Anda di halaman 1dari 54

Gas Lift

Design
Sistem Gas Lift Well
Tujuan Gas Lift
Meningkatkan produksi sumur dengan :
 mengurangi gradient tekanan aliran dalam tubing dengan
menambahkan gas pada tubing.
atau
 membentuk kolom gas dalam tubing yang akan
mendorong kolom fluida dalam tubing
dengan mempertimbangkan kemampuan lapisan
produktif, kemampuan penampungan produksi di
lapangan, gas yang tersedia untuk diinjeksikan serta
kemampuan sarana injeksi di permukaan dan
dibawah permukaan

2
Sistem Sumur Gas Lift Separator

Flow Line

Gas Injection Line


Wellhead Subsystem :
• Production subsystem
• wellhead Separator Subsystem:
• production choke • separator
Compressor Subsystem
• pressure gauge • manifold
• intake system
• Injection subsystem • pressure gauges
• outlet system
• injection choke • flow metering
• choke
• pressure gauge
• injection rate metering Gas Lift Mandrells

Gas Injection Valve

Pc
Valve Pt Wellbore Subsystem:
Subsystem • perforation interval
• tubing shoe
• packer

ALL THE SUBSYSTEMS ARE


WELL CONNECTED
(INTEGRATED SYSTEM)
Parameter pada Sistem Gas Lift
Parameter Tekanan
 Tekanan discharge compressor
 Tekanan injeksi di wellhead
Paremeter Injection Rate
 Laju injeksi gas
Paremeter Production Rate
 Inflow Performance Relationship
Parameter pressure drop
Parameter pada Compressor
Horse Power
Compressor

Pintake Pdischarge Pinjection@wellhead

Pgas
Wellhead
Qgas Qgas
Pinjection@wellhead=Pdischarge - P

Separator Compressor Wellhead


Parameter pada Compressor
Tekanan intake :
Gas injeksi berasal dari separator atau dari
sumber gas yang lain
Laju Injeksi Gas
Horse Power Compressor
Tekanan discharge :
yang tergantung pada laju injeksi gas, Horse
Power Compressor, serta sifat fisika gas injeksi
Parameter di Wellhead
Surface Injection
Pressure

Production
Injection Choke
Choke

Wellhead
Pressure

Production Fluid

Gas Injection
Parameter di Wellhead
Gas Injection Pressure di Wellhead atau Surface
Injection Pressure
Tekanan gas injeksi setelah sampai di wellhead dari
compressor
Fungsi dari sifat fisik gas, konfigurasi pipa gas injeksi,
dan temperatur aliran
Wellhead Pressure
Tekanan yang akan mengalirkan fluida produksi ke
separator
Perhitungan DP Gas Injeksi
Persamaan Weymouth

Persamaan Panhandle
Gas Lift Valve

Gas
Injeksi

Pc
Pc Pt
Pc = P t
Pt

Fluida
Produksi
Gas Lift Valve

Gas
Injection

Tubing
Pressure

Close condition Open condition


Parameter pada Gas Lift Valve
Tekanan gas injeksi pada casing
Tekanan aliran fluida produksi dalam tubing
Laju gas injeksi
Luas penampang port valve
Temperatur pada kedalaman valve
Perhitungan Tekanan Gas Injeksi pada
kedalaman
Parameter di Dasar Sumur

Pt = Pwf – (dp/dz)(D-Dv)

(D – Dv)

Pwf@QL IPR
Penetuan titik injeksi
Pso

Pso = Pdis - P

Titik
Injeksi Dv
Pt = Pwf – P @ QL tertentu

Pwf
APLIKASI NODAL SYSTEM ANALYSIS
PADA SUMUR GAS LIFT
Pwh

Q yang diinginkan makin tinggi


dibutuhkan penempatan titik
injeksi yang makin dalam

Tergantung Laju Produksi


Titik D2 yang diinginkan
Injeksi D1
D3
Pwf = Pr – Q/J

Pwf
Contoh Soal
P-surface injection
L = 5000 ft
Compressor L = 6525 ft
d = 3.0 inch
Psep = 180 psi
d = 2 inch
T = 90 oF
P-discharge = 800 psi

GLR = 800 scf/stb


Well Depth = 7863 ft
dt = 2 7/8 inch (OD)
Dv= ? T = 105 oF

GLR = 300 scf/stb

Pr = 1451.00 psi
PI = 2.5 stb/d/psi
WC = 50%
Jawaban :
Penentuan Kebutuhan
Gas Injeksi
Parameter berpengaruh terhadap
kebutuhan Gas Injeksi
Laju produksi yang direncanakan
Ketersediaan Gas Injeksi
Variabel-variabel dalam sistem sumur gas lift
(Pwh,Pso,Psep,Temp, Valve Depth, dll)
Kapasitas Kompresor
Kebutuhan Gas Injeksi
Diperkirakan dengan menentukan Gas Lift
Performance Curve, hubungan antara Laju
Injeksi Gas dengan Laju produksi yang
dihasilkan.
Gas Lift Performance dibuat pada satu kondisi
tertentu.
Perhitungan Gas Lift Performance Curve
2500

Nodal System Analysis dengan


melakukan sensitivitas terhadap 2000

Tekanan Alir Dasar Sumur, psi


GLR total
1500

GLR total = GLR-formasi + GLR-Injeksi


1000 IPR
GLR total meningkat laju produksi 200 scf/stb
400 scf/stb
Meningkat 600 scf/stb
500
800 scf/stb
1000 scf/stb
Berdasarkan phenomena tersebut 1200 scf/stb
dikembangkan teknik injeksi gas 0
0 200 400 600 800 1000
(GAS LIFT) Laju Produksi, stb/d
Perhitungan Gas Lift Performance Curve

Qmax
Hubungan antara Laju Produksi vs
GLR total, menunjukkan kurva
yang menghasilkan Q-maksimum,
pada GLRtotal yang optimum.

Dengan demikian jumlah gas


Injeksi yang dibutuhkan dapat
Diperkirakan berdasarkan kurva
Gas Lift Performance Curve.
Qgas injeksi opt

Qgas-injeksi = Q(GLRtotal – GLRformasi)


Nodal System Analisis

IPR X-1RD IPR X-1RD


Tubing Intake Berbagai GLR SumurX-1RD Tubing Intake Berbagai GLR SumurX-1RD

295 scf/stb 700 scf/stb


1500
1900
297 scf/stb 1400 800 scf/stb

1700 1300
300 scf/stb 1000scf/stb
1200
1500
320 scf/stb 1500 scf/stb
1100
1300
Pwf, psi

Pwf, psi
350 scf/stb 1000 2000 scf/stb

1100 400 scf/stb 900 3000 scf/stb

800
900 450 scf/stb 4000 scf/stb
700
700 500 scf/stb 5000 scf/stb
600

500 600 scf/stb 500 7500 scf/stb


500 1000 1500 2000 2500 3000 3500 4000 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500 4000
q, stbfpd q, stbfpd
Gas Lift Performance Curve (GLPc)

GLPc X-1RD Pr=1500 psia

2500

2000

1500
Qo, stbopd

1000

500

0
0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000
Gas injeksi, Mscf
Operasi
Pada waktu sumur akan dipasang peralatan Gas
Lift, sumur dimatikan dengan cara mengisi sumur
dengan “killing fluid”
Pada waktu pemasangan selesai sebelum sumur
diproduksi, “killing fluid” harus dikeluarkan dari
sumur  Proses Unloading
Tahap I  Katup Unloading sudah dipasang.
 Sumur masih diisi dengan killing
Choke fluid
Tutup No flow  Fluida produksi masih belum
mengalir ke permukaan
Permukaan
Killing fluid
 Port Valve terbuka karena pengaruh
Valve 1 : Terbuka
tekanan hidrostatis killing fluid lebih
besar dari tekanan pada dome
(Pkilling fluid @ valve > Pdome)
Valve 2 : Terbuka lihat slide berikutnya.
 Killing fluid akan mengalir melalui
port valve kedalam tubing pada
Valve 3 : Terbuka
waktu ditekan dengan gas injeksi
 Perlu diketahui dengan pasti
Valve 4 : Terbuka gradien tekanan killling fluid,
sebagai landasan design di bengkel
GAS LIFT UNLOADING VALVE
PRESSURE DISTRIBUTION – VALVE OPEN

P-dome

Pkilling fluid > Pdome Katup Terbuka

Tekanan Killing Fluid


Tahap II
Flow Killing Fluid + Gas Injeksi

Gradient aliran dipengaruhi Valve Close


Gas injeksi

Valve 1 : Tertutup

Permukaan Valve 2 : Terbuka


Killing fluid

Valve 3 : Terbuka

Pt
Valve 4 : Terbuka
Permukaan
Fluida Res.
Tekanan Tubing harus diketahui
Tahap III  Gas Injeksi telah mencapai valve
Flow Killing Fluid + yang terbawah, valve #1 – 3
Gas Injeksi
tertutup, dan valve #4 terbuka
 Pada tahap ini terjadi aliran yang
terjadi secara serentak:
 Fluida reservoir dari lapisan produktif
Permukaan (sampai titik injeksi)
Fluida Res. Valve 1 : Tertutup
 Fluida reservoir yang bercampur
dengan gas injeksi (dari titik injeksi
Valve 2 : Tertutup sampai panjang kolom fluida
Fluida Reservoir + tertentu)
Gas Injeksi
 Killing fluid di atas kolom fluida
Valve 3 : Tertutup reservoir
 Kolom killing fluid dan kolom
fluida reservoir yang bercampur
Fluida Reservoir
Valve 4 : Terbuka dengan gas injeksi
+ Gas Injeksi
mengakibatkan gradien pada
tubing berkurang, sehingga Pwf
akan menurun.
Pwf<<  Penurunan Pwf akan
menyebabkan peningkatan laju
produksi dari reservoir (IPR)
TAHAP IV Fluida
Produksi +
Gas Injeksi
Pada tahap akhir ini,
semua killing fluid sudah
terangkat ke permukaan
Valve 1 : Tertutup Lapisan produktif mampu
berproduksi pada laju
Valve 2 : Tertutup produksi yang
direncanakan
Valve 3 : Tertutup Injeksi gas telah berjalan
sesuai dengan
Valve 4 : Terbuka
perencanaan
Lokasi Unloading
Valves
Choke Tutup
No flow
Permukaan
Killing fluid
Valve 1 : Terbuka
Valve 1 : Tertutup

Valve 2 : Terbuka Permukaan


Valve 2 : Terbuka
Killing fluid

Valve 3 : Terbuka
Valve 3 : Terbuka

Permukaan Valve 4 : Terbuka


Valve 4 : Terbuka
Fluida Res.

Fluida
Flow Killing Fluid + Produksi +
Gas Injeksi Gas Injeksi

Permukaan
Fluida Res. Valve 1 : Tertutup Valve 1 : Tertutup

Valve 2 : Tertutup Valve 2 : Tertutup


Fluida Reservoir +
Gas Injeksi Valve 3 : Tertutup
Valve 3 : Tertutup

Fluida Valve 4 : Terbuka


Reservoir Valve 4 : Terbuka
+ Gas
Injeksi
Pwf<<
Pressure, psia
Surface Operating Pressure
Kick Off Pressure
DESIGN VALVE
0
0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600

UNLOADING
-1000

Gradient Aliran @ Tubing


-2000

Kesetimbangan
Tekanan @ Valve Gradient Killing Fluid
-3000

Depth,ft
-4000
Pc
Pt
-5000

Gradient Gas Injeksi @ Pko


-6000

Gradient Gas Injeksi @ Pso


-7000

-8000
Fungsi Gas Lift Valve

Sebagai saluran masuknya gas injeksi dari


annulus kedalam tubing
Mengatur jumlah gas injeksi yang masuk kedalam
tubing, sesuai dengan yang direncanakan
Pengatur pentahapan pengaliran “killing fluid” dari
dalam sumur ke permukaan
Pemasangan Gas Lift Valve

Di dalam annulus/dibagian dinding luar tubing.


Sifatnya Non-retrieveable, yaitu untuk
mengganti valve, tubing harus dicabut

Didalam tubing/dibagian dinding dalam tubing,


yang sifatnya Retrieveable, yaitu valve dicabut
dengan wireline.
Penampang Gas Lift Valve
Jenis Valve Berdasarkan Cara Kerja
Casing pressure operated valve : tekanan
buka ditentukan oleh tekanan gas injeksi
dalam annulus / casing
Fluid operated valve : tekanan buka ditentukan
oleh tekanan fluida dalam tubing
APLIKASI NODAL SYSTEM ANALYSIS
PADA SUMUR GAS LIFT

Pengatur Jumlah Gas yang masuk kedalam Tubing

Katup Tertutup
Katup Terbuka
Gaya-Gaya pada Valve
Gaya membuka katup :
Fo = Pc(Ap-Ab) + PtAp

Gaya menutup katup :


Fc = PdAb
Pada keadaan seimbang :
Fo = Fc
Pd  Pt R
Pc 
1 R

dimana : R = Ap/Ab
Katup Terbuka
Contoh Soal
Katup sembur buatan ditempatkan di kedalaman 6000 ft.
Tekanan dome dan tekanan tubing di kedalaman tersebut
masing-masing sebesar 700 psi dan 500 psi. Apabila Ab
katup sebesar 1.0 in2 dan Ap = 0.1 in2, tentukan tekanan
gas di annulus yang diperlukan untuk membuka katup.
Perhitungan:
R = Ap/Ab = 0.1/1.0 = 0.1
Pd = 700 psi
Pt = 500 psi
Dengan menggunakan persamaan (5), tekanan gas
injeksi yang diperlukan untuk membuka katup sebesar:
Pc = (700 - 500(0.1) / (1.0-0.1) = 722 psi
DOME PADA GAS LIFT VALVE
Dome pada Gas Lift Valve, diisi gas Nitrogen
sejumlah mole tertentu, sehingga dapat
memberikan tekanan tutup valve yang sesuai.
Sesuai dengan
P V=Z n R T
Temperatur di sekitar
Vol. dome dome
P-dome
Penentuan Tekanan Dome
Tekanan dome @ TD = Pd
Gradien Aliran @ tubing
Tekanan casing @ D = Pc @TD
Test Rack (di laboratorium) pd  pc (1  R)  pt R
Tekanan dome @ TD
Gradien gas injeksi
convert Tabel 5-3 Dall Beggs
Tekanan dome @ 60 oF
(Tabel 5-3) Pd @ 60o F  Ct Pd
Tekanan buka valve, pvo

Pd @ 60o F
Pvo 
1 R
Temperatur pada Valve
Pressure, psia
T-surface
0
0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600

-1000

-2000

-3000

Depth,ft Gradient Temperatur


-4000
Aliran
Gradient
Geothermal Retreivable valve
-5000
(oF/ft)
Non-Retreivable
-6000
valve

-7000

T-bottom
-8000
Menentukan Tekanan Buka di Bengkel
Temperatur Lab/Bengkel

Pt = Tekanan Atmosfir = 0 psig


Pd  Pt R
Pc 
1 R

Pd @ 60o F
Pvo 
1 R
Rate Gas Injeksi melalui Valve

Q
 2
. C dApPu 2 gk R  R
1555 k
( k  1)
k

 gT
Gas Lift
Equipment
Jenis injector gas

Brear Oil Injector

Frizell Method

Pohle Process of Elevating Liquids


Jenis injector gas (cont’d)

Ferting Ejector

Harris air or gas lift for fluids

Orifice inserts
Unloading valve

Kick off valve

Teather Kick off valve

Taylor Kick off valve


Tubing operated valve
Valve yang akan membuka
pada saat dipompakan gas di annulus

Balanced fluid operated valve Unbalanced fluid operated valve


Tubing operated valve (cont’d)
Gas lift mandreal
Gas lift dummy