Anda di halaman 1dari 68

Pemeliharaan Broiler

Disampaikan Pada Mata Kuliah


Ilmu dan Teknologi Produksi
Ternak Unggas

Oleh : HUSMAINI
PB-1
Broiler dan Cara
Pembentukannya
PL (Pure Line)/ Galur Murni

GGPS (Great Grand Parent Stock)/ Ayam


Bibit Buyut
GPS (Grand Parent Stock)/ Ayam
Bibit Nenek
PS (Parent Stock)/
Ayam Bibit
Final Stock :
- Ayam Niaga ( AA, Cobb,
Lohman, dll)
- DOC yg dipelihara peternak PB-
Strain : Pengelompokan
ayam dalam bangsa, hasil
karya pemuliabiakan ahli
peternakan yang
mempunyai nilai ekonomis/
produksi tinggi yang dapat
turun temurun
Ayam ras yang beredar di
Indonesia merupakan strain
unggul yg diciptakan di
negara non tropis sedangkan
secara geografis negara kita
PB-3
Pengertian Broiler :
adl ayam jantan atau betina
muda yg berumur dibawah 8
minggu ketika dijual dg berat
tertentu, memp. Pert. yg cepat,
memp. dada yg lebar, timbunan
daging yg baik/banyak

adl ayam muda, berumur


kurang 8 mg, memp pert yg
cepat, kual daging baik & PB-4
BROILER
Saat ini: 35 hr  2 kg
Prinsip  tes – seleksi – kawin  tes

butuh wkt 5 th utk mndptkn


final stock
60’an  perkembangan otot (BB)
Skrg:
- FCR
- %tase karkas yg bs dipakai
- ketahanan thd peny.
- jml telur
- kekuatan tulang
- kualitas daging
- rasio daging-tulang
- rasio daging dada-daging paha
- feather cover
 menyangkut estetika (konsumen
mganggap ayam yg sehat memp. bulu penuh
menutup bdn)
Rekayasa genetik
 orientasi pertmbhn otot/daging

 blm mencakup perbaikan organ-


organ dalam spt. Jantung , paru-paru
sistem digestinal
tdk bs mendukung percepatan. pertbhn otot
KANDANG
A. Faktor Yg Menentukan Btk Kandang :
1. Lokasi lahan yg tersedia ( Dataran
rendah, sedang & tinggi)
2. Bahan baku yg tersedia
3. Arah angin & posisi matahari

Yg dipertimbangkan :
Comfortable bagi ayam
Sejajar dg lintasan matahari
Ventilasi benar sirkulasi udara lancar
PB-5
Dlm mengoptimalkan
faktor Lingkungan hrs
diperhatikan :
1.Syarat- syarat tanah & air
2. Bahan Bangunan
3. Konstruksi kandang
4. Lay Out Kandang
5. Halaman kandang & Arah
angin
PB-6
B. Tipe Kandang
1.Kandang dg Ventilasi tdk
terkontrol
Bentuk sederhana, tanpa teknologi,
temp kdg tergantung lingk, cocok u/
daerah tropis “ Open Side
House “
 Kandang panggung
 Cocok u/ tropis, dataran rendah &
rawa &daerah b’gelombang
 Nyaman, sirkulasi udara lancar
 Bisa “Longyam”
PB-7
Kandang Postal /
Litter
Banyak digunakan di daerah
tropis, sirkulasi
udara kurang baik
Faktor harus
diperhatikan :
- Atap monitor, bhn tidak seng
- Lahan terbuka
- Lebar max 7m, tinggi 2,4 – 3m
- lantai semen
- arah sejajar dg lintasan
matahari PB-8
KANDANG AYAM BROILER
DILIHAT DARI BAGIAN MUKA B

1M
2,5 M
Kawat
T
burung

2,5 M
Kawat
2,5
M burun
g
Litter
Tembo
30 CM
30 CM k

7m PB-9
2. Kandang dg Ventilasi
Terkontrol
 Dsebut juga “ CLOSED HOUSE
SYSTEM”
 Tidak dipengaruhi lingkungan luar
kandang, temp &
kelembaban: kandang dikontrol sesuai dg
Keuntungan
kebutuhan
Kepadatan kandang meningkat ( 16 – 20
ekor / m )
Produkstifitas & Pert. Ayam meningkat
(lbh baik)
Mengurangi tenaga kerja
Yg Hrs Diperhatikan :
o Biaya mahal / investasi
tinggi
o PB-10
LETAK SUSUNAN KANDANG U

B T

S
4 1

5 2

7m
30
6 m 3

Gudang
PB-
Perlengkapan
Perlengkapan Periode BroodingKandang
:
Brooder : Sumber pemanas / Induk
buatan ( Gas,
infra red , gasolin, minyak tanah,
batubara, listrik)
Brooder Guards : Lembaran seng/
triplek / pembatas
yg dipasang sekeliling Hover, dg
diameter yg
fleksible
Waterer : tempat air minum
Feeder : tempat makan (first feeder &
second feeder )
Tirai : penutup kandang utk PB-12
Kebutuhan Peralatan Pada Hari
Pertama
1000 750 500
Uraian
ekor ekor ekor
Lingkaran Brooder 4.75 m 4m 3.25 m
Pemanas (Gasolek) 2 1 1
Baki (First Feeder) 14 12 10
Gallon 10 8 6
Tempat Minum Otomatis 15 12 10
Lampu Pijar ( 40–60 watt) 2 1 1
PB-13
PAKAN BROILER ……
Konsumsi pd minggu I sgt
menetukan BB &
pert pd minggu berikutnya
Kons Pakan pd Mg I hrs m’capai
standar (> 150 gr)
Penggantian pakan disesuaikan dg
umur panen
Penggantian pakan hrs secara
b’tahap, min. Starter
Ransum 4 hari : Prot : 21
– 23 feeder
pinggir % hrs lebih rendah dr
tembolok ayam
Ransum Finisher : Prot : 19PB-14
Faktor m’pengaruhi Konsumsi
Pakan
 Kualitas DOC
 Suhu Brooding
 Kepadatan Kandang
 Tatalaksana pemberian
pakan (jml feeder, distribusi
feeder, posisi tmpt minum, frek
pemberian, ketersediaan ransum)
PB-15
Kebutuhan Tempat pakan &
minum (750 ekor)
Hari Baki Feed T. Mnm T. Mnm
Tube Otomatis Gallon
1 15 - 8 15
3 15 14 8 15
6 8 16 10 18
9 4 25 12 25
12 - 30 12 25
14 >> - 30 12 25

PB-16
Pedoman waktu
pemberian pakanJam Pemberian
Umur (hr) Frek Pakan
06.00 08.00 10.00 12.00 14.00
1–3 9 16.00 19.00 21.00 23.00
06.00 08.00 10.00 12.00 14.00
4–6 8 16.00 19.00 21.00
07.00 10.00 13.00
7 – 10 7 15.00 16.00 19.00 2100

11 – 14 5 07.00 10.00 13.00 16.00 19.00

15 – 20 4 07.00 11.00 16.00 19.00

> 21 3 07.00 15.00 19.00

PB-17
Pengisian tempat
Pakan
 Ransum diberikan 2 jam stlh minuman I,
dg baki doc/ first feeder
 Dalam pemberian jangan sampai tumpah
ke litter
 Pengisian 1/3 – ½ dari tinggi permukaan
baki
 Ikutidg cermat petunjuk frek pemberian
 Jangan membuang sisa pakan di litter
 Pedomani jumlah pemberian sesuai dg
kebutuhan berdasarkan umur
pemeliharaan PB-19
Tempat Pakan
 Mgg I : pd hr ke –3 sdh dikenalkan Feed
Tube , & sdh
mulai digantungkan
 Mgg II–III, atur feeder , umur 14 hr
semua feeder sdh
digantung (setinggi punggung ayam)
 jml feeder hrs cukup dg jml ayam (2/3
ayam bisa
makan serentak
 tempat pakan jangan spi kosong ( jk sdh
finisher, lampu
dimatikan)
PB-18
Penanganan
 ransum
Saat menerima ransum , timbang
sample 10 %,
jk ada kurang ulangi timbang sampai 100
%.
 Catat no. produksi dan batchnya
 Sblm pemberian ransum : periksa ransum
thd jamur /
penggumpalan
 Bersihkan ransum dari kotoran yg ada.
 Jauhkan ransum dari gangguan “pencuri
ransum”
 PB-20
Konsumsi Ransum Menurut Umur Pemeliharaan
Umur Kons. Umur Kons. Umur Kons.
(hr) (gram) (hr) (gram) (hr) (gram)
1 10 15 70 29 113
2 13 16 73 30 117
3 17 17 76 31 121
4 21 18 79 32 125
5 27 19 82 33 129
6 33 20 86 34 133
7 39 21 88 35 136
8 43 22 91
9 47 23 94
10 51 24 97
12 55 25 100
58 26 103
13 60 27 106
14 67 28 109

PB-21
Penanganan Air Minum
 Test bakteriologis secara berkala

 Desinfeksi : - kaporit 3 – 5 ppm


- antiseptic 3 ml / 2 Lt air minum

 Tempat air minum harus selalu bersih ( minimal


pagi&sore harus dibersihkan )
 Tempat minum tdk boleh kosong ( jml air minum
1,7 – 1,8 X jml makanan pd saat itu
PB-22
Tatalaksana Pemeliharaan
Tdd 2 fase : - Fase Starter ( 0 – 4 minggu )
- Fase Finisher ( 5 mg - afkir )

Penerimaan DOC
Lakukan penimbangan box /
sample DOC dan
catat
Tempatkan DOC pada tempat yg
sama dg kode
box dan strain yang sama
PB-23
( jangan dicampur)
Masa Brooding

Perlu perhatian extra karena :


 Proses perbanyakan sel

 Proses pertumbuhan begitu cepat


 Proses perkembangan sistim
pernafasan, sistim pencernaan,
hormonal & pertumbuhan tulang &
sistim kekebalan
PB-24
Pola Pertumbuhan
Pertumbuhan:
Perbanyakan sel (hiperplasia)
Pembesaran sel (hipertrofi)

1-2 mg  hiperplasia > hipertrofi


2-4 mg  hiperplasia = hipertrofi
> 4 mg  > hipertrofi
Bila BB mg I tdk trcapai  jml sel dl tbh
tdk standar  bobot panen standar tdk
tercapai  prtmbhn kompensasi sgt kcl
Bila dipacu dg pemberian makanan (utk
optimalisasi pembesaran sel)  ayam trlht
tampak besar, ttp ringan  hny trjd
penimbunan lemak (jml sel standar utk
hipertrofi tdk terpenuhi)
Mg I  sistem pencernaan dan sistem
kekebalan mrpkn organ yg tumbuh dominan
 tdk bs dikejar bl tertggl
Sistem pencernaan brmslh  penyerapan
mknan tdk efisien
Sistem kekebalan brmslh  ayam rentan peny.
 daya adaptasi thd lingk. rendah
 ekstrim: pascavaksinasi ayam tdk mau makan

Ayam sehat:

Hiperplasia organ limfoid (BF, T)  prosesnya


sdh slsi pd mg I

- BF  1.5 x kcg hijau (berat ± 2.5 gr)

- Thymus  tumbuh rapat, padat,


berukuran besar
Pertumbuhan usus maksimal trjd pd hr ke-6
Pd saat itu pjg usus yg baik: 17x pjg bdn
jg hny 13x pjg bdn
Berat standar doc 35 gr
Akhir mg I  4x lipat
mg II min. 11x
mg III  22x lipat
Tujuan Brooding

 Menyediakan lingkungan yg nyaman &


sehat sec efisien & ekonomis utk ayam,
utk pertumbuhan optimal
 Temperatur yg sesuai
 Sirkulasi udara lancar
 Kelembaban relatif

PB-25
SUHU PADA PEMELIHARAAN BROILER
Utk mencpi BB standar pd mgI

ayam hrs mampu makan dan minum


seawal mungkin
Penyebab ayam enggan makan:
- penanganan dan pengangkutan
- suhu yg tdk nyaman (ayam homeothermis)
Masalah: termoregulasi ayam baru mulai bkj
umur 7 hr dan optimal umur 21 hr
Oki: usia awal kehidupan sgt tergantung kpd
indukan/brooder

Sblm termoregulasi bkj, syaraf sensorik pd lidah


dan telapak kaki sdh efektif utk mengenal suhu
lingkungan sjk awal
 kedua organ tsb mrpkn sumber masuknya
stres oleh suhu ruang
 suhu air minum, litter dan brooder perlu
dijaga
Air
 Suhu air yg nyaman utk ayam 19-24º C
lbh dingin/lbh panas
 hidrophobia
(takut minum)
 dehidrasi
(pd hr ke 3)

 kaki anak ayam lbh layu dr yg sht


solusi: masak air spi suhu nyaman, sekaligus
mematikan m.o patogen
 gerakan peristaltik usus hanya 3x per
menit
 + air hangat: meningkat mnjd 15 kl/mnt
 ayam segera mrsa lapar  ingin cepat
mkn
Indikasi gerakan peristaltik yg lemah:
 menempelnya kotoran putih di
pantat ayam
 krn usus tdk mampu mendorong
feses keluar dg sempurna
Enam jam stlh ditebar  1/3 bgn tembolok
doc hrs tlh terisi pakan dan air
 gerakan peristaltik yg lemah
akan berakibat neg pd mg II
 kerja sal pencernaan tdk maksimal
 tdk mampu mencerna pakan

adanya sisa jagung dan dedak dlm feses


performa menurun
Litter dan Brooder
Agar nyaman  ketebalan litter 8-12 cm
 perpot panas akan trjd pd 1/3
tinggi litter
 panas akan merambat dg lbh
perlahan dan tdk fluktuatif
Bila ketebalan litter <8-12 cm:
 ayam meminggir ke tepi brooder (perpot.
panas terjd di permk litter)
 ayam tdk mau makan dan minum
 trjd fluktuasi suhu yg besar bila aliran udara
sdkt
suhu optimal litter: 29-35º C
Litter dingin:
- konsumsi awal buruk
- pertumbuhan buruk
- keseragaman buruk
Pencegahan:
Brooder dipanaskan 6 jam sebelum ayam
datang, shg panas dpt mncpi 1/3 tinggi kandang
Ayam tdk boleh lgsg ditebar k dlm brooder,
selama 15-20 menit ditebar d sktr brooder utk
adaptasi
Suhu brooder utk ayam:
3 mg 30-35º C
dewasa 18-25º C
Kelembaban 50-70%
Tanda-tanda ayam kedinginan:
suara ribut
tidur d tempat pakan krn lebih hangat

Temperatur Efektif (TE)


Temp. efektif (TE) yg dirasakan ayam bukan
temp. yg tertangkap termometer (temperatur
aktual = TA)
Kesenjangan TE – TA  5º C
TE > panas bila:
- kepadatan tinggi
- tdk ada aliran udara
- kelembaban tinggi
 ayam tampak megap-megap

Suhu nyaman:
- doc segera beraktifitas
dl 15”  doc sdh bergrk lincah
dl 20”  doc sdh mau makan
- suhu kaki tdk lbh dingin dr temp kepala
ayam atau sama
 lakukan perabaan pd pipi, leher serta
kaki
6, 12, 24 jam stlh doc ditebar
- cek tembolok (1/3 bgn terisi)
Stres suhu  meningkatnya ACTH
- absorpsi kuning telur terganggu
 mgurangi efektifitas penyebaran zat kebal
dr induk serta cadangan nutrisi
- memberikan efek: LAZY LEUCOCYTES
SYNDROME  kondisi dmn butir darah
putih tdk memberikan respon yg optimal thd
benda patogen  mudah sakit

Suhu nyaman  makan dini


- dpt memenuhi keb. Nutrisi yg hny 50%
disediakan kn. telur
- usus segera berkembang
- kl. pencernaan dan pankreas sgra terstimulasi
- sistem kekebalan tbh bs teraktivasi dg optimal
Akibat kegagalan
Brooding

 Pertumbuhan terganggu
 FCR buruk ( meningkat)
 Meningkatnya serangan penyakit
 Angka afkir & kematian tinggi

PB-26
Ketentuan Umum Brooding

 Pemanas dinyalakan 1–2 jam sblm doc msk


 Pastikan temp sdh memenuhi kbutuhan
 Air minum diberikan sesegera mungkin ( 2
jam pertama semua doc sdh minum
 Gunakan alas koran / kertas
 Beri lampu penerang 40 watt / brooder
 Pasang tirai ( celah tertutup rapat, hanya
tersisa ± 30 cm utk ventilasi )
PB-27
Setting kandang Brooding
Lingkaran Chick Guard:
 ø 3 m atau 3 x 4 m2 untuk 500
ekor
 ø 3,5 m atau 4 x 4 m2 untuk 750
ekor

Pelebaran Kandang :
 Dilakukan 3 hr pertama,
selanjutnya 3–4 hr sekali
 Sesuaikan letak pemanas kembali,
atur suhu
 Sesuaikan jml tempat pakan &
minum
Persiapan sebelum DOC
datang
Pengisian litter ( 8 – 12 cm )
Mempersiapkan brooder guard,
pemanas (gasolek)
tempat
jml ayam pakan / minum sesiuai dg

Pasang lampu penerang


Pasang tirai luar & dalam
Semprot kandang dg desinfektan
( dilakukan 2 – 3
hari sebelum doc datang )
PB-28
Persiapan DOC masuk

 Pasang tempat minum sesuai kebutuhan


 Hidupkan gasolek / pemanas 2 jam sebelum doc
tiba, suhu ± 33 – 35o C
 Sediakan air minum , ditambah gula 5 %
 Pemeriksaan doc yg masuk ( BB/ sample 10 % :
38 – 40 gram, kode box, dll)
 Lepaskan doc dibawah gasolek, hitung & seleksi
 Biarkan ayam minum 2 – 3 jam, baru mulai diberi
makan sedikit demi sedikit pd first feeder
 Perhatikan kebutuhan temp melalui penyebaran
ayam
PB-29
Manajemen Pemeliharaan MG - I

 Pd umur 1 – 2 hari t.pakan masih baki. Pd


hari ke 3 mulai diberikan dg feed tube
 Pemberian pakan sesering mungkin
 T. minum harus bersih, dicuci 2 – 3 X perhar
 Brooder guard diperluas stlh 3 hari,
perhatikan kebutuhan temp & kepadatan
kandang
 Ayam yang lemah, cacat & kurang aktif
dipisahkan
PB-30
Manajemen Pemeliharaan MG – I

 Jaga litter tetap kering, lakukan pembalikan


litter setelah umur 2 hari terutama dibawah
tempat minum & pakan
 Vaksinasi pd har ke - 4
 Timbang anak ayam pada akhir minggu,
sesuaikan dg standard BB
 Jml konsusmsi pada akhir minggu
diusahakan 150 gr / ekor

PB-
Manajemen Pemeliharaan MG – I
Konsumsi Ransum Bobot badan akhir
(perhari per ekor) Minggu I (gram)
Hari 1 : 10 gr Isa Vadette : 120
2 : 13 gr Hybro : 150
3 : 17 gr Ross : 162
4 : 21 gr Cobb : 190
5 : 27 gr New Lohman : 165
6 : 33 gr Hubbard : 150
7 : 39 gr
PB-32
Manajemen Pemeliharaan MG - II
 Tambah tempat pakan & minum
 Pelebaran kandang dilakukan 1 x 2 hr, pd
akhir mgg ke-2 sdh penuh
 Pemberian pakan 7 – 5 x sehari
 Suhu turun menjadi 32 o C
 Tirai mulai dibuka sedikit
 Air minum masih diberi anti stress
 Penimbangan pd akhir minggu ke 2 &
dilakukan seleksi. BB >> dipisahkan utk
panen awal. BB << dilakukan p’lakuan
khusus PB-33
Manajemen Pemeliharaan MG – II
Konsumsi Ransum Bobot badan akhir
(perhari per ekor) Minggu II (gram)
Hari 1 : 43 gr Isa Vadette : 380
2 : 47 gr Hybro : 410
3 : 51gr Ross : 422
4 : 55 gr Cobb : 405
5 : 58 gr New Lohman : 433
6 : 60 gr Hubbard : 410
7 : 67 gr
PB-34
Manajemen Pemeliharaan MG - III
 Pemanas dikeluarkan
 Tempat pakan sdh digantung semua, atur
ketinggiannya setinggi sayap bawah
 Pemberian pakan 4 x sehari
 Tirai diatur pembukaan & penutupannya
disesuaikan dg suhu
 Vaksinasi ND
 Air minum diberi antistress, posisi tmp air
minum setinggi punggung ayam
 Lakukan penimbangan pd akhir minggu
PB-35
Manajemen Pemeliharaan MG – III
Konsumsi Ransum Bobot badan akhir
(perhari per ekor) Minggu III (gram)
Hari 1 : 70 gr Isa Vadette : 753
2 : 73 gr Hybro : 783
3 : 76gr Ross : 795
4 : 79 gr Cobb : 778
5 : 82 gr New Lohman : 823
6 : 86 gr Hubbard : 783
7 : 88 gr
PB-36
Manajemen Pemeliharaan MG - IV

 Pemberian pakan 3 x sehari


 Tirai diatur pembukaan &
penutupannya disesuaikan dg suhu
 Air minum diberi antistress
 Lakukan penimbangan & seleksi pada
akhir minggu

PB-37
Manajemen Pemeliharaan MG – IV
Konsumsi Ransum Bobot badan akhir
(perhari per ekor) Minggu IV (gram)
Hari 1 : 91 gr Isa Vadette : 1.237
2 : 94 gr Hybro : 1.267
3 : 97 gr Ross : 1.279
4 : 100 gr Cobb : 1.262
5 : 103 gr New Lohman : 1.336
6 : 106 gr Hubbard : 1.267
7 : 109 gr
PB-38
Manajemen Pemeliharaan MG–V&VI

 Pemberian pakan 2 x sehari


 Tirai dpt digulung sepenuhnya
disesuaikan dg cuaca
 Air minum diberi antistress
 Lakukan penimbangan & seleksi pada
akhir minggu

PB-39
Manajemen Pemeliharaan MG – V
Konsumsi Ransum Bobot badan akhir
(perhari per ekor) Minggu V (gram)
Hari 1 : 113 gr Isa Vadette : 1.784
2 : 117 gr Hybro : 1.814
3 : 121 gr Ross : 1.826
4 : 125 gr Cobb : 1.809
5 : 129 gr New Lohman : 1.789
6 : 133 gr Hubbard : 1.814
7 : 136 gr
PB-40
Parameter Standar

Umur 6 hr Umur 9 hr Umur 14 hr


Sekat 1/3 kandang 1/2 kandang Seluas
Brooder 4x8 m 6x8 m kndg 8x8 m
Tempat
20 bh 30 bh 48 bh
minum
Tempat
25 bh 40 bh 48 bh
ransum
Suhu
35 C 32 C 32 C
Brooder
Parameter Standar
UMUR ( MINGGU)
1 2 3 4 5 6
Air Minum
(ltr/1000 ek/hr) 38 102 208 272 333 390
Kons Ransum
(gr/1000 ek/hr) 21 53 87 114 141 161
Konversi
Ransum 0.92 1.23 1.4 1.52 1.65 1.79
Berat Badan
(gr/ekor) 156 408 771 1296 1642 2075
Mortalitas 1.0 0.7 0.7 0.85 1

Sumber : Medion
Penilaian Target / Indeks Performans

(100 – deplesi) X rata-rata BB


 IP =
Rata-rata umur panen X FCR
 (Umur x Jml ayam terjual)
Rata Umur Panen =
 Ayam terjual
 ransum dikonsumsi (kg)
FCR =
 PBB yg dihasilkan (kg)
Pemeliharaan Broiler

Disampaikan Pada Mata Kuliah


Ilmu dan Teknologi Produksi
Ternak Unggas

Oleh : HUSMAINI
PB-1
Tugas Paralel 09
1. Prospek industri perunggasan di Sumatera Barat
( Kel 3 )
2. Sistem perkandangan ayam broiler. (Kel 4)
3. Pentingnya pemeliharaan periode brooding stater.
(Kel 1)
4. Pemeliharaan ayam broiler di kandang close
housed (Kel 5)
5. Penentuan Kualitas Telur dan daging unggas (Kel
2)
Tugas Paralel 02
1. Prospek industri perunggasan di Sumatera Barat
( Kel 2)
2. Sistem perkandangan ayam broiler. (Kel 3)
3. Pentingnya pemeliharaan periode brooding stater.
(Kel 1)
4. Pemeliharaan ayam broiler di kandang close
housed (Kel 4)
5. Penentuan Kualitas Telur dan daging unggas (Kel
5)
Tugas Paralel 01
1. Prospek industri perunggasan di Sumatera Barat
( Kel 3)
2. Sistem perkandangan ayam broiler. (Kel 2)
3. Pentingnya pemeliharaan periode brooding. (Kel
1)
4. Pemeliharaan ayam broiler di kandang close
housed (Kel 5)
5. Pemeliharaan ayam broiler periode finisher dan
Panen (Kel 4)
6. Penentuan Kualitas Telur dan daging unggas ( 6)