Anda di halaman 1dari 10

TEORI SIGMUND FREUD

PSIKOANALISIS
Defran tri cahyo ( 1193151005)
Annisa putri ( 1193351002
)
Ratu cantika balqish
( 1193351004 )
Marhama Armika ( 1193351005 )
Syahdika zahra ( 1193351013 )
Biografi Sigmund Freud

Sigmund Freud dilahirkan tahun 1856 di kota Freiberg yang kini terletak di
Cekoslowakia, tetapi tadinya termasuk wilayah Kerajaan Austria. Ia
merupakan anak dari Jacob Freud dan Amalia Freud. Masa Muda tatkala dia
berumur empat tahun, keluarganya pindah ke Wina dan di situlah dia
menghabiskan hampir seluruh hidupnya. Freud seorang mahasiswa yang
jempolan di sekolahnya, meraih gelar sarjana kedokteran dari Universitas
Wina tahun 1881

Karya Sigmund Freud gagasan Freud di bidang psikologi


Freud mengembangkan teknik berkembang tingkat demi tingkat. Baru pada tahun 1895 buku
psikoanalisa sebagai suatu pertamanya Penyelidikan tentang Histeria terbit, bekerja sama
metode penyembuhan penyakit dengan Breuer. Buku berikutnya Tafsir Mimpi terbit tahun 1900.
kejiwaan.
Dasar teori psikoanalisis Sigmund Freud

Sistematik yang dipakai Freud dalam


Teori Psikoanalisis menjadi teori yang paling mendiskripsi kepribadian menjadi tiga
komprehensif di antara teori kepribadian pokok yaitu:
lainnya, namun juga mendapatkan banyak
tanggapan baik ,tanggapan positif maupun
negatif. Peran penting dari ketidaksadaran
beserta insting-insting seks dan agresi yang • Struktur kepribadian,
ada di dalamnya dalam pengaturan tingkah • Dinamika kepribadian,
laku, menjadi karya atau temuan monumental • Perkembangan kepribadian
Freud.
Struktur kepribadian

Sadar (Conscious)

Struktur baru ini tidak mengganti struktur


Prasadar (Preconscious)
lama, tetapi melengkapi/menyempurnakan
gambaran mental terutama dalam fungsi
atau tujuannya.
Taksadar (Unconscious)
Dinamika kepribadian
Dinamika Kepribadian Freud sangat
terpengaruh oleh filsafat determinisme
dan positi- visme abad XIX dan
menganggap organisme manusia sebagai
suatu kompleks sistem energi, Instink, ada dua
lembatan antara energi tubuh dengan
kepribadian ialah das Es dengan nstink-
instinknya.

Instink hidup Instink mati

Fungsi instink-instink Suatu kenyataan yang


hidup ialah melayani tak dapat dipungkiri,
maksud individu icari bahwa tiap orang itu
lagi untuk tetap hidup pada akhirnya akan
dan memperpanjang mati juga.
ras
Perkembangan kepribadian

yaitu masa yang mempunyai peranan yang


menentukan dalam hal timbulnya neurosis pada
tahun-tahun yang lebih kemudian

Kepribadian itu berkembang dalam hubungan


dengan empat macam sumber tegangan pokok,
yaitu:

Proses pertumbuhan fisiologis,

Frustasi,

Konflik,
Ancaman.
Cara cara atau metode metode mengidentifikasi dan pemindahan obyek

Pemindahan
Identifikasi Obyek

pemindahan obyek itu penumpukan


definisi sebagai metode tegangan, yang kemudian bertindak
yang dipergunakan orang sebagai alasan yang tetap (kekuatan
dalam menghadapi orang pendorong yang tetap) bagi tingkah
laku.
Mekanisme Pertahanan das lch

Cara cara yang demikian itu disebut mekanisme


pertahanan. Bentuk-bentuk pokok mekanisme
pertahanan itu adalah

Fiksasi

Pembentukan reaksi,

Proyeksi,

Penekanan atau represi,


Fase-fase Perkembangan

fase - fase tersebut ialah:

a) fase oral 0; 0 sampai kira-kira 1; 0. Pada fase ini mulut merupa- kan daerah pokok aktivitas
dinamis.
b) fase anal: kira-kira 1:0 sampai kira-kira 3;0. Pada fase ini cathexis dan anti cathexis berpusat pada
fungsi eliminatif (pembuangan ri denge rang tel alami fik diri, kelak wat diarz kotoran).
c) fase falis; kira-kira 3.0 sampai 5;0. Pada fase ini alat-alat kelamin merupakan daerah erogen
terpenting.
d) fase latent: 5;0 sampai kira-kira 12;0 atau 13;0. Pada fase ini im- puls-impuls cenderung untuk ada
dalam keadaan tertekan.
e) fase genital. Pada fase genital mula (fase falis) mempunyai sifat narcistis, individu mempunyai
kepuasan dari perangsangan dan manipulasi tubuhnya sendiri dan orang orang lain diinginkan
hanya karena memberikan bentuk – bentuk tambahan dari kenikmatan jasmaniah itu.
Presiden pertama Republik Indonesia ini merupakan sosok yang memiliki pendirian yang teguh,
walaupun terkadang orang lain menganggap sifat tersebut sebagai sifat keras kepala. Sifat
tersebut telah dimilikinya semenjak ia masih muda

Pria kelahiran Surabaya, 6 Juni 1901 ini merupakan sosok yang royal (kontur bibir bawah tebal)
dan konservatif. Pemilik sifat tersebut lebih memilih menjaga dan merawat apa yang dimilikinya
daripada harus mencari hal baru untuk menggantikan sesuatu yang telah lama, karena fokusnya
yang tidak mudah terpecah pula, pemilik sifat tersebut benar-benar sangat menjaga apa yang
telah dicapai agar tetap stabil.

Meski memiliki sifat analistis yang tinggi, namun putra dari pasangan Raden Soekemi
Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai ini juga memiliki tingkat kecemasan yang cukup tinggi.
Sifat tersebut sering membuat Ir. Soekarno berpikir hal-hal yang belum atau mungkin tidak akan
pernah terjadi. Hal tersebut bisa dibilang wajar, mengingat kondisi Indonesia di masa itu. Pendiri
dari Algemene Studie Club ini juga termasuk pribadi yang pemilih / formal (jarak antar dasar alis
dan atas mata). Ia sosok yang tidak bisa menerima berbagai hal secara 'mentah' dan ia tidak akan
sungkan menanyakan berbagai alasan mengapa hal tersebut harus diterima dirinya. Sifat
tersebut diperkuat dengan toleran rendah yang dimilikinya. Sifat tersebut dapat diartikan bahwa
ia mengharapkan segala sesuatunya berjalan dengan lancar dan sempurna, ia tidak mentoleransi
kesalahan-kesalahan kecill yang sebenarnya tidak harus terjadi. Kedua sifat tadi, ditambah
dengan kesenangannya dalam berdebat, menjadikan dirinya sebagai pribadi yang lihai dalam
menyampaikan suatu gagasan.