Anda di halaman 1dari 22

Kelompok 9

Ilfa Tiara Milsa


Ketut Selpi Purwani
Vivi Ardiyanti Putri
Melisa Herawati
Azizah Fitra Maulana
Binda Emillya Tari A.
Bidan Praktik Mandiri dan
Permenkes Izin
Penyelenggaraan Praktik
Bidan
Pengertian

Praktek Mandiri Bidan (PMB) adalah


bidan yang memiliki Surat Ijin
Praktek Bidan (SIPB) sesuai dengan
persyaratan yang berlaku, dicatat
(register) diberi izin secara sah dan
legal untuk menjalankan praktek
kebidanan mandiri.
Terjaringnya
seluruh kasus
risiko tinggi ibu
Meningkatkan hamil, bersalin,
cakupan dan mutu nifas dan BBL
pelayanan untuk
kesehatan melalui mendapatkan
upaya yang penanganan yang
strategis memadai sesuai
kasus dan
rujukannya.
TUJUAN
Meningkatkan
perilaku hidup
sehat pada ibu, Meningkatkan
keluarga dan peran serta
masyarakat yang masyarakat dalam
mendukung upaya pembinaan
penurunan angka kesehatan ibu dan
kematian ibu dan anak.
angka kematian
bayi.
Persyaratan Pendirian PMB
1. Bidan dalam menjalankan praktek harus :
a. Memiliki tempat dan ruangan praktek
yang memenuhi persyaratan kesehatan.
b. Menyediakan tempat tidur untuk
persalinan minimal 1 dan maksimal 5
tempat tidur.
c. Memiliki peralatan minimal sesuai
dengan ketentuan dan melaksanakan
prosedur tetap (protap) yang berlaku.
d. Menyediakan obat-obatan sesuai
dengan ketentuan peralatan yang berlaku.
2.Bidan yang menjalankan praktek harus
mencantumkan izin praktek bidannya diruang
praktek, atau tempat yang mudah dilihat.
3. Bidan dalam prakteknya memperkerjakan
tenaga bidan yang lain, yang memiliki SIPB
untuk membantu tugas pelayanannya.
4. Bidan yang menjalankan praktek harus
mempunyai peralatan minimal sesuai
ketentuan dan peralatan tersedia ditempat
prakteknya.
5. Peralatan yang wajib dimilki sesuai dengan
jenis pelayanan yang diberikan.
6. Dalam menjalankan tugas bidan harus
mempertahankan dan meningkatkan
keterampilan profesinya
TEMPAT
PRAKTIK

Hak dan
Papan Tata
Lokasi Guna
Nama Ruang
1.Ruang Pakai
priksa
1.Ukuran
minimal 1.Mempunyai
1x1,5 meter
diameter lokasi 1.Mempunyai
2.Tulisan blok
2x3 meter tersendiri surat
warna
2.Mempunyai telah kepemilikan
hitam, dan
ruang disetujui 2.Mempunyai
dasarnya
priksa, pemerintah surat hak
warna putih.
ruang daerah guna
3.papan
tunggu, setempat
nama pada
toilet 2. Tidak dekat
tempat
3.Mempunyai dengan
yang mudah
ventilasi lokasi bentuk
dan jelas
dan pelayanan
mudah
penerangan/ sejenisnya
dibaca
pencahayaa
WAKTU PELAYANAN
Pelayanan pada PMB adalah pelayanan
siap 24 jam yang meliputi pelayanan
Penyuluhan Kesehatan,Konseling KB.
Antenatal Care (senam hamil, perawatan
payudara) , Asuhan Persalinan, Perawatan
Nifas (senam nifas), Perawatan Bayi,
Pelayanan KB ( IUD, AKBK, Suntik, Pil ),
Imunisasi ( Ibu dan Bayi ), Kesehatan
Reproduksi Remaja, Perawatan Pasca
Keguguran.
Pelayanan dan Jasa Pelayanan

1. Penyuluhan 6. Perawatan Bayi


Kesehatan
7. Pelayanan KB (IUD,
2. Konseling KB AKBK, Suntik, Pil)

3. Antenatal Care 8. Imunisasi (Ibu dan


(senam hamil, Bayi)
perawatan payudara)
9. Kesehatan
4. Asuhan Persalinan Reproduksi Remaja

5. Perawatan Nifas 10.  Perawatan Pasca


(senam nifas) Keguguran
 
Bidan Delima

Bidan Delima adalah sistem


standarisasi kualitas pelayanan
bidan praktek swasta, dengan
penekanan pada kegiatan
monitoring & evaluasi serta
kegiatan pembinaan & pelatihan
yang rutin dan
berkesinambungan.
Bidan Delima melambangkan
Pelayanan berkualitas dalam
Kesehatan Reproduksi dan
Keluarga Berencana yang
berlandaskan kasih sayang,
sopan santun, ramah-tamah,
sentuhan yang manusiawi,
terjangkau, dengan tindakan
kebidanan sesuai standar dan
kode etik profesi.
Tujuan Bidan Delima
1.Meningkatkan kualitas pelayanan
kepada masyarakat
2. Meningkatkan profesionalitas bidan.
3. Mengembangkan kepemimpinan
bidan di masyarakat
4. Meningkatkan cakupan pelayanan
kesehatan reproduksi dan KB
5. Mempercepat penurunan angka
kesakitan dan kematian ibu, bayi dan
anak
Program Trobosan Bidan Delima
1.Pembinaan peningkatan kualitas pelayanan bidan
dalam lingkup KB Kespro
2. Merk dagang / brand
3. Memiliki standar kualitas, unggul, khusus, bernilai
tambah, lengkap dan memiliki hak paten
4. Rekrutmen bidan delima ditetapkan dengan
kriteria, sistem dan proses baku yang harus
dilaksanakan secara konsisten dan
berkesinambungan
5. Menganut prinsip pengembangan diri atau self
development, dan semangat tumbuh bersama
6. Jaringan yang mencangkup seluruh bidan praktek
swasta dalpam pelayanan KB Kespro
Permenkes Izin
Penyelenggaraan Praktik
Bidan

Izin penyelenggaraan praktik bidan


diatur dalam Permenkes RI no. 28
tahun 2017 tentang izin
penyelenggaraan praktik bidan
BAB I MENGENAI KETENTUAN UMUM PRAKTIK
KEBIDANAN PASAL 1

BAB II MENGENAI PERIZINAN

BAGIAN I MENGENAI
KUALIFIKASI BIDAN PASAL 2

BAGIAN II MENGENAI SURAT TANDA


REGISTRASI BIDAN PASAL 3 & 4

BAGIAN III MENGENAI SURAT IZIN


PRAKTIK BIDAN PASAL 5-14
BAB II MENGENAI PERIZINAN

Bagian I : Kualifikasi bidan


Pasal 2 menjelaskan bahwa
dalamenjalankan Praktik
Kebidanan, Bidan paling rendah
memiliki kualifikasi jenjang
pendidikan diploma tiga
kebidanan.
Bagian II: Surat Tanda Registrasi Bidan
Pasal 3 & 4 menjelaskan bahwa setiap Bidan
harus memiliki STRB untuk dapat
melakukan praktik keprofesiannya yang
diperoleh setelah Bidan memiliki sertifikat
kompetensi sesuai dengan ketentuan
peraturanperundang-undangan berlaku
selama 5 (lima)tahun.
STRB yang telah habis masa berlakunya
dapat diperpanjang selama memenuhi
persyaratan sesuai dengan ketentuan
peraturanperundang-undangan.
Bagian III : SPIB
Pasal 5-14 menjelaskan bahwa
bidan yang menjalankan praktik
keprofesiannya wajib memiliki
SIPB berlaku untuk 1 (satu)
Fasilitas PelayananKesehatan.
SIPB diterbitkan oleh Instansi
Pemberi Izin yang ditunjuk pada
Pemerintah
DaerahKabupaten/Kota.
Untuk memperoleh SIPB, Bidan harus mengajukan
permohonan kepada Instansi Pemberi Izin dengan
melampirkan:
• fotokopi STRB yang masih berlaku dan
dilegalisasiasli;
• surat keterangan sehat dari dokter yang memiliki surat
izinpraktik;
• surat pernyataan memiliki tempatpraktik;
• surat keterangan dari pimpinan Fasilitas Pelayanan
Kesehatan tempat Bidan akan berpraktik;
• pas foto terbaru dan berwarna dengan ukuran 4X6 cm
sebanyak 3 (tiga)lembar;
• rekomendasi dari kepala dinas kesehatan
kabupaten/kota setempat;dan
• rekomendasi dari OrganisasiProfesi.
BAB III MENGENAI PENYELENGGARAAN
KEPROFESIAN

BAGIAN I UMUM PASAL 15-17

BAGIAN II
KEWENANGAN PASAL 18-21

BAGIAN III PELIMPAHAN


KEWENANGAN PASAL 22-27

BAGIAN IV KEWAJIBAN DAN HAK


PASAL 28 & 29
BAB IV MENGENAI PRAKTIK MANDIRI BIDAN
PASAL 30-44

BAB V MENGENAI PENCATATAN DAN PELAPORAN


PASAL 45

BAB VI MENGENAI PEMBINAAN DAN


PENGAWASAN PASAL 46

BAB VII MENGENAI KETENTUAN PERALIHAN


PASAL 47 & 48

BAB VIII MENGENAI KETENTUAN PENUTUP


PASAL 49 & 50