Anda di halaman 1dari 31

Auditing II

Pertemuan 7
AUDIT SIKLUS PENGGAJIAN DAN
KEPEGAWAIAN
AUDIT SIKLUS PENGGAJIAN DAN KEPEGAWAIAN

• Perbedaan penting antara siklus penggajian dan


kepegawaian dan siklus lain pada audit yang umum:
• Hanya ada satu golongan transaksi untuk
penggajian.
• Transaksi – transaksi lebih signifikan dari pada akun-
akun neraca terkait.
• Pengendalian interen atas penggajian pada
kebanyakan perusahaan umumnya efektif, bahkan
pada perusahaan kecil sekalipun.
Secara keseluruhan tujuan didalam audit penggajian
dan kepewaian yaitu untuk mengevaluasi saldo akun
yang dipengaruhi siklus itu dinyatakan secara wajar
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Dua tujuan Audit utama terkait saldo dalam


pengujian hutang penggajian adalah :
1. Yang masih terutang dalam neraca saldo dinyatakan
dengan jumlah yang benar (keakuratan) dan
2. Transaksi dalam siklus penggajian dan kepegawaian
dibukukan dalam priode yang benar (Pisah Batas)
Dokumen dan catatan-catatan untuk menilai resiko
pengendalian dan mendesain pengujian
pengendalian dan pengujian substantive terhadap
transaksi :
• Catatan Kepegawaian (Personal Recard)
• Formulir Otoritas Pengurangan (Deduction
Authorization Form)
• Formulir Otoritas Tarif (Rate Authorization Form)
• Pencatatan Waktu dan Penyiapan Pembayaran Gaji
(Timekeeping & Payroll Preparation)
• Kartu Absen (Time Cards)
• Tiket Waktu Kerja (Job Time Ticket)
• Berkas Transaksi Gaji (Payroll Transaktion File)
• Jurnal/Daftar Gaji (Payroll Journal/Listing)
• Berkas Induk Gaji (Payroll Master File)
• Pembayaran Gaji (Payment Payroll)
• Cek Gaji (Payroll Check)
• Rekonsiliasi Akun Bank Gaji
• Rekonsiliasi Surat Pemberitahuan Pajak Gaji dan
Pembayaran Pajak
• Formulir W-2
Pengendalian-pengendalian kunci untuk siklus
penggajian dan kepegawaian guna mengestimasi
pengendalian resiko :
• Pemisahan Tugas yang Memadai
• Otoritas yang Tepat
• Dokumen dan Catatan yang memadai
• Pengendalian Fisik terhadap Aktiva dan Catatan
• Pemeriksaan Independent terhadap Kinerja
• Penyusunan Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan
• Pembayaran Pemotongan Pajak Penghasilan dan Pemotongan
Lain Tepat Waktu
• Hubungan antara Gaji dan Penilaian Persediaan
• Pengujian Penggajian Fiktif
AUDIT SIKLUS PENGGAJIAN DAN KEPEGAWAIAN
AUDIT SIKLUS PENGGAJIAN DAN KEPEGAWAIAN
AUDIT SIKLUS PENGGAJIAN DAN KEPEGAWAIAN
AUDIT SIKLUS PENGGAJIAN DAN KEPEGAWAIAN
AUDIT SIKLUS PENGGAJIAN DAN KEPEGAWAIAN
TERIMA KASIH
AKTIVITAS PENGGAJIAN

KEBUTUHAN
SDM TRAINING DAN
REKRUTMEN
ORIENTASI
KEBIJAKAN
SDM & GAJI

EVALUASI
DISTRIBUSI PENCATATAN
BIAYA GAJI GAJI

GAJI/BONUS/
PEMBAYARAN POTONGAN/
WAJARKAH? GAJI SANKSI
AUDIT SIKLUS PENGGAJIAN
Rekening siklus penggajian:
• Biaya Gaji (mencakup gaji pokok, komisi,
tunjangan, dan bonus).
• Biaya Gaji Langsung.
• Biaya Gaji Tidak Langsung (BOP).
• Utang Gaji
• Utang Potongan Gaji (potongan gaji yang
belum disetor ke yang berhak).
• Utang PPh. 21
• Rekening bank untuk gaji.
TUJUAN AUDIT DAN RISIKO

• Tujuan audit atas gaji adalah menguji


kewajaran asersi atas saldo-saldo rekening
yang berhubungan dengan penggajian.
• Risiko. Risiko salah saji atas gaji relatif kecil
mengingat jumlah gaji dapat dengan mudah
dibandingkan dengan periode sebelumnya,
namun demikian masalah risiko penggajian
tetap perlu diwaspadai.
RISIKO PENGGAJIAN
• Kesalahan perhitungan upah lembur.
• Kesalahan perhitungan potongan gaji, baik
potongan pajak maupun potongan yang lain.
• Kesalahan penyetoran potongan atas gaji, terutama
pajak, sehingga menimbulkan denda pajak.
• Kesalahan penggunaan tarif gaji.
• Pembayaran gaji fiktif, karena kontrol yang lemah
atas pembayaran gaji untuk jumlah karyawan yang
cukup besar.
DOKUMEN TRANSAKSI PENGGAJIAN

1. Surat keputusan pengangkatan/ pemberhentian


karyawan.
2. Skema kebijakan penggajian, bonus, penghargaan, dan
bantuan.
3. Data jam kerja/data unit output per karyawan.
4. Data prestasi kerja karyawan.
5. Data skema gaji per karyawan.
6. Data diri per karyawan (untuk kepentingan
penghitungan pajak).
7. Data potongan gaji per karyawan.
8. Bukti pembayaran gaji dan pemotongan pajak.
9. Bukti pembayaran pajak.
DOKUMEN AKUNTANSI PENGGAJIAN

1. Daftar gaji/register gaji.


2. Rekening bank untuk gaji (sistem imprest).
3. Daftar distribusi/alokasi biaya gaji.
4. Daftar pemotongan pajak.
5. Laporan pembayaran pajak.
6. Rekening-rekening penggajian, seperti: Biaya
Gaji, Utang Gaji, PPh. 21, Utang Potongan Gaji
(potongan gaji yang belum disetor ke yang
berhak).
FUNGSI SDM/PENGGAJIAN
1. Rekrutmen karyawan.
2. Otorisasi perubahan tarif gaji.
3. Penyiapan dan penyediaan jam kerja serta data dasar
penggajian yang lain.
4. Pembuatan daftar gaji dan penyelesaian potongan
atas gaji.
5. Pencatatan biaya gaji.
6. Pembayaran gaji.

Perhatikan dan antisipasi berbagai macam risiko


dalam pelaksanaan masing-masing fungsi transaksi,
masukkan dalam agenda pokok perhatian audit.
PROSEDUR PENGUJIAN SUBSTANTIF PERSEDIAAN
(Bahan Baku, Produk Dalam Proses, Produk Jadi)

Sifat, saat, dan luas pengujian substantif ditentukan


oleh prakiraan risiko pengendalian, yang disimpulkan
dari hasil pemahaman dan pengujian sistem
pengendalian interen atas siklus produksi.

1. Prosedur pendahuluan. Tujuan prosedur


pendahuluan adalah untuk memastikan kesiapan
data yang akan diuji. Langkah-langkah prosedur
pendahuluan adalah sbb.:
PROSEDUR PENGUJIAN SUBSTANTIF PERSEDIAAN
(Bahan Baku, Produk Dalam Proses, Produk Jadi)

a. Mencocokkan saldo awal (persediaan) ke saldo per


audit tahun sebelumnya.
b. Memeriksa dan mencatat kemungkinan adanya
transaksi yang tidak lazim, baik dari segi jumlah
maupun sumbernya.
c. Memeriksa kesesuaian antar data pembukuan,
misalnya antara jurnal, buku besar dan buku
pembantu.
d. Memeriksa kebenaran penjumlahan dan
perhitungan-perhitungan penting yang lain.
PROSEDUR PENGUJIAN SUBSTANTIF PERSEDIAAN
(Bahan Baku, Produk Dalam Proses, Produk Jadi)

2. Prosedur analitis. Tujuan prosedur analitis adalah


memprediksi potensi salah saji karena adanya
transaksi/saldo rekening yang tidak lazim. Prosedur
ini dilakukan dengan cara melakukan berbagai,
misalnya:
a. Review trend persediaan dan data industri.
b. Rasio perputaran persediaan.
c. Review hubungan persediaan, pembelian, produksi,
dan penjualan.
d. Membandingkan hasil analisis dengan angka-angka
prediksi yang diharapkan.
PROSEDUR PENGUJIAN SUBSTANTIF PERSEDIAAN
(Bahan Baku, Produk Dalam Proses, Produk Jadi)
ILUSTRASI PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI

Persediaan
XXX XXX
Secara Secara
sampling: XXX sampling: XXX
vouching & XXX vouching & XXX
tracing XXX tracing atas XXX
atas bukti XXX bukti peng- XXX
pendebitan XXX
kreditan XXX
Persediaan. persediaan. XXX
XXX
XXX Saldo xxx
Pengujian
xxx xxx
saldo
rekening
PROSEDUR PENGUJIAN SUBSTANTIF PERSEDIAAN
(Bahan Baku, Produk Dalam Proses, Produk Jadi)

3. Prosedur pengujian detil transaksi. Prosedur ini


merupakan tindak lanjut dari prosedur sebelumnya,
dengan tujuan untuk menguji validitas transaksi
dan pembukuan atas sampel transaksi yang dipilih.
Prosedur ini mencakup:
a. Vouching sampel debit rekening Persediaan ke faktur
pembelian dan dokumen pendukungnya,, laporan
produksi, dan retur penjualan.
b. Vouching kredit rekening persediaan ke faktur
penjualan dan dokumen pendukungnya.
PROSEDUR PENGUJIAN SUBSTANTIF PERSEDIAAN
(Bahan Baku, Produk Dalam Proses, Produk Jadi)

c. Tracing sampel faktur pembelian, laporan


produksi, dan penjualan ke rekening
Persediaan.
d. Menguji ketepatan pisah batas (cut-off)
transaksi pembelian, retur pembelian,
penyelesaian produk, dan penjualan.
• Perhatikan kemungkinan adanya transaksi
pembelian atau penjualan dengan syarat FOB
shipping point atau FOB destination yang keliru
periode pembukuannya.
• Perhatikan kemungkinan adanya produk selesai
yang belum masuk gudang dan tidak dilaporkan
sebagai persediaan.
PROSEDUR PENGUJIAN SUBSTANTIF PERSEDIAAN
(Bahan Baku, Produk Dalam Proses, Produk Jadi)
4. Pengujian detil saldo rekening. Tujuan pengujian adalah
untuk sekali lagi memastikan kewajaran saldo persediaan,
mengingat pengujian selalu dilakukan berdasarkan
sampel trasaksi. Cara pengujian:
a. Lakukan perhitungan fisik persediaan.
b. Tentukan saat dan luas pengujian.
c. Evaluasi kecukupan perencanaan perhitungan fisik
persediaan yang dibuat oleh klien.
d. Perhatikan kemungkinan adanya penurunan nilai
persediaan.
e. Lakukan konfirmasi atas persediaan yang berada di
luar lokasi perusahaan.
f. Lakukan review terhadap prosedur penilaian
persediaan.
PROSEDUR PENGUJIAN SUBSTANTIF PERSEDIAAN
(Bahan Baku, Produk Dalam Proses, Produk Jadi)
5. Review penyajian dan pengungkapan.
a. Periksa ketepatan klasifikasi dan penyajian persediaan dalam
neraca.
b. Periksa kontrak-kontrak penjualan konsinyasi dan penjaminan
persediaan atas suatu utang.
c. Periksa kecukupan pengungkapan.

Pengujian substantif biaya gaji:


1. Bandingkan biaya gaji dan utang gaji dengan tahun sebelumnya.
2. Hitung rasio biaya gaji terhadap penjualan bersih, bandingkan
dengan rasio tahun sebelumnya.
3. Hitung rasio PPh. 21 atas biaya gaji, bandingkan dengan rasio
tahun sebelumnya.
4. Lakukan pengujian detail transaksi secara sampel.
CONTOH KERTAS KERJA UTANG DAGANG
Indek: PSD-1
PERSEDIAAN PRODUK JADI
(Daftar Utama)
Saldo persediaan per 31/12 06 750.000.000 a
Kos produk selesai tahun 2007 12.000.000.000 b
Kos penjualan tahun 2007 -11.927.500.000 c
Retur penjualan (kos) 2.500.000 d
Kos penjualan setelah retur 11.925.000 e
Saldo persediaan per 31/12/07 825.000.000 f

a. Sesuai dengan saldo per audit tahun 2006.


b. Telah dilakukan pengujian atas kos produksi tahun 2007 (lihat KK: PSD - 2)
c. Telah dilakukan pengujian atas kos penjualan tahun 2007 (lihat KK: PSD - 3)
d. Telah dilakukan pengujian atas retur penjualan tahun 2007 (lihat KK: PSD - 4)
e. Sesuai dengan kos penjualan dalam laporan rugi-laba (lihat KK: WTB – Rugi-Laba)
f. Telah dilakukan pengujian saldo, mencakup perhitungan fisik dan penilaian persediaan
dengan metode LCOM, jumlah sesuai dengan saldo persediaan dalam neraca (lihat KK:
PSD – 5 dan WTB – Neraca).
Dibuat oleh: Adam A, 5 Januari 2008
Direview oleh: Agus, 7 Januari 2008
SELESAI
SOAL LATIHAN
Siklus Penggajian
KAP Karim Reza & Rekan melakukan audit terhadap siklus penggajian dan payroll saldo
rekening PT. Maju Jaya Sentosa untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2018, dimana
ditemukan kesalahan-kesalahan sebagai berikut:
1. Terdapat pegawai fiktif terdapat dalam daftar penggajian (payroll) yang dilakukan oleh HR
supervisor yang memiliki akses ke database penggajian dan pembuatan perintah
pembayaran gaji (paycheck).
2. Biaya Lembur Desember 2016 dimasukkan dalam perhitungan gaji bulan Januari 2017.
3. Tunjangan PPh Pasal 21 untuk Karyawan belum diperhitungkan dalam gaji yang dibayarkan
Perseroan.
4. Pembayaran Dana Pensiun karyawan dipisahkan dalam pembayaran gaji.
5. Biaya Kesehatan dan perobatan belum dimasukkan dalam perhitungan gaji.
6. Karyawan yang dipekerjakan untuk pemborongan selama 3 bulan tidak dihitung ke gaji.
7. Total biaya gaji tidak sama jumlahnya spt pph pasal 21.
Diminta:
a. Untuk setiap kesalahan, identifikasi tujuan auditnya.
b. Untuk setiap tujuan audit, buatkan satu prosedur audit yang memungkinkan untuk
dilakukan.
c. Untuk setiap kesalahan, sebutkan pengendalian internal yang dapat mencegah terjadinya
kesalahan tersebut.
SOAL AUDIT PIUTANG
1. Sebutkan prosedur audit untuk menguji asersi hak dan kewajiban piutang
dagang.
2. Sebutkan prosedur audit untuk menguji asersi penilaian atau alokasi piutang
dagang.
3. Sebutkan prosedur audit untuk menguji asersi penyajian dan pengungkapan.
4. Jelaskan pengertian dari konfirmasi piutang bentuk positif dan bentuk negatif.
5. Jelaskan dasar pertimbangan pemilihan bentuk konfirmasi positif dan bentuk
konfirmasi negatif.
6. Pada saat konfirmasi positif tidak mendapatkan respon dari debitur, auditor
harus melakukan prosedur alternatif. Apa yang dimaksud dengan prosedur
alternatif tersebut dan bagaimana cara melaksanakannya?
7. Alternatif dari konfirmasi piutang bentuk positif adalah dalam bentuk “blank
form confirmation“. Apa yang dimaksud dengan blank form confirmation?
8. Salah satu dari prosedur pengujian substantif adalah pengujian estimasi
akuntansi. Jelaskan tujuan pengujian estimasi akuntansi dan sebutkan
prosedur audit untuk mengujinya.