Anda di halaman 1dari 36

KEMENTERIAN KEUANGAN

SOSIALISASI PENYALURAN
“DAK Fisik dan Dana Desa TA. 2020 ”

Outline
Pendahuluan
Kebijakan Penyaluran DAK Fisik 2020
Kebijakan Penyaluran Dana Desa 2020
Persiapan Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa 2020 Semarang, 21 Januari 2020
PENDAHULUA
N
 Skema Pendanaan Daerah
 Postur Transfer ke Daerah dan Dana Desa TA 2020
 Sebaran Pagu DAK Fisik dan Dana Desa 2020
 Penyaluran DAK Fisik & Dana Desa Melalui KPPN
 Alur Penyaluran DAK Fisik Dan Dana Desa Secara
Umum
SKEMA PENDANAAN DAERAH

Pemerataan dan Mendanai Mendanai kebutuhan Mendanai


mendanai kebutuhan khusus daerah Pengaturan
kebutuhan daerah (dukungan belanja Dana Desa Reward kebutuhan non-
belanja Khusus
(seluruh urusan) modal) reguler
operasional
Dana yang bersumber
DAU DAK Non Fisik DAK Fisik Reguler dari APBN yang Dana Insentif Daerah Dana Otsus & Hibah
Dukungan Dukungan diperuntukkan bagi Dana Keistimewaan
Equalization grant pendanaan pemenuhan desa yang ditransfer Insentif kepada DIY Dukungan
(block grant) khusus untuk pelayanan dasar dan melalui APBN daerah tertentu pendanaan
Dukungan
berbasis formula belanja Standar Pelayanan Kabupaten/Kota dan yang khusus untuk
pendanaan
fiscal gap + Alokasi operasional
Minimal (SPM) dan digunakan untuk mempunyai daerah yang
1. BOS ketersediaan sarana khusus untuk
Dasar (berbasis Gaji berbasis unit cost membiayai kinerja baik daerah tertentu bersifat temporer
2. BOP PAUD dan
DAKprasarana
Fisik penyelenggaraan Kriteria Utama:
PNSD) yg diatur dg UU dan dilakukan
3. BOP Penugasan pemerintahan,
DAU 2019 bersifat 1.Opini BPK atas khusus dengan perikatan
Pendidikan pembangunan,
final (meningkatkan
Dukungan LKPD perjanjian
Kesetaraan pencapaian prioritas pembinaan 2.Penetapan Dana Otsus Pinjaman
kepastian 4. Tunjangan nasional yang kemasyarakatan, dan 1.Papua: UU No.
pendanaan APBD) menjadi kewenangan
Perda APBD Percepatan
DBH Profesi Guru pemberdayaan 21 Tahun 2001
daerah dengan yang tepat pembangunan
PNSD masyarakat 2.Papua Barat:
lingkup kegiatan waktu daerah khususnya
Pembagian DBH 5. Tambahan UU No. 21
spesifik dan lokasi 3.Penggunaan e- bagi daerah-
dilakukan Penghasilan DAK Fisiktertentu
prioritas Afirmasi Tahun 2001 jo
government daerah dengan
berdasarkan Guru PNSD UU No. 35
Dukungan untuk 4.Ketersediaan kapasitas fiskal
prinsip by origin. 6. Tunjangan Tahun 2008
mempercepat Pelayanan Satu tinggi
Khusus Guru pembangunan 3.Aceh: UU No.
Pintu
PNSD infrastruktur dan 11 Tahun 2006
7. BOK & BOKB pelayanan dasar pada Dana Keistimewaan
8. dll. lokasi prioritas yang DIY – UU No. 13
termasuk kategori Tahun 2012
daerah perbatasan,
kepulauan, tertinggal,
dan transmigrasi
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
3
KEBIJAKAN UMUM TKDD APBN 2020
Rp814,42 T Rp856,9 T
Outlook APBN 2019 APBN 2020
Tumbuh 5,22% (Triliun Rp)

“TKDD diarahkan untuk mendukung Selisih APBN % Selisih


perbaikan kualitas layanan dasar publik di Postur 2019 APBN 2019 Outlook APBN 2020 2020 dgn Outlook
2019 Outlook
daerah, akselerasi daya saing, dan 2019
2019
mendorong belanja produktif yang dapat (1) (2) (3) (4) (5)=(4)-(3) (6)=(5)/(3)
meningkatkan aset daerah” Transfer ke Daerah 756,77 744,59 784,95 40,36 5,42%
A. Dana Perimbangan 724,59 712,41 747,2 34,79 4,88%
 Mempercepat penyediaan infrastruktur publik dan 1. Dana Transfer Umum 524,22 520,83 544,67 23,84 4,58%
penguatan kualitas SDM, terutama melalui bidang a. Dana Bagi Hasil 106,35 103,03 117,58 14,55 14,12%
pendidikan, kesehatan, air minum, perlindungan 1) Pajak 52,44 51,53 56,23 4,7 9,12%
sosial, dan konektivitas antarwilayah. 2) Sumber Daya Alam 53,91 46,57 48,84 2,27 4,87%
3) Kurang Bayar 4,93 12,5 7,57 153,55%
 Meningkatkan daya saing melalui inovasi, b. Dana Alokasi Umum 417,87 417,80 427,09 9,29 2,22%
kemudahan berusaha, tata kelola pemerintahan, dan 2. Dana Transfer Khusus 200,37 191,58 202,53 10,95 5,72%
kebijakan insentif yang mendukung iklim investasi. a. DAK Fisik 69,33 65,86 72,25 6,39 9,70%
b. DAK Non Fisik 131,04 125,72 130,28 4,56 3,63%
 Meningkatkan produktivitas terutama berorientasi B. Dana Insentif Daerah 10 10 15 5 50,00%
ekspor melalui pengembangan potensi ekonomi C. Dana Otonomi Khusus & Dana
daerah. Keistimewaan DIY 22,18 22,18 22,75 0,57 2,57%

1. Dana Otsus 20,98 20,98 21,43 0,45 2,14%


2. Dana Keistimewaan DIY 1,2 1,2 1,32 0,12 10,00%
Dana Desa 70 69,83 72 2,17 3,11%
JUMLAH 826,77 814,42 856,95 42,53 5,22%

“Penyaluran DAK Fisik, DAK Non Fisik (BOS)


dan Dana Desa dilaksanakan oleh
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN Direktorat Jenderal Perbendaharaan 4
Sebaran Pagu DAK Fisik dan Dana Desa 2020
Aceh
Pagu DF 2,71 T Kalimantan Utara
Pagu DD 5,05 T Sumatera Utara Pagu DF 0,75 T
Sulawesi Utara
Pagu DF 3,64 T Kepulauan Riau Pagu DD 0,49 T Pagu DF 1,85 T
Pagu DD 4,55 T Pagu DF 1,06 T Pagu DD 1,24 T
Pagu DD 0,27 T Gorontalo
Riau Kalimantan Timur Pagu DF 0,99 T
Pagu DF 2,15 T Kalimantan Barat Pagu DD 0,64 T
Pagu DD 1,47 T Pagu DF 2,44 T
Pagu DF 1,55 T Maluku Utara
Sumatera Barat Pagu DD 2,04 T
Pagu DD 0,91 T Pagu DF 1,64 T
Pagu DF 2,33 T Pagu DD 0,92 T
Pagu DD 0,96 T Bangka Belitung Kalimantan Tengah Sulawesi Tengah Papua Barat
Jambi Pagu DF 1,95 T Pagu DF 2,12 T
Pagu DF 2,51 T
Pagu DF 1,44 T Pagu DF 0,86 T Pagu DD 1,40 T Pagu DD 1,56 T
Pagu DD 1,61 T
Pagu DD 1,22 T Pagu DD 0,32 T Sulawesi Barat
Kalimantan Selatan
Bengkulu Sumatera Selatan Pagu DF 1,55 T
Pagu DF 1,23 T Maluku
Pagu DF 2,35 T Pagu DD 0,57 T
Pagu DF 1,28 T Pagu DD 1,53 T Pagu DF 2,02 T
Pagu DD 1,10 T
Pagu DD 2,71 T
Sulawesi Selatan Pagu DD 1,16 T Papua
Lampung DKI Jakarta Yogyakarta Pagu DF 3,44 T Sulawesi Tenggara Pagu DF 4,89 T
Pagu DF 2,26 T Pagu DAKF 0,02 T Pagu DAKF 0,73 T Pagu DD 2,35 T Pagu DF 2,44 T
Pagu DD 5,41 T
Pagu DD 0,44 T
Pagu DD 2,45 T Banten Jawa Timur Pagu DD 1,65 T
Pagu DAKF 0,83 T Pagu DAKF 4,60 T
Pagu DD 1,12 T Pagu DD 7,65 T
Nusa Tenggara Barat
Pagu DAKF 2,05 T
Jawa Barat Jawa Tengah Bali Pagu DD 1,23 T
Nusa Tenggara Timur
Pagu DAKF 4,07 T Pagu DAKF 3,96 T
Pagu DAKF 0,88 T Pagu DAKF 3,53 T
Pagu DD 5,94 T Pagu DD 8,20 T Pagu DD 0,65 T Pagu DD 3,09 T
JATENG (Jutaan) JATENG (Jutaan)
Reguler Bidang Air Minum 16.461,52 Penugasan Bidang Jalan 97.247,09
Reguler Bidang Jalan 673.682,87 Penugasan Bidang Kelautan dan Perikanan 43.130,16
Reguler Bidang Kesehatan dan KB 939.791,26 Penugasan Bidang Kesehatan 200.288,79
Reguler Bidang Pendidikan 757.069,21 Penugasan Bidang LHK 37.887,15
Reguler Bidang Perumahan dan Penugasan Bidang Pariwisata 114.159,38
Permukiman 95.065,27 Penugasan Bidang Pasar 71.915,39
Reguler Bidang Sanitasi 107.561,11 Penugasan Bidang Pendidikan 213.954,21
Reguler Bidang Sosial 7.864,03 Penugasan Bidang Pertanian 103.145,63
Penugasan Bidang Air Minum 176.700,80 Penugasan Bidang Sanitasi 89.929,93
Penugasan Bidang Industri Kecil Menengah 55.918,24 Penugasan Bidang Transportasi Laut 18.406,22
Penugasan Bidang Irigasi 142.315,47
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
5
Tujuan Penyaluran DAK Fisik & Dana Desa Melalui KPPN
KALTARA
3 KPPN Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa
JAMBI
5 KPPN
KALTIM
3 KPPN
SULBAR TA 2020 dilaksanakan oleh Direktorat
RIAU
KALSEL
5 KPPN
2 KPPN
SULSEL MALUKU UTARA
2 KPPN
Jenderal Perbendaharaan melalui 173
9 KPPN

SUMBAR
3 KPPN

KALTENG SULTENG MALUKU


KPPN yang tersebar di seluruh
6 KPPN 4 KPPN 4 KPPN 4 KPPN
Indonesia, yang berperan selaku KPA
Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa
SUMUT
KALBAR SULTRA
11 KPPN
6 KPPN 4 KPPN
ACEH
7 KPPN KEPRI GORONTALO PAPUA BARAT
di wilayah kerjanya masing-masing
2 KPPN 2 KPPN 3 KPPN

SULUT
173 KPPN Penyalur DAK
BABEL
2 KPPN
4 KPPN
Fisik
PAPUA
SUMSEL
7 KPPN 169 KPPN Penyalur Dana
5 KPPN
Desa
BENGKULU Tujuan
34 KPPN Penyaluran
Penyalur Dana
4 KPPN

LAMPUNG
BOS
4 KPPN  Mendekatkan pelayanan Kementerian
NTT
BANTEN 6 KPPN Keuangan terhadap Pemerintah Daerah
3 KPPN JAKARTA
1 KPPN
melalui 173 Kantor Pelayanan
NTB
JABAR 4 KPPN Perbendaharaan Negara (KPPN) yang
12 KPPN tersebar di
 Meningkatkanseluruh Indonesia.
efisiensi koordinasi dan
DIY konsultasi antara Pemerintah Daerah dengan
3 KPPN
Kementerian Keuangan .
JATENG
15 KPPN  Meningkatkan efektivitas monitoring dan
JATIM evaluasi serta analisis kinerja pelaksanaan
15 KPPN
anggaran pusat dan daerah.
BALI
3 KPPN

DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN


DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN 6
KEBIJAKAN
PENYALURAN
DAK FISIK dan
Dana Desa 2020
 Skema Pendanaan Daerah
 Postur Transfer ke Daerah dan Dana Desa TA 2020
 Sebaran Pagu DAK Fisik dan Dana Desa 2020
 Penyaluran DAK Fisik 2020
 Mekanisme Penyaluran DAK Fisik Tahun 2020
DAK FISIK 2020
Dialokasikan berdasarkan usulan kebutuhan daerah yang selaras
dengan prioritas Nasional, untuk peningkatan dan pemerataan DAK Reguler DAK Penugasan DAK Afirmasi
penyediaan infrastruktur pelayanan publik. Rp43,87 triliun (60,72%) Rp21,77 triliun (30,14%) Rp6,61 triliun (9,15%)
• UU 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah
Pusat dan Pemerintah Daerah Membantu mendanai Mendukung pencapaian Membantu
• PP 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan kegiatan untuk prioritas nasional yang mempercepat
• PMK 130 tahun 2019 tentang Pengelolaan Dana Alokasi Khusus penyediaan menjadi kewenangan pembangunan infra-
PAD
pelayanan dasar daerah, lingkup struktur dan pelayanan
Fisik
dengan target kegiatan spesifik serta dasar pada lokasi
KEBIJAKAN TAHUN 2020 pemenuhan Standar lokasi prioritas tertentu prioritas yang termasuk
Pelayanan Minimal kategori daerah per-
EKSISTING/PENGUATAN:
dan ketersediaan batasan, kepulauan,
 Melanjutkan penerapan konvergensi pendanaan antara DAK 1. Pendidikan
sarana dan 1. Pendidikan tertinggal,
1. Kesehatan dan
Fisik, DAK Nonfisik dan Dana Desa untuk kegiatan
prasarana
2. Kesehatan dan KB 2. Kesehatan transmigrasi
2. Perumahan dan
pengentasan stunting serta program Indonesia bersih &
sehat (air minum, sanitasi, kesehatan & LHK) 3. Perumahan dan 3. Air Minum Permukiman
 Melanjutkan penguatan sinergi pendanaan kegiatan yang Permukiman 4. Sanitasi 3. Pendidikan
dibiayai dari Kementerian/Lembaga dan DAK Fisik. 4. Jalan 5. Jalan 4. Air Minum, dan
 Melanjutkan peningkatan kualitas pelaksanaan kegiatan 5. Air Minum 6. Irigasi 5. Sanitasi
melalui penguatan peran Aparat Pengawasan Intern 6. Sanitasi 7. Pasar 6. Transportasi Laut
Pemerintah (APIP).
7. Sosial (baru) 8. Pariwisata (baru)
 Melanjutkan penguatan kebijakan afirmasi utamanya
infrastruktur konektivitas: daerah tertinggal, kawasan 9. Lingkungan Hidup dan 7. Transportasi
BARU:
perbatasan, kawasan transmigrasi, pulau-pulau kecil terluar, Kehutanan Perdesaan (baru)
 Melakukan retrukturisasi Papua
percepatan pembangunan bidang DAK Barat.
dan Papua Fisik dengan 10.Industri Kecil dan
mengalihkan beberapa bidang pada jenis Reguler ke jenis
Penugasan dalam rangka mendukung pencapaian prioritas
Menengah (baru)
nasional 11.Kelautan dan
 Memperluas cakupan bidang, subbidang, dan menu Perikanan (baru)
kegiatan: 12.Pertanian (baru)
i. Bidang Baru: Bidang Sosial & Bidang Transportasi Laut 13.Transportasi Laut
ii. Subbidang Baru:
a. [Pendidikan] PAUD;
(baru)
b. [Kesehatan] (1) Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi, 8
(2) RS dan Puskesmas Pariwisata; DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
Alur Penyaluran DAK Fisik
OPD BPKAD Kepala KPPN - KPA
APIP
Daerah PENYALURAN BUN

1. Rekam data kontrak


1
Pembuatan
2. Rekam SP2D BUD Approve hasil input OPD RPD + 12
SPP-LS SPM-LS
3. Rekam Capaian Output Pengujian SPM
11
Cetak Laporan Realisasi
Penyerapan Dana dan
Capaian Output
2 LHR

Unduh syarat
+ Dok penyaluran &
Pendukung
lainnya 3 Melakukan reviu atas laporan 7
Ubah status
“Proses
realisasi penyerapan dana dan pengecekan”
9
capaian output 10
Data 13

a.Lap. Penyerapan dan C/O


b.Rekap SP2D BUD untuk
SP2D-LS
Tembusan Sesuai
Ubah status
LHR Verifikasi “dokumen
diterima”
Perbaikan
5
4
Data a.Cetak Lap. Realisasi Data tidak

dittd
Sesuai Penyerapan dan
C/O
b.Cetak Rekap SP2D
6 sesuai
Ubah status
“dokumen
RKUN
BUD ditolak”

a.Upload Laporan
penyerapan dan C/O
b.Serta rekap SP2D BUD

8
BPKAD ubah status syarat
c.Upload Foto geotagging
“dokumen lengkap”
lokasi
Perbaikan 14
RKUD
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
Vendor 9
Perubahan Ketentuan Penyaluran DAK Fisik 2020 (PMK No. 130/PMK.07/2019)
•1 Penyaluran DAK Fisik per jenis dengan ketentuan :
a. PER BIDANG untuk bidang yang tidak memiliki subbidang
b. PER SUBBIDANG untuk bidang yang memiliki subbidang.
•2 Percepatan penyaluran untuk DAK Fisik Campuran atas rekomendasi K/L penyalurannya bulan
April (yang semula bulan Agustus).
•3 Penyaluran tahap II telah memperhitungkan besaran kontrak yang di input pemda.
•4 Foto dengan titik koordinat (Geotagging) sebagai salah satu syarat penyaluran bidang/subbidang
DAK Fisik.
•5 Penyaluran tahap I dilakukan minimal terdapat satu kontrak kegiatan fisik dalam sub bidang/bidang
yang telah direkam dan di upload oleh Pemda.
•6 Update data kontrak pada angka 5 dapat dilakukan :
a. Sampai dengan batas akhir waktu persyaratan penyaluran tahap I (21 Juli); atau
b. Sampai dengan penyaluran tahap II jika disalurkan sebelum tanggal 21 Juli.

DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN


DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
10
Mekanisme Penyampaian Dokumen dan Pelaksanaan Penyaluran
OM SPAN
KPPN selaku
BPKAD BUN

Dinas Dinas
User Dinas: 1. Pengujian
• Rekam Hasil rekam
Data KPPN selaku SPM
Dinas/OPD wajib
Kontrak KPA Penyaluran
• SP2D BUD
disetujui/ditolak DAK Fiisk dan 2. menerbitkan
BPKAD Dana Desa
SP2D sesuai
PEMDA
tanggal RPD
1. Verifikasi
dokumen
penyaluran
melalui aplikasi
Pemda merekam dan mengupload
OMSPAN
dokumen penyaluran melalui
OMSPAN : 2. Menyampaikan
• Laporan realisasi Penyerapan Dana Rencana
dan Capaian Output Kegiatan DAK Penarikan Dana
Fisik tahun sebelumnya atau tahun (RPD)
berjalan (setelah direviu APIP) 3. Menerbitkan
• Rencana Kegiatan diambil dari
SPP, dan SPM
aplikasi Krisna
• Daftar Kontrak Kegiatan melalui aplikasi
OM SPAN
• Laporan Rencana Penyelesaian SAKTI
Kegiatan
• Foto Geotagging
PPK PPSPM
• Daftar BAST OPERATOR

DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN


DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
11
Ketentuan Penyaluran DAK Fisik Tahun 2020 PMK No. 130/PMK.07/2019
1 BERTAHAP

TAHAP I TAHAP II TAHAP III


SELISIH jumlah dana yg telah disalurkan s.d. Tahap II
SALUR 25% SALUR dengan pertimbangan % Kontrak dengan NILAI RENCANA PENYELESAIAN KEGIATAN

PENYALURAN : paling cepat FEBRUARI – paling lambat JULI Salur SELISIH Nilai PENYALURAN : paling cepat SEPTEMBER – paling lambat
TIDAK Kontrak dgn SALUR DESEMBER
DOKUMEN PERSYARATAN (Paling Lambat 21 JULI): SALUR Nilai Salur Tahap I 45% DOKUMEN PERSYARATAN (Paling lambat 15 DESEMBER):
1. Perda APBD TA berjalan; 1. LAPORAN REALISASI PENYERAPAN DANA yang
2. LAPORAN REALISASI PENYERAPAN DANA dan CAPAIAN menunjukkan paling sedikit 90% dari dana yang telah
OUTPUT kegiatan DAK Fisik TA sebelumnya yang telah direviu KONTRAK ≤ 25% < KONTRAK ≤ 70% < KONTRAK diterima di RKUD dan CAPAIAN OUTPUT kegiatan DAK
APIP (semua bidang) Fisik sampai dengan tahap II yang menunjukkan paling
3. FOTO dengan titik koordinat yang menunjukkan realisasi PENYALURAN : paling cepat APRIL – paling lambat OKTOBER
sedikit 70% yang telah direviu APIP.
pelaksanaan kegiatan DOKUMEN PERSYARATAN (Paling Lambat 21 OKTOBER): 2. Laporan yang memuat nilai RENCANA PENYELESAIAN
4. RENCANA KEGIATAN yang telah disetujui oleh K/L Teknis 1. LAPORAN REALISASI PENYERAPAN DANA yang menunjukkan paling KEGIATAN dalam rangka penyelesaian capaian output
terkait sedikit 75% dari dana yang telah diterima di RKUD dan capaian output 100%.
5. DAFTAR KONTRAK KEGIATAN. kegiatan DAK Fisik tahap I yang telah direviu APIP; 3. FOTO dengan titik koordinat yang menunjukkan
2. FOTO dengan titik koordinat yang menunjukkan realisasi pelaksanaan realisasi pelaksanaan kegiatan
kegiatan
2 SEKALIGUS 3 SEBAGIAN ATAU SELURUHNYA SEKALIGUS
1. Alokasi Bidang ≤ 1 Miliar 1. Alokasi Bidang > 1 Miliar
2. Rentang waktu penyaluran : April – Juli 2. Berdasarkan rekomendasi dari K/L yang diterima DJPK paling
3. Batas waktu penyampaian dokumen persyaratan paling lambat lambat Januari
21 Juli 3. DJPK menyampaikan ketetapan penyaluran yang tidak dapat
4. Dokumen Persyaratan : dilaksanankan secara bertahap kepada KPPN melalui Koordinator KPA
a)Perda APBD tahun anggaran berjalan; 4. Rentang waktu penyaluran sekaligus : April- Desember
b)Laporan realisasi penyerapan dana dan capaian output kegiatan 5. Batas waktu penyampaian dokumen persyaratan paling lambat 15
DAK Fisik TA sebelumnya yang telah direview APIP (semua bidang); dan Desember
c)Rencana Kegiatan yang telah disetujui oleh K/L teknis 6. Dokumen Persyaratan :
d)Daftar kontrak Kegiatan. a) Perda APBD tahun anggaran berjalan;
5. Daftar kontrak berisi seluruh kontrak kegiatan yang dilaksanakan b) laporan realisasi penyerapan dana dan capaian output kegiatan
dan berifat final DAK Fisik tahun anggaran sebelumnya (seluruh kegiatan sekaligus)
6. Laporan realisasi penyerapan dana dan capaian output kegiatan DAK yang telah direview APIP;
Fisik bidang tertentu, disampaikan paling lambat bulan November c) Rencana Kegiatan yang telah disetujui oleh K/L teknis
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
tahun
DIREKTORAT anggaran
PELAKSANAAN berjalan.
ANGGARAN d) Daftar kontrak Kegiatan dan 12
Rencana Kegiatan DAK Fisik
Rencana kegiatan yang diakui adalah yang telah
mendapat persetujuan K/L dan Bapenas.
Rencana kegiatan yang hanya mendapat
persetujuan salah satu K/L atau Bapenas saja
maka tidak akan terbaca pada OMSPAN.

Kontrak direkam berdasarkan :


1. Menu Kegiatan RK
2. Rincian Kegiatan RK
3. Detail Rincian Kegiatan RK

Relasi/hubungan antara RK dan data Kontrak


kegiatan bersifat many to one atau one to many
4. satu detail rincian kegiatan pada RK dapat
untuk lebih dari satu data kontrak kegiatan
atau
5. satu data kontrak kegiatan dapat berasal dari
lebih dari satu detail rincian kegaitan RK.

Perekaman Kontrak yang diakui :


6. Nomor kontrak Fisik tidak boleh “-” atau “0”
7. Tahun kontrak = 2020
8. Tanggal kontrak tidak melebihi 22 Juli 2020

DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN


DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
13
Rencana Kegiatan & Data Kontrak
RENCANA
KEGIATAN

cu
ng a
me

DATA KONTRAK

DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN


DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
14
Mekanisme Reviu APIP atas Penyaluran DAK Fisik TA 2019
LaporanLAPORAN PENYERAPAN
penyerapan dan capaian KPPN selaku
DAN CAPAIAN OUTPUT
output yang disampaikan ke KPPN INPUT DATA
BUN
APROVE DATA
SUBMIT DATA Verifikasi dokumen
telah direviu Inspektorat daerah OPD TEKNIS OM SPAN BPKAD OM SPAN
Provinsi/Kabupaten/Kota (APIP) :
 Tahun KPA PENYALURAN
sebelumnya (Laporan 1. Rencana
RKUD
Tahunan) Kegiatan
Hasil PENERBI
(Aplikasi Reviu TAN
 s.d. tahap I realisasi penyerapan KRISNA) Revi
Lapora SP2D
min 75% 2. Data u
n
Kontrak
 s.d. tahap II realisasi penyerapan Kegiatan APIP Daerah TRANS
min 90% dan capaian output min 3. Laporan FER SP2D
OPD
70%Teknis Penyerapan DANA
Dana & RKUN
 Input Data Kontrak APIPCapaian
Daerah
 Input data daftar SP2D BUD dan Capaian Output DAK
Fisik
Output untuk menghasilkan laporan realisasi  Melakukan Reviu sesuai Program Kerja
penyerapan dana capaian output Reviu
 Melakukan Perbaikan Data atas koreksi reviu  Melakukan konfirmasi dan koreksi data ke OPD Jika terdapat perbedaan OPD Teknis
APIP  Menyampaikan Hasil Reviu (CHR) ke BPKAD melakukan perbaikan data shg Laporan
 Memberikan klarifikasi ke APIP Laporan Penyerapan dan Capaian Output sama dg CHR;
BPKAD prinsipnya harus sama dengan Hasil Reviu
 Laporan Penyerapan dan Capaian Output ttd (CHR)
kepala Daerah  Reviu Paling Lambat 10 HK sebelum batas
(Reviu dilakukan sebelum akhir persyaratan penyaluran
ditandatangani oleh Kepala Daerah).
Pokok-pokok hasil Reviu pada CHR, sebagai berikut:
1. Realisasi penyerapan DAK Fisik Jenis ...Bidang ....menurut hasil sebesar
Rp ....... Atau .... % dari dana yang telah diterima di RKUD.
2. Capaian output Kegiatan DAK Fisik Jenis .....Bidang .....menurut hasil reviu
sebesar .....%
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
15
Tahapan Reviu APIP
Sesuai Perdirjen PK Nomor PER-6/PK/2018

1. Perencanaan
2. Pelaksanaan Reviu
a.Pembentukan Tim Reviu:
Sekurang-kurangnya terdiri dari 2 (dua) orang, yaitu a.Menelaah kesesuaian data
Anggota Tim (AT) dan Ketua Tim (KT), serta apabila b.Mengidentifikasi permasalahan
diperlukan dilengkapi dengan Pengendali Teknis (PT) c.Melakukan klarifikasi
dan Pengendali Mutu (PM) untuk lebih dapat menjamin d.Melakukan rekapitulasi hasil reviu
pengendalian mutu reviu atas laporan realisasi e.Memastikan perbaikan data laporan reaIisasi penyerapan
penyerapan dana dan capaian output DAK Fisik. dana dan capaian output
b.Penyusunan Jadwal : Reviu dimulai paling lambat 10
(sepuluh) hari sebelum batas akhir penyampaian 3. Penyusunan Catatan Hasil Reviu (CHR)
persyaratan penyaluran.
c.Pengumpulan Data dan Informasi Hasil reviu dituangkan dalam catatan hasil reviu yang
1)Laporan Realisasi Penyerapan Dana dan Capaian memuat:
Output per jenis per bidang a.Objek reviu (jenis/bidang dan tahapan yang direviu)
2)Rencana Kegiatan b.Rekapitulasi hasil reviu
3)Data Kontrak c.Catatan untuk ditindaklanjuti
4)Surat Perintah Pencairan Dana Bendahara Umum d.Kesimpulan
Daerah (SP2D BUD)
5)Dokumen penyetoran kelebihan salur dari RKUD ke
RKUN berupa Surat Setoran Pengembalian Belanja
(SSPB), jika ada
6)Dokumen yang menunjukkan capaian output, dapat
berupa:
a)Kemajuan pelaksanaan kegiatan;
b)Laporan Kemajuan Fisik yang disusun oleh
Konsultan Pengawas;
c)Provisional Hand Over (PHO);
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
16
DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
Format Hasil Reviu APIP
Sesuai Perdirjen PK Nomor PER-6/PK/2018

DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN


DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
17
Ini format LRPD tahun 2019 penyaluran per Bidang.
Tahun 2020 ada perubahan dengan penyaluran per
sub bidang.

DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN


DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
18
1 2 4 5
3
1 02001 Pelayanan Kesehatan Dasar

KETERANGAN :
1. DIAMBIL DARI DIPA SPAN
2. DIAMBIL DARI SP2D BUN
3. DIAMBIL DARI SP2D BUD
4. SISTEM MENGHITUNG OTOMATIS DARI KOLOM2 SEBELUMNYA
5. SISTEM MENGHITUNG OTOMATIS DARI INPUTAN PEMDA

DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN


DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
19
Penyaluran DAK Fisik 2019

Tata Cara Penghitungan Capaian Output DAK Fisik


NO NILAI KONTRAK SP2D BUD OUTPUT TOTAL BOBOT NILAI CAPAIAN OUTPUT
KONTRAK % KONTRAK KONTRAK TERTIMBANG
A B C D E F=(B/E) G=(DxF)

1
5.807.750 5.807.750 100 729.058.750 0,0079661 0,79661
2
10.435.000 10.350.000 100 729.058.750 0,0143130 1,43130
3
35.000.000 28.666.000 99 729.058.750 0,0480071 4,75270
4
26.365.000 26.365.000 100 729.058.750 0,0361631 3,61631
5
613.481.000 184.044.300 50 729.058.750 0,8414699 42,07350
6
37.970.000 37.970.000 100 729.058.750 0,0520809 5,20809
7
120.450.000 0 0 0,0000000 0,00000
8
410.685.000 0 0 0,0000000 0,00000
TOTAL 729.058.750 Total Capaian Output 57,88

1. Total Kontrak = Kontrak yang ada penyerapannya (ada SP2D BUD)


Kontrak yang tidak ada penyerapannya tidak diperhitungkan.
2. Bobot Nilai Kontrak = Nilai Kontrak dibagi Total Nilai Kontrak yang ada penyerapannya
3. Capaian Output Tertimbang adalah Output per Kontrak dikalikan bobot nilai kontraknya
4. Total Capaian Output = Jumlah Capaian Output Tertimbang
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
20
Penyaluran DAK Fisik 2019

Ilustrasi Verifikasi Syarat Penyaluran DAK Fisik Aplikasi OMSPAN

BPKAD 3
Belum Lengkap Dokumen Ditolak Dokumen Diterima
Ubah Status KPPN
Persyaratan di user Verifikasi persyaratan
BPKAD
1 Sudah Lengkap Proses Pengecekan
penyaluran
2

KPPN mengubah Status dari “Dokumen Diterima” atau


BPKAD “Dokumen Ditolak” setelah proses pengecekan
Belum lengkap ke sudah lengkap

1 Perhitungan 7 hari kerja dimulai semenjak status Dokumen Diterima


3

KPPN 2
Melakukan Proses
Pengecekan
Pemda dapat memperbaiki status input/upload data setelah status Dokumen
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
Ditolak 21
PENGGUNAAN SISA DAK FISIK
(Pasal 43 PMK 130/PMK.07/2019)

OUTPUT KEGIATAN SUDAH TERCAPAI OUTPUT KEGIATAN BELUM TERCAPAI


(Sisa DAK sampai TA 2014 dan/atau (Sisa DAK sampai TA 2014 dan/atau
tahun-tahun sebelumnya) tahun-tahun sebelumnya)

a. Mendanai kegiatan pada bidang bidang/ a. Sisa DAK 1 (satu) TA sebelumnya,


subbidang yang sama di TA berjalan dan TA digunakan dalam rangka pencapaian
berikutnya, dengan menggunakan petunjuk output dengan menggunakan petunjuk
teknis TA berjalan. teknis saat output kegiatan belum
tercapai.
b. Mendanai kegiatan DAK Fisik pada bidang/ b. Sisa DAK sampai TA 2014 dan/atau lebih
subbidang tertentu sesuai kebutuhan dari 1 (satu) TA sebelumnya, digunakan
daerah di TA berjalan dan TA berikutnya untuk mendanai kegiatan DAK Fisik pada
dengan menggunakan petunjuk teknis TA bidang/ subbidang tertentu sesuai
berjalan kebutuhan Daerah dengan menggunakan
petunjuk teknis TA berjalan.

Daerah melaporkan penggunaan sisa DAK Fisik


kepada Kepala KPPN melalui Aplikasi OMSPAN
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
22
DANA DESA 2020

PERINTAH PRESIDEN Arahan Menteri Keuangan


(Ratas Kabinet tgl 11 Desember 2019 Arahan Ibu Menteri Keuangan agar Dana
di Jakarta) terkait Percepatan Penyaluran Desa dapat disalurkan dari Rekening Kas
Dana Desa Tahun 2020. Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas
Desa (RKD) namun tetap memperhatikan
menginstruksikan agar Dana Desa Tahun 2020 norma pengaturan dalam peraturan
dapat disalurkan ke Desa pada bulan Januari perundangan.
dengan prosentase penyaluran Tahap I dan Tahap
II sebesar 40%, dan Tahap III sebesar 20%. Menteri Keuangan:
“Tujuan 40% di awal agar kemampuan Desa dalam
Dana Idle di Pemda menjalankan program kerja lebih maksimal”
 Simpanan pemda di perbankan pada bulan Januari s.d. Juni 2019 cenderung
mengalami peningkatan setiap tahunnya.
 Pada tahun 2019, simpanan pemda di perbankan cenderung mengalami
kenaikan dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya.
 Kecenderungan simpanan pemda yang terus meningkat terutama di tahun
2019 berpotensi menimbulkan opportunity loss pada APBN semakin besar.
 Perubahan mekanisme penyaluran Dana Desa dari RKUN langsung ke RKD,
salah satunya untuk mengurangi dana idle di RKUD.

DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN


DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
23
Reformulasi Pengalokasian Dana Desa TA 2020
Alokasi Afirmasi
3% AA Alokasi Afirmasi AA per Desa= 1,5% Pagu DD /[(2*DST)+(1*DT)]
(Alokasi Afirmasi) Desa Sangat Tertinggal 1,5% AA (Alokasi Afirmasi) Desa Sangat Tertinggal
Desa Tertinggal Desa Tertinggal
AA per Desa= 1,5% AK (Alokasi Kinerja) Alokasi Kinerja
3% Pagu DD /[(2*DST)+(1*DT)] Dipilih sebanyak 10% dari jumlah desa yang
memiliki hasil penilaian kinerja terbaik:
20% utk Pengelolaan Keuangan Desa
72% AD 69% AD 20% utk Pengelolaan Dana Desa
25% utk Capaian Keluaran Dana Desa
(Alokasi Dasar) (Alokasi Dasar) 35% utk Capaian Hasil Pembangunan Desa

Alokasi Formula
25% AF 10% x JP Desa Alokasi Formula
28% AF 10% x JP Desa
(Alokasi Formula) 15% x LW Desa
50% x JPM (Alokasi Formula) 15% x LW Desa
25% IKK Desa 50% x JPM
25% IKK Desa
Formula Formula
Dana Desa 2019 Dana Desa 2020 AD : Rp 662.806.000 /Desa
Sesuai dengan Sesuai dengan AA : Desa Tertinggal Rp 181.634.000/Desa
PMK No. PMK No. Sangat Tertinggal Rp 363.268.000/Desa
AK : Rp 144.096.000/ Desa
193/PMK.07/2018 205/PMK.07/2019

Keterangan:
JP : Jumlah Penduduk JPM : Jumlah Penduduk Miskin LW : Luas Wilayah IKK : Indeks Kemahalan Kontruksi 24
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
Ketentuan Penyaluran Dana Desa 2020 PMK No. 205/PMK.07/2019
1 NORMAL
TAHAP I TAHAP II TAHAP III
SALUR 40% SALUR 40% Salur 20%
Penyaluran : paling cepat Januari – Penyaluran : Paling cepat Juli
Penyaluran : paling cepat Maret –
paling lambat Juni paling lambat Desember
paling lambat Agustus
Dokumen Persyaratan:
Dokumen Persyaratan: Dokumen Persyaratan:
1.Laporan realisasi penyerapan s.d. tahap II rata-
1.Peraturan Bupati/Walikota mengenai tata cara 1.Laporan realisasi penyerapan dan capaian keluaran Dana
rata minimal 90% dan Laporan capaian keluaran
Desa TA sebelumnya.
pembagian dan penetapan rincian Dana Desa setiap s.d. tahap II rata-rata minimal 75%.
2.Laporan realisasi penyerapan tahap I rata-rata minimal 50%
desa. 2.Laporan konvergensi pencegahan stunting
dan Laporan capaian keluaran tahap I rata-rata minimal 35%.
2.Perdes APBDes. 3.Surat Pengantar
tingkat kabupaten/kota TA sebelumnya.
3.Surat Kuasa Pemindahbukuan Dana Desa oleh 3.Surat Pengantar
4.Surat Pernyataan Kebenaran Permintaan Penyaluran
Bupati/Walikota. 4.Surat Pernyataan Kebenaran Permintaan
4.Surat Pengantar Penyaluran
Penyaluran Tahap II dengan memperhitungkan sisa RKD
5.Surat Pernyataan Kebenaran Permintaan Penyaluran Catatan: Laporan konvergensi
Tahun sebelumnya pencegahan Stunting di tahun 2020
2 DESA MANDIRI belum bersifat wajib dan baru bersifat
Bupati/Walikota dapatwajib mulai 2021
menyampaikan
TAHAP I TAHAP II dokumen persyaratan penyaluran atas
SALUR 60% SALUR 40% desa yang layak salur kepada KPPN
Penyaluran : paling cepat Januari – Penyaluran : Paling cepat Juli selaku KPA Penyaluran DAK Fisik dan
paling lambat Juni paling lambat Desember Dana Desa Setiap Minggu
Dokumen Persyaratan: Dokumen Persyaratan:
1.Peraturan Bupati/Walikota mengenai tata cara pembagian 1.Laporan realisasi penyerapan dan capaian keluaran Dana Desa TA sebelumnya.
dan penetapan rincian Dana Desa setiap desa. 2.Laporan realisasi penyerapan tahap I rata-rata minimal 50% dan Laporan capaian
2.Perdes APBDes. keluaran tahap I rata-rata minimal 35%.
3.Surat Kuasa Pemindahbukuan Dana Desa oleh 3.Laporan konvergensi pencegahan stunting tingkat kabupaten/kota TA
Bupati/Walikota. sebelumnya.
4.Surat Pengantar 4.Surat Pengantar 25
5.Surat Pernyataan Kebenaran Permintaan Penyaluran 5.Surat Pernyataan Kebenaran Permintaan Penyaluran DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
Alur Penyaluran Dana Desa TA 2020 26

KPPN - KPA
PEMDESA BPMD BPKAD PENYALURAN
BUN
1. Menyampaikan Tagging SP2D BUN (data
1. Rekam Alokasi Dana Desa per
Perubahan/pergantian 1. Upload PERKADA penyaluran DD)
Desa (import data)
Rekening Desa
2. Menyampaikan APBDes
2. Rekam Penyerapan
3. Rekam Capaian Output
2.
3.
Upload APBDes
Upload Surat Kuasa Pemindahbukuan KUNCI TRIGGER 8 9
3. Laporan Penyerapan dan
Capaian Output
4. Rekam Lembar Konfirmasi 4. Cetak dan Upload Laporan Penyerapan
6

OMSPAN
Penerimaan Dana pada RKD dan Capaian Keluaran
4. Menyampaikan Lembar 5. Membuat Surat Pengantar Download ADK
No 2 & 3 bisa dg Interkoneksi dg SPP SPM
Konfirmasi Penerimaan
SISKEUDES 6. Upload Surat Pernyataan Kebenaran Pengujian
Dana pada RKD ADK 1&2 1&2
Penerima Penyaluran DD SPM
3 + ADK Desa-Desa
Layak Salur
1 2 Cetak Dok. Persyaratan
Penyaluran Diterima SP2D Dana
Lap. Realisasi Penyerapan dan Capaian Desa 10
4
Output
VERIFIKASI
7 Upload ADK Desa-
 TTD Surat Pengantar Desa Layak Salur ke
SAKTI

5 Ditolak &
 Memilihi Desa- Buka Triger

Upload ke
OMSPAN
Desa Layak Salur kembali
(berdasarkan
RKUN
NRS)
 Upload Dok.
Persyaratan
Penyaluran
Perbaikan Dok.
Persyaratan
Penyaluran SP2D 1
SP2D 1 NIHIL (tidak ada transfer dana)
RKD RKUD

SP2D 2
DITJEN PERBENDAHARAAN | DIREKTORAT PA
Supplier Penyaluran Dana Desa
(Pasal 19 Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 205/PMK.07/2019): “Daftar RKD sebagaimana dimaksud pada
ayat (5) merupakan daftar rekening kas setiap desa pada bank umum yang terdaftar dalam Sistem Kliring Nasional
Bank Indonesia (SKNBI) dan/atau Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan”
 Secara sistem penyaluran langsung
Draft Perdirjen Perubahan PER-04/PB/2017 disebutkan RKD pada dapat dilakukan jika Bank tersebut
bank umum dibuka atas nama entitas Pemerintah Desa. masuk dalam SKNBI maupun BI-RTGS
Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 (diubah PP 50 Tahun Supplier Penyaluran Dana Desa :
2018):
1. Supplier Pemda diterima pada RKUD
Pasal 65 ayat(2): Pembayaran atas tagihan kepada Negara dilakukan
secara langsung dari Rekening Kas Umum Negara kepada yang 2. Supplier Desa diterima pada RKD
berhak.

Pasal 65 ayat(3): Dalam hal pembayaran secara langsung


kepada yang berhak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) belum
 Supplier Pemda pada SP2D Potongan Dana Desa
dapat dilaksanakan, pembayaran secara langsung atas tagihan ( SP2D Nihil)
kepada Negara dapat dilaksanakan melalui Bendahara  Supplier Desa pada SP2D Penyaluran Dana Desa
Pengeluaran.

Beneficiary/Penerima hak atas penyaluran


Dana Desa secara langsung adalah RKD

DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN


DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
27
Mekanisme Penyampaian Laporan/Dokumen Persyaratan Penyaluran Dana Desa
Rekam Alokasi Dana Desa per Desa (dapat dg • Memverifikasi dok. Persyaratan penyaluran
import data), Rekam Penyerapan, Rekam • Menerbitkan SPP
Capaian Output, dan Lembar Konfirmasi • Menerbitkan SPM dan menyampaikan ke KPPN selaku Kuasa BUN
Penerimaan Dana pada RKD • Menyampaikan surat perubahan Supplier baik penyelesaian Retur
maupun untuk perubahan Supplier ke KPPN Kuasa BUN
BPMD KPPN selaku
Melakukan perekaman
data ke Aplikasi OMSPAN
KPA
Memproses penerbitan SPP
dan SPM melalui APLIKASI
SAKTI

KPPN
DESA
Menyampaikan Data dan PEMDA selaku Kuasa
Dokumen Persyaratan Mengunggah Dokumen BUN
Penyaluran Manual atau persyaratan ke Aplikasi KPPN selaku Kuasa
• Menyampaikan
melalui Perubahan/pergantian
APLIKASI • APBDes
OMSPAN Memilih Desa-desa BUN menerbitkan
RekeningSISKEUDES
Desa • PERKADA
• Peraturan Desa mengenai APBDesa • Surat Kuasa Pemindahbukuan
layak salur SP2D sesuai tanggal
• Lap. realisasi penyerapan dan capaian • Surat Pernyataan Kebenaran Penerima DD RPD melalui
output Dana Desa TA sebelumnya • Cetak dan Upload Laporan Penyerapan dan Capaian • APLIKASI
Menerbitkan SP2D SPAN
• Lap. realisasi penyerapan dan capaian Keluaran • Proses Perubahan Supplier
output Dana Desa s.d. Tahap II • Menyampaian Surat Penyelesaian Retur dan • Proses Penyelesaian Retur
• Menyampaikan Lembar Konfirmasi Perubahan Supplier jika ada
Penerimaan Dana pada RKD • Laporan Penyerapan dan Capaian Keluaran yang diupload
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN dapat dari OMSPAN atau buatan/cetakan dari Desa 28
DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
Alur Penggantian dan Perubahan Supplier Desa
KPPN - KPA
PEMDESA BPMD PENYALURAN
BPKAD
BUN
Rekening Desa disampaikan
bersamaan dengan Meneliti Surat Permohonan
4
APBDesa
2 Perubahan Supplier Desa
3
1 Terima dan
Agenda Surat
Pendaftaran/Perubahan/Per 1. Verifikasi Surat permohonan Menyampaikan surat permohonan, Masuk
gantian Supplier Desa
perubahan Data Supplier Desa. dilampiri dengan :
1. Surat pengantar
2. Membuat Surat Pengatar 1. Surat permohonan perubahan data
permohonan
pembuatan/Perubahan permohonan perubahan Data Supplier Desa dari BPMD ; 5 Membuat
BCSU
data Supplier Desa; Supplier Desa dan dokumen 2. Surat permohonan perubahan data
2. fotocopy rekening Pendukungnya ke BPKAD Supplier Desa Pemdes;
Koran atau buku 3. Asli rekening koran atau fotocopy Update
tabungan RKD; dan
3. fotocopy NPWP.
buku tabungan RKD;
VERIFIKASI
Diterima
8 Supplier 9
4. Fotocopy NPWP; dan
Informasi Data RKD 5. informasi data RKD).
sekurang-kurangnya
memuat informasi
mengenai:
4. Kode bank; Ditolak dan
5. Nama bank tempat
dikembalikan
RKD dibuka;
6. Nama rekening; Perbaikan Data 10
7. Nomor rekening; dan Kelengkapan
8. Nama desa;
9. Nomor Pokok Wajib
Data Supplier Suplier 7 Data NRS
Desa terupdate
Pajak (NPWP)
pemerintah desa; sesuai dikirim ke
10. Alamat pemerintah perubahan OMSPAN SAKTI dan
desa; OMSPAN
supplier secara
11. Nama kabupaten/kota;
12. Nama provinsi; otomatis
13. Kode pos; dan
14. Kode Desa OMSPAN 11

DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN


DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
29
Alur Penyelesaian Retur Dana Desa
KPPN - KPA PERBANKAN
PEMDESA PEMDA BUN
PENYALURAN
Perbankan akan
menginformasikan data Retur
KPPN BUN menyampaikan ke KPPN BUN
OMSPAN
4
informasi terkait data Retur
1
Pemda akan 3 KPA Penyalur DFDD
2
ke KPA Penyalur DFDD dan
OMSPAN
berkoordinasi dengan menyampaikan ke
Desa di wilayahnya Pemda terakit Data
terkait perbaikan Retur
Rekening Desa

Perbaikan Rekening Desa 7


5 6 KPA Penyalur

OMSPAN
DFDD
Upload Surat Pengantar
membuat ADK
+ DokumenePerbaikan
BCSU
Supplier Desa

8 Proses Penyelesaian Retur

DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN


DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
30
Penerbitan SPP, SPM, dan SP2D Penyaluran Dana
 Penerbitan SPP
Desa
Berdasarkan Dokumen Persyaratan Penyaluran PPK BUN SPP penyaluran Dana Desa diatur sebagai berikut:
melakukan verifikasi meliputi: a. Menggunakan kode Supplier Desa;
a. kelengkapan dokumen; b. Kode jenis dokumen SPM 524;
b. kesesuaian dengan persyaratan penyaluran; c. Dibebankan pada akun 827717 (Pengeluaran Non Anggaran Pihak
c. batas waktu penerimaan dokumen; Ketiga Dana Hasil Pemotongan (DHP) Untuk Dana Desa).
PPK BUN d. kesesuaian alokasi Dana Desa setiap Desa berdasarkan
peraturan bupati/wali kota yang mengatur mengenai tata cara Nilai SPP penyaluran Dana Desa harus sama dengan nilai potongan
pembagian dan penetapan rincian dana desa setiap desa; dan pada SPP Pemotongan Dana Desa.
e. porsi penyaluran Dana Desa pada setiap tahap penyaluran
Dana Desa.
Uraian pada SPP penyaluran Dana Desa adalah “Penyaluran Dana
Desa Kab./Kota...... Tahap ....TA..... untuk.......Desa”.
PPK BUN menerbitkan SPP, terdiri dari:
a. SPP pemotongan Dana Desa; dan
b. SPP penyaluran Dana Desa.
PPK BUN menerbitan SPP Potongan Dana Desa dan SPP Penyaluran Dana
SPP pemotongan Dana Desa diatur sebagai berikut: Desa pada tanggal dan waktu yang bersamaan.
a. Menggunakan kode Supplier Pemda;
b. Kode jenis dokumen SPM 523;
c. Dibebankan pada 662111 (Dana Desa); dan
d. Potongan dengan kode akun 817717 (Penerimaan Non Anggaran
Pihak Ketiga Dana Hasil Pemotongan (DHP) Untuk Dana Desa).

Nilai potongan pada akun 817717 di SPP pemotongan Dana Desa


harus sama dengan nilai belanja pada akun 662111.

Uraian pada SPP potongan Dana Desa adalah “Pemindahbukuan


Dana Desa Kab./Kota...... Tahap ..... TA ..... untuk.......Desa”

DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN


DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
31
Penerbitan SPP, SPM, dan SP2D Penyaluran Dana
 Penerbitan SPM
Desa
 Penerbitan SP2D
PPSPM BUN melakukan pengujian sebagai berikut:
a. ketersediaan pagu dana dalam DIPA Petikan;
b. pihak yang berhak menerima penyaluran; BUN
c. kesesuaian alokasi Dana Desa setiap Desa berdasarkan peraturan
bupati/wali kota yang mengatur mengenai tata cara pembagian dan
PPSPM BUN penetapan rincian dana desa setiap desa; KPPN Kuasa BUN akan menerbitkan SP2D atas SPM
d. porsi penyaluran Dana Desa pada setiap penyaluran Dana Desa. pemotongan Dana Desa dan SP2D atas penyaluran Dana Desa
e. kesesuaian nilai SPP dengan nilai penyaluran yang dimintakan; harus dilakukan dalam tanggal SP2D yang sama.
f. kesesuaian pembebanan akun pada SPP;
g. kelengkapan dokumen persyaratan penyaluran; dan Penyaluran Dana Desa dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja
h. kesesuaian tanda tangan PPK BUN dengan spesimen yang diterima. setelah dokumen persyaratan telah diterima oleh KPA Penyaluran
DAK Fisik dan Dana Desa dengan lengkap dan benar.

PPSPM BUN menerbitkan SPM yang terdiri dari:


a. SPM pemotongan Dana Desa; dan Dalam hal nilai bersih total penyaluran Dana Desa kurang dari
b. SPM penyaluran Dana Desa. Rp1.000.000.000,- (satu miliar rupiah), penyaluran Dana Desa
dilakukan paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah dokumen
Uraian pada SPM pemotongan Dana Desa adalah “Pemindahbukuan Dana Desa persyaratan telah diterima oleh KPA Penyaluran DAK Fisik dan
Kab./Kota...... Tahap ..... TA ..... untuk.......Desa”. Dana Desa dengan lengkap dan benar.

Uraian pada SPM penyaluran Dana Desa adalah “Penyaluran Dana Desa
Kab./Kota......Tahap ....TA..... untuk.......Desa”.

SPM Potongan dan SPM Penyaluran diterbitkan dengan tanggal dan waktu
bersamaan.

DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN


DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
32
Rekonsiliasi sisa RKD dan sisa RKUD
Perubahan mekanisme penyaluran Dana Desa dari RKUN ke RKD memerlukan pengaturan terhadap sisa RKUD dan sisa RKD khususnya sisa Dana
Desa yang tidak akan dianggarkan kembali atau yang dianggarkan tetapi tidak memungkinkan kegiatan tersebut untuk dilaksanakan. Sisa Dana
Desa tersebut perlu dilakukan rekonsiliasi. Seperti desa-desa di Porong, Sidoarjo, atau yang Dana Desanya tersangkut masalah hukum.

 Rekonsiliasi sisa RKD  Rekonsiliasi sisa RKUD


Kepala Desa melakukan rekonsiliasi data kumulatif sisa Dana Bupati/wali kota melakukan rekonsiliasi data kumulatif sisa Dana Desa
Desa Tahun Anggaran 2015 sampai dengan 2018 di RKD dengan Tahun Anggaran 2015 sampai dengan 2018 di RKD dan data kumulatif sisa
bupati/wali kota paling lambat akhir bulan Juni 2020. Dana Desa Tahun Anggaran 2015 sampai dengan 2019 di RKUD dengan
Kepala KPPN selaku KPA Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa paling lambat
Kepala Desa menyetorkan kumulatif sisa Dana Desa Tahun Anggaran
akhir bulan September 2020.
2015 sampai dengan 2018 di RKD) ke RKUD paling lambat akhir bulan Juli
2020. Bupati/wali kota menyetorkan kumulatif sisa Dana Desa di RKD dan RKUD
hasil rekonsiliasi ke RKUN paling lambat akhir bulan Oktober 2020.

Sisa RKD yang sampai dengan penyaluran Tahap II 2019 yg telah Pemda masih diperbolehkan menyalurkan Dana Desa sd batas waktu
dianggarkan kembali tetapi belum digunakan sampai dengan bulan rekonsiliasi bagi Desa yang telah memenuhi persyaratan ke Pemda.
Agustus 2019, akan diperhitungkan dalam penyaluran Dana Desa Tahap II
2020. Sisa RKUD yang tidak disalurkan ke RKD sesuai hasil rekonsiliasi
dikembalikan ke RKUN.

DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN


DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
33
Langkah-langkah Persiapan penyaluran Dana
Desa 2020
Persiapan Penyaluran Dana Desa:
1. Supplier Desa yang akan digunakan sudah benar 5. APBDesa
 Pemda meneliti dan memastikan Nama Desa Penerima, Nomor Rekening dan Desa yang belum menyampaikan APBDesa secara sistem
Kode Desa yang digunakan sudah benar. tidak bisa muncul saat akan dipilih penyaluran Dana Desa.
 Dalam hal terdapat ketidaksesuaian, Pemda mengajukan perubahan Data 6. Surat Pengantar Dokumen Persyaratan Penyaluran
 Surat Pengantar Dokumen Persyaratan Penyaluran dapat
Supplier Desa.
2. BPMD merekam Alokasi Dana Desa per Desa berdasarkan Perkada ditandatangani Bupati/Wali kota atau Wakil Bupati/Wakil
 Sebelum penyaluran dilakukan KPPN dan Pemda meneliti kebenaran Alokasi Wali Kota atau Pejabat yang ditunjuk.
 Dalam hal ditandatangani pejabat yang ditunjuk, Pemda
Dana Desa setiap Desa yang direkam di OMSPAN oleh BPMD.
 Penyaluran Dana Desa kepada Desa layak salur ditentukan oleh besaran porsi harus menyampaikan SK penunjukan pejabat tersebut ke
penyaluran atas Alokasi Dana Desa setiap Desa yang direkam BPMD KPPN.
 Setelah dilakukan penyaluran, Alokasi Dana Desa per Desa akan dikunci oleh 7. Surat Pernyataan Kebenaran Penerima Penyaluran Dana Desa
 Setiap pengajuan penyaluran Dana Desa, Pemda
sistem.
3. Surat Kuasa Pemindahbukuan ttd Bupati/Walikota menyampaikan Surat Pernyataan Kebenaran Penerima
Pemda mempersiapkan Surat Kuasa Pemindahbukuan ditandatangi oleh Penyaluran Dana Desa.
 Surat Pernyataan Kebenaran Penerima Penyaluran Dana
Bupati/Walikota dan disampaikan sekali setiap Pemda.
4. Perbup/perkada Desa di tandatangani oleh Kepala BPKAD atas plh. pejabat
 Peraturan Bupati (Perbup)/Peraturan Kepala Daerah (Perkada) dijadikan dasar yang dalam hal Kepala BPKAD berhalangan,
perekaman alokasi Dana Desa setiap Desa dan sebagai penentu besaran
penyaluran Dana Desa setiap Desa.
 Perbup/Perkada wajib mencantumkan Rincian Dana Desa setiap Desa yang
meliputi Alokasi Dasar, Alokasi Afirmasi, Alokasi Kinerja, dan Alokasi Formula.
Alokasi Dasar (AD) : Rp 662.806.000 /Desa
Alokasi Afirmasi (AA) Desa Tertinggal: Rp 181.634.000/Desa
Desa Sangat Tertinggal: Rp363.268.000/Desa
Alokasi Kinerja (AK) : Rp 144.096.000 /Desa
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
34
Surat Pernyataan Kebenaran Penerima Penyaluran
Dana Desa

Petunjuk Pengisian

DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN


DIREKTORAT PELAKSANAAN ANGGARAN
35
TERIMA
KASIH