Oleh: dr. Arif Yahya, M.Kes.

HISTOLOGY
1. 2. 3. 4. JARINGAN OTOT JARINGAN TULANG RAWAN JARINGAN TULANG JARINGAN SARAF

ISTILAH ± ISTILAH KHUSUS OTOT :
SARKOPLASMA : SITOPLASMA SEL OTOT. RETIKULUM SARKOPLASMIK : RETIKULUM ENDOLASMIK. SARKOSOM/PLASMALEMA : MEMBRAN SEL OTOT.

JARINGAN OTOT SEC. FISIOLOGIS OTOT SADAR OTOT TIDAK SADAR TIDAK BERGARIS BERGARIS OTOT POLOS OTOT SKELET OTOT SKELET OTOT JANTUNG OTOT POLOS OTOT JANTUNG . HISTOLOGIS SEC.

. ‡TEBAL 5 .OTOT POLOS ‡SEL BERBENTUK FUSIFORM ‡TIDAK TAMPAK ADANYA GARIS MELINTANG ‡INTI MEMANJANG. LETAK DI TENGAH ‡ PANJANG 30 ± 200 µm .10 µm .

.

KECUALI PADA: IRIS KELENJAR LIUR KELENJAR KERINGAT KELENJAR LAKRIMALIS DARI SEL-SEL EKTODERM.ASAL OTOT POLOS SEBAGIAN BESAR DARI PERKEMBANGAN SEL-SEL MESENKIM. .

.

LOKASI LAIN: SISTEM PERNAPASAN SISTEM PERKEMIHAN SISTEM KELAMIN & REPRODUKSI ARTERI. PEMBULUH LIMFE BESAR DERMIS IRIS & KORPUS SILIARIS MATA .LOKASI OTOT POLOS: TERUTAMA DI BAGIAN VISERAL MEMBENTUK BAGIAN KONTRAKTIL PADA: DINDING SALURAN CERNA PERTENGAHAN ESOFAGUS ANUS. VENA.

PADA TEMPAT TERTENTU PLASMALEMA SEL-SEL YANG BERDEKATAN MEMBENTUK NEXUS. .STRUKTUR HALUS OTOT POLOS SEKITAR KUTUB INTI PADA SARKOPLASMA TERDAPAT: MITOKONDRIA ELEMEN RETIKULUM GRANULER RIBOSOM-RIBOSOM BEBAS APARATUS GOLGI KECIL KADANG-KADANG TITIK-TITIK LIPID DAERAH TEPI DEKAT SARKOLEMA TERDAPAT RETIKULUM SARKOPLASMA & BANYAK CAVEOLAE BERFUNGSI DALAM DEPOLARISASI & PENGATURAN ALIRAN Ca++.

.KONTRAKSI OTOT POLOS: SATUAN KONTRAKTIL OTOT POLOS : SEL. RELAKSASI: FILAMEN TEBAL & TIPIS TERSUSUN SECARA PARALEL DAN MEMANJANG DALAM SEL OTOT POLOS. KEKUATAN KONTRAKSI DIDUGA OLEH MEKANISME FILAMEN YANG BERGESER ANTARA MIOFILAMEN TEBAL DAN MIOFILAMEN TIPIS. KONTRAKSI: SUSUNANNYA TIDAK BEGITU TERATUR.

PERSARAFAN OTOT POLOS: DIPERSARAFI BAGIAN SIMPATIS DAN PARASIMPATIS DARI SISTEM SARAF AUTONOM. SEMUA SERAT SARAFNYA BERSIFAT POST GANGLIONIK DAN TIDAK BERMIELIN. DISEBUT : SINAPS. HUBUNGAN MIONEURAL PADA OTOT POLOS LEBIH SEDERHANA DIBANDING DENGAN OTOT SKELET. .

DINDING DUKTUS DEFERENS. UTERUS. SEL-SEL OTOT MENDAPATKAN SARAF TERMINAL. TERDAPAT PADA: USUS. DIBEDAKAN MENJADI 2 MACAM OTOT POLOS: OTOT POLOS MULTI UNIT: MASING-MASING SARAF MENGINERVASI SENDIRI-SENDIRI. IMPULS KONTRAKSINYA DARI SEL KE SEL YANG LAIN MELALUI NEXUS.BERDASAR PERSARAFAN DAN FUNGSINYA. OTOT POLOS VISERA/ UNITARY/ UNITARY SMOOTH MUSCLE: AKHIRAN SARAF HANYA MENEMPEL PADA PERMUKAAN PEMBUNGKUSNYA. URETER. . TERDAPAT PADA: IRIS. ARTERI BESAR. PEMBULUH DARAH KECIL/ SEDANG.

PERTUMBUHAN OTOT POLOS:

BERTAMBAH UKURANNYA AKIBAT: RANGSANGAN: FISIOLOGIS : DALAM RAHIM SELAMA HAMIL. PATOLOGIS : DALAM ARTERIOL PADA HIPERTENSI. BERTAMBAH BESARNYA MASING-MASING SEL OTOT. DEFERENSIASI SEL-SEL MESENKIM.

REGENERASI OTOT POLOS:
SEL OTOT POLOS DPT MEMBELAH SECARA MITOSIS. ATAU BERASAL DARI SEL MESENKIM RESIDUAL.

OTOT JANTUNG .

. BERKONTRAKSI SECARA RITMIS DAN AUTOMATIS.SIFAT OTOT JANTUNG: LURIK/ KUMPULAN SERAT-SERAT OTOT BERGARIS MELINTANG. INVOLUNTER. SEBAGAI SATUAN LINIER: SEJUMLAH OTOT JANTUNG ³END TO END´ PADA DAERAHDAERAH IKATAN KHUSUS DISEBUT: DISKUS INTERKALARIS.

. ø 15 µm. DI TENGAH SERAT OTOT. UJUNGNYA SERING TERBELAH DUA ATAU LEBIH. MASING-MASING CABANG MELEKAT PADA SEL-SEL BERDEKATAN. INTI MEMANJANG.SEL OTOT JANTUNG : PANJANG 100 µm . PADA DUKTUS INTERKALARIS.

DENGAN GARIS-GARIS A. Z. . I.GAMBARAN UMUM OTOT JANTUNG SERAT OTOT BERJALAN PARALEL DAN BERGARIS. H DAN M. DISKUS INTERKALARIS SELALU MELINTASI SERAT PADA GARIS Z. GAMBARAN LURIK MELINTANG PADA MIOFIBRIL.

TUBULUS T MERUPAKAN INVAGINASI DARI SARKOLEMA. TETAPI TANPA SISTERNA TERMINAL YANG BESAR. MIOFILAMEN HANYA TERBATAS PADA SEL-SEL OTOT ITU SENDIRI TANPA MELINTASI BATAS SEL.: TUBULI LONGITUDINAL YG SALING BERKAITAN. . MITOKONDRIA KHAS BESAR-BESAR. DAN SEBAGAI PERPANJANGAN RUANG EKSTRA SELULER. RETIKULUM SARKOPLASMA ta. TERIKAT PD TUBULUS T PD GARIS Z.STRUKTUR HALUS OTOT JANTUNG: MIOFILAMEN MENGANDUNG AKTIN DAN MIOSIN.

.

HANTARAN RANGSANG TERJADI DARI SATU SEL OTOT JANTUNG KE SEL LAINNYA MELALUI NEXUS.KONTRAKSI OTOT JANTUNG KONTRAKSI MIOGENIK SPONTAN PADA SEL-SEL OTOT JANTUNG. . MEKANISME KONTRAKSI: FILAMEN YANG BERGESER. SEJAK AWAL KEHIDUPAN EMBRIONAL. SEL ATRIUM LEBIH KECIL DIBANDING SEL VENTRIKEL DAN SISTEM T NYA KURANG BERKEMBANG/ TIDAK ADA.

MIOFIBRIL RELATIF SEDIKIT BIASANYA DI BAGIAN PERIFER. MENGANDUNG BANYAK GLIKOGEN. PERBEDAAN SERABUT PURKINJE DENGAN SEL OTOT BIASA: PADA SERABUT PURKINJE: SERAT LEBIH BESAR& LEBIH TEBAL (ø 50 µm). TERPULAS LEBIH PUCAT.SERAT PURKINJE: SEL-SEL OTOT JANTUNG KHUSUS DAN MERUPAKAN BAGIAN SISTEM PENGHANTAR RANGSANG. . BANYAK SARKOPLASMA DI SENTRAL.

.

. NAMUN SETELAH TRAUMA HAMPIR TIDAK ADA TANDA-TANDA TERJADI REGENERASI. OTOT JANTUNG YANG RUSAK HAMPIR SELALU DIGANTI DENGAN JARINGAN PARUT.REGENERASI OTOT JANTUNG: OTOT JANTUNG LEBIH TAHAN TERHADAP TRAUMA.

.

OTOT SKELET .

MULTI INTI. INTI: BENTUK LONJONG. L : 10 -150 µm. . P: BEBERAPA mm ± BEBERAPA cm. SARKOLEMA: JELAS.CIRI-CIRI OTOT SKELET: BENTUK SILINDRIS. TERSEBAR MERATA DI BAWAH SARKOLEMA.

SELUBUNG JARINGAN IKAT:
MASSA OTOT TERSUSUN DI DALAM BERKAS-BERKAS TERATUR YANG DIKELILINGI JAR. IKAT PADAT: EPIMISIUM. SEPTA-SEPTA TIPIS YANG KELUAR DARI EPIMISIUM & MASUK DALAM JAR. OTOT MEMBAGI MENJADI FASICULUS-FASICULUS OTOT: PERIMISIUM. SETIAP SERAT OTOT DILAPISI OLEH JAR. PENGIKAT TIPIS (LAMINA EKSTERNA) & SABUT RETIKULER: ENDOMISIUM.

STRUKTUR OTOT SKELET

OTOT SKELET PADA PENAMPANG BUJUR:
TAMPAK GARIS-GARIS TERANG & GELAP SECARA BERGANTIAN. PITA YG LEBIH GELAP PITA: A (ANISOTROP) PITA YG LEBIH TERANG PITA: I ( ISOTROP) DI TENGAH PITA I TERDAPAT SATU GARIS GELAP MELINTANG GARIS: Z DI TENGAH GARIS A TERDAPAT SATU GARIS TERANG MELINTANG GARIS: H

.

Penampang Bujur Otot Skelet .

PERBANDINGAN MIOFIBRIL PADA OTOT JANTUNG DNG OTOT SKELET .

UNIT TERKECIL DARI KESATUAN KONTRAKTIL ( SUATU DAERAH YANG TERDAPAT DIANTARA 2 GARIS Z YANG BERURUTAN): SARKOMER. FILAMEN-FILAMEN OTOT SKELET SEDIKITNYA MENGANDUNG 4 MACAM PROTEIN KONTRAKTIL: AKTIN TROPOMIOSIN FILAMEN TIPIS TROPONIN MIOSIN FILAMEN TEBAL .

B. SITOKROM & MITOKONDRIA. SUMBER ENERGI FOSFORILASI OKSIDATIF BANYAK MITOKONDRIANYA. TAHAN LAMA & KONTINUE. C. KEKUATANNYA LEBIH BESAR. TIDAK TAHAN LAMA. KONTRAKSI CEPAT.MACAM OTOT SKELET BERDASAR MORFOLOGI . SUSUNAN SERTA FUNGSINYA A. KONTRAKSINYA LEBIH LAMBAT. SERAT OTOT MERAH : BANYAK MENGANDUNG MIOGLOBIN & SITOKROM WARNANYA LEBIH MERAH. SERAT OTOT INTERMEDIATE. SERAT OTOT PUTIH : MENGANDUNG SEDIKIT MIOGLOBIN. . SUMBER ENERGI: GLIKOLISIS ANAEROB.

HAL INI O. .PADA PENAMPANG LINTANG SERAT OTOT SKELET: TAMPAK BERKAS-BERKAS MIOFIBRIL YANG TERPOTONG MENYERUPAI PULAU-PULAU DISEBUT: AREA COHNHEIM.K DALAM SARKOPLASMANYA : MIOFIBRIL-MIOFIBRIL TERSUSUNDI DALAM BERKAS-BERKAS DENGAN KEPADATAN YANG TIDAK SAMA.

Penampang Melintang Otot Skelet .

.

.

HUBUNGAN MIONEURAL: CAB. SARAF MOTORIK YG MENINGGALKAN PERIMISIUM MEMBERI BEBERAPA RANTING TERMINAL DI SINI SARAF KEHILANGAN SELUBUNG MIELINNYA PD UJUNG AKHIRNYA MENGALAMI PEMBESARAN TEPAT DI PERMUKAAN SERAT OTOT YG DIINERVASI. JADI SARAF HANYA DILIPUTI SELAPUT TIPIS DARI SITOPLASMA SEL SCHWANN: MOTOR END PLATE. .

DIAGRAM MOTOR END PLATE DALAM OTOT SKELET .

Inervasi Otot Skelet (Motor Endplate) .

JIKA SARAF MOTORIK TERANGSANG ASETIL KOLIN DLM UJUNG AKSON DIBEBASKAN KE DALAM CELAH SINAP DIIKAT OLEH RESEPTOR ASETIL KOLIN YANG TERDAPAT PADA JUNCTIONAL FOLD SARKOLEMA LEBIH PERMIABEL TERHADAP ION NA DEPOLARISASI MEMBRAN SARKOLEMA .

MELALUI TUBULUS TRANSVERSUS PELEPASAN ION KALSIUM DARI DALAM SISTERNA AKSI KONTRAKSI SECARA SERENTAK DI DALAM OTOT .DEPOLARISASI YG SEMULA TERJADI DI MOTOR END PLATE DISEBARKAN KE SELURUH PERMUKAAN SARKOLEMA & KE DALAM SERAT OTOT.

. TERDAPAT PERLUASAN RETIKULUM SARKOPLASMIK. BERBENTUK SISTERNA TERMINAL. INVAGINASI SARKOLEMA KE DALAM SERAT OTOT MEMBENTUK KOMPLEKS TUBULUS YG SALING BERANASTOMOSE & MELINGKAR PADA SETIAP SISI YG BERLAWANAN DARI TUBULUS T.SISTEM TUBULUS TRANSVERSUS: TUBULUS T: UNTUK MENGADAKAN KONTRAKSI SECARA SERENTAK.

PENGAWALAN KONTRAKSI OTOT OLEH Ca ++ .

KONTRAKSI OTOT .

MEKANISME KONTRAKSI PADA OTOT SKELET : TERJADI PERGERAKAN FILAMEN TIPIS KE PUSAT SARKOMER DIANTARA FILAMEN TEBAL. KARENA FILAMEN TIPIS MELEKAT PADA GARIS Z. GARIS Z AKAN IKUT BERGERAK SALING MENDEKATI KE ARAH PUSAT SARKOMER MASING-MASING SARKOMER MEMENDEK SECARA KESELURUHAN AKAN TAMPAK LEBIH PENDEK .

DIAGRAM POSISI GARIS A. I. Z DAN H DLM KEADAAN KONTRAKSI DAN RELAKSASI .

Sel Tulang Rawan (kondrosit) Bahan antarsel (Matriks) Perikondrium (selubung Jaringan pengikat) Jenis Kartilago . 2. 4. 3.JARINGAN TULANG RAWAN (KARTILAGO) 1.

tengah Bulat (tua) . ‡ Sel isogen atau sel nest : banyak sel dalam satu lakuna ‡ Bersifat skretoris : (Komplek Golgi. Hipertropi. . Retikulum endoplasmik berkembang) : glikosaminoglikan dan kolagen..Kondrosit (sel tulang rawan) ‡ Bentuk : Tepi : pipih (muda) . ‡ Pembuatan preparat Mikroskopis : bentuk bintang. Terdapat dalam Lakuna.

Sifat Matriks teritorial : basofilik kuat. reaksi PAS positif. Bahan dasar Amorf : glikosaminoglikan (asam hialuronat dan kondroitin sulfat) 3.elastis) 2. metakromatik. . Matrisk Teritorial (kapsul sel) dan Interteritorial 4.Matriks Kartilago (bahan antarsel) 1. Bahan Berbentuk (Kolagen.

fibroblas.Perikondrium ‡ Selubung jaringan pengikat padat yang meliputi permukaan kartilago (kecuali di permukaan sendi). sel-sel progenitor mesenkim ‡ Fungsi : pertumbuhan dan nutrisi kartilago . ‡ Komposisi : Kolagen.

kalsifikasi . parut. kalsifikasi) penulangan. asbes transformasi/ vakuolisasi.Sifat penting Kartilago 1 2 3 4 5 Pertumbuhan Vaskularisasi / Inervasi Sistem Nutrisi / Pertukaran zat Regenerasi Perubahan Degeneratif Interstisiil dan Aposisi Avaskuler / Saraf (-) Difusi Jelek (j. .

Ketebalan kartilago terbatas. Nutrisi berdifusi melalui cairan matriks terbatas. Fungsi kondrosit sebagai pensintesis bahan matriks Dipacu : hormon pertumbuhan dan testoteron.Histofisiologi Kartilago avaskuler ( O2 rendah ): Penyediaan anergi : glikolisis anaerob menghasilkan asam laktat. Dihambat oleh kostison dan estradiol .

Elatis : daun telinga. . cuping hidung) ± K. tuba auditiva. Fibrous (fibrokartilago) : diskus intervertebra. insersio tendo-tulang. permukan sendi. Hialin : sistem respirasi. epiglotis) ± K.MACAM KARTILAGO Penggolongan kartilago berdasarkan atas Komposisi Matriks : ± K.

3.KARTILAGO HIALIN Kondrosit Dalam lakuna sperti bintang. PAS +) Matriks interteritorial . Kondrosit subperikondrium Sel isogen Matriks teritorial Matrisk interteritorial Matriks Teritorial (lebih basofil. glikogen. lemak. Sel Nest (isogen) . 4. serat kolagen dan bahan amorf (proteoglikan): Indek bias kedua komponen hampir sama 1. Matriks : Homogen. 2. Bagian tengah lebih besar/ muda . metakromatik.

‡ Pertumbuhan secara aposisi dan interstisiil. 1. ‡ Jarang mengalami perubahan regresif (kalsifikasi). 2.KARTILAGO ELASTIS ‡ Keadaan segar warna kekuningan ‡ Mirip Kartilago Hialin. sel lebih sedikit glikogen . ‡ Matriks mengandung serat elastis. Sel siogen Serat elastis .

‡ Kondrosit tersusun berderet sejajar arah serat.KARTILAGO FIBROSA ‡ Matriks mengandung serat kolagen kasar padat searah arah tarikan. Kondrosit di antara Serat Kolagen Serat koegen tersusun sejajar . 2. menyatu dengan jaringan pengikat padat atau kartilago hialin di sekitarnya 1. ‡ Matriks amorf : banyak mengandung kondroitin sufat ‡ Tidak memilki perikondrium.

HISTOLOGI JARINGAN TULANG ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Komponen Jaringan Tulang Perekembangan Jaringan Tulang Perkembangan sel-sel Tulang Macam Jaringan Tulang Teknik Pengamatan Jaringan Tulang .

Mg. Osteoklas 1. Osteoblas ‡ SEL JARINGAN TULANG 2.KOMPONEN JARINGAN TULANG 1.Sitrat. Osteosit 3.Serat Kolagen (90%) ‡ MATRIKS TULANG . K ‡ ‡ PERIOSTEUM DAN ENDOSTEUM JP Padat Selubung Tulang . Organik (30%) .Kristal Hidroksi Apatit Ca10(PO4)6(OH)2 . Anorganis (65%). Na.Substansia Amorf ( Glkosmainoglikan) 2.

Langerhans dll.PERKEMBANGAN SEL Jr. Histiosit. Kuppfer. TULANG Sel Mesenkim Stem Cell Osteoprogenitor Promonosit Osteoblas Monosit Osteosit Monosit jaringan (Sistem Makrofag) : Osteoklas. .

Osteoblas Mensekresi matriks organik tulang. 2. Osteosit terbenam dalam matriks yang telah diendapi garam kalsium. berada dalam lakuna 3. .Perkembangan Osteoblas dan Osteosit Diagram Perkembangan Osteosit 1. Sel-sel mesenkim berdeferensiasi disekitar kapiler darah menjadi Osteoblas.

OSTEOBLAS 1. Inti besar :2 anak inti. 3. eksentris. rasio inti-sitoplasma besar. Tonjolan prtoplasma saling berhubungan . Intinya eksentris. Sitoplasmanya basofilik 4. Lokasi : permukaan bebas JT muda. Prososes protoplasma dalam kanalikuli berhubungan (Gab Junction) 4. 5. tersusun epiteloid. OSTEOSIT : 1. Osteoblas yang terbenam dalam matriks (lakuna dan Kanalikuli) 2. Sitoplasmanya kurang basofilik mengandung butir lemak dan glikogen. Fungsi: mensekresi matriks organis tulang. . 2. 3.

banyak lisosom mengandung fosfatase asam. . Permukaan tidak teratur : Ruffled Border Menskresi kolagenase dan enzim proteolitik.Osteoklas : Sel raksasa deng inti multipel (6-50) . dalam Lakuna Howship Sitoplasma asidofilik.

osifikasi. interstisiil. Membentuk sistem lamel (generalia eksterna. Osteoklas lebih banyak JARINGAN TULANG DEWASA (Skunder) 1. sutura tulang. Lebih seluler. Sistem Haversi (Lamel dan kanal Haver) 3. Bersifat sementara (embrional. lakuna lebih besar 5. interna.MACAM JARINGAN TULANG JARINGAN TULANG MUDA (Primer) 1. 2. Bahan semen lebih sedikit 3. Berkas kolagen kasar. penyembuhan fraktur tulang). dekat origo-insersio tendo atau ligamen. tak teratur 4. Havers) 2. Sabut Sharpey MENETAP Lapisan semen akar gigi. Kanal Volkman 4. .

Osteosit dalam matriks 3. Osteoklas dalam lakuna Howship 4.Jaringan Tulang Muda 1. matriks baru . Osteoblas tersusun epiteloid 2. Osteoid .

Kanal Volkman 6. 3. Osteosit dalam lakuna dan prosesus protoplasma dalam kanalikuli. Periosteum dan endosteum . interna. Sistem Lamel : generalia eksterna.Arsitektur Jaringan Tulang Dewasa (Diafisis Tulang Panjang) 1. Sistem Havers (Kanal dan Lamel Havers) 2. Serat Kolagen : tersusun heliks 4. interstisiil. 5.

Osifikasi Intramembranosa 3. Osifikasi Endokondral 4.OSIFIKASI 1. Osifikasi pada Epifisis . Osifikasi (Osteogenesis) 2. Osifikasi pada Diafisis 5.

Langsung) Pada : Tulang Pipih Model : Membran Mesenkimal ENDOKONDRAL (Enkondral. tidak langsung) Pada Tulang Panjang Model: Kartilago Hialin TULANG MUDA Pembentukan Sistem Lamel dan sistem Haversi TULANG DEWASA .OSIFIKASI (OSTEOGENESIS) INTRAMEMBRANOSA (Desmalis.

Sel mesenkim berdeferensiasi menjadi fibroblas dan membentuk serat kolagen 2. Pengendapan garam Ca dan P 5. Matriks mengalami pengapuran Jaringan Tulang Muda (Trabekula Tulang) . Pembentukan pusat-pusat osifikasi (mesenkim---osteoblas) 3. Osteoblas mensintesis matriks tulang (osteoid) 4.OSIFIKASI INTRAMEMBRANOSA 1.

OSIFIKASI ENDOKONDRAL Pada Tulang Panjang Pada Diafisis Model kartilago Hialin Pada Epifisis Tanpa Perikondrium/ tanpa pembentukan periostal Bone Colar Periosteum sel Osteogenik dan kapiler darah masuk (Periostal bud) Sel Osteogenik dan pemb. Darah (Pusat Osifikasi Skunder) Intramembranosa Pusat Osif Primer Tumbuh Secara Radier. secara endokondral (Kecuali permukaan sendi) Periostal Bone Colar Zona-zona Osifikasi Aposisi Tumbuh Menebal Tumbuh memanjang .

OSIFIKASI PADA TULANG PANJANG .

Diagram : Tiga demensi bentuk tulang pada area lempeng epifisis (epiphyseal plate) dan Osifikasi Pada Epifisis (osifikasiskunder) .

.Fotomikrograf : Lempeng epifisis memperlihatkan 5 zona perombakan kartilago dan pembentukan jaringan tulang.

.JARINGAN SARAF Arif Yahya. dr. Mkes 2010 .

Badan Sel 2.Astrosit Protoplasmatik .Denrit Neuroglia : 1.Astrosit Fibrosa 2.JARINGAN SARAF Neuron : 1.Ependym . Makroglia : . Juluran Sel : . Mikroglia / Mesoglia 4.Neurit / Akson . Oligodendroglia 3.

JULURAN SEL 1. Neurit / akson : .Tidak bercabang . Denrit : Sifat kebalikan . 2.Jumlah 1 .Panjang .Membawa rangsang meninggalkan badan sel.

Golgi :hanya pada perikaryon e. piramid.Tigroid Bodies b.Neurofibril : beranyaman c.Nissl Bodies/ .Centroma : pada embryo . botol. batang atau filamen d.BADAN SEL Bentuk stelat. pipih Sitoplasma Organela a.Mitokondria : tersebar. ERG : .

hasil metabolisme abnormal semakin tua bertambah b.Hasil metabolisme abnormal c. Besi : .BADAN SEL Inklusiones a.dewasa lebih banyak .Melanin : coklat tua/hitam terdapat pada : -substansia nigra -nukleus dorsalis vagus -ganglion simpatis -ganglion spinalis . Lipid :. Pigmen : .Lipofuhsin : coklat kekuningan .Berupa tetes lemak . Glikogen : Tdpt pada neuron embryonal & pleksus khorioideus d.granula .terdapat pada : substansia nigra & globus palidus .

Multipoler d. Unipoler b.KLASIFIKASI NEURON Berdasar jumlah juluran a. Bipoler c. Pseudounipoler .

Motorik b. Sensorik . Type Golgi II : akson pendek Berdasar Nissl Bodies a.KLASIFIKASI NEURON Berdasar panjang akson a. Somatokrom b. Karyokrom Berdasar Fungsi a. Type Golgi I : akson panjang b.

Kolateral : cabang akson tegak lurus .Pangkal akson : .Bentuk kerucut .Ujung terminal : .telodendron (=terminal arborination) .NEURIT (=AKSON) .banyak mitokondria .Axon Hillock (= conus implantasi) .Juluran panjang .Aksoplasma : .Kumpulan akson membentuk serabut saraf .neurofibril saling sejajar .dinding : aksolemma .

.

Makroglia : .Klasifikasi Neuroglia : a. Mikroglia (mesoglia / sel Hortega) d. Sel Ependym .Merupakan jaringan penyokong .Astrosit fibrosa b. Oligodenroglia c.Astrosit protoplasmatis .NEUROGLIA .

Merupakan neuroglia terbesar .Prosesus protoplasmatis lebih sedikit .Astrosit protoplasmatis : .ASTROGLIA (=ASTROSIT) .terdapat pada substansia griscea .prosesus banyak.Astrosit fibrosa : .ujung melebar : perivasculair feet/foot plate . pendek. tebal .sitoplasma : granula gliosom .Terdapat pada substansia alba .Mempunyai banyak prosesus protoplasmatis .Terdapat foot plate .

OLIGODENDROGLIA .Prosesus protoplasmatis lebih sedikit .Ukuran lebih kecil .Terdapat pada substansia griscea dan alba .Menempel pada dinding pembuluh darah : perivaskuler satelit .

MIKROGLIA DAN SEL EPENDYM MIKROGLIA : = mesoglia / sel Hortega Sel kecil berbentuk ireguler Berasal dari mesoderm Dalam keadaan patologis : .sel Rod. gerak amoeboid & fagositosis SEL EPINDYM Bentuk kolumner Tersusun epiteloid Membatasi rongga otak (ventriculus) dan medula spinalis (canalis centralis) .

Ganglion : spinalis dan otonom/simpatis 3. Serabut saraf : kranialis dan spinalis 2. Medula spinalis SISTIMA SARAF TEPI 1. Akhiran saraf : reseptor dan efektor . Batang Otak : .mesensefalon . Cerebrum 2.pons .medula oblongata 4. Cerebelum 3.SISTIMA SARAF SISTIMA SARAF PUSAT 1.diensefalon .

.

melingkari beberapa fasikulus . melingkari akson b.pada akson yang besar .Pembungkus serabut saraf : a.Merupakan kumpulan akson . Epineurium. Neurolemma (selubung Schwan) disusun oleh sel Schwan b.Pembungkus akson : a. Perineurium.SERABUT SARAF . Selubung myelin : . Endoneurium. melingkari fasikulus c.tersusun konsentris .

jaringan ikat padat .jaringan ikat padat ireguler .PEMBUNGKUS SERABUT SARAF 1. Endoneurium : .tersusun berlamelair . Perineurium : .jaringan ikat tipis . Epineurium : .membentuk septum .terdapat pembuluh darah 3.fibroblas & makrofag .serabut retikuler : Retzius 2.

SELUBUNG MYELIN Disusun : kolesterol.1 mm (nodus Ranvier) Tidak terdapat pada axon hillock Pada sediaan histologis akson mengkerut tipis aksis silindris Dalam keadaan segar akson : milein = 6 : 1 Dengan pewarnaan asam osmiat : . fosfolipid & serebrosid Berasal dari dinding sel Schwan Tersusun berlamela Terputus pada jarak 0.08 .terdapat celah sempit .disebut insisura Schmidt Laterman .berjalan serong .merupakan membran sel Schwan .

Akson & selubung berbutar beberapa kali 4. Terbentuk mesakson 3.PEMBENTUKAN SELUBUNG MYELIN 1. Terbentuk selubung berlamela . Membran sel Schwan melekuk mengelilingi akson 2.

Sitoplasma : App Golgi & mitokondria .Fungsi : .Inti pipih atau oval .Disusun oleh sel-sel Schwan .Merupakan selubung tipis .membentuk selubung myelin .regenerasi serabut saraf .NEUROLEMMA (SELUBUNG SCHWAN) .Terdapat di antara 2 nodus Ranvier .Sel Schwah : .

Muscle spindle 2.Corpusculum Krauze . Reseptor tak berkapsul : .retina . . Akhiran saraf eferen (efektor) .Corpusculum Meissner . Reseptor berkapsul : .Somatik eferen : motor end plate .AKHIRAN SARAF 1.peritrikial .Viseral eferen Akhiran saraf aferen (reseptor) a.Corpusculum Ruffini .organ pengecap .diskus Merkel .organ Corti .organ olfaktoria b.Corpusculum Vater Paccini .

ujung akson melebar & menempel sarkolemma .MOTOR END PLATE .sarkolemma banyak tonjolan .Bagian Otot : .Akhiran saraf eferen pada otot lurik .mengandung banyak mitokondria berisi asetilkolin .banyak mengandung mitokondria dan inti sel .merupakan terminal akson .Bagian Akson : .endoneurium bergabung dengan sarkolemma .

.

.

Searaf subepitel menembus membran basal bercabang-cabang.Dalam epidermis kulit .Ujung saraf menebal (end bulbs) . ujung menebal Reseptor berkapsula : .RESEPTOR Diskus Merkel : . .Dilingkungi jaringan tipis sebagai kapsula.Ruang dalam kapsula inner bulbs .

Klasifikasi : 1. Ganglion cerebrospinal (ganglion spinale) 2. Ganglion otonom (trunkus simpatikus) . Endoneurium .dikelilingi selapis sel satelit/amfisit .dibungkus jaringan ikat tipis lanjut sbg.membentuk trabekula anyaman stroma .Kumpulan sel-sel bodi di luar susunan saraf pusat .lanjut sebagai epineurium & perineurium .Badan sel : .GANGLION .Kapsula : .Bentuk oval .

akson membentuk glomerolus intrakapsularis .Bagian tengah sel bodi sedikit.Badan sel bergerombol dekat kapsula . banyak serabut saraf .Akson membentuk saraf aferen - .saraf bermyelin .GANGLION SPINALE Diameter 15 100 mikron Neuron pseudounipoler Badan sel kecil saraf tak bermyelin Badan sel besar : .

inti eksentris Akson membentuk saraf eferen Denrit membentuk pleksus interkapsularis .GANGLION OTONOM Diameter 15 50 mikron Sel bodi tersebar.

Lapisan korteks cerebri : a. Stratum piramidale eksternum d. Stratum multiformis . denrit.Berwarna kelabu . neuroglia .Membentuk korteks cerebri . Stratum granulosum eksternum c.CEREBRUM Substansia griscea : .Disusun : sel bodi. awal neurit. Stratum molekulare (fleksiformis) b. Stratum piramidale internum (ganglionare) f. Stratum granulosum internum e.

Serabut saraf bermyelin & tak bermyelin .CEREBRUM Substansia Alba .Neuroglia .Berwarna putih .Disebut medula .

CEREBELLUM Substansia Griscea .sel Purkinye (sel botol) c.Climbing fibers .Membentuk korteks cerebelli .sel stelat kecil (luar) .sel keranjang (dalam) b. Stratum molekulare : . Stratum ganglionare : . Stratum granulosum : sel granula besar & kecil Sbstansia Alba Serabut aferen : .Terdiri atas 3 lapisan a.Mossy fibers .

MEDULA SPINALIS .

MEDULA SPINALIS Substansia Griscea .Di tengah terdapat kanalis sentralis : .kornu anterior neuron motorik .Substansia gelatinosa Rolandi : .disusun neuroglia .kornu posterior neuron sensorik .Berbentuk huruf H : .zona spongiosa : .Di sebelah dalam .pada kornu anterior. tampak jernih .zona terminalis Lissauer : saraf bermyelin berjalan longitudinal .anyaman saraf bermyelin .Substansia gelatinosa sentralis : .tersusun epiteloid kolumner selapis .berisi cairan cerebro spinal .di luarnya tdp .dibatasi sel-sel Ependym .daerah bergranula di sekitar ependym .

Septum medianum posterior .dibagi 2 oleh kornu anterior : .funikulus anterior .Funikulus dorsalis : belakang substansia griscea .funikulus lateralis .Substansia Alba Medula Spinalis .Fisura mediana anterior .depan substansia griscea .Funikulus ventro-lateralis : .Sulkus dorso-lateralis posterior kanan-kiri .

lamina endostisialis .luar : .jaringan ikat padat . ikat avaskuler . Duramater : . Piamater : .epitel mesenkim .jar.MENING Merupakan bungkus SSP Terdiri atas 3 lapisan : a.sangat vaskuler . Meningealis .dalam : .melekat pada tulang .lam.ruang subarakhnoid dilapisi epitel mesenkim c. Arakhnoid : .dilapisi epitel mesenkim .ruang subdural sempit b.

Volume perikaryon meningkat 3. Inti sel ketepi 4. Segmen distal : dihancurkan oleh makrofag . Segmen proksimal : akson tumbuh dalam sel-sel Schwan 6.REGENERASI SERABUT SARAF 1. Trauma akson kromatolisis 2. Sel Schwan berproliferasi 5.

PENAMPANG BUJUR SARAF TEPI .

Penampang Lintang saraf tepi

Penampang lintang saraf tepi

Ganglion Spinale

GANGLION SPINALIS .

CEREBELLUM .

MEDULA SPINALIS .

NISSL BODIES DAN NEUROFIBRIL .

Orang yang lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya dari pada yang lain. Ada tiga hal yang barang siapa mengamalkannya. Mencintai orang lain hanya karena Allah. yaitu : 1.Barang siapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke syurga. maka ia dapat menemukan manisnya iman. (Shahih Muslim) . 3. Tidak suka kembali ke dalam kekufuran (setelah Allah menyelamatkannya) sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka. 2. (HR. Muslim).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful