Anda di halaman 1dari 21

Aspek Hukum dalam

Penyusunan Laporan
Keuangan Badan
Usaha (Korporasi)
Nama Kelompok:

1. Vina Kusuma Adriani (041811333059)


2. Elkabyta Auviyanti Bintarto (041811333061)
3. Vira Ayu Damayanti (041811333077)
4. Rizka Khairunnisa (041811333084)
5. Carina Jesslyn T. (041811333085)
UU No 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas

PP No 24 Tahun 1998 tentang Informasi Keuangan Tahunan


Dasar Hukum Perusahaan

PP No 64 Tahun 1999 tentang Perubahan atas PP No 24 Tahun


1998

SK Menperindag No 121 Tahun 2002 tentang Ketentuan


Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan
No: 121/MPP/Kep/2/2002
UU No 40 Tahun
2007
Tentang Perseroan Terbatas

Menurut UU No 40 Tahun 2007 Pasal 1, Perseroan Terbatas
adalah badan hukum yang merupakan persekutuan
modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan
kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya
terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang
ditetapkan dalam undang-undang ini serta peraturan
pelaksanaannya
Laporan tahunan Perseroan Terbatas
harus memuat sekurang-kurangnya:
PP No 40 Tahun
- Laporan Keuangan
2007 Pasal 66
Neraca akhir tahun

Laporan laba rugi

Laporan arus kas

Laporan perubahan ekuitas

Catatan atas laporan keuangan


- Laporan mengenai kegiatan perseroan
- Laporan pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan
Lingkungan
- Rincian masalah yang timbul selama tahun buku
yang mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan
- Laporan mengenai tugas pengawasan yang
telah dilaksanakan oleh Dewan Komisaris
selama tahun buku yang baru lampau
- Nama anggota Direksi dan anggota Dewan
Komisaris
- Gaji dan tunjangan bagi anggota Direksi dan gaji
atau honorarium dan tunjangan bagi anggota
Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun yang
baru lampau
Pasal 66 Pasal 67

Laporan keuangan disusun Laporan tahunan


berdasarkan standar akuntansi ditandatangani oleh semua
keuangan anggota Direksi dan semua
anggota Dewan Komisaris
yang menjabat pada tahun
Direksi menyampaikan laporan buku yang bersangkutan dan
tahunan kepada RUPS setelah disediakan di kantor Perseroan
ditelaah oleh Dewan Komisaris sejak tanggal panggilan RUPS
dalam jangka waktu paling untuk dapat diperiksa oleh
lambat 6 (enam) bulan setelah pemegang saham
tahun buku Perseroan berakhir
Direksi wajib menyerahkan laporan keuangan
Perseroan kepada akuntan publik untuk diaudit
apabila:
PP No 40 - kegiatan usaha Perseroan adalah menghimpun
Tahun 2007 dan/atau mengelola dana masyarakat;
Pasal 68 - Perseroan menerbitkan surat pengakuan utang
kepada masyarakat;
- Perseroan merupakan Perseroan Terbuka;
- Perseroan merupakan persero;
- Perseroan mempunyai aset dan/atau jumlah
peredaran usaha dengan jumlah nilai paling
sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar
rupiah); atau
- diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan
PP No 40 Tahun 2007 Pasal 69

Dalam hal laporan


keuangan yang
Persetujuan laporan Anggota Direksi dan
disediakan ternyata
tahunan termasuk anggota Dewan
tidak benar dan/atau
pengesahan laporan Komisaris dibebaskan
menyesatkan, anggota
keuangan serta dari tanggung jawab
Direksi dan anggota
laporan tugas apabila terbukti bahwa
Dewan Komisaris
pengawasan Dewan keadaan tersebut
secara tanggung
Komisaris dilakukan bukan karena
renteng bertanggung
oleh RUPS kesalahannya
jawab terhadap pihak
yang dirugikan
Peraturan
Pemerintah
no.24 thn 1998
Tentang Informasi Keuangan
Tahunan Perusahaan
Laporan Keuangan Tahunan sebagaimana dimaksud
dalam PP no.24 thn 1998 Pasal 2 ayat (1) meliputi :

1. Neraca Perusahaan
2. Laporan Laba/Rugi Perusahaan
3. Laporan Arus Kas
4. Utang Piutang termasuk Kredit Bank
5. Daftar Penyertaan Modal.
Berlaku bagi perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas
yang :
1. merupakan perseroan terbuka
2. bidang usaha perseroan berkaitan dengan pengerahan dana
masyarakat.
3. mengeluarkan surat pengakuan utang, atau
4. memiliki jumlah aktiva atau kekayaan paling sedikit Rp.
50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah).

Bagi Perusahaan yang tidak termasuk perusahaan dengan kriteria


tersebut kewajiban menyampaikan Laporan Keuangan Tahunan
ditetapkan oleh Menteri
Peraturan
Pemerintah No
64 Tahun 1999
Tentang Perubahan atas PP
No 24 Tahun 1998
Menurut PP No 64 Tahun 1999 pasal 3, laporan
keuangan tahunan perusahaan meliputi:

1. Neraca
2. Laporan Laba Rugi
3. Laporan Perubahan Ekuitas
4. Laporan Arus Kas
5. Catatan Atas Laporan Keuangan yang mengungkapkan
utang piutang termasuk kredit bank dan daftar
penyertaan modal
Pada PP No 64 Tahun 1999 pasal 4 diubah
menjadi:

Perseroan Terbatas yang memenuhi salah satu


kriteria:
merupakan Perseroan Terbuka;
bidang usaha perseroan berkaitan dengan
pengerahan dana masyarakat;
mengeluarkan surat pengakuan utang;
memiliki jumlah aktiva atau kekayaan paling sedikit
Rp.50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah);
merupakan debitur yang laporan keuangan
tahunannya diwajibkan oleh bank untuk diaudit.
Ketentuan mengenai besarnya
Pada PP No 64 Tahun aktiva atau kekayaan perusahaan
1999, diantara pasal 4 sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 4 ayat (1) huruf a angka 4
dan 5 ditambahkan diturunkan menjadi paling sedikit
ketentuan baru yang Rp.25.000.000.000,00 (dua puluh
dijadikan pasal 4A lima miliar rupiah) mulia tahun
buku 2000
SK MENPERINDAG
NO
121/MPP/KEP/2/2002
Tentang Ketentuan Penyampaian
Laporan Keuangan Tahunan
Perusahaan

Pasal 2
Setiap perusahaan yang berstatus di kantor pusat, berkedudukan
dan menjalankan kegiatan usahanya di wilayah Negara Republik
Indonesia diwajibkan menyampaikan LKTP kepada Direktorat Bina
Usaha dan Pendaftaran Perusahaan
LKTP yang 1. Neraca
wajib 2. Laporan Laba Rugi
disampaikan 3. Laporan Perubahan Ekuitas
meliputi: 4. Laporan Arus Kas
5. Catatan Atas Laporan Keuangan yang
mengungkapkan utang piutang termasuk kredit
bank dan investasi perusahaan dalam bentuk
penyertaan langsung ke perusahaan lain

SK MENPERINDAG No 121 Tahun 2002 Pasal 4


Perseroan & perusahaan asing yang melakukan kegiatan
usaha di RI: Perusahaan atau KAP dengan surat kuasa sah dari
Tata Cara perusahaan
Penyampaian PERSERO, Perum, Perusahaan Daerah: Perusahaan
LKTP

Menyerahkan:
1. Buku LKTP dan profil perusahaan (hardcopy, 1 exemplar)
2. Copy surat kuasa (untuk KAP)
3. File LKTP dan file profil perusahaan bentuk PDF

Selambatnya 7 hari kerja setelah diterimanya berkas LKTP secara


lengkap