Anda di halaman 1dari 56

KIMIA AIR

AIR MURNI (H2O)


• Komposisi kimia air murni adalah atom dua H
dan satu atom O (Hidrogen monoksida)
• Garam dapur NaCl dilarutkan dalam air, terurai
manjadi Na+ dan Cl-, maka air bersifat
menghantarkan listrik. HYDROPHILIC (suka air).
• Minyak, lemak tidak larut dalam air
HYDROPHOBIC (takut air)
• Zat pengotor yang berupa kation+ dan anion-
dapat larut dalam air
KWALITAS AIR

Banyaknya zat pengotor didalam air


sehingga memenuhi abang batas
sesuai peruntukannya
STANDAR KWALITAS AIR

Air dikatkan bersih dan dapat diminum serta


dapat digunakan untuk keperluan sehari-
hari, apabila secara fisik, kimia, dan biologi
memenuhi standar yang disyaratkan
STANDAR AIR MINUM
Di Indonesia standar air minum yg
berlaku dibuat th 1975 dan diperbaiki th
1990 serta th 2002
•PER-MEN-KESRI
NO:416/MENKES/PER/IX/1990, Berisi
syarat air minum dan air bersih
•PER-MEN-KESRI NO:
907/MENKES/SK/VII/2002, Berisi
penggolongan air
KEPUTUSAN GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT I JAWA TENGAH NO.
660.1/26/1990

BAKU MUTU AIR BAKU AIR MINUM


GOL B
Water treatment
ZAT LARUT DALAM AIR (impurities)
KATION ANION
• Sodium (Na+) • Clorida (Cl-)
• Potassium (K+) • Sulfat (SO4-)
• Calsium (Ca++) • Carbinate (CO3-)
• Magnesium (Mg++) • Hydroxide (OH-)
• Iron (Fe++) • Gas Oxygen (O2)
• Barrium (Ba++) • Gas Hydrogen Sulfide (H2S)
• Strontium (Sr++) • Gas Carbon dioxide (CO2)
• Alumunium (Al+++)
• Manganese (Mn++)
ZAT PADAT DALAM AIR

Terlarut Koloid Tersuspensi

Bakteri, Partikel deskrit


Atom Koloid ,
Molekul kwartsa (dpt mengendap)
tanah liat,
protein
Kasar Flok

10 10 10 9 10 8
10 7
10 6 10 5 10 4 10 3 10 2

Membran
F. kertas Filter pasir

Skala ukuran partikel dalam air serta efisiensi jenis filter


PEMISAHAN PARTIKEL 1μ=0,0001 Cm
X= Kotoran, dapat berupa kontaminasi oleh bakteri atau polusi oleh
bahan organik, mineral, warna, bau dan rasa.
Air berwarna sulit dihilangkan
Untuk mengurangi X dilakukan penyisihan (treatment)

AIR KOTOR (H2O+X)


Peyisihan terhadap polusi dapat dilakukan dengan:
SEDIMENTASI, KOAGULASI , FILTRASI, AERASI, DESTILASI, PELUNAKAN,
REVERSE OSMOSIS, ELEKTROKIMIA DLL
Penyisihan kontaminasi dapat dilakukan dengan desinfeksi

PENYISIHAN (TREATMENT)
URUTAN
PROSES
PENJERNIHAN
AIR BAKU
AIR LIMBAH WARNA
INDUSTRI BATIK
VARIASI WARNA LIMBAH BATIK
MEWARNA KAIN PUTIH untuk pola
PENCUCIAN KAIN WARNA
REAKTOR ELEKTROKIMIA
WARNA LIMBAH
SETELAH REAKTOR
DIALIRI ARUS DC
REAKTOR ELEKTROKIMIA ALIRAN
KONTINU DENGAN BAK
PENGENDAP BAFEL MIRING
HASIL PERCOBAAN DENGAN
VARIASI VOLT DAN AMPHERE
SEDIMENTASI (PENGENDAPAN)

Waktu tinggal 1,5-3 jam


Flokulasi-koagulasi adalah proses secara kimia pemisahan partikel koloid
dari dalam air dengan cara menambahkan bahan koagulan sebelum
dilakukan proses pengendapan.

KOAGULASI-FLOKULASI
Mengingat ukuran partikel koloid sekitar 0,001 – 0,1 mikron ,
sehingga kecepatan pengendapannya sangat kecil.. Partikel
koloid dengan ukuran besar yang diameternya 0,1 mikron
mempunyai kecepatan pengendapan sebesar 0,3 m/tahun.

Untuk itu pengendapan dapat dilakukan dengan


penambahan bahan kimia koagulan maka akan terjadi proses
destabilisasi dari partikel koloid yang ada dalam air.

Penambahan bahan koagulan akan dimungkinkan proses


penggabungan antar partikel koloid atau terjadi pengikatan
partikel koloid oleh flok hasil reaksi bahan koagulan dalam air
membentuk gumpalan yang besar dan memperbesar
kecepatan pengendapan.
PARTIKEL STABIL

BELUM ADA PENAMBAHAN KOAGULAN

AIR
KOTOR

- - -

PARTIKEL STABIL
PENAMBAHAN KOAGULAN KURANG

+ PARTIKEL KOAGULAN

AIR
KOTOR

PARTIKEL TIDAK STABIL

- - -
+ +
PARTIKEL STABIL
PARTIKEL TIDAK STABIL

AIR
KOTOR

- - -
+ + +
KONDISI OPTIMUM

PENAMBAHAN KOAGULAN TEPAT

AIR
KOTOR
-
+

- -
+ +
PENAMBAHAN KOAGULAN BERLEBIH

AIR
KOTOR

- - -
+ + +
+
d. Bahan koagulan

• Bahan koagulan yang umum dipergunakan dalam pengolahan air atau air
limbah adalah garam aluminium (Aluminium Sulfat) dan garam besi
(Ferosulfat , Feri sulfat dan Feri klorida). Bahan-bahan lain yang sering
digunakan untuk membantu proses koagulasi adalah bahan seperti
polimer yang berfungsi sebagai coagulant aid .misal PAC Al10(OH)15CL15
• Contoh bahan koagulan diantaranya :Aluminium Sulfat (Al2(SO4)3) atau
yang sering disebut Alum merupakan bahan koagulan yang sering
digunakan dalam pengolahan air karena harganya murah dan mudah
diperoleh di pasaran.
• Bahan ini berfungsi efektif pada kisaran pH = 5,0 – 7,5.
• Soda abu sering ditambahkan untuk memperbesar alkalinitas air agar
proses koagulasi berlangsung dengan baik. Tetapi penambahan kapur
sering menimbulkan masalah baru yaitu kesadahan.
REAKSI
PEMBENTUKAN
FLOK

Al2 (SO4)3 14H2O + 6H2O - 2 Al(OH)3 +3H2SO4+14H2O

Endapan floc
Larutan tawas
(alum)
Tujuan percobaan jar-tes adalah untuk menentukan dosis koagulan yang
optimum.
Nilai dimana dengan penambahan koagulan, air kotor akan semakin
jernih hingga batas tertentu, yang akhirnya air menjadi keruh kembali
disebabkan kelebihan koagulan yang ditambahkan.

PERCOBAAN JAR-TES
PERCOBAAN JAR-TES
Masing-masing gelas ditetesi alum dengan volume berbeda, kemudian diaduk cepat
1menit, aduk lambat 5menit, diamkan 10 menit. Perhatikan masing-masing, galas yang
paling jernih

500 ml 500 ml 500 ml 500 ml 500 ml 500 ml

3 4 5 6
1 2

500 ml air contoh Alum= larutan tawas


dalam beker-glass
DOSIS TAWAS OPTIMUM (DTO)

Volume air sampel = 500 ml = a


Volume alum = 6 ml = b
Dosis alum = 10 g/l = c
b.c
DTO 
a
Penjernihan Air

Pengadukan cepat Pengadukan lambat

Pembubuhan KOAGULAN

Efluen

Influen

BAK KOAGULASI BAK FLOKULASI

Gambar 1. Unit pengolahan koagulasi -flokulasi

Waktu tinggal 30-45 menit


Filtrasi

• Filtrasi adalah proses pemsahan partikel-partikel padatan dalam air


limbah melewati medium berpori (poreous) dari bahan butiran (granular)
dengan diamerer butiran tertentu dan disusun pada ketebalan tertentu.
• Filter digunakan untuk menyaring secondary efluen yang belum diolah
dan yang telah diolah secara kimiawi.
• Tujuan filtrasi adalah untuk memisahkan partikel-partikel padat atau zat-
zat yang berupa partikel koloid, bahan organik penyebab bau, warna, rasa
dan mikroorganisme seperti ganggang dan jamur termasuk bakteri.
• Bahan filter yang digunakan biasanya pasir (sand filter) atau batuan yang
berpori (ziolit). Ketebalan lapisan filter yang umum digunakan untuk
penyaringan air bervariasi antara 0,6-0,75 m (Peavy, 1986), sedangkan
laju filtrasi 250 l/m2/jam
•  
FILTER
Penjernihan Air

1. Zeolit
2. Pasir

efluen dari unit


koagulasi flokulasi ZEOLIT
PASIR

Efluen

BAK FILTRASI

Gambar 2. Unit pengolahan filtrasi


Ukuran pasir:
1. Pasir sangat kasar , 2-1 mm
2. Pasir kasar 1-0,5 mm
3. Psir sedang 0,5-0,25 mm
4. Pasir halus 0,25-0,1 mm
5. Pasir sangat halus 0,1-0,05 mm

60-80 cm

Absorpsi dan adsorpsi :


1. absorpben, umumnya dipakai
karbon aktif: arang dll
2. adsorpben; zeolit, resin 25-30 cm

25-30 cm
Koagulasi dengan pengaduk Hidrolik
Koagulasi dengan pengaduk Mekanik
Penyisihan Kontaminasi dengan desinfeksi

• Sinar Ultra Violet (UV)


• Gas OZON
• Gas Chlor (Cl2)
• Kaporit ( Ca(ClO)2
• Pemanasan
Gas Chlor (Cl2)

NaCl  elektrolis is  Na  Cl2 gas


Cl2  H 2O  HOCl  HCl
HOCl  H   (OCl)  de sin fek tan
HCl  H   Cl 
KaporitCa (ClO)2 (Kalsium Hipoclorit)

Ca(ClO ) 2  2 H 2O  Ca(OH ) 2  2 HCl  O


Oatom  pembunuh  bakteri
Dosis Chlor (kebutuhan Chlor) adalah DPC ditambah sisa Chlor (0,2-0,4 mg/l)

Contoh: air yang terkontaminasi bakteri patogen membutuhkan DPC 1,3 mg/l
dan sisa Chlor diberi 0,2 mg/l. Kaporit yang digunakan berkadar Chlor aktif
30%. Hitung dosis kaporit, dan apabila air yang akan didesinfeksi mengalir 50
l/det hitung kabutuhan kaporit setiap hari.

Dosis Chlor (kebutuhan Chlor) =1,3+0,2=1,5 mg/l


Kebutuhan kaporit =(100:30)x1,5 =5 mg/l

Kebutuhan kaporit per hari =50x5 x60x60x24 = 21.600.000 mg


DESINFEKSI

Pengadukan

Pembubuhan
desinfektan
Air
Bersih

Efluen dari
saringan pasir

BAK DESINFEKSI

Gambar 4. Unit pengolahan desinfeksi


SEKIAN
DESAIN BAK KOAGULASI-FLOKULASI

Waktu tinggal air di dalam bak koagulasi


flokulasi kurang lebih 2 jam

DESAIN BAK FILTRASI

• Bahan filter yang digunakan biasanya


pasir (sand filter) atau batuan yang
berpori (ziolit). Ketebalan lapisan filter
yang umum digunakan untuk
penyaringan air bervariasi antara 0,6-
0,75 m (Peavy, 1986), sedangkan laju
filtrasi 250 l/m2/jam
A A
Filter pasir

B B

DENAH BAK KOAULASI-FLOKULASI-DAN FILTRASI


Pembubuhan koagulan

Filter pasir
POT
A-A

POT
B-B
•PERCOBAAN DESINFEKSI
Maksud percobaan : mengetahui cara sterilisasi air
Tujuan : menentukan dosis desinfektan atau sisa chlor
Sampel : air kotor dan air aquades (air kemasan)
Desinfektan : kaporit (kalsium hipokhlorit), [Ca (ClO)2 ]
Metode percobaan : baca buku pedoman praktikum

Ca(ClO ) 2  2 H 2O  Ca(OH ) 2  2 HCl  2O

Atom O membunuh bakteri =DPC (daya pengikat chlor)

Kebutuhan Chlor =DPC + sisa Chlor


KAPORIT
KAPORIT

A B

100 ml 100 ml

AIR SAMPEL AIR KEMASAN

MASING-MASING GELAS DI UJI KANDUNGAN CHLOR (Cl2)

DPC= Kebutuhan Chlor - sisa Chlor

DPC= Chlor di B - sisa Chlor di A


SEDANG
APA
MEREKA?
Gambar . Unit pengolahan koagulasi –flokulasi-Sedimentasi- Filtrasi