Anda di halaman 1dari 50

UJI VALIDASI, RELIABILITAS DAN ANALISIS POKOK UJI

Eka Puspita Rahayu dan Lina Widiastuti


ANALISIS POKOK UJI
 Analisis pokok uji disebut juga dengan istilah Analisis
Butir Soal
 Tahapan yang dilakukan untuk menguji mutu dari
butir soal yang akan digunakan. Hal ini dilakukan
sebelum menguji validitas dan reliabilitas sebagai
suatu perangkat secara keseluruhan
 Pengujian kualitas perangkat dilakukan
setelah pengujian atas butir-butir soalnya
 Setelah dilakukan pemilihan butir-butir
tes yang baik dan membuang butir-butir
tes yang jelak maka butir-butir soal yang
baik akan di tata sebagai suatu perangkat.
Perangkat inilah yang kemudian di uji
validitas dan reliabilitasnya (Purwanto :
2013).
Slide Title

 Hasil analisis soal dapat digunakan untuk


menguji apakah suatu soal akan berfungsi
(analisis kualitatif) atau telah berfungsi
(analisis kuantitatif) dengan baik.
 Hasil analisis soal dapat digunakan untuk
mengetahui apakah soal termasuk
kategori soal baik, soal perlu diperbaiki,
atau soal jelek. (Zulaiha :2008)
A.Analisis Kualitatif
 Analisis kualitatif atau yang dikenal dengan telaah
mutu soal dilakukan sebelum soal diujikan kepada
peserta tes.
 Analisis ini dilakukan berdasarkan pertimbangan
(professional judgement) ahli materi, konstruksi tes,
dan bahasa.
 Hal tersebut dilakukan untuk meyakinkan bahwa
soal berkualitas baik. Selain itu analisis ini dilakukan
dengan berpedoman pada kaidah penulisan soal
yang dilihat dari segi materi, konstruksi, dan bahasa
Contoh Analisis Kualitatif untuk soal PG
1). Materi
o Soal harus sesuai dengan indikator.
o Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau
dari segi materi.
o Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang
benar atau yang paling benar.
2) Konstruksi
 Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.
 Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja.
 Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban benar.
 Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.
 Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama.
 Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan, “Semua pilihan jawaban di atas salah”, atau
“Semua pilihan jawaban di atas benar”.
 Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar
kecilnya nilai angka tersebut, atau kronologisnya.
 Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan
berfungsi.
 Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.
3) Bahasa

 Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah


bahasa Indonesia.
 Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat, jika soal akan
digunakan untuk daerah lain atau nasional
 Setiap soal harus menggunakan bahasa yang komunikatif.
 Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang bukan
merupakan satu kesatuan pengertian.
 
Contoh Analisis Kualitatif untuk soal Uraian
1). Materi
o Soal harus sesuai dengan indikator.
o Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan
(ruang lingkup) harus jelas
o Isi materi yang ditanyakan sudah sesuai dengan
jenjang, jenis sekolah atau tingkat kelas
2) Konstruksi
 Rumusan kalimat soal atau pertanyaan harus menggunakan kata-kata
tanya atau perintah yang menuntut jawaban terurai seperti mengapa,
uraikan, jelaskan, bandingkan, hubungkan, tafsirkan, buktikan dan
hitunglah. Jangan menggunakan kata Tanya yang tidak menuntut jawab
uraian misalnya siapa, dimana, kapan demikian juga kata Tanya yang
hanya membutuhkan jawaban ya atau tidak
 Buatlah petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal
 Buatlah pedoman pensekoran segera setelah soalnya ditulis
 Hal-hal lain yang menyetai soal seperti tabel, gambar, grafik,peta atau yang
sejenisnya harus disajikan dengan jelas dan berfungsi
3) Bahasa
 Rumusan soal menggunakan bahasa yang sederhana
 Rumusan soal tidak mengandung kata-kata yang dapat
menyinggung perasaan siswa
 Rumusan soal tidak menggunakan kata-kata/kalimat yang
dapat menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian
 Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan
benar
 Rumusan soal harus komunikatif
 Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat, jika soal
B. Analisis Kuantitatif
 Analisis kuantitatif dilakukan untuk
mengetahui apakah soal berkualitas baik
atau tidak berdasarkan data empirik yang
diperoleh melalui ujicoba soal
 Soal-soal diujicobakan pada sejumlah siswa
yang mempunyai ciri (karakteristik) yang
sama dengan siswa yang akan menempuh
soal-soal tersebut di kemudian hari.
 Analisis kuantitatif dilakukan diantaranya untuk
mengetahui apakah sebuah soal dapat
membedakan antara siswa yang mempunyai
kemampuan tinggi dengan kemampuan rendah,
dan untuk mengetahui tingkat kesukaran soal.
 Khusus untuk soal pilihan ganda, analisis
dilakukan untuk mengetahui penyebaran pilihan
jawaban yaitu melihat berfungsi tidaknya
pengecoh (pilihan jawaban selain kunci).
 Dari hasil analisis kuantitatif akan
diperoleh soal baik, soal perlu diperbaiki,
dan soal jelek.
 Analisis butir soal terdiri dari daya
pembeda, tingkat kesukaran dan
efektivitas pengecoh (untuk soal pilihan
ganda)
ANALISIS POKOK UJI KUANTITATIF
SOAL PILIHAN GANDA
1. Daya Pembeda
 Soal yang baik adalah soal yang dapat membedakan
kelompok siswa yang berkemampuan tinggi dan
berkemampuan rendah
 Indeks yang dapat mengukur perbedaan itu adalah daya
pembeda (item discrimination). Dengan demikian daya
pembeda soal sama dengan validitas soal.
 Daya pembeda soal adalah selisih proporsi
jawaban benar pada kelompok siswa
berkemampuan tinggi (kelompok atas) dan
berkemampuan rendah (kelompok bawah).
 Daya pembeda soal berkisar antara -1 sampai
dengan +1. Tanda negatif berarti kelompok
siswa berkemampuan rendah yang menjawab
benar soal tertentu lebih banyak dari kelompok
siswa berkemampuan tinggi.
 Sebuah soal mungkin dapat membedakan
kedua kelom­pok siswa dengan baik, tetapi
dapat juga sebuah soal tidak dapat
membedakan kedua kelompok siswa (bila
daya pembeda = 0).
 Soal yang baik adalah soal dengan daya
pembeda bertanda positif (+) untuk kunci
berarti soal terse­but
Rumus Daya Pembeda soal PG

DP = daya pembeda soal


KA = banyak siswa pada kelompok atas yang menjawab benar
KB = banyak siswa pada kelompok bawah yang menjawab
benar
n = Jumlah siswa
Atau

DP = daya pembeda soal


KA = banyak siswa pada kelompok atas yang
menjawab benar
KB = banyak siswa pada kelompok bawah yang
menjawab benar
nA = banyak siswa pada kelompok atas
nB = banyak siswa pada kelompok bawah
Kriteria daya pembeda

Kriteria Daya Pembeda Keterangan

DP > 0,25 Diterima

0 < DP ≤ 0,25 Diperbaiki

DP ≤ 0 Ditolak
2. Tingkat Kesukaran
 Tingkat kesukaran adalah proporsi siswa yang
menjawab benar.
 Tingkat kesukaran berkisar dari 0 sampai dengan 1.
Makin besar tingkat kesukaran makin mudah soal
tersebut begitu pula sebaliknya makin kecil tingkat
kesukaran makin sukar soal tersebut.
Rumus Tingkat Kesukaran

TK = tingkat kesukaran
JB = banyak siswa yang menjawab benar
n = banyak siswa
Kriteria Tingkat Kesukaran :
Kriteria Tingkat Kesukaran Kategori

TK < 0,3 Sukar

0,3 ≤ TK ≤ 0,7 Sedang

TK > 0,7 Mudah


3. Penyebaran Pilihan Jawaban

 Penyebaran pilihan jawaban adalah proporsi siswa yang menjawab


pilihan jawaban tertentu.
 Penyebaran pilihan jawaban berkisar antara 0 sampai dengan 1.
Dengan diperolehnya penyebaran pilhan jawaban yaitu kunci dan
pengecoh akan diketahui berfungsi tidaknya sebuah pengecoh.
Suatu pengecoh dikatakan berfungsi bila pengecoh tersebut dipilih
paling sedikit oleh 2,5% (≥ 0,025).
Rumus Penyebaran Pilihan Jawaban

PPJ = penyebaran jawaban untuk pilihan jawaban tertentu


JPJ = banyak siswa yang memilih pilihan jawaban tertentu
N = banyak siswa
ANALISIS POKOK UJI KUANTITATIF
SOAL URAIAN
1. Daya Pembeda
DP = Mean A – Mean B
Skor Maksimum
Keterangan:
DP = Daya pembeda soal uraian
Mean A = rata-rata skor siswa pada kel.atas
Mean B = rata-rata skor siswa pada kel. Bawah
Skor maksimum = Skor maksimum yang ada
pada pedoman penskoran
Kriteria daya pembeda

Kriteria Daya Pembeda Keterangan

DP > 0,25 Diterima

0 < DP ≤ 0,25 Diperbaiki

DP ≤ 0 Ditolak
2. Tingkat Kesukaran
TK = Mean
Skor Maksimum
Keterangan :
TK = Tingkat kesukaran soal uraian
Mean = Rata-rata skor siswa
Skor Maksimum = Skor maksimum yang
ada pada pedoman
penskoran
Kriteria Tingkat Kesukaran :
Kriteria Tingkat Kesukaran Kategori

TK < 0,3 Sukar

0,3 ≤ TK ≤ 0,7 Sedang

TK > 0,7 Mudah


Contoh Soal analisis pokok uji
kuantitatif soal PG
Langkah 1 : Menghitung skor total
Langkah 2 : Mengurutkan skor dari yang
tertinggi sampai terendah
Langkah 3 : Membagi 2 bagian
sama banyak
Langkah 4 : Tentukan daya pembedanya
Soal nomor 1
• Pada soal nomor 1, kelompok atas yang
menjawab benar ada 3 siswa (KA=3),
tidak ada kelompok bawah yang
menjawab benar (KB=0), dan banyak
siswa pada kelompok atas dan bawah
masing-masing 3 siswa (nA = nB = 3).
Perhitungan daya pembeda soal no 1
• Jadi daya pembeda soal nomor 1 adalah
1 berarti soal diterima karena 1 > 0,25
Menghitung tingkat kesukaran
Langkah 1 : Menentukan jawaban siswa yang benar untuk setiap
soal
Langkah 2 : menghitung tingkat kesukaran soal sesuai
rumus

Pada soal nomor 1, siswa yang menjawab benar ada 3


orang (JB = 3) dari 6

Jadi tingkat kesukaran soal nomor 1 adalah 0,5


berarti soal sedang karena 0,3 ≤ 0,5 ≤ 0,7.
Menghitung Penyebaran Pilihan Jawaban
langkah 1 : Memasukan data jawaban siswa
Langkah 2 : Menghitung penyebaran pilihan jawaban

• Pilihan Jawaban A
• Siswa yang memilih pilihan jawaban A ada 1 orang
(PA= 1) dan banyak siswa ada 6 orang (n = 6).

• Jadi penyebaran pilihan jawaban A (pengecoh A)


adalah 0,17 berarti pengecoh A berfungsi karena >
0,025.
Cara menghitung analisis pokok uji kuantitatif soal Uraian

Nama Soal Skor Total


1 2 3 4
Anafa 9 7 8 2 26
Adinda 8 8 10 6 32
Qonita 6 12 18 15 51
Nuri 11 3 9 4 27
Nadia 8 8 10 8 34
Farsya 10 9 15 10 44
Alifa 8 8 12 14 42
Aqidah 10 10 16 11 47
Skor 12 12 18 16  
Maksimum
1. Menentuka Daya Pembeda
Soal Nomor 1
Skor siswa pada kelompok atas adalah
6,10,10 dan 8
Skor siswa pada kelompok bawah adalah
8,8,11,9
Skor maksimum adalah 12
Mean A = 6+10+10+8 = 34 = 8,5
4 4
Mean B = 8+8+11+9 = 36 = 9
4 4
DP = Mean A-Mean B = 8,5-9 = -0,5 = -0,04
Skor Maksimum 12 12
• Jadi daya pembeda soal nomor 1 adalah
-0,04 berarti soal DITOLAK karena < 0
Menentukan tingkat kesukaran Langkah 1 : Mengurutakan
berdasarkan perolehan skor

Nama Soal Skor Total


1 2 3 4
Qonita 6 12 18 15 51
Aqidah 10 10 16 11 47
Farsya 10 9 15 10 44
Alifa 8 8 12 14 42
Nadia 8 8 10 8 34
Adinda 8 8 10 6 32
Nuri 11 3 9 4 27
Anafa 9 7 8 2 26
Skor 12 12 18 16  
Maksimum
Langkah 2 : Menghitung tingkat kesukaran soal

Mean = 6+10+10+8+8+8+11+9 = 70 = 8,75


8 8
TK = 8.75 = 0,73
12
Berarti tingkat kesukaran soal nomor 1
adalah 0,73 soal termasuk Mudah karena
0,73 > 0,7
KESIMPULAN
• Berdasarkan pembahasan pada makalah ini, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
• Uji validitas dilakukan untuk menguji kesahihan atau ketepatan dan kecermatan suatu
instrumen atau alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya
• Validitas terdiri dari validitas isi, validitas konstruk dan validitas empirik atau kriteria yang
meilputi validitas internal dan eksternal
• Uji reliabilitas dilakukan untuk menguji keajegan atau kestabilan atau sejauh mana instrumen
atau alat ukur dapat dipercaya dan bersifat konsisten
• Analisis pokok uji atau analisis butir soal dilakukan untuk menguji butir soal yang tedapat
pada instrumen atau alat ukur meliputi daya pembeda, tingkat kesukaran dan efektivitas
pengecoh (untuk butir soal pilihan ganda)
• Pengujian valditas dan reliabilitas merupakan pengujian kualitas instrumen secara
keseluruhan . Pengujian ini dilakukan setelah kualias butir soal di uji dengan analisis pokok uji
atau analisis butir soal
SEKIAN
TERIMA KASIH - Wassalamu’alaikum Wr Wb