Anda di halaman 1dari 21

+

PERDARAHAN UTERUS
ABNORMAL
PEMBIMBING :
Prof. DR. Dr. Eddy Suparman, SpOG-K
+ DEFINISI

Perdarahan uterus abnormal (PUA) /


Abnormal Uterine Bleeding (AUB),
meliputi semua kelainan menstruasi
baik dalam hal jumlah, lama, maupun
saat terjadinya.
+ TERMINOLOGI

 Menoragia (perdarahan menstruasi banyak) diganti


dengan Heavy Menstrual Bleeding (HMB) :
perdarahan mestruasi dengan jumlah darah
menstruasi > 80 cc atau lamanya > 7 hari pada siklus
yang teratur.

 Metroragia (perdarahan terjadi diantara menstruasi yang


siklik dan terprediksi) diganti dengan Intermenstrual
Bleeding (IMB).

 Sedangkan Perdarahan Uterus Disfungsional (PUD)


merupakan kelainan koagulopati, gangguan hemostasis
endometrium, dan gangguan ovulasi, istilah tersebut
ditiadakan.
+ KLASIFIKASI

 PUA dibagi berdasarkan penyebab dan


jumlah-lama-saat perdarahan.

 PUAberdasarkan penyebabnya disebut


dengan PALM-COEIN :
n PALM adalah Polyp,
Adenomyosis,Leiomyoma, Malignancy-
hyperplasia. Dapat didiagnosis secara
visual dengan teknik pencitraan dan / atau
histopatologi (AUB Structural).
+ SISTEM KLASIFIKASI FIGO

PUA berdasarkan penyebabnya disebut


dengan PALM-COEIN :
n COEIN adalah Coagulopathy, Ovulatory
dysfunction, Endometrial, Iatrogenic,
dan Not yet classified (semula
dinamakan PUD / DUB). Tidak dapat
ditentukan dengan pencitraan atau
histopatologi (AUB Non-Structural).
+ SISTEM KLASIFIKASI FIGO

Berdasarkan jumlah, lama, maupun saat


terjadinya PUA dibagi menjadi :
A. Akut
B. Kronik
C. Perdarahan Tengah ( Intermenstrual
Bleeding)
+ PERDARAHAN UTERUS
ABNORMAL (PUA)

A. Perdarahan uterus abnormal akut


didefinisikan sebagai perdarahan
menstruasi yang banyak sehingga perlu
dilakukan penanganan lebih cepat untuk
mencegah kehilangan darah.
Perdarahan uterus abnormal akut juga
dapat terjadi pada kondisi PUA kronik
atau tanpa riwayat sebelumnya.
+ PERDARAHAN UTERUS
ABNORMAL (PUA)

B. Perdarahan uterus abnormal kronik


merupakan perdarahan uterus abnormal
yang telah terjadi lebih dari 3 bulan.
Kondisi ini biasanya tidak memerlukan
penanganan yang cepat.
+ PERDARAHAN UTERUS
ABNORMAL (PUA)

C. Perdarahan tengah (intermenstrual


bleeding) merupakan perdarahan yang
terjadi diantara menstruasi yang siklik
dan terprediksi. Dapat terjadi kapan saja
atau terjadi di waktu yang sama setiap
siklus. Istilah ini ditujukan untuk
menggantikan terminologi metroragia.
+
POLIP

1) Biasanya polip bersifat asimptomatik,


namun pada umumnya dapat pula
menyebabkan PUA.

2) Lesi umumnya jinak, namun sebagian


kecil atipik atau ganas.

3) Diagnosis polip ditegakkan berdasarkan


pemeriksaan USG dan atau histeroskopi,
dengan atau tanpa hasil histopatologi.
+
ADENOMIOSIS

1) Kriteria adenomiosis ditentukan


berdasarkan kedalaman jaringan
endometrium pada hasil histopatologi.
2) Adenomiosis dimasukkan dalam sistem
klasifikasi berdasarkan pemeriksaan MRI
dan USG. Mengingat terbatasnya fasilitas
MRI, pemerikasaan USG cukup untuk
mendiagnosis adenomiosis.
3) Hasil USG menunjukkan jaringan
endometrium heterotopik pada
miometrium dan sebagian berhubungan
+ LEIOMIOMA UTERI

1) Mioma uteri umumnya tidak memberikan


gejala dan biasanya bukan penyebabnya
PUA secara sendiri.
2) Diklasifikasikan berdasarkan lokasinya:
subserosa, intramural, submukosa
+
MALIGNANCY AND
HYPERPLASIA
1) Meskipun jarang ditemukan, namun
hiperplasia atipik dan keganasan
merupakan penyebab penting PUA
2) Klasifikasi hiperplasia berdasarkan atipik
atau tipik, menentukan tatalaksana lanjut
+ COAGULOPATHY

1) Terminologi koagulopati digunakan untuk


kelainan hemostasis sistemik yang terkait
dengan PUA
2) Tiga belas persen perempuan dengan
perdarahan menstruasi banyak memiliki
kelainan hemostasis sistemik, dan yang
paling sering ditemukan adalah penyakit
von willebrand
+ OVULATORY DYSFUNCTION

1) Gangguan ovulasi merupakan salah satu


penyebab PUA dengan manifestasi klinik
perdarahan yang sulit diramalkan dengan
jumlah darah yang bervariasi.
2) Dahulu termasuk kriteria perdarahan
uterus disfungsional (PUD)
3) Gejala bervariasi mulai dari amenorea,
perdarahan ringan dan jarang, hingga
perdarahan menstruasi banyak.
+ OVULATORY DYSFUNCTION

4) Gangguan ovulasi dapat disebabkan oleh


sindrom ovarium polikistik (SOPK),
hiperprolaktinemia, hipotiroid, obesitas,
penurunan berat badan, anoreksia, atau
olahraga yang berat.
+
ENDOMETRIAL

1) Perdarahan uterus abnormal yang terjadi


pada siklus menstruasi yang teratur.
2) Penyebab perdarahan pada kelompok ini
adalah gangguan hemostasis lokal
endometrium.
+ IATROGENIK

1) Perdarahan uterus abnormal yang berhubungan


dengan penggunaan estrogen, progestin, atau
AKDR.
2) Penggunaan obat atau alat medis dapat
langsung mempengaruhi endometrium,
mengganggu mekanisme hemostasis lokal
endometrium, atau mempengaruhi ovulasi.
3) Perdarahan endometrium di luar jadwal yang
terjadi akibat penggunaan estrogen atau
progrestin dimasukkan dalam istilah perdarahan
sela atau breakthrough bleeding (BTB).
+ IATROGENIK

4) Perdarahan sela terjadi karena rendahnya


konsentrasi estrogen dalam sirkulasi yang
disebabkan tingkat kepatuhan pasien yang rendah
(lupa atau telat minum pil kontrasepsi).
5) Perdarahan menstruasi banyak sering terjadi pada
perempuan pengguna obat anti koagulan
(warfarin, heparin, dan low molecular weight
heparin). Karena perempuan yang menggunakan
obat tersebut diatas biasanya mempunyai kelainan
hemostasis bawaan maka menurut kesepakatan
kelompok ini dimasukkan ke dalam kategori PUA-C.
+
NOT YET CLASSIFIED

1) Kategori not yet classified dibuat untuk


penyebab lain yang jarang atau yang
susah untuk digolongkan ke dalam
kategori lainnya.
2) Termasuk di dalamnya yakni beberapa
keadaan lain pada endometrium seperti
endometritis kronik atau malformasi ateri
–vena.
+