Anda di halaman 1dari 43

FISIOLOGI HEWAN

FISIOLOGI GERAK PADA


HEWAN

PENDIDIKAN BIOLOGI E 2017

KELOMPOK 5
FEBIOLA IHSANI HSB
NURAI A.D B.R TARIGAN
OKY RIZKIANA SILABAN
RAFIZAR AKBAR
ROVIDA UMAYA
JENIS-JENIS RANGKA PADA HEWAN

RANGKA
Sebagian besar hewan memiliki rangka yang sangat kokoh, yang memberikan
sokongan bagi tubuh serta berperan dalam pergerakan.
Secara umum rangka pada hewan dikelompokkan menjadi 2 yaitu :rangka
dalam (endoskeleton) dan rangka luar (eksoskleton).
Rangka dalam (endoskeleton) dijumpai pada hewan-hewan tingkat tinggi
misalnya pada hewan-hewan golongan vertebrata sedangkan rangka luar
(eksoskleton) hanya dimiliki pada hewan-hewan tingkat rendah misalnya pada
invertebrata
RANGKA VERTEBRATA
Rangka pada vertebrata merupakan rangka dalam. Rangka pada
vertebrata dibedakan menjadi 3 bagian utama yaitu tengkorak, rangka
badan, dan rangka anggota gerak .

a. Rangka Burung
Rangka burung terdiri atas tengkorak,
ruas-ruas tulang belakang, tulang-tulang
dada, gelang bahu, sayap, dan tulang-
tulang anggota tubuh belakang. Tulang
dada burung mempunyai tonjolan-tonjolan
yang disebut krista sterni (limas tulang
dada) dan 3 pasang spina sterni (taju
tulang dada).
Krista sterni terletak pada garis tengah,
berbentuk pipih, dan tegak lurus pada
tulang dada.
b. Rangka Reptil
Rangka Reptil terdiri atas tengkorak, ruas-ruas tulang belakang, ruas-
ruas tulang rusuk dan tulang ekor. Selain memiliki rangka dalam,
golongan reptil memiliki penutupan tubuh yang kuat, Penutup tubuh
pada reptile tidak sama dengan rangka luar.
c. Rangka Amfibi
susunan rangka amfibi ini terdiri
atas tengkorak, kerangka tubuh,
dan anggota gerak.
Fungsi rangka pada katak ini
seperti vertebrata yang lain pada
umum nya yaitu untuk
melindungi bagian tubuh yang
lunak, melekatnya otot dan
untuk pergerakan
d. Rangka lkan
Ikan mempunyai kerangka dalam yang terdiri atas tengkorak, kerangka
tubuh, dan anggota gerak. Kerangka tubuh terdiri atas ruas-ruas tulang
belakang dan tulang iga. Masing-masing ruas tulang belakang terdiri
atas badan ruang, duri otot dan lengkung atas.
RANGKA INVERTEBRATA
Rangka pada invertebrata merupakan rangka luar. Rangka luar umumnya
berfungsi sebagai alat pelindung dan pertahanan tubuh. Bahan rangka luar
ada yang terbuat dari kapur, ada juga yang terbuat dari kit. Bahan kapur
sering ditemukan pada golongan moluska, seperti siput, bekicot, kerang,
dan yang lain. Sedangkan golongan serangga dan udang-udang
diselubungi oleh rangka luar yang bersendi-sendi yang terdiri atas zat kitin
Pada beberapa Arthropoda (binatang
berbuku-buku) skleton nya cukup
keras dan tidak dapat membesar
karena hewan ini mengalami
ekdysis atau pengelupasan kulit
secara berkala untuk
memungkinkan terjadinya
pertumbuhan. Bagian- bagian
tubuhnya segera terjadi edysis,
sebelum selubung barunya
mengeras.
STRUKTUR DAN FUNGSI
JARINGAN OTOT PADA
HEWAN
Jaringan Otot
Jaringan otot terdiri atas sel-sel panjang yang
disebut serabut otot yang mampu
berkontraksi ketika dirangsang oleh impuls
saraf. Jaringan otot tersususn dalam susunan
parallel didalam sitoplasma, serabut otot
adalah sejumlah besar mikrofilamen yang
terbuat dari protein kontraktil aktin dan
myosin. Otot adalah jaringan yang paling
banyak terdapat pada bagian besar hewan dan
kontraksi otot merupakan bagian besar dari
kerja seluler yang memerlukan energy dalam
suatu hewan yang aktif.
Fungsi jaringan otot adalah sebagai alat gerak aktif.
Jaringan otot dapat melaksanakan fungsi tersebut
karena memiliki kemampuan untuk Otot memendek
jika sedang berkontraksi dan memanjang jika
berelaksasi. Kontraksi otot terjadi jika otot sedang
melakukan kegiatan, sedangkan relaksasi otot
terjadi jika otot sedang beristirahat.
Otot memiliki 3 karakter :
• Kontraksubilitas
• Ektensibilitas
• Elastisitas
Berdasarkan struktur dan
fungsinya, jaringan otot
dibedakan menjadi 3
yaitu :
1. Otot Polos
Jaringan otot polos mempunyai serabut-serabut (fibril)
yang homogen sehingga bila diamati di
bawah mikroskop tampak polos atau tidak bergaris-
garis.
Otot polos berkontraksi secara
refleks dan di bawah pengaruh
saraf otonom.
Bila otot polos dirangsang,
reaksinya lambat.
Otot polos terdapat pada saluran
pencernaan, dinding pembuluh darah,
saluran pernapasan
2. Jaringan otot lurik
Otot lurik atau otot rangka adalah sejenis otot yang
menempel pada rangka tubuh dan digunakan untuk
pergerakan. Otot ini mempunyai pigmen mioglobin
dan mendominasi tubuh vertebrata.

Ciri-cirinya :
adalah berbentuk
silindris, memanjang dan
berinti sel banyak (multinuklei),
bergerak dalam waktu cepat,
dan cepat lelah.
3Jaringan otot jantung
Jaringan otot ini hanya terdapat pada lapisan
tengah dinding jantung. Strukturnya menyerupai
otot lurik, meskipun begitu kontraksi otot jantung
secara refleks serta reaksi terhadap rangsang
lambat.
Fungsi otot jantung adalah untuk memompa darah
ke luar jantung
SIFAT SIFAT--SIFAT OTOT (global)
1. KONTRAKTILITAS
kemampuan otot untuk mengadakan
respon kemampuan otot untuk
mengadakan respon (memendek) 3. ELASTISITAS 3. ELASTISITAS
bila dirangsang (otot polos 1/6 kemampuan otot untuk kembali ke
kali; otot rangka 1/10 (memendek) bentuk & kemampuan otot untuk
bila dirangsang (otot polos 1/6 kembali ke bentuk & ukuran semula
kali; otot rangka 1/10 kali) setelah mengalami
ekstensibilitas/distensibilitas ukuran
2. EKSTENSIBILITAS = semula setelah mengalami
DISTENSIBILITAS ekstensibilitas/distensibilitas
kemampuan otot kemampuan otot (memanjang) atau kontraktilitas
untuk memanjang bila otot ditarik (memendek)
atau ada gaya yang bekerja pada
untuk memanjang bila otot ditarik
4. IRRITABILITAS = EKSITABILITAS
atau ada gaya yang bekerja pada otot
kemampuan otot untuk kemampuan
tersebut otot tersebut > bila otot
otot untuk mengadakan respon bila di
rangka diberi beban; uterus berisi
rangsang
fetus
MEKANISME
KONTRAKSI OTOT
Model Filamen-Luncur dari Kontraksi Otot
Berdasarkan gambar
• Kontraksi Otot adalah hasil kontraksi sarkomer.
• Lebar Pita A tetap saat kontraksi
• Pita I dan zona H memendek shorter

Sliding Filament Theory (Teori filamen luncur)


• Panjang filamin aktin dan miosin tidak berubah selama kontraksi (filamen-
filamen saling meuluncur melewati satu sama lain secara longitudinal,
sehingga meningkatkan tumpang-tindih terhadap filamen tipis dan filamen
tebal)
• Lebar daerah tumpang tindih semakin melebar (H zones and I bands are
regions of non-overlap.
• • Karena filamen tipis terikat pada lempeng Z maka sarcomer memendek
INTERAKSI MIOSIN-AKTIN YANG MENDASARI KONTRAKSI SERAT
OTOT

1.Dimulai dari kepala miosin


terikat ke ATP dan berada pada
konfigurasi energi-rendah

2.Kepala miosin menghidrolisis


ATP menjadi ADP dan Posfat
anorganik (Pi) dan berada pada
konfigurasi energi- tinggi.

3.Kepala miosin berikatan ke


aktin, membentuk jembbatan
silang

4.Dengan melepaskan ADP dan


Pi miosin kembali ke
konfigurasi energi-rendah,
sehingga filamen tipis meluncur
5. Filamen tipis bergerak ke arah tengah sarkomer

6. Pengikatan molekul ATP baru melepaskan kepala miosin dan aktin,


dan siklus baru mulai.
Peran Ca2+ dalam kontraksi otot

• • Ca2+ and ATP diperlukan oleh otot untuk melaksanakan


siklus kontraksi dan relaksasi
• • Ca2+ tanpa ada ATP akan terjadi rigor(kekakuan)
• Ca2+ memodulasi ATP-ase dari fragmen miosin yg
diamati ditambah aktin, tapi hanya dengan keberadaan
troponin and tropomiosin
Regulasi Kontraksi Otot Rangka
Regulasi – diperlukan agar otot dpt kontrasi and relaksasi.
Pergerakkan Hewan
Penggerak hewan , dalam etologi , adalah salah satu dari
berbagai metode yang digunakan hewan untuk
berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Beberapa
mode penggerak (mula-mula) bergerak sendiri, misalnya
berlari, berenang, melompat, terbang, melompat,
melonjak, dan meluncur. Ada juga banyak spesies hewan
yang bergantung pada lingkungannya untuk
transportasi, jenis mobilitas yang disebut penggerak
pasif , misalnya berlayar (beberapa ubur-ubur), kiting
(laba-laba), bergulir (beberapa kumbang dan laba-laba)
atau mengendarai hewan lain ( phoresis ).
Jenis Gerakan Pada
Hewan Tingkat Rendah
Ciri umum hewan tingkat rendah adalah
tidak memiliki tulang belakang
(invertebrata) serta memiliki struktur
morfologi dan anatomi lebih sederhana, juga
sistem pencernaan, pernapasan, dan
peredaran darah lebih sederhana
dibandingkan hewan tingkat tinggi.
Klasifikasi hewan tingkat rendah, yaitu:
1. Filum Porifera (Hewan Berpori)
Porifera merupakan hewan yang berlubang-lubang
kecil atau berpori. Lubang tersebut sebagai jalan
masuknya air kedalam tubuh.
Ciri-ciri Porifera
-Tubuh tersusun dua jaringan (diploblastik) terdiri
banyak sel
-Hewan metazo yang paling sederhana
-Tidak memiliki susunan syaraf
-Habitat dilaut
Contoh Euspongia, Spongila
2. Filum Coelentrata (Hewan Berongga)
Ciri-ciri Coelentrata
-Habitat dilaut
-Tergolong hewan diploblastik
-Bentuk tubuhnya simetri bilateral
-Tidak memiliki anus, sisa makanan dikeluarkan
melalui mulut
-Reproduksi berlangsung secara seksual dan
aseksual
Contoh Hydra, Obelia
3. Filum Platyhelmintes (Cacing Pipih)
Ciri-ciri Platyhelmintes
-Memiliki struktur tubuh pipih
-Susunan tubuhnya simetri bilateral
-Merupakan hewan triploblastik
-Alat pencernaannya belum sempurna
Contoh Fasciola hepatica, Taenia solium
4. Filum Nemathelminthes (Cacing Benang)
Ciri-ciri Nemathelminthes
-Merupakan hewan triploblastik
-Dinding tubuhnya terdiri atas tiga lapisan yaitu
ektoderm, mesoderm, dan endoderm
-Tubuh tertutup dengan lapisan kutikula
Contoh Ascaris lumbicoides (cacing usus)
5. Filum Annelida (Cacing Gelang)
Ciri-ciri Annelida
-Merupakan hewan triploblastik selomata
-Memiliki alat gerak berupa rambut
-Pernafasan dilakukan seluruh tubuh
Contoh cacing palolo, cacing wawo
Jenis Gerakan Pada
Hewan Tingkat Tinggi

Hewan tingkat tinggi adalah tulang dan otot, tulang


disebut alat gerak pasif, sedangkan otot disebut
alat gerak aktif karena kemampuannya
berkontraksi sehingga dapat menggerakkan tulang.
Sistem Gerak Ikan
Habitat ikan yaitu hidup di air dimana air memiliki
massa jenis lebih besar daripada massa jenis (berat
badan ikan) ikan itu sendiri. Hal inilah yang
menyebabkan ikan – ikan baik yang hidup di air tawar
maupun di air laut memiliki gaya angkat yang lebih
tinggi pada saat berada didalam air. Selain itu ikan
juga memiliki sirip yang membuat ikan dapat berenang
leluasa kesana kemari dengan lincah di dalam air
dengan hanya mengeluarkan energi yang sedikit.
Sirip ikan terdiri dari sepasang sirip yang berada di
kanan maupun di kiri dan sirip ekornya. Sirip-sirip
ini bermanfaat bagi ikan agar bisa bergerak ke
depan dengan mudah. Selain itu ada lagi sirip
tengah, yaitu sirip yang terletak di atas tubuh ikan.
Ikan yang hanya menggunakan sirip tengah dan
sirip pasangan biasanya tidak dapat berenang
secepat ikan yang memanfaatkan sirip pasangan
dan sirip ekornya. Contoh ikan jenis ini yaitu ikan
yang hidup di terumbu karang (ikan yang tidak
dapat bergerak cepat).
Sistem Gerak Burung
Cara bergerak hewan yang ada di udara berbeda
dengan cara bergerak hewan yang ada di dalam air.
Hewan udara contohnya yaitu burung. Burung dapat
terbang bebas di udara karena memiliki sayap dan
rangka tulang yang mendukung. Setiap burung memiliki
cara terbang yang berbeda antara yang satu dengan
yang lain. Pada umumnya bentuk tubuh burung –
burung memiliki bentuk tubuh yang unik. Burung –
burung dapat terbang karena bentuk tubuhnya memiliki
gaya angkat yang lebih besar, sehingga dapat
melepaskan dari dari pengaruh gaya gravitasi bumi.
Karakteristik Rangka

Bentuk sayap burung memiliki susunan rangka yang


kuat namun ringan. Selain itu burung juga diperkuat
oleh tulang dada dan otot – otot yang solid dan kekar
saat menahan terpaan angin yang kencang pada waktu
sedang terbang di udara. Kontruksinya tulang sayap
yang kuat dan ringan memberikan gaya angkat yang
cukup besar bagi burung saat akan terbang. Bentuk
sayap burung seperti airfoil. Bentuk ini menyebabkan
udara yang mengalir di bawah sayap burung mengalir
lebih lambat daripada udara yang mengalir di atas
sayap burung. Pada waktu burung akan terbang yaitu
dengan mengepakkan sayapnya, maka udara akan
mengalir ke bagian bawah yang menghasilkan gaya
angkat sehingga burung dapat terangkat ke udara atau
terbang.
Sistem Gerak Amphibia
Contoh dari Amphibia yaitu kodok atau katak.
Kontruksi tulang katak yaitu terdiri dari tulang
badan, tulang anggota gerak dan tulang
tengkorak (tulang kepala). Amfibi memiliki
sendi baik itu di lutut, bahu, siku, pinggul,
pergelangan kaki dan tangan. Sendi ini
memudahkan hewan amfibi seperti katak
untuk melompat
Karakteristik
Rangka
• Selain itu bentuk tulang kepala katak berukuran
kecil dan hanya memiliki sedikit tulang. Hal ini
menyebabkan tulang kepala katak sangat ringan
namun kuat. Selain itu postur badan katak juga
ditopang oleh tulang belakang yang dapat
menahan berat tubuh bagian belakang dan
bagian depan katak.
• Katak memiliki kaki yang sangat panjang dan
otot-otot yang kekar dan solid. Agar katak mudah
saat berenang, kaki katak memiliki selaput
renang. Selaput renang ini sangat berguna bagi
katak saat sedang berenang di dalam air. Dengan
adanya selaput renang, katak dapat bergerak
lincah di dalam air.
Sistem Gerak Reptil
Hewan yang termasuk dalam kategori reptil
yaitu kadal, kura-kura, ular, buaya, dan
sebagainya. Contohnya ular. Ular bergerak
dengan cara merayap atau melata baik di
atas tanah, air maupun pada saat berenang di
air.
Karakteristik Rangka
Bentuk tulang ular yaitu terdiri dari tulang
tengkorak, tulang badan, dan tulang ekor. Pada
tulang badan, terdiri dari ratusan buah ruas-ruas
tulang belakang. Sedangkan pada tulang rusuk
ular terhubung dengan tulang belakang dibalut
dengan otot-otot yang lentur dan kuat. Dengan
bentuk tubuh dan banyaknya ruas-ruas tulang
belakang inilah yang menyebabkan ular bergerak
dengan cara meliuk-liukan badannya ke kanan
dan ke kiri dengan cepat.
Sistem Gerak Mamalia
Contoh dari hewan mamalia yaitu banteng,
paus, kucing, anjing, sapi, kerbau, dan
sebagainya. Mamalia hidup di berbagai jenis
habitat, ada yang hidup di air, di darat dan di
udara. Salah satu contoh mamalia yang hidup
di darah yaitu kuda.
Karakteristik Rangka
Kuda memiliki tulang-tulang kokoh dan kuat
untuk menopang tubuhnya. Otot-ototnya yang
elastis dan kuat yang terhubung dengan tulang-
tulangnya, menyebabkan kuda dapat berlari
sangat kencang dibandingkan mamalia yang
lain. Pada saat kuda bergerak, maka kaki kuda
paling belakang memberikan dorongan agar
kuda dapat maju ke arah depan. Kencang atau
lambatnya kuda berlari tergantung pada kuat
atau lemahnya saat kaki belakang memberikan
gerakan pada kaki belakangnya.
Thank you