Anda di halaman 1dari 42

PKWU

PENGOLAHAN
PETA MATERI PENGOLAHAN DAN WIRAUSAHA MAKANAN KHAS DAERAH
A. Perencanaan :
1. Ide dan Peluang Usaha
2. Sumber daya ang dibuthkan
3. Perencanaan Pemasaran
4. Penyusunan proposal
B. Penerapan system produksi :
1. Pengertian
2. Karakteristik
3. Teknik pengolahan
4. Jenis bahan kemas
5. Teknik pengemasan
C. Menghitung Titik Impas (Break Event Poin) Usaha Makanan Khas
Daerah
 
1. Pengertian Titik Impas (Break Event Poin)
2. Strategi Menetapkan Harga Jual Makanan Khas Daerah
3. Menghitung BEP

D. Promosi Produk Hasil Usaha Makanan Khas Daerah


• Pengertian Promosi
• Tujuan Promosi
• Manfaat Promosi
• Sasaran Promosi
• Teknik dan Strategi Promosi
E. Laporan Kegiatan Usaha Makanan Khas Daerah
1. Pengertian Laporan Kegiatan Usaha Makanan Khas Daerah
2. Menganalisis Laporan Kegiatan Usaha Makanan Khas Daerah
3. Membuat Laporan Kegiatan Usaha Makanan Khas Daera
PERENCANAAN
Ide muncul dipengaruhi :
a) Internal :
• Pengetahuan yang dimiliki;
• Pengalaman yang pernah dilalui;
• Kemampuan untuk melihat dan menjadikan pengalaman orang lain sebagai pelajaran;
• Intuisi yang merupakan pemikiran yang muncul dari individu itu sendiri
b. eksternal
• Masalah yang dihadapi dan belum terpecahkan;
• Kesulitan yang dihadapi sehari–hari.
• Kebutuhan yang belum terpenuhi baik untuk dirinya maupun orang lain;
• Pemikiran yang besar untuk menciptakan sesuatu yang baru
b) Faktor eksternal, yaituhal – hal yang dihadapi seseorang
danmerupakan objek untuk mendapatkan sebuah inspirasi bisnis,
antara lain:
• Masalah yang dihadapi dan belum terpecahkan;
• Kesulitan yang dihadapi sehari–hari.
• Kebutuhan yang belum terpenuhi baik untuk dirinya maupun orang lain;
• Pemikiran yang besar untuk menciptakan sesuatu yang baru
C. Resiko Usaha
Resiko usaha yaitu kegagalan atau ketidak berhasilan dalam
menangkap peluang usaha

Risiko usaha dapat ditimbulkan karena :


• Permintaan (perubahan mode, selera, dan daya beli)
• Perubahan kongjungtur (perubahan kondidi perekonomian yang pasang
surut)
• Persaingan
• Akibat lain, seperti : bencana alam, perubahan aturan, perubahan teknologi,
dan lain-lain.
resiko
• Teknis : ketidakberhasilan mewujudkan barang yang diproduksi
• Ekonomis : ketidakberhasilan menghasilkan laba dari produk yang
dihasilkan
Mengurangi resiko usaha :

• Adanya kesadaran dalam kemampuan mengelolah usaha, peluang, dan


kekuatan perusahaan
• Adanya keinginan kuat untuk berprestasi, dorongan berinisiatif, dan motivasi
untuk melaksanakan strategi usaha.
• Adanya kemampuan merencanakan strategi untuk mewujudkan perubahan di
dalam lingkungan usahanya.
• Adanya kreativitas dan inovatif dalam menerapkan cara mengolah modal
usaha untuk memperoleh keuntungan
MAKANAN DAERAH
NO NAMA DAERAH BAHAN PROSES KETERANGAN
1 KIPO KOTA GEDE TEPUNG KETAN PANGGANG CAMILAN
+ GULA
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Keberhasilan dan Kegagalan Dalam Berwirausaha
Keberhasilan dipengaruhi oleh :
• Keyakinan yang kuat dalam berusaha
• Sikap mental yang positif dalam berusaha
• Percaya diri dan keyakinan terhadap diri sendiri
• Tingkah laku yang bertanggungjawab
• Inovatif dan kreatif
• Keunggulan dalam menjalankan usaha
• Sasaran yang tepat dalam memulai usaha
• Pengelolaan waktu yang efektif dan efisien
 

• Pengembangan diri
• Selalu mengadakan evaluasi atas usaha yang dijalankan
Penyebab Kegagalan :
• Tidak ada tujuan tertentu dalam usaha
• Kurang berambisi
• Tidak disiplin
• Pendidikan yang tidak cukup
• Sikap selalu menunda-nunda
• Kesehatan terganggu
• Kurang tekun
• Kepribadian yang negatif
• Tidak jujur
• Tidak dapat bekerjasama dengan orang lain
d. Pemetaan Peluang Usaha
pemetaan usaha didasarkan analisis SWOT. Analisa SWOT adalah
suatu analisa terhadap lingkungan internal dan eksternal
wirausaha/perusahaan, dimana analisa internal lebih menitik- beratkan
pada Kekuatan (strenght) dan Kelemahan (weakness), sedangkan
analisa eksternal untuk menggali dan mengidentifikasi semua gejala
peluang (opportunity) yang ada dan yang akan datang serta ancaman
(threat) dari adanya/kemungkinan adanya pesaing/calon pesaing.
Contoh studi kasus analisis SWOT :
Kasus masakan rendang :
1. Analisis Kekuatan (Strenght)
• Rendang merupakan salah satu jenis makanan yang disukai oleh seluruh lapisan
masyarakat Indonesia;
• Harga jual bersaing;
• Bahan-bahan untuk pembutan rendang mudah dicari.

Hal yang perlu dilakukan setelah analisis:


• Terus mempertahankan kualitas rasa, jangan sampai berubah;
• Usahakan terus untuk mempertahankan harga;
• Semakin menonjolkan keuggulan rendang yang akan dipasarkan tidak menggunakan
bahan pengawet dan dijamin sehat.
2. Analisis Kelemahan (Weakness)
• Harga bahan-bahan seringkali tidak stabil.
• Daging sapi seringkali dicampur dengan jenis daging lain.

Hal yang perlu dilakukan setelah analisis:


• Tonjolkan pada bentuk rasa sehingga walaupun porsinya tidak
besar, tetapi karena harganya murah makan akan tetap
memiliki daya tarik bagi pembeli;
• Telitilah dalam membeli daging. Kenali bentuk daging sapi asli
dan daging lain (misalnya babi) dan bentuk daging sapi yang
sudah dicampur dengan daging yang lain.
3. Analisis Kesempatan (Opportunity)
• Dapat melayani pesanan pesta atau catering;
• Dapat membuka warung makan/restoran dengan menu khas rendang
yang lezat.

Hal yang dapat dilakukan setelah analisis:


• Menyiiapkan dan mulai menawarkan rendang pada pelanggan
yang membutuhkan baik untuk pesta, event tertentu maupun
untuk makanan sehari-hari. Mulailah membuat rencana
pemasaran rendang dari rumah ke rumah atau melalui jasa
online
• Mulai membuat rencana untuk membuka warung atau rumah
makan yang membuat menu rendang.
4. Analisis Ancaman (Threat)
• Semakin banyak pesaing muncul bila rendang buatan kita disukai
konsumen.
• Kemungkinan harga pesaing lebih murah dari harga yang kita
tawarkan.

Hal yang dapat dilakukan setelah analisis :


• Menjaga kualitas rendang yang kita buat sehingga pelanggan tetap
akan datang ke tempat usaha makanan kita dan tidak akan berpaling
dengan usaha makanan rendang yang lain.
• Jangan terlalu cepat menaikkan harga jual ketika harga bahan baku
(daging) sedang naik di pasaran. Kita dapat tetap menggunakan harga
lama dengan kualitas rasa yang tetap namun dengan porsi yang lebih
diperkecil.
TUGAS
Nama :..............................................No :..................................................
Nama :..............................................No :..................................................
Kelas :........................................................................................................
Pemetaan peluang usaha berdasarkan analisis SWOT
Nama makanan khas daerah : ………………………………………………………..…
No
7
Strength Weakness Opportunity Threat

1        

2        

3        

4        

5        

6        

         
Sumber daya yang Dibutuhkan :
1. Man (manusia)
Sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam usaha makanan khas daerah berupa
tenaga kerja terdidik dan terlatih.
2. Money (uang)
Uang dibutuhkan untuk membiayai semua kebutuhan yang diperlukan selama proses
produksi
3. Material (bahan)
Material adalah bahan-bahan yang dibutuhkan dalam proses produksi sebuah usaha.
4. Machine (peralatan)
Machine(mesin) saat ini seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi agar
dapat menghemat biaya dan tenaga bahkan dapat membuat bentuk dan tampilan
produk menjadi lebih bagus.
 
5. Metode adalah penetapan kerja atau tips-tips untuk tercapainya
tujuan dalam sebuah proses produksi.
6. Market (pasar)
Wirausahawan ditutut untuk memiliki pengetahuan tentang
bagaimana cara memasarkan suatu produk sehingga produk yang
dihasilkan dengan mudah dapat dikenal olah konsumen.
7.Informasi
Proses produksi tidak akan berkembang dengan sempurna jika
didukung oleh informasi yang baik
Perencanaan Pemasaran Usaha
a. nama usaha yang menarik, unik, dan mudah diingat( misalnya DAGADU )oleh para
konsumen :
• Produk yang mau dipasarkan
• Harga
• Promosi
• Distribusi
• Segmentasi Pasar

b. Perkenalkan usaha olahan makanan kepada masyarakat DAN KEKHASAN


c. Berikan potongan harga , paket khusus
d. Membangun jaringan dengan usaha lain yang dapat
mendukung usaha
e. Menciptakan inovasi pada menu
f. Meningkatkan kualitas pelayanan
g. Media yang dipakai
PERENCANAAN PEMASARAN
1. NAMA PERUSAHAAN : UNIK, MUDAH DIINGAT MISAL : DAGADU
CIPTAKAN SLOGAN : BELUM KE JOGJA PULANG TANPA DAGADU
ALAMAT MUDAH DIDAPAT TERMASUK DENAH
2. PRODUK : KAOS – EVERY DAY IS SUNDAY
3. Segmentasi pasar (4 P : produk, harga, promosi, saluran distribusi)
disesuaikan : usia, jenis kelamin, Pendidikan, penghasilan, status social
4. Membangun jaringan dengan perudahaan yg mendukung
5. Menciptakan inovasi baru pada produkdan pelayanan
6. Media yang dipakai
• Nama : .............................
• Kelas : ...............................
• Laporan Perencanaan Pemasaran Makanan Berdasarkan segmentasi
pasar
• Produk yang mau dipasarkan
• Harga
• Promosi
• Distribusi
• Segmentasi Pasar
• Peluang Usaha Makanan khas daerah
• Pembahasan dan Kesimpulan
Sistem Produksi Makanan

Sumber: Dokumen Kemendikbud

Gambar 4.3 Aneka olahan makanan khas daerah


• Nama Anggota :.........................................................................
• Kelas

Nama Makanan dan      


Foto/ Gambar Bahan Baku Daerah Asal Ciri Khas
       

       

       

       

       

       
PROSES PRODUKSI
Perambatan panas dari suatu sumber panas ke dalam makanan yang
dimasak dapat melalui tiga cara yaitu :
a. Konduksi yaitu perambatan panas melalui benda perantara yang saling
bersentuhan dengan bahan makanan yang akan dimasak. Misalnya
merebus sayuran, dimana air dan bahan makanan saling menyatu;
b. Konveksi yaitu perambatan panas melalui benda perantara dimana
panas dari benda perantara tersebut ikut berpindah. Misalnya
menggunakan oven, terjadi sirkulasi uap panas;
c. Radiasi yaitu perambatan panas melalui pancaran panas langsung dari
sumber panas ke bahan makanan yang dimasak
• Tiga
  teknik pengolahan untuk membuat makanan khas daerah yaitu :
a. Teknik memasak basah
1. Merebus ( boiling )
adalah memasak bahan makanan di dalam cairan (air, susu
atau kaldu) mendidih (kurang lebih 100 c)
2. Menyetup (stewing) ialah memasak bahan makanan di dalam
cairan (air, kaldu atau saus) dalam jumlah yang hampir sama
dengan bahan yang dimasak
3. Braising adalah metode memasak bahan makanan dengan
menggunakan sedikit air atau kaldu
4. Mengukus : Mengukus (steaming) ialah memasak bahan makanan
dengan uap air mendidih
5. Mentim ( au bain marie ) ialah memasak bahan makanan dengan
menggunakan panci tim atau dua panci, yang satu lebih kecil
sehingga dapat dimasukkan kedalam panci yang lain
6. Memblasir ( blanching) ialah merebus sebentar bahan makanan
dalam air mendidih, dengan maksud untuk mengurangi rasa dan bau,
misalnya lobak, isi perut, rebung, dan tulang untuk kaldu
b. Teknik masak kering :
1) Memanggang
2) Mengepan atau mengoven
3) Menggongseng atau menyangan
c. Teknik memasak dengan minyak
1) Menumis
2) Menggoreng
KEMASAN
Kriteria- kriteria tertentu juga harus diperhatikan dalam pemilihan wadah
penyajian/ kemasan, yaitu antara lain :
• Bahan kemasan/ wadah penyajian mampu melindungi isinya dari
berbagai resiko dari luar
• Bahan kemasan tidak berbau.
• Bahan kemasan/wadah penyajian memiliki daya tarik terhadap
konsumen.
• Bahan kemasan/wadah penyajian mudah didapat.
• Pada kemasan terdapat nama produk, tanggal,nama produsen, berat
bersih, komposisi, merk dagang, tanggal kadaluarsa, efek samping.
Cara Mengemas Makanan Dan Bahan Kemasan Tradisionil

Cara mengemas Bahan kemasan Nama Makanan


  Daun pisang Daun Lontong, Bacang
Menggulung bambu Dodol
Daun/kelobot jagung
  Daun pisang Daun Nagasari, tempe Tape
Melipat jambu
  Daun pisang Daun  
Membalut kelapa Lemper, leupeut
Menganyam Daun kelapa Ketupat
MENGHITUNG TITIK IMPAS
• Break Even Point (BEP) dapat diartikan sebagai suatu titik atau
keadaan dimana perusahaan di dalam operasinya tidak memperoleh
keuntungan dan tidak menderita kerugian
• Manfaat BEP adalah:
• Alat perencanaan untuk hasilkan laba
• Memberikan informasi mengenai berbagai tingkat volume penjualan, serta
hubungannya dengan kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat
penjualan yang bersangkutan.
• Mengevaluasi laba dari perusahaan secara keseluruhan
• Mengganti sistem laporan yang tebal dengan grafik yang mudah dibaca dan
dimengerti
• Menghitung BEP
• Dalam menghitung Break Even Point diperlukan komponen
penghitungan dasar seperti berikut ini:
• Fixed Cost. Komponen ini merupakan biaya tetap atau konstan ada walaupun
tidak ada kegiatan produksi. Contoh biaya ini yaitu biaya tenaga kerja, biaya
penyusutan mesin, dll.
• Variabel Cost. Komponen ini merupakan biaya per unit yang sifatnya dinamis
tergantung dari tindakan volume produksinya. Jika produksi yang
direncanakan meningkat, berarti variabel cost pasti akan meningkat. Contoh
biaya ini yaitu biaya bahan baku, biaya listrik, dll.
• Selling Price. Komponen ini adalah harga jual per unit barang atau jasa yang
telah diproduksi.
Manfaat menghitung titik impas
• Alat perencanaan untuk hasilkan laba
• Memberikan informasi mengenai berbagai tingkat volume penjualan, serta
hubungannya dengan kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat
penjualan yang bersangkutan.
• Mengevaluasi laba dari perusahaan secara keseluruhan
• Mengganti sistem laporan yang tebal dengan grafik yang mudah dibaca dan
dimengerti
Menghitung rugi laba
Diasumsikan dalam satu kali proses produksi digunakan 10 kg daging
yang akan menghasilkan sekitar 40 bungkus rendang ukuran 1/4kg.
Perhitungan biaya produksi dan keuntungannya adalah sebagai berikut:
Biaya Variabel :
  Jumlah @ (Rp) Total (Rp)
Daging 10 kg 100000 1000000
Bumbu 1 paket 25000 100000
Toples 40 buah 5000 200000
Kantong plastik 4 gulung 10000 40.000
Mica
Total   1.340.000
Biaya Tetap :

Toples 40 buah 5000 200000


Kantong plastik Mica 4 gulung 10000 40.000
Total   1.340.000

Total biaya:
• Total biaya = Biaya variabel + Biaya tetap
• = Rp. 1.340.000,00 + Rp. 160.700,00
• = Rp. 1.500.700,00
• Penerimaan kotor
• Penerimaan kotor = Jumlah produksi x Harga produksi
= 40 x 45 000 = 1 800 000
Laba bersih = penrimaan kotor – total biaya
= 1 800 000- 1 500 700 = 299 300
PROMOSI
Tujuan promosi :
a. memberi daya Tarik
b. Meningkatkan penjualan
c. membangun loyalitas
Manfaat promosi :
• Mengetahui produk yang diinginkan para konsumen
• Mengetahui tingkat kebutuhan konsumen akan suatu produk
• Mengetahui cara pengenalan dan penyampaian produk hingga sampai ke
konsumen
• Mengetahui harga yang sesuai dengan kondisi pasaran
• Mengetahui strategi promosiyang tepat kepada para konsumen
• Mengetahui kondisi persaingan pasar dan cara mengatasinya
• Menciptakan image sebuah produk dengan adanya promosi
TUGAS-TUGAS :
1. Belilah satu jenis makanan khas daerahmu.
• Carilah informasi tentang bahan yang digunakan, kandungan nutrisi
dan manfaat makanan khas daerah yang kamu beli dengan
mewawancarai penjual dan studi pustaka.
• Hasilnya catat dalam tabel di LK.8 dan diskusikan dengan
kelompokmu.
• Presentasikan di depan kelas.
Nama Bahan yang Kandungan   Sumber
Makanan digunakan Nutrisi Manfaat Informasi
         
PPT PENGOLAHAN : TUGAS XI A 3 DAN XI A 5 DAN XI A 1

MAKANAN DAERAH
1. Bahan baku diusahakan yang ada disekitar daerah kita
2. Kelompok 6 orang / per kelompok
3. Bahan bahan dan harga bahan
4. Alat yang diperlukan
5. Proses pembuatan
6. Hasil berapa satuan dan hasil jual ( Rp )
7. Sasaran pasar / konsumen
8. Cara pemasaran