Anda di halaman 1dari 31

HIPERTENSI PADA

KEHAMILAN
OLEH : KELOMPOK 9
KELAS A TINGKAT III
NAMA ANGGOTA :

1. LUH PUTU CAHYANI KURNIA PARAMITHA ( 17C10029 )

2. ENDANG AYU PUTRI KERMANA ( 17C10030 )

3. PUTU MITHA FRIANCA WULANDEWI ( 17C10031 )


HIPERTENSI SAAT
KEHAMILAN???
HIPERTENSI
»
Merupakan kelainan vaskular yang
terjadi sebelum kehamilan, saat
PADA terjadi kehamilan atau pada
KEHAMILAN permulaan nifas.

Gangguan hipertensi pada kehamilan


mengacu pada berbagai keadaan,
» dimana terjadi peningkatan tekanan
darah maternal mencapai nilai 140/90
mmHg, atau kenaikan tekanan sistolik
30 mmHg dan tekanan diastolik 15
mmHg di atas nilai normal
(Junaidi, 2010).
HIPERTENSI PADA KEHAMILAN
PREEKLAMPSIA EKLAMPSIA

Preeklampsia merupakan komplikasi Eklampsia merupakan keadaan dimana


kehamilan yang dikaitkan dengan kejadian ditemukan serangan kejang tiba-tiba yang
hipertensi dan proteinuria pada wanita dapat disusul dengan koma pada wanita
dengan usia kehamilan diatas 20 minggu. hamil, persalinan atau masa nifas yang
menunjukan gejala preeklampsia sebelumnya.

Preeklampsia dapat berlanjut menjadi kejang


(eklampsia), dan menciptakan komplikasi pada janin Eklampsia dibedakan menjadi Eklampsia Gravidarum
meliputi restriksi pertumbuhan dan abrapsio (antepartum), Eklampsia Partuirentum (intrapartum), dan
plasenta / solusio plasenta (Maryunani, dkk, 2012). Eklampsia Puerperale (postpartum),
ETIOLOGI
THE DISEASE OF THEORIES

Etiologi dan patogenesis Pre-eklampsia dan Eklampsia


saat ini masih belum sepenuhnya dipahami, masih
banyak ditemukan kontroversi, itulah sebabnya penyakit
ini sering disebut “THE DISEASE OF THEORIES”.

HIPOTESIS UTAMA

1. Teori Genetik
2. Teori Imunologik
3. Teori Iskhemia Regio Utero Placental
4. Teori Radikal Bebas
5. Teori Kerusakan Endotel
6. Teori Trombosit
7. Teori Diet Ibu Hamil
PATOFISIOLOGI
Faktor resiko:
1. Primigravida dan multigravida
2. Riwayat keluarga dengan pre-eklampsia atau ekampsia
3. Pre-eklmapsia pada kehamilan sebelumnya, abortus
4. Ibu hamil dengan usia <20 tahun atau >35 tahun
5. Wanita dengan gangguan fungsi organ atau riwayat kesehatan
diabetes, penyakit ginjal, migraine, dan hipertensi
6. Kehamian kembar
7. Obesitas
PATOFISIOLOGI
PATOFISIOLOGI
PATOFISIOLOGI
PATOFISIOLOGI
PATOFISIOLOGI
MANIFESTASI KLINIS
1. PREEKLAMPSIA
A. Preeklampsia Ringan B. Preeklampsia Berat

 Tekanan Darah telah mencapai 140/90 mmHg atau Tekanan darah sistolik 160 mmHg atau lebih atau
lebih tetapi kurang dari 160/110 mmHg pada dua tekanan darah diastolik 110 mmHg atau lebih.
waktu yang berbeda dengan interval 4 jam Proteinuria menetap 2+ atau lebih ( 500mg/24 jam)
 Proteinuria tercatat mencapai 1+ atau sekitar Pengeluaran urine menurun hingga kurang dari 50
300mg dalam spesismen urine 24 jam. ml dalam 24 jam.
 Kenaikan berat badan lebih dari 2,26 kg/minggu Sakit kepala berat.
selama trimester kedua atau lebih 0,9 kg/minggu Masalah penglihatan (skotoma ataupenglihatan
selama trimester ketiga kabur).
 Edema ringan diseluruh tubuh. Trombositopenia.
Nyeri epigastri.
Mual atau muntah.
Peningkatan enzim hati ALT atau AST.
Iritabilitas, gelisah atau takut.
Edema paru disertai gawat napas.
MANIFESTASI KLINIS
2. EKLAMPSIA
Eklampsia terjadi pada kehamilan 20 minggu atau lebih, yaitu: kejang-kejang atau koma. Kejang dalam eklampsia ada 4
tingkat, meliputi :

1. Tingkat awal atau aura (invasi) Berlangsung 30 – 35 detik, mata terpaku dan terbuka tanpa melihat (pandangan
kosong), kelopak mata dan tangan bergetar, kepala diputar ke kanan dan ke kiri.
2. Stadium kejang tonik Seluruh otot menjadi kaku, wajah kaku, tangan menggenggam dan kaki membengkok
kedalam, pernafasan berhenti, muka mulai kelihatan sianosis, lidah dapat tergigit, berlangsung kira – kira 20 – 30
detik.
3. Stadium kejang klonik Semua otot berkontraksi dan berulang – ulang dalam waktu yang cepat, mulut terbuka dan
menutup, keluar ludah berbusa, dan lidah dapat tergigit.Mata melotot, muka kelihatan kongesti dan
sianosis.Setelah berlangsung 1 -2 menit kejang klonik berhenti dan penderita tidak sadar, menarik nafas, seperti
mendengkur.
4. Stadium koma Lamanya ketidaksadaran ini beberapa menit sampai berjam – jam.Kadang antara kesadaran timbul
serangan baru dan akhirnya penderita tetap dalam keadaan koma.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

1. Preeklampsia 2. Eklampsia
a. Pemeriksaan laboratorium
a. Tes Darah 
Pemeriksaan darah lengkap dengan mengambil
hapusan darah.
b. Tes Kreatinin 
b. Urinalisis
Pada preeklamsi ditemukannya aldosterin yang c. Tes Urine 
rendah dan konsentrasi prolaktin yng tinggi
dibandingkan kehamilan yang normal.
PENATALAKSANAAN MEDIS

1. PREEKLAMPSIA

1. Preeklampsia Ringan 2. Preeklampsia Berat


• Rawat Jalan
Dapat disarankan untuk lebih banyak waktu beristirahat • Pengobatan farmakologis
(berbaring / tidur miring), namun tidak selayak tirah
baring. Tidak memberikan obat-obatan diuretik, a. Pemberian obat antikejang MgSO4
antihipertensi, dan sedatif. Melakukan pemeriksan Loading dose diberikan 4 gram MgSO4 secara IV selama
laboratorium secara rutin untuk mengetahui 15 menit sedangkan Maintence dose diberikan infuse 6
perkembangan penyakit. Diet dapat diatur sedemikian gram dalam larutan RL/ 6 jam atau 4-5 gram secara IM.
rupa dengan mengatur kandungan natrium sebanyak 2gr b. Diuretik
cukup. Diuretik tidak dapat diberikan secara rutin, kecuali jika
• Rawat Inap ada edema paru, gagal jantung kongesif, serta edema
Perawatan yang diberikan tidak mengalami perubahan anasarka.
selama 2 minggu di rumah, Adanya lebih dari satu gejala
PEB, Perawatan Obstetrik, Apabila tekanan normotentif
(Tekanan darah normal), maka persalinan dapat ditunggu
hingga aterm.
PENATALAKSANAAN MEDIS

2. EKLAMPSIA
1. Segera Pastikan Kesejahteraan Ibu
• Masukan alat jalan napas melalui mulut atau penekanan lidah yang dibalut untuk memperkecil lidah tergigit dan
memastikan jalan napas yang paten.
• Mulai penghisapan orofaring begitu dapat dipastikan pasen tidak akan menggigit.
• Kendalikan pasen dengan lembut untukmencegah trauma tulang atau jaringan linak.
• Berikan oksigen
2. Kendalikan kejang
• Magnesium sulfat diberikan dengan dosis muatan 4 – 6 g IV diikuti oleh infus IV 1,5 – 2 g/jam , untuk mencapai kadar
terapeutik 4,8 – 8,4 mg/dl.
• Jika kejang terjadi lagi > 20 menit, pertimbangkan pemberian diazepam 5 – 10 mg IV atau amobarbital sampai 250mg.
3. Kendalikan hipertensi biasanya dimulai hanya untuk diastolik >110 dan dengan target diastolik 90 -100
KONSEP ASUHAN
KEPERAWATAN
 Identitas umum ibu.
 Data riwayat kesehatan
PENGKAJIAN • Riwayat kesehatan dahulu
1. Kemungkinan ibu menderita penyakit hipertensi sebelum
hamil.
2. Kemungkinan ibu mempunyai riwayat preeklamsia pada
kehamilan terdahulu.
3. Biasanya mudah terjadi pada ibu dengan obesitas.
4. Ibu mungkin pernah menderita penyakit gagal kronis.
• Riwayat kesehatan sekarang
1. Ibu merasa sakit kepala di daerah frontal.
2. Terasa sakit di ulu hati/nyeri epigastrum.
3. Gangguan virus : penlihatan kabur, skotoma, dan diplopia.
4. Mual dan muntah, tidak ada nafsu makan.
5. Gangguan serebral lainnya : terhuyung-huyung, refleks
tinggi, dan tidak tenang.
6. Edema pada ekstremitas.
7. Tengkuk terasa berat.
8. Kenaikan berat badan mencapai 1 kg seminggu.
 Data riwayat kesehatan

• Riwayat kesehatan keluarga : Kemungkinan mempunyai

PENGKAJIAN riwayat preeklamsia dan eklamsia dalam keluarga.


• Riwayat perkawinan : Biasanya terjadi pada wanita yang
menikah dibawah usia 20 tahun atau diatas 35 tahun.

 Pemeriksaan fisik biologis


• Keadaan umum : lemah.
• Kepala : sakit kepala, wajah edema.
• Mata : konjungtifa sedikit anemis, edema pada
retina.
• Abdomen : nyeri daerah epigastrium, anoreksia,
mual dan muntah
• Ektremitas : oedema pada kaki juga pada tangan
dan jari-jari
• Sistem persyarafan : hiperrefleksia, klonus pada kaki.
• Genituorinaria : oligura, proteinuria.
• Pemeriksaan janin : bunyi detak janin tidak teratur,
gerakan janin melemah.
 Pemeriksaan penunjang :

PENGKAJIAN • Pemeriksaan Laboratorium


1.Pemeriksaan darah lengkap dengan hapusan darah
2.Urinalisis
3.Pemeriksaan Fungsi hati

• Radiologi
1.Ultrasonografi
2.Kardiofotografi
3.USG
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Gangguan Perfusi Jaringan b/d Penurunan Kardiak output
Sekunder terhadap Vasospasme Pembuluh Darah.
2. Resiko terjadi gawat janian intra uteri (Hipoksia) b/d
penurunan suplay O2 dan nutrisi ke jaringan plasenta
sekunder terhadap penurunan Cardiac out put.
3. Kelebihan volume cairan b/d peningkatan retensi urine dan
edema berkaitan dengan hipertensi dalam kehamilan.
4. Nyeri akut b/d peningkatan tekanan vaskuler cerebral akibat
hipertensi
5. Risiko cidera ibu b/d oedema/ hipoksia jaringan
6. Kurang pengetahuan mengenai penatalaksanaan terapi
dan perawatan b/d mis interpretasi informasi
7. Pola nafas tidak efektif b/d penurunan ekspansi paru.
RENCANA KEPERAWATAN
RENCANA KEPERAWATAN
RENCANA KEPERAWATAN
RENCANA KEPERAWATAN
RENCANA KEPERAWATAN
IMPLEMENTASI
Implementasi dilakukan sesuai dengan intervensi keperawatan yang telah direncanakan.
 

EVALUASI
Evaluasi keperawatan merupakan kegiatan akhir dari proses keperawatan, dimana perawat
menilai hasil yang diharapkan terhadap perubahan diri ibu dan menilai sejauh mana masalah
ibu dapat di atasi. Disamping itu, perawat juga memberikan umpan balik atau pengkajian ulang,
seandainya tujuan yang ditetapkan belum tercapai, maka dalam hal ini proses peawatan dapat
di modifikasi.
THANKYOU