Anda di halaman 1dari 45

GANGGUAN

PSIKOTIK DAN
MOOD

Disajikan oleh:
Heidyana Rachma Putri
Ilham Rachmat Setiawan

Pembimbing:
dr. WINARNI DIAN, Sp.KJ
GANGGUAN JIWA PSIKOTIK
•Gangguan berat dalam fungsi sosial dan pribadi yang ditandai
oleh penarikan sosial dan ketidakmampuan untuk melakukan
peranan rumah tangga dan pekerjaan yang biasanya.
 Gangguan kesadaran
 Hilangnya sense of reality
 Gangguan persepsi & proses berpikir
 Halusinasi (+), waham (+)
 perilaku yang kacau
 Salah dalam menyimpulkan dunia luar
 Gangguan afek emosi (+)
KLASIFIKASI PSIKOSIS
GANGGUAN PSIKOTIK ORGANIK
DEFINISI PSIKOSA
ORGANIK
◉ Gangguan mental yang berkaitan dengan penyakit /
gangguan otak atau sistemik yang dapat di
diagnosa tersendiri.
◉ Termasuk, gangguan mental simtomatik, di mana
pengaruh terhadap otak merupakan akibat sekunder
dari penyakit / gangguan sistemik di luar otak
◉Primer (efek langsung pada
otak):
Trauma
Infeksi
PENYEBAB Gangguan Vaskular
Tumor

◉Sekunder (tidak langsung pada


otak) :
Gangguan Metabolik
Gangguan Toxin
Gangguan hipoksia
DEMENSI
A Suatu sindrom akibat penyakit / gangguan otak yang
biasanya bersifat kronik-progresif, dimana terdapat
gangguan fungsi luhur kortikal yang multipel, termasuk
di dalamnya : daya ingat, daya pikir, orientasi, daya
tangkap, berhitung, kemampuan belajar, berbahasa,
dan daya nilai (judgment).

Umumnya disertai, ada kalanya diawali, dengan


kemerosotan dalam pengendalian emosi, perilaku sosial,
atau motivasi hidup.

Disebabkan oleh kerusakan jaringan otak yang


irreversibel
….DEMENSIA

•Penegakan Diagnosis
Adanya penurunan kemampuan
daya ingat dan daya pikir, yang
sampai mengganggu kegiatan harian
seseorang (personal activities of daily
living), seperti mandi, berpakaian,
makan, kebersihan diri, BAB dan BAK.
Kesadaran normal (clear
consciousness).
Gejala dan disabilitas sudah nyata
untuk paling sedikit 6 bulan.
TATALAKSANA

TATA LAKSANA
DELIRIUM
Sindrome otak organik karena gangguan fungsi atau
metabolisme otak secara umum atau karena keracunan
yang menghambat metabolisme otak.

Gejala utama : kesadaran yang menurun

Gejala lain : penderita tidak mampu mengenal orang dan


berkomunikasi dg baik, ada yang bingung atau cemas,
gelisah dan panik, halusinasi (+), bicara inkoheren, Onset
akut
Biasanya hilang jika penyakit etiologi telah sembuh.
ETIOLOGI

Keadaan lepas zat pd


penyalahgunaan zat Tanpa etiologi spesifik
psikoaktif
GEJALA

Gejala
prodromal

•2 karakteristik pd gejala delirium yg bersifat sementara :


•-Onset akut
•-Fluktuasi dari gejala sepanjang hari
GEJALA LAIN
◉ Gangguan kesadaran
◉ Gangguan neuropsikiatrik
 Gangguan perhatian (memusat, mempertahan,
mengalih)
 Amnesia
 Disorientasi
 Gangguan visuo-konstruksional
 Gangguan fungsi luhur
 Gangguan pola berpikir
 Gangguan bicara & bahasa
◉ Gangguan persepsi (optik > auditorik)
◉ Gangguan psikomotor
◉ Gangguan mood
◉ Gangguan pola tidur
DIAGNOSIS
PENATALAKSANAAN

PENATALAKSANAAN

◉ Kerjasama dgn bidang yg terkait


◉ Mengatasi penyakit organik yg mendasari
◉ Monitoring, evaluasi & terapi dengan medikamentosa &
manipulasi lingkungan
◉ Tx simptomatik dgn:
 Haloperidol 0.5-1.0mg PO/IV tiap 4 jam prn
 Risperidone 0.5-1.0 mg PO tiap 4 jam prn
 Lorazepam 0.5-1.0 mg PO tiap 4 jam (khusus utk
olh krn alkohol/benzodiazepine withdrawal)
◉ Manipulasi lingkungan
 Ruang tidak berisik, terang & nyaman
 Suasana familiar
 Caregiver yg pasien kenal
 Penderita harus dijaga supaya tidak melukakan
dirinya
PSIKOSA KARENA
KONDISI
MEDIS UMUM
•Definisi
◉Untuk dapat menegakkan diagnosis psikosis
karena kondisi medis umum, dokter pertama-tama
harus mengeksklusi sindrom dimana gejala psikosis
dapat muncul sebagai hubungan dengan gangguan
kognitif (seperti delirium dan demensia tipe
Alzheimer)
◉Gangguan mental pada kategori ini
umumnya tidak berhubungan dengan
perubahan sensorium
PSIKOSA KARENA KONDISI MEDIS UMUM

•Etiologi
PSIKOSA AKIBAT PENGGUNAAN
ZAT PSIKOAKTIF

•Gangguan psikotik yang terjadi selama atau


segera sesudah penggunaan zat psikoaktif,
bukan merupakan manifestasi dari keadaan
putus zat, dengan delirium
GANGGUAN PSIKOTIK NON
ORGANIK / FUNGSIONAL
DEFINIS
I
•Gangguan mental yang tidak
berasal atau diakibatkan
adanya penyakit otak atau
sistemik
F20
Skizofrenia
◉Sindrome dengan variasi penyebab dan perjalanan
penyakit yang luas, serta sejumlah akibat yang
tergantung pada pertimbangan pengaruh genetik, fisik,
dan sosial budaya

◉Ditandai :
penyimpangan fundamental dan karakteristik dari
pikiran dan persepsi,
afek yang tidak wajar (inappropriate) atau tumpul
(blunted).
kesadaran yang jernih (clear consciousness)
kemampuan intelektualitas terpelihara.
Etiologi
Pedoman Diagnostik Skizofrenia

Pedoman diagnostik
 Harus ada 1 gejala yg jelas,atau 2/lebih gejala bila kurang jelas:

A.- Thought echo


• isi pikirannya berulang/bergema dalam
kepalanya
• - Thought insertion or withdrawal
• isi pikiran dari luar masuk ke pikirannya
(insertion), isi pikirannya diambil keluar
(withdrawal)
• - Thought broadcasting
• merasa bahwa orang lain dapat
mengetahuI pikirannya
• B. - delusion of control
• dirinya dikendalikan oleh kekuatan luar
• - delusion of influence
• dirinya dipengaruhi oleh kekuatan luar
• - delusion of passivity
• dirinya tidak berdaya
• - delusion of perception
• pengalaman inderawi yang didapatkan
tdk wajar, khas bersifat mistik/mukjizat
• C. Halusinasi auditorik :
• - Suara halusinasi yang berkomentar ttg
perilakunya
• - Suara mendiskusikan dirinya
• - Suara dari salah satu anggota
badannya


• D. Waham lain yg menurut
budayanya tdk wajar (mampu
mengendalikan cuaca,
berkomunikasi dg mahluk dari dunia
lain)

 Atau paling sedikit 2 gejala ini harus ada


secara jelas:
E. Halusinasi yg jelas dr panca indera apa saja
F. Arus pikiran yg terputus (inkoherensi,
irrelevan, neologisme)
G. Perilaku katatonik
H. Gejala negatif : apatis, jarang bicara,
kemauan rendah, efek tumpul.

 Gejala tersebut berlangsung 1 bulan atau


lebih.
 Ada perubahan yang konsisten &
bermakna dalam keseluruhan/beberapa
aspek perilaku pribadinya
F20.0 Skizofrenia
paranoid

◉ Sering mulai sesudah usia


30 tahun
◉ Kepribadian penderita
sebelum sakit sering dapat
digolongkan skizoid (mudah
tersinggung, suka
menyendiri, agak congkak,
kurang percaya pada orang
lain)
F20.0 Skizofrenia
paranoid
A. Waham atau halusinasi harus
menonjol

B. Ekspresi afektif tumpul / tak


serasi, gejala katatonik, atau
inkoherensi tidak menonjol
F20.1 Skizofrenia
hebrefrenik

◉ Sering timbul pada masa remaja


atau antara usia 15-25 tahun
◉ Penampilan personal kumal, dan
kelakuan sosialnya dan respon
emosinya tidak tepat.
◉ Sering tertawa terbahak-bahak
tanpa alasan yang jelas.
◉ Sering menyeringai dengan tidak
pantas dan meringis, tingkah
lakunya konyol atau bodoh
F20.1 Skizofrenia
hebrefrenik

A. Harus terdapat ekspresi afektif


tumpul atau tidak serasi
B. Harus terdapat salah satu dari :
(1) Perilaku tak bertujuan
(2) Inkoherensi atau pembicaraan
tak menentu
C. Waham atau halusinasi tidak
menonjol
F20.2
F20.2 Skizofrenia
Skizofrenia katatonik
katatonik

◉ Onset biasanya usia 15-30


tahun
◉ Akut  didahului stress
emosional
- Stupor katatonik
- Gaduh – gelisah katatonik
◉ Tanda klasiknya: gangguan
fungsi motoris
Stupor Gaduh Gelisah
Katatonik Katatonik
◉Mutisme ◉Hiperaktivitas
◉Muka topeng motorik
◉Stupor : penderita ◉Tidak disertai emosi
tidak bergerak sama
sekali ◉Tidak dipengaruhi
◉Negativisme rangsang dari luar
◉Grimas + katalepsi ◉Gejala :
- Atereotipi
- Manerisme
- Grimas
- Neologisme
F20.3 Skizofrenia tak
terinci

Tidak memenuhi salah satu kriteria


atau memenuhi lebih dari satu
kriteria subtipe skizofrenia
F20.4 Depresi pasca
Skizofrenia

A. Pernah memenuhi kriteria skizofrenia


dalam 12 bulan terakhir
B. Salah satu dari gejala psikotik kelompok
(2) dari skizofrenia harus tetap ada
C. Memenuhi kriteria episode depresif
yang menonjol paling sedikit dua
minggu
F20.5 Skizofrenia
residual
A. Saat ini tidak memenuhi kriteria skizofrenia
B. Paling sedikit terdapat 4 gejala negatif berikut ini
untuk waktu 12 bulan atau lebih
(1) Perlambatan Psikomotor
(2) Ekspresi Afektif Tumpul
(3) Pasif dan inisiatif kurang
(4) Kemiskinan kuantitas dan isi pembicaraan
(5) Miskin komunikasi nonverbal
(6) Perawatan diri dan kinerja sosial yang
buruk
Penatalaksanaan

A. Terdapat 3 hal penting yang harus


diperhatikan dalam penanganan
penderita skizofrenia adalah :
• Terapi harus disesuaikan dengan
lingkungan yang mendukung
pasien
• Strategis nonfarmakologik harus
mengatasi masalah-masalah
nonbiologik
• Terapi tunggal jarang memberi
hasil yang memuaskan, karena
gangguan skizofrenia adalah suatu
gangguan yang kompleks
• B. Antipsikotik

• Terdapat 5 pedoman dalam penggunaan


• antipsikotik pada penderita skizofrenia ,
yaitu :
(1) Tentukan “target symtomps” terlebih
dahulu
(2) Antipsikotik yang telah berhasil dengan
baik pada masa lampau sebaiknya
tetap dipergunakan
(3) Pengganti jenis antipsikotik baru
dilakukan setelah jenis antipsikotik
sebelumnya telah dipergunakan 4 – 6
minggu
(4) Hindari polifarmasi
(5) Dosis maintenance adalah dosis
efektif terendah
• Terdapat 3 kelompok besar antipsikotik
yang dipergunakan, yaitu :
• 1. Dopamin Reseptor Antagonis
Kekurangannya :
• 50 % penderita tetap tidak banyak
perbaikan
• Efek samping yang cukup serius ( tardive
diskinesia dam neuroleptik malignan
sindrom )
Beberapa kelompok obat yang sering
dipergunakan :
• Chlorpromazine
• Trifluoperazine
• Haloperidol
• Thionidazine
• 2. Risperidone ( Risperidal )
• Lebih efektif
• Efek samping neurologik sangat berkurang
• Dapat mengatasi “positif” dan “negatif
symtomps”
• 3. Clozapine
• Kekurangan : agranulositosis dan harganya
mahal
• Kelebihannya : tidak menyebabkan tardive
diskinesia
•C. Psikososial
–Terapi perilaku
–Famili terapi
–Grup terapi
–Psikoterapi individual
D. Psikoterapi
– Psikoterapi suportif
– Psikoterapi reedukatif
– Psikoterapi rekonstruktif
– Psikoterapi kognitif
– Psikoterapi-psikodinamik
– Psikoterapi perilaku
– Psikoterapi keluarga
F22 Gangguan Waham
Menetap
Gangguan psikotik fungsional dengan gejala utama adanya
waham yang berlangsung lama sebagai satu-satunya
gejala klinis yang menonjol.

•Gejala klinis :
• - Waham yang menonjol
• - Respon emosi & perilaku sangat serasi dg wahamnya.
• - Dapat ada halusinasi tetapi tidak menonjol.
•Jenis waham : - erotomatik (dicintai) -
dianiaya
• - kebesaran -
somatik
• - cemburu - tipe campuran
Cenderung berusia 40 an
Walaupun dpt melakukan pekerjaan dg baik,
penderita cenderung mengalami isolasi sosial
Bila terdapat disfungsi pekerjaan & sosial, hal
ini merupakan respons langsung thd waham
mereka
•Pedoman diagnostik
Waham-waham merupakan satu2nya ciri khas klinis
atau gejala yg paling mencolok. Harus sudah ada paling
tidak selama 3 bulan, harus bersifat khas pribadi & bukan
budaya setempat
Gejala-gejala depresif atau bahkan episode depresif yg
full blown mungkin terjadi secara intermiten, dg syarat
waham tsb menetap pada saat tidak terdapat Gangguan
afektif itu
Tidak boleh ada bukti ttg penyakit otak
Tidak boleh ada halusinasi auditorik, atau hanya
kadang2 saja & bersifat sementara
Tidak ada riwayat gejala skizofrenia
F22 Gangguan Skizoafektif
 Gejala skizofrenia & gejala afektif sama-
sama menonjol pada saat yang
bersamaan.
 Tipe gangguan skizoafektif :
1. Gangguan skizoafektif tipe manik
• Afek harus meningkat secara
menonjol/ada peningkatan afek yang tdk
begitu menonjol dikombinasi dg
iritabilitas/kegelisahan yang memuncak
2. Gangguan skizoafektif tipe depresif
• Afek depresi harus menonjol
3. Gangguan afektif tipe campuran
• Gejala skizofrenia & gejala afektif
bipolar campuran berada scr bersama-sama
•TERIMA KASIH