Anda di halaman 1dari 43

INTERNSIP

OLEH:

MEI LINA LESTARI SIBURIAN

RIZQA SEPTIANOLY PRATIWI


YUNNY MAHRIANI PEMBIMBING:
H. EDDY PRIJONO, DRG., MS., M.H.KES
PENDAHULUAN

Sejak tahun 2005 secara menyeluruh dan bertahap, semua fakultas kedokteran di
Indonesia  metode pembelajaran kurikulum berbasis kompetensi (KBK)

SPICES (Student-centered, Problem-based, Integrated, Community-based, Early


clinical exposure, systematic) menuju the 5 star Doctor (Communicator, Care
giver, Decision maker, Manager Community Leader) serta masuknya internsip
(pemagangan) sebagai bagian utuh dari seluruh proses Pendidikan.
• Hal yang baru adalah dimulainya program internsip, kurikulum berbasis kompetensi berisikan
tahapan kompetensi yang harus dipenuhi oleh seorang mahasiswa kedokteran. Bila tamat akan
memperoleh ijazah dokter namun berpraktik mandiri harus melalui tahapan intersip terlebih dahulu.

• Internsip:
 proses pemegangan
 bekerja dengan pendampingan
 membutuhkan sarana yang memadai dan merupakan sarana layanan kesehatan bermutu dan
memang ditunjuk menjadi tempat penyelenggaraan program
 Semua kegiatan dokter peserta program internsip akan dicatat
 dilakukan pembimbingan serta pembinaan
 mendapatkan tanda selesai melaksanakan program bila telah memenuhi semua semua syarat dan
tahapan yang ditentukan.
UNDANG-UNDANG NO.29 TH 2004 PASAL 27

Untuk memberikan kompetensi kepada dokter dilaksanakan pendidikan dan pelatihan


kedokteran sesuai dengan standar Pendidikan profesi kedokteran, untuk itu Kolegium
Dokter dan Dokter Keluarga Indonesia merancang Internsip Dokter Indonesia.
Penyelenggaraan program internsip dilaksanakan oleh Departemen Kesehatan
Bersama dengan pemangku kepentingan (stake holders) terkait. Selama Komite
Internsip Dokter Indonesia (KIDI) belum terbentuk maka persiapan pelaksanaan
Internsip Dokter Indonesia dilaksanakan oleh Tim Ad Hoc pelaksana penyiapan
Program Internsip Dokter Indonesia yang dibentuk dengan Keputusan Kepala Badan
Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (Badan PPSDM
Kesehatan Nomor HK.02.04/2/1767.2/09.
• Program Internsip Dokter Indonesia merupakan tahap pelatihan keprofesian pra-registrasi
berbasis kompetensi pelayanan primer guna memahirkan kompetensi yang telah mereka
capai setelah memperoleh kualifikasi sebagai dokter melalui Pendidikan kedokteran dasar.
• Program Internsip Dokter Indonesia dilaksanakan di Sarana Pelayanan Kesehatan (Saryankes)
yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dan disahkan oleh Komite Internsip Dokter
Indonesia Pusat (KIDI Pusat) sebagai wahana Internsip.
• Selama menempuh Internsip Dokter Indonesia, peserta didampingi oleh Dokter Pendamping
Peserta Internsip hanya diijinkan melakukan praktik dokter di wahana internsip.
• Setelah menyelesaikan Program Internip Dokter Indonesia, para peserta Internsip Dokter
Indonesia akan memperoleh Surat Tanda Selesai Internsip (STSI) yang dikeluarkan oleh KIDI
Pusat.
Program Internsip Dokter Indonesia terdapat 4 pedoman yaitu:
• Pedoman Pelaksanaan Internsip Dokter Indonesia
• Pedoman Peserta Internsip Dokter Indonesia
• Pedoman Pendamping Peserta Internsip Dokter Indonesia
• Pedoman Wahana Internsip Dokter Imdonesia
TUJUAN INTERNSIP

• Tujuan Umum
Memberikan kesempatan kepada dokter baru lulus Program Studi
Pendidikan Profesi Dokter berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi
(KBK) untuk menerapkan serta mempraktikkan kompetensi yang
diperoleh selama Pendidikan dalam rangka penyelarasan antara hasil
pendidikan dan praktik di lapangan ke dalam pelayanan primer dengan
pendekatan kedokteran keluarga.
Tujuan Khusus
• Internsip Dokter Indonesia bertujuan memberikan kesempatan kepada dokter baru lulusan Program Studi
Pendidikan Profesi Dokter berdasarkan KBK, agar mampu
• Mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperolah selama Pendidikan dan
mengaplikasikannya dalam pelayanan kesehatan primer.
• Mengembangkan keterampilan teknis, klinis, pribadi dan profesi yang menjadi dasar praktik kedokteran primer.
• Memikul tanggung jawab pelayanan pasien/keluarga/masyarakat sesuai dengan kewenangan yang diberikan.
• Membuat keputusan professional dalam pelayanan pasien/keluarga/masyarakat secara memadai dengan
memanfaatkan layanan diagnostic dan konsultasi.
• Bekerja dalam batas kewenangan hukum dan etika.
• Berperan serta aktif dalam tim pelayanan kesehatan holistik, terpadu dan paripurna.
• Menggali harapan dan jenjang karir lanjutan.
• Memperoleh pengalaman dan mengembangkan strategi dalam menghadapi tuntutan profesi dan pribadi yang
berkaitan dengan fungsinya sebagai praktisi medik perorangan dan praktisi pelayanan kesehatan masyarakat.
• Membina kolegalitas antara sesama dokter dan kerjasama dengan petugas pelayanan kesehatan yang lain.
JENIS PROGRAM INTERNSIP:

• Program Internsip Ikatan Dinas • Program Internsip Mandiri


Program Internsip yang diikuti Program Internsip yang diikuti
dokter dengan biaya dari dokter dengan biaya sendiri
Pemerintah atau Pemerintah dengan tidak mempunyai
Daerah dengan kewajiban kewajiban mengikuti program
mengikuti program penempatan penempatan sesuai dengan
sesuai dengan program Program Kementrian Kesehatan.
Kementrian Kesehatan setelah
menyelesaikan program internsip.
PRINSIP INTERNSHIP DOKTER

• Dokter mempraktikan standar pelayanan kedokteran (UKP dan UKM) yang baik, dengan menyadari
keterbatasan kemamampuanya dan memastikan tidak menempatkan pasien/keluarga/masyarakat dalam
keadaan bahaya.
• Dokter mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Kedokteran dan Kesehatan
(IPTEKDOKKES) serta selalu meningkatkan keterampilannya dalam UKP dan UKM.
• Dokter mampu membangun, meningkatkan dan memelihara hubungan baik dengan
pasien/kolega/petugas kesehatan yang lain.
• Dokter dapat bekerjasama secara efektif dengan sejawat dokter dan tenaga kesehatan profesi dan
tenaga kesehatan non profesi serta tenaga pendukung/penunjang kesehatan.
• Dokter mengembangkan kompetensi sebagai pendidik bagi sejawat, pasien dan keluarga maupun
masyarakat.
• Dokter jujur dan bertindak serta berperilaku berdasarkan kaidah ilmiah, etika dan humanistik.
• Dokter memelihara kesehatan pribadinya sehingga tidak membahayakan pasien, sejawatnya dan orang
lain.
SASARAN AKHIR INTERNSIP

 Disusun berdasarkan prinsip praktik kedokteran


 Berlandaskan pada Standar Kompetensi Dokter (KKI 2006).
 Menerapkan serta memahirkan kompetensi yang telah diperoleh
selama Pendidikan, dalam rangka penyelarasan antara hasil Pendidikan
dan praktik di lapangan.
AREA KOMPETENSI DAN
KOMPONEN KOMPETENSI
AREA KOMUNIKASI EFEKTIF

• Berkomunikasi dengan pasien serta anggota keluarganya


• Berkomunikasi dengan sejawat
• Berkomunikasi dengan masyarakat
• Berkomunikasi dengan profesi lain.
AREA KETERAMPILAN KLINIS

• Memperoleh dan mencatat informasi yang akurat serta penting tentang


pasien dan keluarganya.
• Merangkum dari interpretasi anamnesis, pemeriksaan fisik, uji
laboratorium dan prosedur yang sesuai.
• Menentukan efektivitas suatu tindakan.
AREA PENGELOLAAN MASALAH KESEHATAN

• Mengelola penyakit, keadaan sakit dan masalah pasien sebagai individu yang utuh,
bagian dari keluarga dan masyarakat.
• Melakukan pencegahan penyakit dan keadaan sakit.
• Melaksanakan Pendidikan kesehatan dalam rangka promosi kesehatan dan
pencegahan penyakit.
• Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan derajat
kesehatan.
• Mengelola sumber daya manusia serta sarana dan prasarana secara efektif dan
efisien dalam pelayanan kesehatan primer dengan pendekatan kedokteran keluarga.
AREA PENGELOLAAN INFORMASI

• Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu


penegakan diagnosis, pemberian terapi, tindakan pencegahan dan
promosi kesehatan, serta penjagaan dan pemantauan status kesehatan
pasien/keluarga/masyarakat.
• Memahami manfaat dan keterbatasan teknologi informasi.
• Memanfaatkan informasi kesehatan.
AREA MAWAS DIRI DAN PENGEMBANGAN DIRI

• Menerapkan mawas diri


• Mempraktikkan belajar sepanjang hayat
• Mengembangkan pengetahuan baru
AREA ETIKA, MORAL, MEDIKOLEGAL DAN PROFESIONALISME
SERTA KESELAMATAN PASIEN/KELUARGA/MASYARAKAT

• Memiliki sikap professional


• Berperilaku professional dalam bekerja sama
• Sebagai anggota tim pelayanan kesehatan yang profesional
• Melakukan praktik kedokteran dalam masyarakat multicultural di
Indonesia
• Memenuhi aspek medicolegal dalam praktik kedokteran
• Menerapkan keselamatan pasien/keluarga/masyarakat dalam praktik
kedokteran
STANDAR PROSEDUR PENERBITAN STR
KEWENANGAN INTERNSHIP
• Setiap dokter yang akan melakukan internsip diwajibkan memenuhi
persyaratan sebagaimana yang diatur dalam persyaratan praktik
kedokteran di Indonesia yaitu harus mempunyai Surat Tanda Registrasi
yang dikeluarkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia.
• Standar Prosedur Penerbitan STR Kewenangan Internsip disusun oleh
Komite Internsip Dokter Indonesia bersama Divisi Registrasi Konsil
Kedokteran Indonesia.
DASAR HUKUM

UUPK Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 29


(1) Setiap dokter dan dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran di
Indonesia wajib memiliki surat tanda registrasi dokter dan surat tanda
registrasi dokter gigi.
(2) Surat tanda registrasi dokter dan surat tanda registrasi dokter gigi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan oleh Konsil Kedokteran
Indonesia
Perkonsil Nomor 1 Tahun 2010 tentang Registrasi Dokter Program Internsip yaitu: Pasal 4

(1) Setiap dokter yang akan melakukan internsip diwajibkan memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur
dalam persyaratan praktik kedokteran di Indonesia yaitu harus mempunyai Surat Tanda Registrasi yang
dikeluarkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia.

(2) Untuk memperoleh STR sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dokter wajib mengajukan permohonan kepada
Konsil Kedokteran Indonesia

(3) Dokter yang telah memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberikan Surat Tanda
Registrasi oleh Konsil Kedokteran Indonesia.

(4) Surat Tanda Registrasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) di atas adalah Surat Tanda Registrasi dengan
catatatan khusus hanya untuk menjalankan kewenangan sebagai dokter dalam rangka Internsip.

(5) Dokter peserta internsip yang telah memiliki STR sebagaimana ayat 3 di atas diberikan kewenangan untuk
melakukan praktik pelayanan primer dan terbatas di tempat pelaksanaan internsip

(6) Tata cara permohonan STR peserta internsip dilakukan secara kolektif oleh Komite Internsip Dokter Indonesia
kepada Konsil Kedokteran Indonesia
Pasal 5
(1) STR untuk kewenangan internship bagi peserta internsip ditandatangani oleh Ketua
Konsil Kedokteran untuk menjalani internsip dan berlaku di tempat menjalankan internsip.
(2) Dokter peserta internsip dinyatakan telah selesai menjalani internsip ditandai dengan
keluarnya Sertifikat Tanda Selesai Internsip yang dikeluarkan oleh Komite Internsip Dokter
Indonesia.
(3) Dengan telah selesainya masa internsip dokter yang bersangkutan melapor ke Konsil
Kedokteran Indonesia untuk selanjutnya mendapatkan Surat Tanda Registrasi untuk
praktik mandiri, dengan nomor registrasi yang sama pada waktu menjalankan
kewenangan sebagai dokter internsip.
Permenkes Nomor 2052 Tahun 2011 tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran yaitu:
Pasal 2
(1) Setiap Dokter dan Dokter Gigi yang menjalankan praktik kedokteran wajib memiliki SIP.
(2) SIP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikeluarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
 
Pasal 3
(1) SIP bagi Dokter dan Dokter Gigi dapat berupa SIP dokter, SIP dokter gigi, SIP dokter spesialis, dan SIP dokter gigi
spesialis.
(2) SIP bagi dokter peserta program internsip berupa SIP Internsip dengan kewenangan yang sama dengan dokter.

Surat Edaran KKI Nomor KD.02.01/01/KKI/X/1754/2010 tanggal 14 Oktober 2010 Bahwa sejak 1 Januari 2012,
semua lulusan fakultas kedokteran baik yang Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) maupun Non Kurikulum Berbasis
Kompetensi (Non-KBK) harus menjalani program internsip
PROSEDUR PENERBITAN STR
KEWENANGAN INTERNSIP

Gambar 2.1 Gambaran global tentang alur penyelesaian kelengkapan dokumen


hard-copy dan pendataan elektronik
MASA BERLAKU STR

• STR untuk kewenangan internship bagi peserta internship


ditandatangani oleh Ketua Konsil Kedokteran untuk menjalani
internship dan berlaku di tempat menjalankan intership. Dokter peserta
intership dinyatakan telah selesai menjalani internship ditandai dengan
keluarnya Sertifikat Tanda Selesai internship yang dikeluarkan oleh
Komite Internship Dokter Indonesia. Dengan telah selesainya masa
internship dokter yang bersangkutan melapor ke Konsil Kedokteran
Indonesia untuk selanjutnya mendapatkan Surat Tansa Regitrasi untuk
praktek mandiri, denagn nomor registrasi yang sama pada waktu
menjalankan kewenangan sebagai dokter internship.
WAKTU INTERNSIP DOKTER INDONESIA

• Jangka waktu pelaksanaan program internship dilaksanakan dalam 1


(satu) tahun.
• Masa internsip dapat diperpanjang bila sasaran akhir yang
ditentukan belum tercapai. Pada hakekatnya Internsip wajib sesegera
mungkin dilaksanakan oleh dokter yang akan melakukan praktik
dokter mandiri. Penundaan pelaksanaan Internsip dimungkinkan
dalam waktu paling lama 2 (dua) tahun setelah lulus dan atau
dengan persetujuan KIDI Pusat. Peserta Internsip dapat mengambil
cuti sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Apabila setelah melewati jangka waktu tertentu peserta internship
tidak memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan maka
dinyatakan tidak dapat melanjutkan program internsip dan tidak
boleh berpraktek profesi dokter.
WAHANA INTERNSIP DOKTER INDONESIA

• Rumah sakit
• Klinik dokter keluarga
• Pusat kesehatan masyarakat
• Balai kesehatan masyarakat
• Klinik layanan primer lainnya milik
pemerintah dan swasta
KEGIATAN PESERTA INTERNSIP DOKTER
INDONESIA
• Melakukan layanan primer dengan pendekatan kedokteran keluarga
pada pasien secara professional yang meliputi kasus medik dan bedah,
kedaruratan dan kejiwaan baik pada anak, dewasa dan usia lanjut,
pada keluarga maupun pada masyarakat secara holistik, terpadu dan
paripurna.
• Melakukan konsultasi dan rujukan
• Melakukan kegiatan ilmiah medik dan non medik yang terkait dengan
pendekatan kedokteran dan keluarga.
KEGIATAN PENDAMPINGAN INTERNSIP DOKTER
INDONESIA

Setiap peserta Internsip mendapatkan pendampingan dari seorang


dokter yang memenuhi kriteria Pendamping sebagai berikut:
• Bersedia menjadi Pendamping Internsip
• Dokter yang masih praktik aktif minimum 2 tahun dengan rekam jejak
yang masih baik.
• Memiliki surat izin praktik yang masih berlaku
• Telah mengikuti pelatihan menjadi pendamping.
KEGIATAN PENDAMPINGAN INTERNSIP

• Supervisi layanan medik guna meningkatkan pengalaman peserta


• Mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan peserta
• Membantu pengembangan profesionalisme peserta
• Memberi umpan balik positif dan konstruktif kepada peserta untuk memastikan pencapaian dan
tujuan Internsip

Seorang pendamping dapat mendampingi 5-10 peserta Internsip pada waktu yang bersamaan.
Pendampingan akan memperoleh Sertifikat Pendamping yang mempunyai nilai SKP IDI (1 SKP per
orang per bulan) dan dapat digunakan dalam proses resertifikasi oleh kolegium terkait. Pendamping
tidak bertanggung jawab terhadap tindakan keprofesian yang dilakukan oleh peserta internsip.
BIAYA HIDUP DOKTER INTERNSIP
DAN HONOR DOKTER PENDAMPING
PROGRAM INTERNSIP DOKTER
INDONESIA
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor Hk. 02.02/Menkes/243/2016
BANTUAN BIAYA HIDUP (BBH) DOKTER
INTERNSHIP
     
Uraian Bantuan Biaya Hidup Per Bulan (Rp) Wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Wilayah Kalimantan, NTT,
NTB Sulawesi, Maluku, Papua

a. Bantuan Biaya Hidup Kotor  


- Bantuan Biaya Hidup 3.000.000 3.450.000
- Bantuan Biaya Pembayaran 75.000 86.250
Pajak PPH 21 (2,5 %)
- Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan BPJS (5%) 150.000 172.500

- Bantuan Iuran Jaminan Kerja (0,24%) 7.200 8.280

- Bantuan Iuran Jaminan Kematian (0,3%) 9.000 10.350

Jumlah Bantuan Biaya Hidup Kotor 3.241.200 3.727.380


b. Potongan- Potongan  
- Potongan PPH 21 (2,5%) 75.000 86.250
- Potongan Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (0,24%) 7.200 8.280

- Potongan iuran Jaminan Kematian (0,3%) 9.000 10.350

Jumlah Potongan 91.200 104.880


c. Bantuan Biaya Hidup Bersih/Take Home Pay (a-b) 3.150.000 3.622.500
HONOR DOKTER PENDAMPING

     
Uraian Honor dokter pendamping Per Bulan (Rp) Wilayah Sumatera, Jawa, Wilayah Kalimantan, NTT,
Bali, NTB Sulawesi, Maluku,
Papua

a. Honor Dokter Pendamping Kotor  

- Honor Dokter Pendamping 2.000.000 2.000.000

Jumlah Honor Dokter Pendamping Kotor 2.000.000 2.000.000

b. Potongan-potongan  

- Potongan Pajak (5%) 100.000 100.000

Jumlah Potongan 100.000 100.000

c. Honor Dokter Pendamping Bersih 1.900.000 1.900.000


KRITERIA PENCAPAIAN SASARAN

• Mengelola kasus Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dengan
jumlah dan jenis yang cukup dengan sebaran imbang. Semua data tersebut dicatat dalam buku log
peserta internsip, paling sedikit setiap 3 bulan dilaporkan dan ditandatangani oleh dokter pendamping.
• Selama Internsip peserta membuat dan menyajikan sekurang-kurangnya 5 laporan kasus dalam
pertemuan klinik, yaitu 1 kasus masalah etik, 3 kasus menarik (medik, bedah dan kegawatdaruratan)
dan 1 kasus kematian beserta data keluarganya. Dalam laporan kasus tersebut harus dinilai aspek
kognitif, sikap dan perilaku dari peserta Internsip. Pelaporan kasus menggunakan format portofolio.
• Melaksanakan kelima prinsip program kedokteran pencegahan dalam mengelola masalah kesehatan
pada individu, keluarga, ataupun masyarakat secara komprehensif, holistik, berkesinambungan,
koordinatif dan kolaboratif dalam konteks pelayanan kesehatan tingkat primer setidaknya 1 kasus per
minggu.
CARA EVALUASI

• Pada akhir penugasan, pendampingan melakukan evaluasi pencapaian


tujuan program internsip. Peserta internsip yang telah menyelesaikan
seluruh program internsip akan mendapatkan Surat Laporan
Pelaksanaan Internsip (SLPI) sebagai dasar untuk menerbitkan
Surat Tanda Selesai Internsip (STSI) oleh Komite Internsip
Dokter Indonesia (KIDI) Pusat.
TINDAK LANJUT HASIL EVALUASI

• Bagi peserta internsip yang memenuhi ketentuan penyelesaian, KIDI


Pusat menerbitkan STSI. STSI diterbitkan berdasarkan rekomendasi
KIDI Provinsi dalam bentuk SLPI. SLPI diterbitkan berdasarkan
rekomendasi pendamping dan pimpinan wahana ke KIDI Provinsi.
Pimpinan wahana mengadakan rapat evaluasi dengan para
pendamping yang hasilnya disampaikan oleh pimpinan wahana ke KIDI
Provinsi dengan melampirkan berkas kelengkapannya.
• Bagi peserta Internsip yang tidak memenuhi ketentuan penyelesaian
harus memperpanjang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

• Menteri-menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang


pendidikan tinggi, Konsil Kedokteran Indonesia, kepala Dinas kesehatan Provinsi,
kepala dinas kesehatan kabupaten/kota melakukan pembinaan dan pengawasan
terhadap pelaksanaan program Internsip dengan mengikutsertakan organisasi
profesi, asosiasi institusi pendidikan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Pembinaan
dan pengawasan ini diarahkan untuk :
 Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh dokter yang
mengikuti program internship
 Melindungi masyarakat atas pelayanan yang dilakukan dokter yang mengikuti
program internship.
SANKSI

• Dalam rangka pengawasan, Menteri, menteri yang menyelenggarakan urursan pemerintahan di


bidang pendidikan tinggi, Konsil Kedokteran Indonesia, kepala Dinas kesehatan Provinsi, kepala
dinas kesehatan kabupaten/kota dapat menetapkan sanksi administrasi terhadap dokter yang
mengikuti program intership yang melanggar peraturan. Sanksi administrasi dapat berupa :
 Teguran lisan
 Teguran tertulis
 Diberhentikan sebagai peserta program internship
 Bagi wahana yang digunakan dalam rangka penyelenggaraan program internship yang
melanggar dapat dikenakan sanksi administrasi berupa pemberhentian sebagai wahana
program internship.
PENUTUP DAN KESIMPULAN

• Program internsip di fasilitas pelayanan kesehatan perlu diselenggarakan untuk


memantapkan mutu profesi dokter yang baru lulus program studi Pendidikan kedokteran
berbasis kompetensi. Proses pemahiran tersebut dilakukan melalui program internsip
setelah memperoleh sertifikat kompetensi dari kolegium terkait.
• Program internsip yang dilakukan harus tetap memperhatikan perlindungan masyarakat
sebagai pengguna jasa pelayanan profesi kedokteran. Penyelenggaraan program internsip
perlu disinergikan dengan program Pemerintah dalam rangka pemerataan pelayanan
kesehatan bagi masyarakat melalui penempatan dokter pasca internsip di fasilitas
pelayanan kesehatan.
• Diharapkan setelah menyelesaikan Internsip Dokter Indonesia, dokter menerapkan
profesionalisme dan standar profesi
TERIMA
KASIH