Anda di halaman 1dari 9

Nama : Amrina Rusidah

Nim : 1810412620038
Kelas: Mandiri II
http://www.free-powerpoint-templates-design.com http://www.free-powerpoint-templates-design.com
PERENCANAAN AGREGAT DAN
PERAMALAN
A. PERENCANAAN AGREGAT
Perencanaan agregat adalah penjadwalan yang dibutuhkan dalam sebuah aktivitas
operasional yang dapat memenuhi permintaan yang tidak pasti atau diprediksi dari waktu ke
waktu, dengan menentukan jumlah dan waktu produksi (biasanya 3 hingga 18 bulan ke
depan).

Tujuan Perencanaan Agregat


Sebagai langkah awal untuk menentukan aktivitas produksi dengan menyesuaikan
perencanaan proses keseluruhan untuk memenuhi tingkat pelayanan yang lebih tinggi dan
meminimumkan biaya.
Fungsi Perencanaan Agregat
- Alat ukur kinerja proses perencanaan produksi
- Mengawasi hasil produksi yang terjadi terhadap rencana produksi dan membuat
penyesuaian
Strategi Perencanaan Agregat
Beberapa strategi perencanaan Agregat yang dapat diambil dalam
menghadapi Fluktuasi/Perubahan permintaan dan ketidakpastian kegiatan
produksi dengan menyesuaikan variabel-variabel yang dapat dikendalikan ;

Variasikan Tenaga Kerja Variasikan Waktu Kerja


Perubahan permintaan dapat Tidak mengurangi jumlah tenaga
diatasi dengan cara menambahkan kerja, namun memperbolehkan
atau mengurangi tenaga kerja yang waktu nganggur pada saat
digunakan sesuai dengan tingkat permintaan rendah dan
permintaan tersebut. mengizinkan lembur saat
permintaan naik.

Variasikan Tingkat
Subkontrak
Persediaan Sebuah Perusahaan dapat
Perubahan permintaan dapat
diatasi dengan adanya persediaan memperoleh kapasitas sementara
yang cukup. dengan melakukan subkontrak
pekerjaan selama permintaan
tinggi.
Metode
Perencanaan
Agregat
1. Metode Pembuatan Grafis dan Diagram
Pada dasarnya rencana dengan grafis dan diagram ini
menangani variabel secara perlahan agar perencanaan dapat
membandingkan permintaan dengan kapasitas yang ada.

2. Pendekatan Matematis Dalam Perencanaan


Beberapa pendekatan matematis terhadap perencanaan agregat
telah banyak dikembangkan diantaranya ;
 Metode Transportasi Dalam Program Linear
 Linear Decision Rule
 Management Coefficient Model
 Simulasi
B. Peramalan (Forecasting)
PENGERTIAN
Memperkirakan penjualan dan penggunaan produk sehingga produk-
produk itu dapat dibuat dalam jumlah yang tepat. Peramalan
merupakan dugaan terhadap permintaan yang akan datang
berdasarkan pada beberapa variabel peramal, sering berdasarkan
data deret waktu historis. Peramalan menggunakan teknik-teknik
peramalan yang bersifat formal maupun informal. (Gaspersz, 1998)

Peramalan biasanya dikelompokkan berdasarkan horizon waktu, terbagi atas


beberapa kategori ;

Peramalan Jangka Pendek,


Peramalan ini mencakup waktu hingga 1 tahun tetapi umumnya kurang
dari bulan. Peramalan ini digunakan untuk merencanakan pembelian,
penjadwalan kerja, penugasan kerja dan tingkat produksi

Peramalan Jangka Menengah


Umumnya mencakup hitungan masa 3 tahun. Peramalan ini berguna
untuk merencanakan penjualan, perencanaan dan anggaran produksi,
anggaran kasm dan menganalisis bermacam-macam rencana operasi.

Peramalan Jangka Panjang


Umumnya untuk perencanaan masa 3 tahun atau lebih. Peramalan
jangka pembelanjaan modal, lokasi atau pengembangan fasilitas, serta
penelitian dan pengembangan.
JENIS
PERAMALAN
Organisasi pada umumnya menggunakan tiga tipe
peramalan yang utama dalam perencanaan operasi di
masa depan ;

Peramalan Ekonomi (economic forecast)


Menjelaskan siklus bisnis dengan memprediksi
tingkat inflasi, ketersediaan uang, dana yang
dibutuhkan untuk membangun perumahan.

Peramalan Teknologi (technological forecast)


Memperhatikan tingkat kemajuan teknologi yang
dapat meluncurkan produk baru yang menarik, yang
membutuhkan pabrik dan peralatan baru

Peramalan Permintaan (demand forecast)


Peramalan ini disebut juga peramalan penjualan,
yang mengendalikan produksi, kapasitas, serta
penjadwalan dan menjadi input bagi perencanaan
keuangan, pemasaran dan sumber daya manusia.
Peramalan Kuantitatif
01 (quantitative forecast)
Peramalan yang menggunakan satu atau lebih model matematis
dengan data masa lalu dan variabel sebab akibat untuk meramalkan
permintaan.
Pendekatan
Peramalan Subjektif atau Kualitatif
Peramalan
02 (qualitative forecast)
Peramalan yang menggabungkan faktor-faktor seperti intuisi
pengambilan keputusan, emosi, pengalaman pribadi dan sistem nilai.
Beberapa perusahaan menggunakan satu pendekatan dan
perusahaan lain menggunakan pendekatan lain. Pada kenyataannya
kombinasi dari keduanya merupakan paling efektif.
Thank You