Anda di halaman 1dari 29

PEMERIKSAAN KLINIS

BENJOLAN PADA LEHER


PEMBAHASAN

1.Anatomi kelenjar limfe


2.Patogenesis terjadinya benjolan pada leher lateral

3.Kenapa benjolan membesar dengan cepat

4.Kenapa teraba keras

5.Kenapa tidak nyeri

6.Hubungan benjolan dengan sakit kepala

7.Langkah-langkah diagnosis

8.DD
ANATOMI
 Region I  Kel limf submentale, submandibulare

 Region II  1/3 atas vena jugularis interna, basis


kranii sampai tepi atas os hyoid, berisi kel limf
jugulodigastric dan spinal asesoris

 Region III  1/3 tengah v j i, dipisahkan dari regio


IV melalui m.omohyoid, berisi kel limf jugularis
medius

 Region IV  1/3 bawah v j I, berisi kel limf jugularis


inf, skalenius dan supraklavuikula

 Region V  Kel limf yang terdapat pada trigonium


servikal posterior
PATOGENESIS
BENJOLAN
KENAPA BENJOLAN MEMBESAR DENGAN CEPAT

Inhibisi suppressor gen peningkatan laju


pembelahan sel  berakibat pada proliferasi
sel tak terkendali sel kanker agesif

Tergantung
kemampuan sel
membelah dan faktor
lingkungan
KENAPA TERABA KERAS

Neoplasma

Parenkim stroma

fibrosa

keras
KENAPA TIDAK NYERI

Bukan merupakan reaksi


INFLAMASI/INFEKSI
HUBUNGAN BENJOLAN DENGAN SAKIT KEPALA
 Struktur peka nyeri intrakranial atau ekstrakranial
terangsang nyeri kepala

Rudapaksa tumor
pada basis cranii

Tumor di otak

Metastasis kanker
ke KGB kepala
 Nodus spinal asesorius
 Kulit kepala bagin parietal, leher
belakang, Nodus retrofaring

 Nodus retrofaring
 Nasofaring, cav.nasi post, telinga tengah, tuba
eustachius, orofaring, hipofaring, sinus
paranasalis
LANGKAH-LANGKAH DIAGNOSIS

 Anamnesis
 Lokasi Benjolan
 Sejak kapan
 Apakah disertai Sesak Nafas, Epistaksis
 Riwayat Penyakit Sebelumnya
 Riwayat Keluarga
 Pemfis
 Palpasi
 Menentukan konsistensi, permukaan, tunggal
atau multiple
 Menentukan Ada Tidaknya Benjolan yang Lain
 Penunjang
 Radiologi:

Esofagografi,

 CT-Scan

 USG

 Lab

 Darah

Bakteriologi

Tumor Marker: Kalsitonon-Tiroglobulin, IgA anti

EBV-VCA
 Biopsi

FNAB
CA NASOFARING
 ETIOLOGI
 Genetik : HLA-A2, HLA-B.sin
 Virus : Epstein Barr
 DNA pada epitel sel tumor

 Antibodi Anti EBV

 Environment
 Nitrosamin

 Asap kayu bakar

 Herbal tea

 Higiena buruk

 Ventilasi buruk
GEJALA KLINIS

 Nasofaring : obstruksi nasi, epistaksis

 Teling : oklusi tuba, gangguan


pendengaran,
a otalgi, tinnitus

Mata dan syaraf : diplopia (N.VI) , parestesi muka


(N.V) Kadang ke N.III dan IV, lebih lanjut dapat
mengenai N.IX, X, XI, sefalgia/hemisefalgia

Leher : Tumor coli lateral (nodus jug.prof.sup


disebelah bawah belakang m. strenokleidomastoideus)

Metastasis jauh : hepar, paru, tulang


STADIU
M
T : Tumor pada nasofaring
Tis : Tumor insitu

T1 : Tumor terbatas pada 1 tempat/sisi atau tumor tak tampak

 (hanya dengan biopsi)


 T2 : Tumor mengenai 2 tempat (posterior, superior, lateral)

 T3 : Ekstensi tumor ke cavum nasi dan orofaring

 T4 : Tumor invasi dasar tengkorak dan nervi cranialis


N : Metastasis pada kelenjar limfe
 N0 : Tidak ada metastasis kelenjar limfe

 N1 : Tunggal, ipsilateral, 3 cm
 N2a : Tunggal ipsilateral 3 – 6 cm
 N2b : Multipel, ipsilateral 6 cm
 N2c : Bilateral 6 cm
 N3 : Metastasis pada nodus 6 cm
 M : Metastasis
 M0 : Tidak ada metastasis

 M1 : Ada metastasis jauh

Stad I : T1 N0 M0
II.: T2 N0 M0
III.: T3 N0 M0
T1-3 N1 M0
IV.: T4 N0 M0
T4 N1 M0 T4
N2 M0
T1-4 N2-3 M0
T1-4 N2-3 M1
TERAPI
•Radioterapi  Pengobatan utama ( 6000 rad )

•Kemoterapi  Adjuvan terapi (kemo-radioterapi)

•Diseksi leher
LIMFOMA MALIGNA
keganasan yang berasal dari sistem kelenjar getah
bening dan biasanya menyebar ke seluruh tubuh.
TIPE
Limfoma Non Hodgin
Limfoma Hodgin

LH  Sel Reed-
Sternberg (+) LNH  Sel
Reed-Sternberg (-)
GEJALA
 Pembesaran kel. Getah bening di
leher, axilla dan inguinal
 Benjolan Nyeri/tidak nyeri

 Gejala Konstitusional

 Gangguan pernafasan

 Anorexia

 BB turun

 Penyakit abdomen
DIAGNOSIS
 Anamnesis dan Pem. fisik
 Biopsi dari kelenjar getah bening

 Foto toraks

 CT scan Abdomen & pelvis

 Biopsi SST
 Stadium I : Bila tumor terdapat pada satu kelompok kelenjar
getah bening (I) atau pada satu organ ekstralimfatik selama
masih soliter

 Stadium II : Bila tumor didapat pada dua atau lebih grup


kelenjar getah benig pada pihak yang sama dari diafragma
(II) atau bila terdapat pada satu atau lebih kelompok klenjar
getah bening disertai tumor soliter ekstralimfatik namun masih
dalam satu pihak diafrgma

 Stadium III : Bila terkena kelenjar getah bening pada dua


pihak diafragma (III) dan apabila ada organ ekstralimfatik
terkena, masih soliter

 Stadium IV : Bila penyakit ditemukan difuse pada satu organ


atau lebih dengan atau tanpa terserangnya kelenjar getah
bening.
PENGOBATAN
Stage Ia , Ib, IIa : radiotx
Stage II b dst :
kemotx
 Alkylating agent :
Chlorambucil 0,6 – 1 mg / kgBB
diulang tiap 3 minggu
kombinasi :
Limfoma Non Hodgkin
-Cyclophosphamide 800 mg/m2 hari pertama.
-Oncovin 1,4 mg/m2 i.v.hari pertama
-Prednison 60 mg/m2 hari 1 s/d 7 lalu tap off.
Limfoma Hodgkin
-Nitrogen mustard 6 mg/m2 hari 1 dan 8
-Oncovin 1,4 mg/m2 hari1 dan 8
-Prednison 60 mg/m2 hari 1 s/d 14
-Procarbazin 100 mg/m2 hari 1 s/d 14
TERIMA KASIH