.
 Auskultasi
 Merupakan metode pengkajian yg
menggunakan stestokop utk
memperjelas pendengaran. Perawat
menggunakan stetoskop utk
mendengarkan bunyi jantung, paru-
paru, bising usus, serta utk mengukur
tekanan darah dan denyut nadi.
Cara menggunakan stestoskop
1. Lakukan pengkajian dlm ruangan yg
tenang dan nyaman.
2. Pasang bag telinga di telinga
3. Pastikan stestoskop benar2 terpasang
tepat di telinga dan tdk menimbulkan
rasa sakit.
4. Pastikan bahwa aksis longitudinal
telinga luar dgn earpiece benar2
tepat.
5. Pilih bag diafragma atau bel sesuai dg
apa yg akan didengar.
TERIMA KASIH