Anda di halaman 1dari 8

IKATAN VAN DER WALLS

DISUSUN OLEH :
ERIKA ERHULINA PURBA
LENI VITRIA N SIRAIT
IKATAN VAN DER WAALS
Ketika molekul berkumpul bersama dalam keadaan cair dan padat,
pendekatan mereka terhadap satu sama lain dibatasi oleh gaya tolak
jarak pendek, yang dihasilkan dari tumpang tindih daerah luar yang
tersebar dari awan elektron di sekitar atom. Secara kolektif, semua
gaya tarik menarik ini yang tidak ionik atau kovalen disebut gaya van
der waals. Itu berkembang bahwa baik gaya tarik maupun tolakan
besarnya kira-kira konstan konstan di atas sebagian besar molekul dan
dengan demikian jarak antar molekul dalam fase terkondensasi tidak
banyak berbeda.
1. GAYA ORIENTASI

Gaya orientasi terjadi pada molekul-molekul yang mempunyai dipol


permanen atau molekul polar. Antaraksi antara kutub positif dari satu
molekul dengan kutub negatif dari molekul yang lain akan menimbulkan
gaya tarik-menarik yang relatif lemah. Gaya ini memberi sumbangan
yang relatif kecil terhadap gaya Van der Waals, secara keseluruhan.
Kekuatan gaya orientasi ini akan semakin besar bila molekul-molekul
tersebut mengalami penataan dengan ujung positif suatu molekul
mengarah ke ujung negatif dari molekul yang lain. Misalnya, pada
molekul-molekul HCl.
2. GAYA IMBAS/INDUKSI

Gaya imbas terjadi bila terdapat molekul dengan dipol permanen,


berinteraksi dengan molekul dengan dipol sesaat. Adanya molekul-
molekul polar dengan dipol permanen akan menyebabkan imbasan dari
kutub molekul polar kepada molekul nonpolar, sehingga elektron-
elektron dari molekul nonpolar tersebut mengumpul pada salah satu
sisi molekul (terdorongatau tertarik), yang menimbulkan terjadinya
dipol sesaat pada molekul nonpolar tersebut.
Terjadinya dipol sesaat akan berakibat adanya gaya tarik-menarik
antardipol tersebut yang menghasilkan gaya imbas. Gaya imbas juga
memberikan andil yang kecil terhadap keseluruhan gaya Van der
Waals.
KLARIFIKASI IKATAN VAN DER WAALS BERDASARKAN KEPOLARAN

1. INTERAKSI ION – DIPOLE 2. INTERAKSI DIPOL – DIPOL

Gaya antarmolekul ini Interaksi dipol – dipol


terjadi antara ion dan merupakan interaksi antara
senyawa kovalen polar. sesama molekul polar
Ketika dilarutkan dalam (dipol). Interaksi ini terjadi
senyawa kovalen polar, antara ekor dan kepala
senyawa ion akan terionisasi dimana jika berlawanan
menjadi ion positif dan ion kutub maka akan tarik-
negatif. Ion positif akan menarik dan sebaliknya.
tarik menarik dengan dipol
negatif, dan sebaliknya.
3. INTERAKSI ION – DIPOL 4. INTERAKSI DIPOL – DIPOL
TERINDUKSI TERINDUKSI
Interaksi ion – dipol terinduksi Suatu molekul polar yang
merupakan interaksi antara aksi ion berdekatan dengan molekul
dengan dipol terinduksi. Dipol nonpolar, akan dapat
terinduksi merupakan molekul menginduksi molekul nonpolar.
netral yang menjadi dipol akibat Akibatnya. Molekul nonpolar
induksi partikel bermuatan yang memiliki dipol terinduksi.
berada didekatnya. Partikel
Dipol dari molekul polar akan
penginduksi tersebut dapat berupa
saling tarik-menarik dengan dipol
ion atau dipol lain dimana
kemampuan menginduksi ion lebih
terinduksi dari molekul nonpolar.
besar daripada kemampuan Contohnya terjadi pada interaksi
menginduksi dipol karena muatan antara HCl (molekul polar)
ion yang juga jauh lebih besar.  dengan Cl2 (molekul nonpolar).
Gaya London

 Gaya london (gaya dispersi) merupakan gaya tarik menarik antar molekul
nonpolar akibat adanya dipol terimbas yang ditimbulkan oleh perpindahan
elektron dari satu orbital ke orbital lain membentuk dipol sesaat. Gaya
london mengakibatkan molekul nonpolar bersifat agak polar.

 Jika massa molekul relatif semakin besar maka molekul semakin mudah
mengalami polarisasi sehingga gaya london semakin kuat. 

 Oleh karena itu jika masa molekul relatif zat semakin besar maka titik didih
dan titik lelehnya semakin tinggi.
Syarat terbentuknya ikatan van der walls

 Jumlah electron dalam atom atau molekul
Makin besar ukuran atom atau molekul, makin besar jumlah elektron sehingga
makin jauh pula elektron terluar dari inti dan makin mudah awan electron
terpolarisasi, serta makin besar gaya dispersi.

 Bentuk molekul
Molekul yang memanjang/tidak bulat, lebih mudah menjadi dipole dibandingkan
dengan molekul yang bulat sehingga gaya disperse londonnya akansemakin besar

 Kepolaran molekul
semakinkecil kepolaran molekulnya maka gaya Van Der Waalsnya juga akan makin
kecil

 Titik didih
titik didih meningkat sejalan dengan menurunnya posisi unsur pada golongan
adalah kenaikan jumlah elektron, dan jugatentunya jari-jari atom. Lebih banyak
elektron yang dimiliki, dan lebih menjauhsejauh mungkin, yang paling besar
memungkinkan dipol sementara terbesar dan karena itu gaya dispersi paling besar.