Anda di halaman 1dari 15

“ Anemia Defisiensi Zat Besi “

Mata Kuliah : Epidemiologi

http://www.free-powerpoint-templates-design.com
Kelompok 05 :

1. Ida Ayu Ketut Tribuwani (P07134018 002)


2. Ni Putu Denia Sari (P07134018 011)
3. Ni Wayan Asri Melani (P07134018 019)
4. A.A. Made Mega Novia Dewi (P07134018 027)
5. Putu Diah Pratiwi (P07134018 035)
6. Kadek Dhea Lenny Sagita (P07134018 046)
7. I Nyoman Astra Suwarriana (P07134018 048)
Definisi Anemia

Anemia didefinisikan
sebagai kondisi dimana
terjadinya penurunan
konsentrasi eritrosit atau
hemoglobin pada darah
sampai dibawah normal, hal
ini terjadi apabila
keseimbangan antara
kehilangan darah (lewat
Patofisiologi Anemia

Anemia Akibat Produksi Yang


Berkurang Atau Gagal

Anemia akibat penghancuran sel


darah merah

Anemia Akibat Kehilangan


Darah
Klasifikasi anemia
Anemia defisiensi besi

Anemia megaloblastik

Anemia hipoplastik dan aplastic

Anemia hemolitik
Definisi
Anemia Zat Besi

Anemia Defisiensi Zat besi


adalah anemia yang timbul
akibat berkurangnya
penyediaan besi untuk
eritropoesis, karena
cadangan besi kosong
(depleted iron store) yang
pada akhirnya
mengakibatkan pembentukan
hemoglobin berkurang
(Sudoyo, 2009).
Etiologi ( Penyebab )
1. Kehilangan besi sebagai akibat
pendarahan menahun
2. Faktor nutrisi
3. Kebutuhan besi meningkat
4. Gangguan absorpsi besi
Yang beresiko mengalami anemia defisiensi zat besi:
1. Wanita menstruasi
2. Wanita menyusui atau hamil karena peningkatan
kebutuhan zat besi
3. Bayi, anak-anak dan remaja yang merupakan masa
pertumbuhan yang cepat
4. Orang yang kurang makan makanan yang mengandung
zat besi, jarang makan daging dan telur selama bertahun-
tahun.
5. Menderita penyakit maag.
6. Penggunaan aspirin jangka panjang
7. Kanker kolon
8. Vegetarian karena tidak makan daging, akan tetapi dapat
digantikan dengan brokoli dan bayam.
Epidemiologi
Amerika
Anemia defisiensi besi     Afrika Latin   Indonesia
merupakan jenis anemia yang            

paling sering dijumpai baik di Laki-laki


dewasa   6% 3%   16-50 %
klinik maupun di masyarakat.            
Dari berbagai data yang Wanita tak
dikumpulkan sampai saat ini, hamil   20 % 17-21 %   25-48 %

didapatkan gambaran            
Wanita
prevalensi anemia defisiensi hamil   60 % 39-46 %   46-92 %
besi seperti pada tabel 1            
(Bakta, 2007). Tabel 1. Prevalensi anemia
  defisiensi besi di dunia  
Penderita anemia karena defisiensi
zat besi akan mengeluhkan :
1. Rasa mudah lelah dan
mengantuk.
2. Sakit kepala
3. Tinitus
4. Gangguan cita rasa.
5. Kadar hemoglobin dan gejala
anemia terdapat korelasi buruk.
6. Gejala pucat pada konjungtiva,
lidah, dasar kuku, dan palatum
mole.
Gejala Seseorang yang menderita anemia defisiensi zat
besi yang sudah berlangsung lama dapat
muncul gejala dengan ditemukannya atrofi
Klinis papilaris pada lidah dan bentuk kukunya dapat
berubah menjadi bentuk seperti sendok (Zidni et
al., 2018)
Diagnosis ( menurut Sudoyo, et al (2010))

A. Pemeriksaan Laboratorium

1. Pemeriksaan penyaring (screening test)


2. Pemeriksaan darah seri anemia
3. Pemeriksaan sumsum tulang
4. Pemeriksaan khusus (serum iron, TIBC
(total iron binding capacity), saturasi
ferin, protoporfirin eritrosit, ferritin
serum, reseptor transferrin dan
pengecatan besi pada sumsum tulang
(Perl’s stain).
B. Pendekatan Diagnosis Anemia
• Pendekatan Tradisional Pembuatan diagnosis
berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik,
hasil laboratorium, setelah dianalisis dan
disintesis maka disimpulkan sebagai sebuah
diagnosis, baik diagnosis tentative ataupun
diagnosis definitif.

• Pendekatan Morfologik Pendekatan


diagnosis anemia berdasarkan apusan
darah tepi atau indeks eritrosit

• Pendekatan Fungsional dan Probabilistik


C. Pendekatan Klinis

• Pendekatan • Pendekatan
berdasarkan berdasarkan
awitan penyakit beratnya anemia

• Pendekatan
berdasarkan sifat
gejala anemia
Pengobatan / Penatalaksanaan
Fero sulfat 3 x 3,25 mg secara oral dalam keadaan perut
kosong, dapat dimulai dengan dosis yang rendah dan
dinaikkan bertahap pada pasien yang tidak kuat dapat
diberikan bersama makanan
Get a modern PowerPoint
Presentation that is beautifully
Fero Glukonat designed.
3 x
200 mg secara oral sehabis makan.
Bila terdapat intoleransi terhadap pemberian preparat Fe
oral atau gangguan pencernaan sehingga tidak dapat
diberikan oral, dapat diberikan secara parenteral dengan
dosis 250 mg Fe (3 mg/kg BB). Untuk tiap gram %
penurun
Get a modernkadar Hb di bawah normal
PowerPoint
Presentation that is beautifully
designed.

Iron Dextran
Get a modern mengandung Fe 50
PowerPoint mg/l, diberikan secara
Presentation that is beautifully
intra muskular mula-mula 50 mg,
designed. kemudian 100-250 mg
tiap 1-2 hari sampai dosis total sesuai perhitungan dapat
pula diberikan intravena, mula-mula 0,5 ml sebagai dosis
percobaan. Bila dalam 3-5 menit menimbulkan reaksi
boleh diberikan 250-500 mg
PENCEGAHAN !!!!
Menurut Sarwonah (2010)

Mengkonsumsi pil
penambah darah saat
mengalami haid
THANK YOU