Anda di halaman 1dari 17

KONSEPTUAL MODEL DALAM

KEPERAWATAN JIWA TERMASUK PREVENSI


PRIMER, SEKUNDER DAN TERSIER

Oleh kelompok 3 :
Aisyah misran
Cintya rahmi
Elsya sang putri
Febrisa
Mega putri julianti
Mhd .azlan
Nurul febri gustina
Ripa aulia
Sylvia asri
Widya novri erika
Zilla zayshinta
Pengertian Model konseptual keperawatan
jiwa

Model konseptual keperawatan merupakan


suatu cara untuk memandang situasi dan
kondisi pekerjaan yang melibatkan perawat di
dalamnya
Peran Perawat Dalam Keperawatan
Jiwa

Stuart Mengobservasi perubahan, baik perubahan kecil atau menetap


yang terjadi pada klien.



Mendemonstrasi penerimaan

Respek

Sundeen

Memahami klien.

Mempromosikan ketertarikan klien dan berpartisipasi dalam
interaksi.


Sebagai pendidik.

Yosep

Sebagai pemimpin di dalam situasi yang
bersifat local, nasional dan internasional

Sebagai “surrogate parent”

Sebagai konselor
Macam –macam  model konseptual keperawatan
jiwa
 Model psikoanalisa ( Freud, Erickson )
Model ini menjelaskan bahwa gangguan jiwa dapat terjadi pada seseorang apabila ego (akal) tidak
berfungsi dalam mengontrol id (kehendak nafsu atau insting).
 Model interpersonal

Teori ini dikemukakan oleh Harri Stack Sullivan. Dia menganggap perilaku itu merupakan bentukan
karena adanya interaksi dengan orang lain atau lingkungan sosial.
 Model sosial

Konsep ini dikemukan oleh Gerard Caplan, yang menyatakan bahwa perilaku dipengaruhi
lingkungan sosial dan budaya.
 Model eksistensi

Fokus teori berdasarkan pengalaman kllien disini dan saat ini, tidak memperhitungkan masa lalu
klien.
 Model komunikasi

Konsep ini dikemukan oleh Eric Berne. Dia mengatakan bahwa setiap perilaku, baik verbal maupun
nonverbal adalah bentuk komunikasi. Ketidakmampuan komunikasi mengakibatkan kecemasan dan
frustasi.
 Model behavioral

Fokus konsep ini terletak pada tindakan, bukan pada pikiran atau perasaan individu.
 Model medikal

Fokusnya pada diagnosis penyakit mental dan proses pengobatan berdasarkan diagnosis.
 Model keperawatan

Konsep ini berdasarkan teori sistem, teori perkembangan dan teori interaksi yang bersifat holistik :
bio-psiko-sosial spiritual
Model konseptual
psikoanalisa
DEFINISI

Psikoanalisa adalah pandangan


evolusionistis-naturalistis: pada
hakikatnya manusia itu adalah
makhluk dorongan nafsu
GANGGUAN JIWA TERJADI AKIBAT
 Perkembangan diri: Artinya gangguan jiwa
dapat terjadi karena perkembangan
seseorang ketika masih kecil/kanak –kanak
atau kasus yang terjadi adalah akibat masa
lalu.
 Resolusi konflik perkembangan yang
inadequate : Artinya gangguan jiwa terjadi
karena seseorang tidak dapat menyelesaikan
masalahnya di masa lalu dengan baik,
sehingga muncul ketidakpuasan
 Ego (akal) tidak dapat mengontrol id
(kehendak nafsu atau insting)
Fokusnya pada perkembangan psikoseksual dari fase –
fase Oral, Anal, Phalik, Laten, Genitikal yang penuh
konflik-konflik pada masa penyelesaian tugas setiap fase.
 
 Fase oral (usia 0;0 - 1;0)
 Daerah pokok aktivitas dinamik: mulut makan sebagai sumber
kenikmatan. Bentuk rangsangan: rangsangan terhadap bibir, rongga
mulut, kerongkongan, menggigit dan mengunyah (sesudah gigi
tumbuh), serta menelan dan memuntahkan makanan (kalau makanan
tidak memuaskan).
 Fase anal (usia 1;0 - 2/3;0)

Daerah pokok aktivitas dinamik: dubur pembuangan kotoran sebagai


sumber kenikmatan Bentuk rangsang: bebas dari tegangan anal. Semua
bentuk kontrol diri (self control) dan penguasaan diri (self masery)
berasal dari fase anal. Dampak toilet training terhadap kepribadian di
masa depan, tergantung kepada sikap dan metoda orang tua dalam
melatih.
 Fase Phalik (usia 2/3;0 - 5/6;0)

Daerah pokok aktivitas dinamik: alat kelamin. Sumber kenikmatan: 


Masturbasi dan peningkatan gairah seksual anak kepada orang tuanya.
 Fase latency (usia 5/6;0 - 12/13;0)
Perasaan takut kepada pembalasan orangtua
menimbulkan represi terhadap dorongan seksual
pada anak, sehingga impuls seksual dan agresi
pada fase awal (pregenital impuls) mereda.
 Fase Genital (usia 12/13;0 - dewasa)
Fase ini dimulai  dengan perubahan fisiologik dari
sistem reproduksi, yakni fase pubertas.
PRINSIP-PRINSIP MODEL
PSIKOANALISA
 Prinsip konstansi
artinya bahwa kehidupan psikis manusia cenderung untuk
mempertahankan kuantitas konflik psikis pada taraf yang
serendah mungkin, atau setidak-tidaknya taraf yang stabil.
Dengan perkataan lain bahwa kondisi psikis manusia
cenderung dalam keadaan konflik yang permanen (tetap).
 Prinsip kesenangan
artinya kehidupan psikis manusia cenderung
menghindarkan ketidaksenangan dan sebanyak mungkin
memperoleh kesenangan (pleasure principle).
 Prinsip realitas
yaitu prinsip kesenangan yang disesuaikan dengan keadaan
nyata.
 
 PROSES TERAPI MODEL PSIKOANALISA
  Asosiasibebas
Pada teknik terapi ini, penderita didorong untuk membebaskan pikiran dan
perasaan dan mengucapkan apa saja yang ada dalam pikirannnya tanpa
penyuntingan atau penyensoran
 Analisa mimpi

Terapi dilakukan dengan mengkaji mimpi – mimpi pasien, karena mimpi


timbul akibat respon/memori bawah sadarnya
 Transferen

Untuk memperbaiki traumatik masa lalu Peran pasien dan perawat Klien


mengungkapkan semua pikiran dan mimpinya Perawat melakukan
assessment atau pengkajian tentang keadaan traumatic atau stressor yang
dianggap bermakna pada masa lalu (pernah disiksa orang tua, diperkosa
pada masa kanak – kanak, ditelantarkan dll) dengan pendekatan
komunikasi traumatic setelah terjalin trust (saling percaya).
 Interpretasi

Adalah prosedur dasar yang digunakan dalam analisis asosiasi bebas,


analisi mimpi, analisis resistensi dan analisis transparansi
 Analisa resistensi

resistensi sebagai suatu dinamika yang tidak disadari yang mendorong


seseorang untuk mempertahankan terhadap kecemasan.
PERAN PERAWAT DAN KLIEN DALAM MODEL
PSIKOANALISA
1. Peran perawat adalah berupaya melakukan assessment
atau pengkajian mengenai keadaan-keadaan traumatic
atau stressor yang dianggap bermakna pada masa lalu
misalnya ( pernah disiksa orang tua, pernah disodomi,
diperlakukan secara kasar, diterlantarkan, diasuh
dengan kekerasan, diperkosa pada masa anak), dengan
menggunakan pendekatan komunikasi terapeutik
setelah terjalin trust (saling percaya).
2. Peran klien dalam model psikoanalisa
Peran yang dapat dilakukan oleh klien meliputi :
 Mengungkapkan semua pikiran dan mimpinya agar bisa diartikan
therapistnya.
 Mengkuti perjanjian jangka panjang atau kontrak yang telah
disepakati.
 Mendorong transfer, menginterprestasi pikiran dan mimpi.
PERAN DAN FUNGSI PERAWAT DALAM UPAYA PELAYANAN KESEHATAN JIWA
MELIPUTI UPAYA PREVENSI PRIMER, SEKUNDER DAN TERSIER

a. Prevensi primer
Upaya ini meliputi meningkatnya derajat kesehatan dan
pencegahan penyakit
Fungsi perawat :
 Memberi penyuluhan tentang kesehatan jiwa.
 Memberikan penyuluhan tentang proses tumbuh
kembang dan pendidikan seksual.
 Mambantu meningkatkan kondisi kehidupan.
 Melaksanakan rujukan segera bila terdeteksi adanya
stressor yan potensial menyebabkan gangguan jiwa.
 Bekerjasama dengan keluarga dalam menangani pasien.
 Berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat yang
berhubungan dengan kesehatan jiwa.
b. Prevensi sekunder
Meliputi uapaya penyembuhan melalui deteksi dini
dan pengobatan segera
 Melakukan pengkajian/ anamnesis dan evaluasi.
 Melakukan kunjungan rumah.
 Memberikan pelayanan gawat darurat dan psikiatri
di Rumah Sakit Umum
 Menciptakan lingkungan terapeutik.
 Memantau pasien yang sedang dalam pengobatan.
 Memberikan konseling pada pasien dan keluarga.
 Memberikan psikoterpi kepada individu, keluarga
dan kelompok.
 Bekerjasama dengan kelompok/ organisasi
penyandang masalah sejenis (kelompok keluarga
penyandang pencandu narkoba)
c. Prevensi tersier
`Meliputi upaya menurunkan gejala sisa atau
disabilitas akibat penyakit.
 Fungsi perawat dalam upaya ini :
 Meningkatkan keterampilan kerja pasien dan
mempersiapkan rehabilitasi.
 Menyediakan program perawatan lanjutan
untuk pasien agar mampu menyesuaikan diri
di masyarakat.
 Melaksanakan pelayanan rawat siang.
 Model Konsep Keperawatan Psikiatri
 Model Psikoanalisa
 Model Medikal
 Model Keperawatan
 Model Interpersonal
 Model Sosial
 Model Eksistensi
 Model Perilaku
 Model Komunikasi 
 
 
THANK YOU