Anda di halaman 1dari 19

Pertemuan

03

Bahasa Indonesia Baku


Bahasa Indonesia

Widi Astuti, M.Pd.

Program Studi Akuntansi


Fakultas Ekonomi
Universitas Mercu Buana Yogyakarta
2020
Ragam Bahasa Indonesia

• Bahasa Indonesia memiliki berbagai ragam


bahasa yang dapat diklasifikasikan berdasarkan
perspektif tertentu.
• Berdasarkan fungsi pemakaiannya, terdapat
setidaknya empat ragam bahasa.

Ragam bahasa ilmiah

Ragam bahasa sastra


Ragam bahasa berdasarkan fungsi
pemakaiannya
Ragam bahasa jurnalistik

Ragam bahasa undang-undang


Ragam Bahasa Ilmiah

• Ragam bahasa ilmiah digunakan dalam


penulisan karya ilmiah
• Ciri-ciri ragam bahasa ilmiah:
1. bersifat formal objektif;
2. gagasan diungkapkan secara jelas dan tepat;
3. menghindari ungkapan ekstrem dan
emosional;
4. menggunakan istilah teknis secara tepat dan
spesifik.
Ragam Bahasa Sastra

• Ragam bahasa sastra digunakan dalam karya


sastra.
• Ciri-ciri ragam bahasa sastra:
1. bersifat kreatif;
2. menggunakan banyak gaya bahasa;
3. makna denotatif dan konotatif;
4. menggunakan kata-kata tidak baku.
Ragam Bahasa Jurnalistik

• Ragam bahasa jurnalistik digunakan di media


massa seperti koran, majalah, maupun media
daring (online).

• Ciri-ciri ragam bahasa jurnalistik, yaitu


komunikatif dan sederhana.
Ragam Bahasa Undang-Undang

• Ragam undang-undang digunakan pada


undang-undang dan produk hukum lain.

• Ciri-ciri ragam bahasa undang-undang, yaitu


menjaga akurasi makna dan menggunakan
istilah khusus dalam bidang hukum.
Pengertian Bahasa Indonesia Baku

• Bahasa baku ialah bahasa yang


menjadi pokok, yang menjadi dasar ukuran,
atau yang menjadi standar.
• Bahasa baku atau bahasa standar itu harus
diterima atau berterima bagi masyarakat
bahasa.
Pengertian Bahasa Indonesia Nonbaku

. • Istilah bahasa nonstandar ini sering disinonimkan dengan


istilah bahasa tidak baku.

• Menurut Alwasilah (1981: 16), bahasa tidak baku adalah


bentuk bahasa yang biasa memakai kata-kata atau
ungkapan, struktur kalimat, ejaan, dan pengucapan yang
tidak biasa dipakai oleh mereka yang berpendidikan.

• Bahasa Indonesia nonbaku adalah salah satu ragam


bahasa Indonesia yang tidak diterima dan tidak
difungsikan sebagai model masyarakat Indonesia secara
luas, tetapi dipakai oleh masyarakat secara khusus dan
tidak mengikuti kaidah-kaidah bahasa Indonesia.
Ciri-Ciri Bahasa Indonesia Baku

• Pelafalan tidak dipengaruhi oleh bahasa daerah/dialek.


Contoh:
 keterampilan bukan ketrampilan
• Bentuk kata yang berawalan me- dan ber- dan lain-
lain ditulis dengan jelas.
Contoh:
Banjir menyerang kampung yang banyak penduduknya itu.
Kuliah sudah berjalan dengan baik.
• Konjungsi sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia
baku ditulis secara jelas dan tetap di dalam kalimat.
Contoh:
 Sampai dengan hari ini ia tidak percaya kepada siapa
pun karena semua diangapnya penipu.
• Partikel -kah, -lah dan -pun sebagai bagian morfologi
bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap di
dalam kalimat.
Contoh:
 Bacalah buku itu sampai selesai!
 Bagaimanakah cara kita memperbaiki kesalahan diri?
 Bagaimanapun kita harus menerima perubahan ini
dengan lapang dada.
• Preposisi ditulis dengan jelas.
Contoh:
 Saya bertemu dia di rumah nenek.
• Bentuk kata ulang atau reduplikasi ditulis dengan jelas.
Contoh:
 Negara-negara maju telah melakukan penelitian ini.
• Kata ganti ditulis dengan jelas.
Contoh:
 Saudara memang harus mempertanggungjawabkan
hal itu.
• Fungsi gramatikal (subjek, predikat, objek) sebagai
bagian kalimat bahasa Indonesia baku ditulis atau
diucapkan secara jelas dan tetap dalam kalimat.
Contoh:
 Mereka mendapat hadiah. (S-P-O).
• Struktur kalimat baik tunggal maupun majemuk ditulis atau diucapkan
secara jelas.
Contoh:
 Mereka sedang mengikuti perkuliahan dasar-dasar Akuntansi I. 
 Sebelum melakukan analisis data, dia mengumpulkan data secara
sungguh-sungguh.
• Kosakata bahasa Indonesia baku ditulis atau diucapkan secara jelas dan
tetap dalam kalimat.
Contoh:
 mengapa, tetapi, bagaimana, memberitahukan, hari ini,
bertemu, tertawa, mengatakan, pergi, silakan.
• Ejaan resmi sebagai bagian bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas
dan tetap baik kata, kalimat, maupun tanda-tanda baca sesuai dengan
Ejaan Bahasa Indonesia.
• Peristilahan baku sebagai bagian bahasa Indonesia baku dipakai sesuai
dengan Pedoman Umum Pembentukan Istilah yang dikeluarkan oleh
Pemerintah melalui Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Ciri-Ciri Bahasa Indonesia Nonbaku

Ciri-ciri bahasa Indonesia nonbaku, yaitu:


• terpengaruh bahasa daerah/asing;
• merupakan ragam bahasa percakapan sehari-hari;
• pemakaian imbuhannya secara implisit.

Contoh:
Dia kerja di restoran itu.
Bikinin saya kopi satu, ya!
Jangan lupa bilang ke Sarah kalau aku pulang
malam.
Fungsi Bahasa Indonesia Baku

• Fungsi Pemersatu
Bahasa Indonesia baku berfungsi
mempersatukan atau menghubungkan penutur
berbagai dialek bahasa itu.
Bahasa Indonesia baku mengikat kebhinekaan
rumpun dan bahasa yang ada di Indonesia
dengan mangatasi batas-batas kedaerahan.
Bahasa Indonesia baku merupakan wahana
atau alat dan pengungkap kebudayaan
nasional yang utama.
• Fungsi Penanda Kepribadian/Kekhasan
Bahasa Indonesia baku merupakan ciri khas
yang membedakannya dengan bahasa-bahasa
lainnya.
Dengan bahasa Indonesia baku, bangsa
Indonesia kita menyatakan identitasnya.
Bahasa Indonesia baku berbeda dengan
bahasa Malaysia atau bahasa Melayu
di Singapura dan Brunei Darussalam. Bahasa
Indonesia baku dianggap sudah berbeda
dengan bahasa Melayu Riau yang menjadi
induknya.
• Fungsi Pembawa Kewibawaan
Pemilikan bahasa Indonesia baku akan membawa
serta wibawa atau prestise. Fungsi pembawa
wibawa berkaitan dengan usaha mencapai
kesederajatan dengan peradaban lain yang
dikagumi melalui pemerolehan bahasa baku. 
Di samping itu, pemakai bahasa yang mahir
berbahasa Indonesia baku  memperoleh wibawa di
mata orang lain. Fungsi yang menyangkut
kewibawaan itu juga terlaksana jika bahasa
Indonesia baku dapat dipautkan dengan hasil
teknologi baru dan unsur kebudayaan baru.
• Fungsi Kerangka Acuan
Bahasa Indonesia baku berfungsi sebagai kerangka
acuan bagi pemakainya dengan adanya norma atau
kaidah yang dikodifikasi secara jelas.
Norma atau kaidah bahasa Indonesia baku itu
menjadi tolok ukur pemakaian bahasa Indonesia
baku secara benar.
Oleh karena itu, penilaian pemakaian bahasa
Indonesia baku dapat dilakukan. Norma atau kaidah
bahasa Indonesia baku juga menjadi acuan umum
bagi segala jenis pemakaian bahasa yang menarik
perhatian karena bentuknya yang khas.
Fungsi Bahasa Indonesia Nonbaku

• Bahasa nonbaku digunakan ketika dalam


keadaan santai (tidak resmi) atau kehidupan
sehari-hari, misalnya saat mengobrol bersama
teman, berbelanja di pasar, dan sebagainya.
• Fungsi bahasa Indonesia nonbaku adalah
untuk menciptakan keakraban dalam
berkomunikasi.
Terima Kasih
Widi Astuti, M.Pd.