Anda di halaman 1dari 11

PEMASANGAN

KATETER
Pemasan
gan
Kateter??
?? Tindakan kateterisasi
merupakan tindakan
invasif dan dapat
sebuah prosedur menimbulkan rasa
rutin yang nyeri, sehingga jika
dilakukan untuk dikerjakan dengan
mengeluarkan isi cara yang keliru akan
urin dalam menimbulkan
kandung kemih kerusakan saluran
secara langsung. uretra yang
permanen.
TUJUAN

Keperluan diagnostik
• Untuk mencari etiologi dari
gangguan sistem urin

Terapi
• Untuk mengurangi retensi urin,
dalam pengobatan tertentu, atau
INDIKASI
Indikasi Diagnostik

• Monitoring dari produksi urin (urine output), sebagai


indikator status cairan dan menilai perfusi renal
(terutama pada pasien kritis)
• Pemeriksaan radiologi pada saluran kemih
• Diagnosis dari perdarahan saluran kemih, atau
obstruksi saluran kemih (misalnya striktur atau
hipertropi prostat) yang ditandai dengan kesulitan
memasukkan kateter
Indikasi Terapi
• Retensi urin akut (misalnya pada benign prostatic hyperplasia, bekuan darah,
gangguan neurogenik)
• Inkontinensia urin yang tidak tertangani dengan terapi lainnya, yang juga
dapat menyebabkan iritasi pada kulit sekitar kemaluan
• Inisiasi irigasi kandung kemih berkelanjutan
• Pemeliharaan kondisi higiene atau sebagai terapi paliatif (pasien terminal)
pada kondisi pasien yang memerlukan istirahat (bedrest) dalam waktu lama
• Tindakan bedah urologi
• Nerve-related bladder dysfunction misalnya trauma spinalis
• Setelah atau sebelum operasi
KONTRAINDIKASI

• pasien dengan gejala trauma pada traktus urinarius bagian bawah,


misalnya terjadi robekan pada uretra. Kondisi ini dapat ditemukan pada
pasien laki-laki yang mengalami trauma pelvis atau straddle-type injury.
Gejala yang dapat ditemukan pada pemeriksaan fisik adalah ditemukannya
prostat yang meninggi (high-riding) atau edema, hematom di perineum,
atau keluarnya darah dari lubang uretra. Apabila kondisi ini ditemukan
maka harus dilakukan pemeriksaan uretrogram untuk menghindari
terjadinya robekan pada uretra sebelum dilakukan pemasangan kateter.
JENNIS KATETER
1. Kateter Uretral Indwelling (kateter menetap)
• Kateter yang dapat dipasang hingga ke dalam kandung kemih untuk jangka waktu
singkat hingga jangka panjang
2. Kateter Kondom
• Penggunaan kateter kondom biasanya diberikan pada pria dengan inkontinensia
urin. Tidak ada tabung kateter yang dimasukan ke dalam penis, melainkan
berbentuk seperti kondom yang hanya membungkus bagian luar batang penis.
Selang penghubung berada di ujung kondom untuk disambungkan ke kantung urin.
Kateter jenis ini harus diganti setiap hari.
3. Kateter Intermiten
• Kateter ini digunakan pada kondisi-kondisi di saat kateter diperlukan sesekali saja
atau tidak ingin menggunakan kantung urin. Kateter akan dimasukan hingga ke
kandung kemih untuk irigasi urin, dan kemudian dilepas kembali. Hal ini dapat
dilakukan sekali atau beberapa kali sehari. Frekuensinya tergantung pada kebutuhan
pasien atau seberapa banyak urin harus dikeluarkan dari kandung kemih.
KONDOM KATETER
KATETER SEMENTARA KATETER MENETAP
UKURAN KATETER
Ukuran kateter
• Wanita Dewasa Kateter no 14/16
• Laki-laki dewasa Kateter no 18/20
• Anak-anak Kateter no 8/10
Panjang kateter
• wanita 3,7 – 7 cm
• pria 14 – 20 cm
Kateter yang masuk
• wanita 5 – 7,5
• pria 15 – 22,5