Anda di halaman 1dari 12

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Jihan Rizky Fadhilah


PEMBERDAYAAN
17042197
MASYARAKAT
Jurusan Ilmu Administrasi Negara
Fakultas Ilmu Sosial
Universitas Negeri Padang
Nama Penulis

2020
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Merupakan Proses/usaha untuk meningkatkan


atau menggali potensi yang ada di masyarakat
sehingga dapat mengembangkannya menjadi
sesuatu yang lebih baik lagi atau memperbaiki
situasi dan kondisi masyarakat itu sendiri.
Pemberdayaan masyarakat dapat terjadi apabila
masyarakat itu sendiri ikut pula berpartisipasi.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Mardikanto (Sururi, 2017: 4) Moh. Ali Aziz, dkk (2005 : 136)


Proses perubahan sosial, ekonomi dan politik untuk suatu proses di mana masyarakat, khususnya mereka
memberdayakan dan memperkuat kemampuan yang kurang memiliki akses ke sumber daya
masyarakat melalui proses belajar bersama yang pembangunan, didorong untuk meningkatkan
partisipatif, agar terjadi perubahan perilaku kemandiriannya di dalam mengembangkan
stakeholders yang terlibat dalam proses perikehidupan mereka.
pembangunan demi terwujudnya kehidupan yang
semakin berdaya, mandiri dan partisipatif yang
semakin sejahtera secara berkelanjutan

Sumodiningrat (Sururi, 2017: 5) Totok Mardikanto, dkk (2015:30)


Pemberdayaan masyarakat memerlukan Upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat
kepedulian yang diwujudkan dalam kemitraan dan lapisan masyarakat yang dalam kondisi sekarang
kebersamaan pihak yang sudah maju dengan pihak tidak mampu untuk melepaskan diri dari perangkap
yang belum berkembang. Pemberdayaan kemiskinan dan keterbelakangan.
merupakan suatu proses perubahan
ketergantungan menjadi kemandirian.
RUANG LINGKUP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Menurut Ndraha, dalam Priyatna (2012)

1. Pemberdayaan Politik
Pemberdayaan politik bertujuan meningkatkan bargaining position
yang diperintah terhadap pemerintah. Bergainning ini dimaksudkan
agar yang diperintah mendapatkan apa yang merupakan haknya
dalam bentuk barang, jasa, layanan, dan kepedulian tanpa
merugikan pihak lain.
RUANG LINGKUP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Menurut Ndraha, dalam Priyatna (2012)

2. Pemberdayaan ekonomi
Sebagai upaya meningkatkan kemampuan yang diperintah sebagai
konsumen agar dapat berfungsi sebagai penanggung dari dampak
negative pertumbuhan, pembayar resiko salah urus, pemikul beban
pembangunan, kegagalan program, dan akibat kerusakan
lingkungan.
RUANG LINGKUP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Menurut Ndraha, dalam Priyatna (2012)

3. Pemberdayaan sosial-budaya
Bertujuan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia melalui
human investment guna meningkatkan nilai manusia (human
dignity), penggunaan (human utilization), dan perlakuan yang adil
terhadap manusia.
RUANG LINGKUP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Menurut Ndraha, dalam Priyatna (2012)

4. Pemberdayaan lingkungan
sebagai program perawatan dan pelestarian lingkungan, agar pihak
yang diperintah dan lingkungannya mampu beradaptasi secara
kondusif dan saling menguntungkan.
RUANG LINGKUP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Menurut Moebyarto, (dalam Setyawati, 2014)
1. Keputusan dan inisiatif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat dibuat di tingkat local, oleh
masyarakat yang memiliki identitas yang diakui peranannya sebagai partisipan dalam proses
pengambilan keputusan
2. Fokus utama pengelolaan sumberdaya local adalah memperkuat kemampuan masyarakat miskin dalam
mengarahkan asset-asset yang ada dalam masyarakat setempat, untuk memenuhi kebutuhannya
3. Toleransi yang besar terhadap adanya variasi. Oleh karena itu mengakui makna pilihan individual,
dan mengakui proses pengambilan keputusan yang desentralistis
4. Budaya kelembagaan ditandai oleh adanya organisasi-organisasi yang otonom dan mandiri, yang saling
berinteraksi memberikan umpan balik pelaksanaan untuk mengoreksi diri pada setiap jenjang
organisasi
5. Adanya jaringan koalisi dan komunikasi antara pelaku dan organisasi local yang otonom dan mandiri,
yang mencakup kelompok penerima manfaat, pemerintah local, bank local, dan sebagainya yang
menjadi dasar bagi semua kegiatan yang ditujukan untuk memperkuat pengawasan dan penguasaan
masyarakat atas berbagai sumber yang ada, serta kemampuan masyarakat untuk mengelola
sumberdaya setempat
Unsur-unsur PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Menurut Profesionalitas pelaku pemberdaya

(1)Inklusi dan partisipasi; Inklusi berfokus pada pertanyaan siapa yang diberdayakan, sedangkan
partisipasi berfokus pada bagaimana mereka diberdayakan dan peran apa yang mereka
mainkan setelah mereka menjadi bagian dari kelompok yang diberdayakan.
(2)Akses pada informasi; adalah aliran informasi yang tidak tersumbat antara masyarakat
dengan masyarakat lain dan antara masyarakat dengan pemerintah. Informasi meliputi ilmu
pengetahuan, program dan kinerja pemerintah, hak dan kewajiban dalam bermasyarakat,
ketentuan tentang pelayanan umum, perkembangan permintaan dan penawaran pasar, dsb.
(3)Kapasitas organisasi lokal; dan adalah kemampuan masyarakat untuk bekerja bersama,
mengorganisasikan perorangan dan kelompok-kelompok yang ada di dalamnya, memobilisasi
sumber-sumber daya yang ada untuk menyelesaikan masalah bersama. Masyarakat yang
organized, lebih mampu membuat suaranya terdengar dan kebutuhannya terpenuhi.
(4)Profesionalitas pelaku pemberdaya adalah kemampuan pelaku pemberdaya, yaitu aparat
pemerintah atau LSM, untuk mendengarkan, memahami, mendampingi dan melakukan
tindakan yang diperlukan untuk melayani kepentingan masyarakat. Pelaku pemberdaya juga
harus mampu mempertanggungjawabkan kebijakan dan tindakannya yang mempengaruhi
kehidupan masyarakat.
Bentuk program PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

1. Bidang Kesehatan 2. Bidang Pendidikan


Program pemerintah dalam bentuk pemberdayaan Dapat berupa pelatihan guru, bantuan biaya
ini berupa peningkatan sarana dan prasarana pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu
kesehatan masyarakat, promosi, penyuluhan secara finansial, beasiswa prestasi dll. Contohnya
program kesehatan. Contohnya Pendiri Bank terdirinya “Kampung Inggris” di Kabupaten Kediri,
Sampah yang nantinya bisa di tukarkan dengan Jawa Timur. Kampung ini sebenarnya adalah desa
berobat gratis bagi masyarakat. biasanya pada awal terbentuknya, tidak mengenal
sama sekali Bahasa Inggris yang berkembang disana.

3. Bidang Ekonomi
4. Bidang Teknologi
Seperti pemberdayaan UKM, industri rumah
tangga. Contohnya di Magelang, pemberdayaan Berupa pelatihan, pengembangan teknologi, dan
masyarakat yang dilakukan yakni dengan penggunaan teknologi dalam proses kerja dan
mengajarkan masyarakat untuk mengelola blog kehidupan masyarakat.
serta menulis konten-konten yang berkualitas.
Sehingga mendapatkan hasil dari Google Adsen,
berjualan online, dan lainnya sebaginya.
Daftar pustaka
Arsawan, I. W. E., Kariati, N. M., & Sukarta, I. W. (2017). PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS
COMMUNITY DEVELOPMENT (STUDI EKPLORATORIF DI KAWASAN WISATA SANGEH). SOSHUM:
Jurnal Sosial dan Humaniora [Journal of Social Sciences and Humanities], 6(3), 238.

Direktorat Kerjasama Pembangunan Sektoral dan Daerah, Bappenas, Kebijakan Strategis


Pemberdayaan Masyarakat, 2003.

Priyatna, A. (2012). Pemberdayaan masyarakat dalam prespektif pengukuran keberdayaan


komunitas lokal.

Sururi, A. (2017). Pemberdayaan masyarakat melalui program pembangunan infrastruktur


perdesaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Wanasalam Kabupaten
Lebak. Sawala: Jurnal Administrasi Negara, 3(2).

Totok, Mardikanto dkk. 2015. Pemberdayaan Masyarakat dalam Perspektif Kebijakan Publik.
Bandung : Alfabeta
2020