Anda di halaman 1dari 26

REFERAT

“TUBERKULOSIS
PADA ANAK”
Oleh :
Roudatul Munawwaroh
NIM : 21904101031

Dosen Pembimbing :
dr. ,Sp.A
LATAR BELAKANG
 Tuberkulosis  masalah bidang kesehatan di seluruh
dunia  morbiditas dan mortalitas yang tinggi.
 Di Indonesia  penyebab kematian nomor tiga setelah
penyakit kardiovaskuler dan penyakit saluran pernapasan
pada semua kelompok usia1.
 Tuberkulosis anak  faktor penting di negara
berkembang  jumlah anak berusia kurang dari 15 tahun
adalah 40-50% dari jumlah seluruh populasi.
 Sekurangnya 500.000 anak menderita TB setiap
tahunnya, dan 20 anak meninggal setiap hari karena TB 1.
 TB anak di Indonesia  tahun 2010 adalah 9,4%,
kemudian menjadi 8,5% pada tahun 2011 dan 8,2% pada
tahun 2012.
LATAR BELAKANG
TB Paru pada anak dapat disebabkan oleh
beberapa faktor :
 faktor lingkungan

 Tidak imunisasi BCG  risiko 0,6 kali

 Status gizi. Status gizi kurang  risiko 2,74 kali

Program pemberantasan TB paru dilaksanakan


secara koordinasi dalam suatu program yang
disebut strategi Directly Observed Treatment
Shortcourse (DOTS) sesuai rekomendasi World
Health Organization (WHO)
DEFINISI
 Penyakit infeksi menular yang
disebabkan oleh Mycobaterium
tuberculosis dan lebih dari 95%
menyerang paru3.
ETIOLOGI
Mycobacterium tuberculosis :
 bakteri polimorfik

 panjang 2-4 µm

 batang  Bacillus tuberculosis

 Aerob obligatif

 Tahan asam

 Dinding sel mengandung peptidoglikan tebal

 Laju replikasi yang lambat dan kemampuan

untuk bertahan dalam keadaan laten 


infeksi tuberkulosis bersifat kronis
DIAGNOSA
Anamnesa : Pemeriksaan Fisik :
 Pembesaran kelenjar limfe
 Penurunan berat
leher, aksila, inguinal.
badan selama 2  Pembengkakan prgresif atau

bulan berturut-turut deformitas tulang dan sendi.


 Uji tuberkulin positif pada
 Demam terutama jika
anak dengan TB paru, tetapi
sampai berlanjut 2 negatif pada anak dengan
minggu TB milier atau yang juga
menderita HIV/AIDS, gizi
 Batuk kronik ≥ 3 buruk, atau campak.
minggu  Berat badan menurut umur

atau berat badan menurut


 Riwayat kontak
panjang/tinggi badan
dengan pasien TB8. kurang8.
Uji Tuberkulin (Mantoux)
 Injeksi intradermal 5 TU (tuberculin unit)
di permukaan volar lengan bawah.
 Positif  indurasi ≥ 10 mm
Tabel 1. Kriteria untuk Uji Tuberkulin Positif pada Populasi
Anak yang Diketahui Secara Klinis7

HASIL POPULASI
POSITIF
Indurasi ≥ 5 Anak dengan kontak dekat dengan orang yang diketahui atau dicurigai menderita tuberkulosis
mm Anak yang dicurigai menderita tuberkulosis
 Hasil foto thorax menunjukkan tuberkulosis aktif atau riwayat tuberkulosis aktif
 Bukti klinis sakit tuberkulosis
Anak yang mendapatkan terapi imunosupresi atau dengan kondisi imunosupresi, termasuk infeksi
HIV
Indurasi ≥ 10 Anak yang berisiko tinggi mengalami tuberkulosis diseminata
mm  Anak kurang dari 4 tahun
 Anak dengan kondisi medis lain, termasuk penyakit Hodgkin, limfoma, diabete mellitus, gagal
ginjal kronik, dan malnutrisi
Anak yang risiko terpajan yang meningkat terhadap penyakit tuberkulosis
 Anak yang lahir dari, atau orang tuanya lahir di daerah yang dengan prevalensi tinggi
 Anak yang sering terpajan terhadap orang dewasa yang terinfeksi HIV, tunawisma, pengguna
obat-obat terlarang, penghuni rumah jompo, penghuni penjara, atau petani imigran
 Anak yang berpergian ke daerah yang prevalensi tinggi
Indurasi ≥ 15 Anak ≥4 tahun tanpa faktor risiko
mm
Tabel 2. Rekomendasi uji Tuberkulin untuk Bayi, Anak, dan Remaja7

Anak yang terindikasi uji tuberkulin segera


 Kontak terhadap orang yang belum konfirm dengan atau dicurigau menderita tuberkulosis
(penyelidikan kontak)
 Anak dengan hasil radiologis atau klinis dicurigai tuberkulosis
 Anak imigran dari negara yang endemis infeksi tuberkulosis (Asia, Timur Tengah, Afrika, Amerika
Latin, negara-negara bekas Uni Soviet)
 Anak yang memiliki riwayat bepergian ke negara-negara dengan infeksi tuberkulosis endemik, dan
kontak dekat dengan orang pribumi dari negara-negara tersebut
Anak yang seharusnya dilakukan uji tuberkulin setiap tahun
 Anak terinfeksi HIV
 Remaja penghuni penjara
Anak yang berisiko tinggi berkembangnya LTBI menjadi saikit tuberkulosis
Anak dengan kondisi :
 DM
 Gagal ginjal kronik
 Malnutrisi
 Imunodefisiensi kongenital
dan memiliki riwayat terpapar sebelumnya terhadap tuberkulosis atau faktor epidemiologis. Uji
tuberkulin atau IGRA awal harus dilakukan sebelum terapi imunosupresi, termasuk pemberian steroid
Uji Reaksi cepat BCG
 Menyuntikkan BCG melalui intadermal
 Reaksi cepat  kemerahan dan indurasi
≥ 5 mm dalam 3-7 hari9.
PENCITRAAN DIAGNOSTIK
 Foto thorax  menilai luas lesi & komplikasi.
 Akhir pengobatan TB  penilaian sekuele di
paru serta di pleura.
 Gambaran radiologi thorax yang khas pada
Tuberkulosis paru: kelainan di apek berupa
infiltrat, kavitas atau ditemukannya nodul
retikuler.
PENCITRAAN DIAGNOSTIK
 Rontgen, CT Scan, dan MRI pada
tuberkulosis tulang belakang 
kolaps dan destruksi dari korpus
vertebrae dengan penyempitan
ruang diskus.
 Tuberkulosis tulang dan sendi 

efusi sendi ringan dan lesi litik


ringan hingga kerusakan yang berat.
 Tuberkulosis SSP dengan meningitis
 gambaran CT Scan atau MRI otak
yang normal @awal periode infeksi
 enhancement pada basal dan
hidrosefalus komunikans dengan
tanda-tanda edema serebri atau
iskemi fokal awal.
 Tuberkulosis ginjal, pielogram

intravena  lessi masa, dilatasi


ureter proksimal, defek pengisian
BIAKAN
 Jaringan pleura atau membran
perikardium  biakan.
 Sputum  biakan

 Organisme banyak namun

pertumbuhan mikororganisme
yang lambat  pemeriksaan
kultur kurang bermanfaat7.
Tabel 3. Sistem Skoring Gejala dan
Pemeriksaan Penunjang TB Anak8
PARAMETER 0 1 2 3 SKOR
Kontak dengan Tidak jelas   Laporan keluarga, Kontak dengan pasien  
pasien TB kontak dengan pasien BTA positif
BTA negatif atau tidak
tahu, atau BTA tidak
jelas
Uji tuberkulin Negatif     Positif: ≥10 mm, atau  
≥5mm pada anak
dengan imunosupresi
Berat   Gizi kurang: BB/U Gizi buruk: BB/U    
badan/keadaan gizi <80% atau BB/TB <60% atau BB/TB
<90% <70%
Demam tanpa sebab   ≥2 minggu      
yang jelas
Batuk   ≥3 minggu      
Pembesaran   ≥1 cm      
kelenjar limfe leher, Jumlah≥1 cm, tidak
aksila, inguinal nyeru
Pembengkakan   Ada      
tulan/sendi panggul,
lutut, falang
Foto thorax Normal/tidak jelas Sugestif TB      
TATALAKSANA
Tabel 4. Dosis KDT (R75/H50/Z150 dan R75/H50 pada Anak 8

2 BULAN TIAP 4 BULAN TIAP


BERAT BADAN
HARI HARI
(kg)
RHZ (75/50/150) RH (75/50)
5-9 1 tablet 1 tablet
10-14 2 tablet 2 tablet
15-19 3 tablet 3 tablet
20-32 4 tablet 4 tablet
KOMPLIKASI
 TB ekstrapulmonal
 Tuberkulosis tulang punggung dapat
menimbulkan pembentukan angulasi/gibus
yang memerlukan koreksi bedah setelah
infeksi teratasi.
 meningitis TB  prognosis buruk
PROGNOSIS
 Baik  terdeteksi sejak dini dan pengobatan
yang efektif.
 Sebagian besar anak dengan TB paru dapat
sembuh total dengan gambaran radiologis
yang normal.
 Prognosis anak dengan tuberkulosis tulang
dan sendi dan meningitis TB tergantung dari
stadium penyakit ketika dimulainya
pengobatan7.
PENCEGAHAN
 Pasien dengan uji tuberkulin positif 
dikontrol  mengurangi penularan sekunder
 Membuat ventilasi udara yang
 Vaksin BCG (bacille Calmette-Guerin)  strain
dari Mycobacterium bovis yang diperoleh dari
subkultur setiap 3 minggu selama 13 tahun 
intradermal. Beberapa penelitian
menunjukkan BCG memiliki efek proteksi
terhadap tuberkulosis sebesar 80%-90%.7
Profilaksis untuk Anak Tindakan Kesehatan
 Balita sehat yang tinggal Masyarakat
serumah dengan  Setiap kasus TB

penderita TB paru dengan dilaporkan ke Dinas


BTA positif diberikan Kesehatan setempat
isoniazid dengan dosis 5- untuk pemantauan
10 mg/kgBB/hari selama 6 pengobatan.
bulan. Bila balita tersebut  Anggota keluarga

belum pernah imunisasi serumah diperiksa untuk


BCG, maka imunisasi mendeteksi kemungkinan
dilakukan setelah TB dan mengupayakan
pengobatan selesai8. pengobatan8.
TERIMA KASIH
Tabel 7. Anjuran Regimen Pengobatan untuk Tuberkulosis
yang Sensitif Obat pada Bayi, Anak, dan Remaja7
KATEGORI
INFEKSI ATAU REGIMEN KETERANGAN
PENYAKIT
Infeksi tuberkulosis laten (uji tuberkulosis positif, tidak sakit)
Sensitif Isoniazid Isoniazid 9 bulan, sehari sekali Jika terapi harian tidak
memungkinkan, DOT 2x/seminggu
dapat diberikan selama 9 bulan
Resisten Rifampisin 6 bulan, sekali sehari  
Isoniazid
Resisten Rujuk ke spesialis paru  
isoniazid-
rifampisin
TB paru dan Isoniazid, rifampisin, dan parazinamid Jika dikhawatirkan kemungkinan
ekstra paru selama 2 bulan, diikuti oleh isoniaid sensitifitas obat, obat lain (etambutol
(kecuali dan rifampisin selama 4 bulan dan aminoglikosid) ditambahkan ke
meningitis) dalam terapi 3 obat dari awal sampai
sensitivitas obat ditemukan
Meningitis Isoniazid, rifampisin, pirazinamid, dan  
Tabel 5. Dosis OAT Kombipak Fase Awal pada Anak 8

BB 10-20 KG
JENIS OBAT BB < 10 KG BB 20-32 KG
KOMBIPAK
Rifampisin 75 mg 150 mg 300 mg
Isoniazid 50 mg 100 mg 200 mg
Pirazinamid 150 mg 200 mg 600 mg
Tabel 6. Dosis OAT Kombipak Fase Lanjutan pada Anak8

BB 10-20 KG
JENIS OBAT BB < 10 KG BB 20-32 KG
KOMBIPAK

Rifampisin 75 mg 150 mg 300 mg

Isoniazid 50 mg 100 mg 200 mg


PATOGENESIS

Anda mungkin juga menyukai