Anda di halaman 1dari 49

Beragama

Islam, Akidah,
dan Syariah
Islam
HG 2:
Galuh Zhafirah (1906287811)
Mauna Munifah Indarwati (1906347552)
Mutiara Rengganis (1906302705)
Nadhila Hasna Hanifah (1906306451)
Nadhila Syafira (1906302762)
Outline
● Manusia Beragama Islam
● Akidah atau Iman Islam
● Syariah Islam
● Implementasi Muamalah dalam Kehidupan Sosial
Manusia
Beragama
Islam
Karakteristik Manusia
Beragama Islam
1. Penyebutan Manusia Dalam Alqur’an
2. Tujuan Penciptaan Manusia
3. Proses Penciptaan Manusia
4. Alam Kehidupan Manusia
5. Kedudukan Manusia
6. Potensi Manusia
7. Karakter Manusia
8. Martabat Manusia
9. Kebutuhan Manusia Terhadap Agama Islam
10.Tanggung Jawab Manusia
1.Penyebutan Manusia dalam
Alqur’an
Penyebutan manusia di dalam alquran menggunakan kata-kata berikut :
basyar, insan, an-nas, bani Adam, dan ‘abdun.

konsep basyar (37x)→ dihubungkan dengan sifat-sifat biologis manusia


konsep insan (65x) → dihubungkan dengan sifat psikologis manusia atau
spiritual manusia sebagai makhluk berilmu, berpikir, dan memikul amanah
(QS. 33 : al-Ahzab : 72)
konsep an-nas (240x)→ merujuk bahwa manusia sebagai makhluk sosial
kata bani adam → menunjuk pada aspek historis, bahwa semua manusia
berasal dari nabi Adam
kata ‘abdun → menunjuk aspek manusia sebagai hamba Allah (Q.S Saba : 9)
2. Tujuan Penciptaan Manusia
Tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah
SWT. Peribadahan ialah ketundukan manusia pada hukum dan
aturan Allah dalam menjalankan kehidupan di muka bumi ini, baik
yang berupa hubungan vertikal dengan Allah, maupun horizontal
dengan sesama manusia dan makhluk Allah lainnya.

”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya


mereka menyembah-Ku" QS. 51 (Adz-Dzariyat) : 56
3. Proses Penciptaan Manusia
Proses penciptaan manusia diceritakan pada ayat berikut :

QS. 23 (al-Mukminun) : 12-14 dan QS.15 (al-Hijr) : 28- 29 → manusia


diciptakan dari dua unsur, yaitu (1) unsur materi tanah; dan (2) unsur
non materi ruh dari Allah.
QS. 23 (Al-Mukminun): 12-14 → proses pertumbuhan dari air mani
hingga menjadi manusia
Dalam hadits masa pertumbuhan embrio : (1) nuthfah selama 40
hari; (2) 'alaqah selama 40 hari; dan (3) mudhghah selama 40 hari, dan
kemudian Allah meniupkan ruh-Nya
4. Alam Kehidupan Manusia
Kehidupan manusia berlangsung dalam empat tahapan
kehidupan, yaitu :
a. alam rahim,
b. alam dunia,
c. alam barzah atau alam kubur, dan
d. alam akhirat.
Alam akhirat terdiri dari empat tahapan, yaitu (1) yaumu
ba'ats, (2) yaumu mahsyar, (3) yaumu miizan dan (4) yaumu
jaza' atau hari pembalasan.
5. Kedudukan Manusia
kedudukan Manusia dibagi menjadi 2, yaitu :

1. sebagai ‘abdullah

terdapat dalam klausa liya’buduni (Q.S. Adz-Dzariyat:56)

2. sebagai khalifah

terdapat dalam Q.S Al-Baqarah:30 yang isinya bahwa manusia diciptakan


sebagai khalifah di bumi
6. Potensi Manusia
Potensi yang dimiliki manusia dibagi menjadi 2, yaitu :

1. potensi fisik
2. potensi ruhaniyah
a. akal
b. qalb
c. emosi atau perasaan
7. Karakter Manusia
karakter baik → dicerminkan sebagai sifat seperti Tuhan
karakter buruk → digambarkan sebagai nafsu yang mengutamakan kepuasan
materi
penciptaan karakter dijelaskan pada surah Asy-Syams ayat 7-10

(7). demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya,


(8). maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan)
kejahatan dan ketakwaannya, (9). sungguh
beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu),
(10). dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.
8. Martabat Manusia
Manusia merupakan ciptaan yang terbaik atau makhluk paling sempurna
karena disertai akal dan qalbu.

Sesuai firman Allah pada Q.S At-Tin:4


8. Martabat Manusia
Martabat manusia ditentukan oleh nilai perbuatan dalam kehidupannya.
martabat manusia tersebut, yaitu:

Muttaqun, mukmin, muslim, muhsin, mukhlish, mushlih, kafir, fasik, munafik,


musyrik, murtad.
9. Kebutuhan Manusia terhadap
Agama Islam

manusia membutuhkan islam


yang didalamnya terkandung
syariah yang berarti jalan
kehidupan. dan islam merupakan
satu-satunya agama yang diridhai
Allah, sebagaimana firman-Nya
pada Q.S Ali Imran ayat 19
10. Tanggung Jawab Manusia
Tanggung jawab manusia kepada Allah ialah mengabdi hanya kepada-Nya.
Berikut merupakan ciri-ciri perilaku tanggung jawab manusia sebagai hamba Allah yang
terdapat dapat QS. Al-Furqan :
1. Bersikap rendah hati dan mengucapkan salam (QS. Al-Furqan : 63).
2. Beribadah ketika malam hari (QS. Al-Furqan : 64).
3. Berdoa selalu agar terhindar dari siksa api neraka (QS. Al-Furqan : 65-66).
4. Berinfaq dengan wajar, tidak berlebihan dan tidak juga pelit (QS. Al-Furqan : 67).
5. Tidak menyekutukan Allah, tidak membunuh manusia sewenang-wenang dan tidak
melakukan zina (QS. Al-Furqan : 68).
6. Tidak memberikan kesaksian palsu dan menjaga kehormatan dengan tidak mengikuti
pekerjaan seseorang tanpa manfaat (QS. Al-Furqan : 72).
7. Apabila diperingati ayat-ayat Tuhannya, tidak berpura-pura tuli dan buta (QS. Al-Furqan :
73).
8. Selalu berdoa supaya dikaruniai pasangan dan keturunan yang menyejukkan mata ( QS.
Al-Furqan : 74).
10. Tanggung Jawab Manusia
Khalifah memiliki arti wakil atau pengganti yang memegang kekuasaan.
Berikut merupakan ciri-ciri perilaku tanggung Jawab Manusia Sebagai Khalifah Allah :
a. Taat kepada Allah dan Rasul-Nya (QS. Ali-Imran : 32).
b. Beriman dan beramal shaleh (QS. Al-Bayyinah : 7).
c. Melaksanakan shalat (HR. Muslim).
d. Takut kepada Allah (QS. An-Nur : 50).
e. Memimpin dengan Kitabullah dan Sunnah (HR. Muslim).
f. Adil (QS. An-Nur : 90).
g. Tidak mengkhianati (QS. Al-Anfal : 27).
h. Benar dan jujur ( QS. At-Taubah : 119).
i. Tidak menyesatkan (QS. Al-Ahzab ;67-68).
j. Mengutamakan keimanan (QS. At-Taubah : 23).
Akidah
atau Iman
Islam
Pengertian Akidah
● Akidah berasal dari kata ‘aqada ya’qidu ‘aqdan, yang berarti
ikatan dari utas tali yang tersambung.
● Akidah adalah sesuatu yang mengharuskan hati
membenarkannya, yang membuat jiwa tenang, dan menjadi
kepercayaan yang bersih dari kebimbangan dan keraguan
● Akidah Islam adalah keyakinan kepada rukun iman
Ruang Lingkup Akidah
1. Ilahiyat
Pembahasan mengenai ketuhanan (Allah SWT)

2. Nubuwwat
Pembahasan mengenai utusan-utusan Allah (nabi dan rasul)

3. Ruhaniyat
Pembahasan mengenai makhluk ghaib (jin, malaikat, dan iblis)

4. Sam’iyyat
Pembahasan mengenai alam ghaib (alam kubur, akhirat, surga, neraka,
dll)
Kedudukan Akidah
Akidah diibaratkan sebagai sebuah pohon yang baik (Q.S. Ibrahim: 24-25)

Indikator yang baik menurut ayat tersebut :

1. Ashluha tsabitun (akarnya menghujam ke perut bumi)


2. Far’uha fis-sami (dahannya menjulang ke langit)
3. Tu’tii ukulaha kulla hiin (berbuah setiap waktu)

Apabila seorang mukmin memenuhi ketiga kriteria tersebut, maka ia adalah


mukmin yang taat pada syariah dan berakhlak karimah
Pengertian Tauhid
● Tauhid memiliki arti mengesakan.
● Menurut istilah, tauhid berarti percaya dan yakin bahwa
Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa
Macam Tauhid
1. Tauhid Rububiyah
Mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan
pemeliharaan alam semesta
2. Tauhid Uluhiyah
Mengesakan Allah melalui ibadah
3. Tauhid asma’ dan sifat
Mengesakan Allah melalui nama-nama dan sifat-sifat yang dimiliki-
Nya
Pengaruh Akidah Islam dalam
Kehidupan
Penerapan akidah atau iman Islam dalam kehidupan dapat
mempengaruhi sifat yang melekat pada tingkah laku
seseorang. Orang yang menerapkan akidah atau iman Islam
dapat terlihat memiliki akhlak yang sangat baik
Tantangan Akidah Islam dalam
Kehidupan
Contoh tantangan akidah :

1. Teknologi

Saat ini teknologi semakin berkembang pesat, dan semakin banyak orang
yang mendewakan teknologi tersebut tanpa menyeimbangkannya dengan
kehidupan di akhirat

2. Ekonomi
Karena kebutuhan ekonomi, banyak orang yang menghalal segala cara
untuk mencapai tujuannya, seperti praktik korupsi
Tanda Orang Beriman
Terdapat dalam Q.S. al-Anfal: 2-4

1. Apabila disebut nama Allah hatinya bergetar


2. Apabila dibacakan ayat-ayat-Nya, keimanannya bertambah dan
semakin bertawakal kepada Allah
3. Melaksanakan salat
4. Menginfakkan sebagian rezekinya
Syariah
Islam
Syariah Islam
● Syariah adalah hukum agama yang menetapkan peraturan hidup
manusia, hubungan manusia dengan Allah Swt., hubungan manusia
dengan manusia dan alam sekitar berdasarkan Alquran dan hadis
● Syariah berisi perintah yang harus ditaati dan larangan yang harus dijauhi
● Syariah menunjukkan jalan menuju tercapainya kebahagiaan yang abadi,
yakni kebahagiaan dunia dan akhirat sehingga syariah berperan dalam
memberikan petunjuk tentang hakikat hidup manusia
● Syariah Islam diturunkan oleh Allah Swt. sebagai pedoman yang dapat
memberikan bimbingan dan pengarahan kepada manusia agar manusia
dapat menjalani kehidupan di dunia dengan benar
Ruang Lingkup Syariah Islam
1. Ibadah Khusus (ibadah mahdhah)
Ibadah khusus merupakan ibadah yang bersifat tertutup dan mencakup
berbagai peribadatan yang wajib dilakukan, seperti shalat, puasa, zakat, dan
haji.

2. Ibadah Umum (muamalah atau ibadah ghairu mahdhah)


Muamalah atau ibadah umum bersifat terbuka karena dapat dikembangkan
melalui ijtihad dan mencakup ketetapan Allah yang berhubungan dengan
kehidupan sosial manusia, seperti ekonomi, pernikahan, hutang piutang,
kesehatan, politik, dan sebagainya.
Perbedaan Syariah Islam
dengan Fikih Islam
1. Syariah terdapat dalam Alqur’an dan Hadis, dan Fikih terdapat dalam kitab-kitab
Fiqih.
2. Syariah bersifat fundamental, sedangkan Fikih bersifat instrumental. Ruang
lingkup Syariah lebih luas karena ke dalamnya dimasukkan juga akidah dan
akhlak oleh para ahli, sedangkan ruang lingkup Fikih terbatas pada hukum yang
mengatur perbuatan manusia, yang biasa disebut sebagai perbuatan hukum.
3. Syariah berlaku abadi sebagai suatu ketentuan Allah dan Rasul-Nya, sedangkan
Fikih merupakan karya manusia, sifatnya berubah dari masa ke masa.
4. Syariah hanya satu, sedangkan Fikih lebih dari satu. Hal ini dapat dilihat pada
aliran-aliran Fikih yang disebut muzahib atau kelompok-kelompok.
5. Syariah menunjukkan kesatuan dalam Islam, sedang Fikih menunjukkan
keragamannya.
Implementasi Ibadah Mahdhah
dalam Kehidupan
Ibadah khusus atau ibadah mahdhah diantaranya membahas:
● Thaharah: Bersuci dari najis dan hadas.
● Shalat: Ibadah wajib yang diperintahkan oleh Allah untuk dilakukan 5x
sehari. Saat di akhirat kelak, shalat menjadi ibadah pertama yang
diperiksa amal perbuatannya dan menjadi tolak ukur seluruh amal
ibadah lainnya.
● Zakat: Memberikan sebagian harta kepada orang-orang yang berhak
menerimanya (mustahik). Mustahik terdiri dari delapan golongan, yakni
fakir, miskin, ibnu sabil, gharim, ‘amil, muallaf, budak yang ingin
memerdekakan dirinya dan sabilillah.
Implementasi Ibadah Mahdhah
dalam Kehidupan
● Puasa: Ibadah yang wajib dilakukan pada bulan Ramadhan yang
bertujuan untuk membentuk akhlak mulia. Hal tersebut
dikarenakan saat sedang berpuasa, terdapat larangan untuk
mencaci, bergunjing, berbohong, berbuat maksiat, berkata kotor,
serta perbuatan dosa lainnya.
● Ibadah haji: Ibadah yang hukumnya wajib bagi setiap orang
muslim yang memiliki kemampuan biaya maupun kemampuan
perjalanan.
Implementasi Muamalah di
Bidang Politik
● Pengertian politik islam :
Politik dalam bahasa Arab siyasah. Politik islam adalah pengurusan segala
urusan seluruh umat Islam.

● Kedudukan politik dalam islam :


1. Islam agama serba lengkap, di dalamnya terdapat politik
2. Agama islam tidak ada hubungannya dengan kewarganegaraan
3. Dalam islam tidak terdapat sistem ketatanegaraan, melainkan
seperangkat tata nilai bagi kehidupan bernegara
Implementasi Muamalah di
Bidang Ekonomi
● Maksud dari muamalah di bidang ekonomi yaitu aturan hukum islam
terkait dengan usaha-usaha yang dilakukan untuk memperoleh dan
mengembangkan harta, jual beli, hutang piutang, jasa penitipan
dsb.
● Menurut Dr. Yusuf Qardhawi, ada empat karakteristik ekonomi islam,
yaitu :
1. Ekonomi Rabbaniyah (Ilahiah),
2. Akhlak,
3. Kemanusiaan, dan
4. Pertengahan.
Implementasi Muamalah di Bidang
Sosial (Pergaulan Antar Manusia)
1. Pergaulan Antar Lawan Jenis, dalam Islam memiliki batasan-batasan. Pada dasarnya, kontak sosial
ini diperbolehkan selama memiliki tujuan baik ataupun keperluan yang dibenarkan syara’.
Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Isra’ (17) : 32:

2. Pergaulan Sejenis, Nabi Muhammad bersabda : “Tidak dibolehkan laki-laki melihat aurat (kemaluan)
laki-laki lain, begitu juga perempuan tidak boleh melihat kemaluan perempuan lain. Dan tidak boleh laki-
laki berkemul dengan dengan laki-laki lain dalam satu kain, begitu juga seorang perempuan tidak boleh
berkemul dengan sesama perempuan dalam satu kain.” (HR. Muslim)
Implementasi Muamalah di
Bidang Hukum
● Hukum Islam : hukum yang bersumber dari dan menjadi bagian agama
Islam
● Ciri-ciri hukum Islam :
1. merupakan bagian dan bersumber dari agama Islam,
2. mempunyai hubungan erat & tidak dapat dipisahkan dari iman atau
akidah dan kesusilaan atau akhlak Islam,
3. mempunyai 2 istilah kunci, yakni syariat dan fiqih,
4. terdiri dari 2 bidang utama, yakni ibadah dan muamalah,
5. strukturnya berlapis, terdiri dari nas (teks Al-Qur’an), Sunnah
Rasulullah SAW, hasil ijtihad manusia yang memenuhi syarat tentang
wahyu dan sunnah, dan pelaksanaannya dalam praktik baik.
Implementasi Muamalah di
Bidang Hukum
6. mendahulukan kewajiban dari hak, amal dari pahala,

7. dapat dibagi menjadi : hukum taklifi dan hukum wadh’i,

8. bersifat universal,

9. menghormati martabat manusia,

10. pelaksanaannya dalam praktik digerakkan oleh iman (akidah) dan akhlak
umat Islam.

● Tujuan hukum Islam : kemaslahatan hidup manusia, baik rohani maupun


jasmani.
Implementasi Muamalah di
Bidang Hukum
Pandangan hukum Islam terhadap korupsi :
- Allah membenci orang yang melakukan tindakan menyimpang,
sebagaimana firman Allah :
“Dan carilah pada apa yang telah
dianugerahkan Allah kepadamu
(kebahagiaan) negeri akhirat, dan
janganlah kamu melupakan
bahagianmu dari (kenikmatan)
duniawi dan berbuat baiklah
(kepada orang lain) sebagaimana
Allah telah berbuat baik,
kepadamu, dan janganlah kamu
berbuat kerusakan di (muka)
bumi.”
Implementasi Muamalah di
Bidang Hukum
Pandangan hukum Islam terhadap korupsi :
- Menurut Syed Husein Alatas, korupsi identik dengan kata khianat
- Khianat dalam bahasa Arab disebut juga ghulul
- Ghulul secara erimologis : khianat di dalam harta rampasan perang dan
selainnya (Ikbal Zaki:2011:683)
- Rasulullah SAW memperluas makna ghulul menjadi 2 bentuk, yakni :
1. Komisi : tindakan mengambil penghasilan di luar gaji yang telah
diberikan,
2. Hadiah : pemberian yang didapat karena jabatannya. Jenis-jenisnya :
a. penyuapan yang baik pemberi maupun penerima secara moral
bersalah. contoh : penyuapan terhadap seorang hakim.
Implementasi Muamalah di
Bidang Hukum
Pandangan hukum Islam terhadap korupsi :

b. penyuapan yang boleh diberikan tapi tidak boleh diterima (korupsi


defensif). contoh : bila seorang penguasa yang kejam menginginkan hak milik
seseorang, maka tidak berdosalah seseorang itu memberikan sebagian
hartanya kepada penguasa sebagai bentuk penyelamatan diri,

c. penyuapan yang pemberinya bersalah tapi penerimanya tidak bersalah


(korupsi investif). contoh : memberikan pelayanan yang berlebihan kepada
seorang pejabat dengan tujuan mendapat imbalan atau keuntungan di masa
depan
Implementasi Muamalah di
Bidang Hukum
● Pandangan hukum Islam terhadap korupsi :
- Hukum pemanfaatan korupsi
1. menurut Mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanafi : shalat dengan kain yang
diperoleh secara batil adalah sah selama dilaksanakan sesuai dengan
syarat dan rukun yang ditetapkan, tetapi mamakainya adalah dosa
karena kain itu bukan miliknya yang sah
2. menurut Imam Ahmad bin Hanbal, salat dengan menggunakan hasil
korupsi tidak sah karena menutup aurat dengan bahan yang suci adalah
syarat sah salat, sementara kain hasil korupsi sama saja dengan pakaian
yang najis.
Implementasi Muamalah di
Bidang Politik
● Landasan politik pada masa Rasulullah :

Perjanjian Aqabah dan Piagam Madinah

● Peran Nabi Muhammad sebagai kepala negara :


1. Mengutamakan pengembangan sumber daya manusia
2. Mengadakan hubungan dengan negara-negara lain. Rasulullah
mengirimkan sekitar 30 surat yang berisi ajakan untuk masuk islam.
Implementasi Muamalah di
Bidang Politik
● Prinsip politik islam :
1. Prinsip musyawarah
2. Prinsip keadilan
3. Prinsip kebebasan
4. Prinsip persamaan
5. Prinsip pertanggungjawaban
Implementasi Muamalah di
Bidang Kesehatan
● Anjuran menjaga kesehatan :

Rasulullah mengajarkan Ibnu Abbas untuk meminta kepada Allah


kesehatan di dunia dan akhirat.

● Nilai sehat dalam ajaran Islam :

Konsep sehat yang dipahami dari konsep WHO menambahkan satu unsur
yaitu sehat spiritual. Maka, sehat diartikan jasmani yang tidak
berpenyakit, mental yang baik, sosial yang baik, dan spiritual yang baik.
Implementasi Muamalah di
Bidang Kesehatan
Menjaga Kebersihan dan Kesehatan dalam Ajaran Islam :

● Thaharah, yaitu bersuci dari hadas dan najis.


○ Hadas terbagi menjadi :
■ Kecil : dihilangkan dengan cara berwudhu atau tayammum
■ Besar : dihilangkan dengan cara mandi atau tayammum
○ Najis terbagi menjadi :
■ Ringan : kencing bayi laki-laki yang belum makan kecuali asi
■ Sedang : bangkai, darah, nanah, tinja, urin
■ Berat : anjing (dihilangkan dengan cara dibasuh 7 kali, yang pertama dengan debu)
● Sarana bersuci : air (QS Al-Anfal : 11)
Implementasi Muamalah di
Bidang Kesehatan
● Siwak, disebutkan dalam hadits, “Sekiranya tidak memberatkan umatku
atau kepada manusia, maka pasti aku perintahkan mereka bersiwak setiap
kali shalat.” (HR. Bukhari Muslim)
● Kebersihan lingkungan

“Bersihkan lingkungan rumahmu.” (HR. TIrmidzi) dan “Iman memiliki cabang


70 atau 60, yang paling pertama adalah tauhid dan yang paling bawah
adalah membuang atau menyingkirkan sesuatu yang dapat mengganggu
orang lewat dan malu termasuk orang beriman.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Implementasi Muamalah di
Bidang Kesehatan
● Pengobatan dalam ajaran Islam, yaitu pengobatan Nabi (thibbunnawi).
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menyatakan secara global bahwa pengobatan
yang dilakukan oleh Nabi terdiri dari obat alami, obat ilahi, dan keduanya.
● Sifat yang harus dimiliki oleh tenaga medik dan para medik : beriman,
tulus dan ikhlas karena Allah, jujur, penyantun, peramah, sabar, tenang,
dan teliti.
● Kewajiban orang sakit, yaitu berobat ke dokter, sabar dan tidak gelisah
dalam menghadapi cobaan, dzikrullah, bertaubat, tetap mengharapkan
sembuh, dan berwasiat.
Implementasi Muamalah di
Bidang Kesehatan
● Kewajiban tenaga medik dan para medik saat menghadapi pasien
yang meninggal dunia, dapat diambil dari kisah Nabi Adam
merawat seseorang yang sedang sakaratul maut, yaitu menutup
mata dan mulutnya, letakkan kedua tangannya di dada, dan ikat
dua jempol agar kakinya tidak terbuka, diarahkan menghadap
kiblat dengan posisi miring di atas sisi kanan, dan mentalkin
pasien.
Referensi
Gaffar A. MANUSIA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN [Internet]. Journal.uin-alauddin.ac.id. 2016
[cited 18 March 2020]. Available from:
http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/tafsere/article/viewFile/2775/2621
Kbbi.kemdikbud.go.id. (2020). Hasil Pencarian - KBBI Daring. [online] Available at:
https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/syariat [Accessed 3 Mar. 2020].
Kemenag RI. 2020. Al-Anfal. Diakses dari https://quran.kemenag.go.id/index.php/sura/8 pada
15 Maret 2020
Journal.unismuh.ac.id. (2018). MEMAHAMI KONSEP SYARIAH, FIKIH, HUKUM DAN USHUL FIKIH.
[online] Available at: https://journal.unismuh.ac.id/index.php/jhes/article/view/1620/1315 [Accessed
3 Mar. 2020].
Mianoki, A. 2015. Pembagian Tauhid dalam Al Quran. Diakses dari
https://muslimah.or.id/7017-pembagian-tauhid-dalam-al-quran.html pada 15 Maret 2020
Mizu.lecture.ub.ac.id. (n.d.). [online] Available at: http://mizu.lecture.ub.ac.id/files/2015/03/8.
Sistem-Ekonomi-Islam.pdf [Accessed 3 Mar. 2020].
Mujilan, dkk. (2019). Buku Ajar Matakuliah Pengembangan Kepribadian Agama Islam. Depok:
Midada Rahma Press.
Terima Kasih