Anda di halaman 1dari 26

FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM

Oleh: Drs. Ainur Rafik, MAg.

PEMIKIRAN TENTANG
DASAR/SUMBER DAN TUJUAN
PENDIDIKAN ISLAM
Dasar / Sumber Pendidikan:

Dasar adalah fondasi yang


melandasi bangunan sistem
pendidikan.
Sumber adalah muara yang
mengalirkan/memancarkan
pandangan, pemikiran dan nilai-
nilai pendidikan.
Dasar/sumber Pend. Islam:

Dasar pendidikan adalah landasan yang menjadi


pondasi dari bangunan pendidikan yang
diselenggarakan, sedangkan sumber pendidikan
adalah norma yang menjadi nilai dan inspirasi bagi
pelaksanaan pendidikan.
Yang menjadi dasar dan sumber Pendidikan Islam
adalah : 1). Al-Quran, 2). Al-Hadits, dan 3). Al-
Ijtihad (termasuk dlm ijtihad ini adalah Pancasila,
UUD 1945, dan Peraturan perundangan lainnya).
Dasar naqli :

Berdasarkan Q.S. An-Nisa’ 59, dan

Hadits Mu’adz bin Jabal: Pesan Rasul kepada Mu’adz bin Jabal ketika
ditugaskan sebagai gubernur di Yaman:

Nabi : Dengan apakah engkau menentukan hukum?


Mu’adz: Dengan kitab Allah.
Nabi : Kalau engkau tidak mendapatkannya di sana?
Mu’adz: Dengan sunnah atau hadits Rasul.
Nabi : Kalau juga engkau tidak mendapatkannya di sana ?
Mu’adz: Saya akan berijtihad dengan akal saya.
Nabi : Segala puji bagi Allah yang telah berkenan memberi
petunjuk kepada utusan Rasul-Nya.
(HR. Abu Daud)
Dasar kehujjahan

Apa dan mengapa Al-


Qur’an ?
Apa dan mengapa As-
Sunnah ?
Apa dan mengapa Ijtihad ?
Pancasila dan UUD 1945 sbg Dasar Pendidikan Nasional:

Dasar / sumber pendidikan


hendaknya mengacu pada falsafah
bangsa yang merepresentasikan
pandangan dunia (world view),
pandangan hidup dan ideologi bangsa
yang bersangkutan. Maka dasar
pendidikan Nasional Indonesia
adalah Pancasila dan UUD 1945.
Dasar / Sumber PI dalam Sisdiknas:

Pendidikan Islam merupakan subsistem


dari Sisdiknas, maka dasar pelaksanaannya
harus sejalan dengan dasar pendidikan
Nasional.
 Dasar/sumber pendidikan Islam adalah al-
Qur’an, al-Hadits, dan Ijtihad.

Persoalannya, dimana posisi al-Qur’an dan


al-Hadits dalam Sisdiknas?
Dapatkah Pend. Islam menjadi
sistem alternatif dalam Sisdiknas ?

Mengapa perlu sistem alternatif ?


Pendidikan nasional telah gagal mengantarkan anak
bangsa mencapai tujuan pendidikan.
Hasil studi PERC, 2004, tentang Corruption Country,
menempatkan Indonesia pada rangking pertama se Asia.
Tahun 2019, indek persepsi korupsi Indonesia peringkat
89 di dunia. Laporan CPI tahun 2019 menempatkan
Indonesia pada peringkat 87 dari 157 negara.
Laporan UNDP, 2019, tentang Human Development
Report, menempatkan Indonesia pada peringkat 6 di
ASEAN lebih unggul dari Kamboja, Laos dan Myanmar.
Pend. Islam sebagai sistem alternatif dalam Sisdiknas :

Faktor normatif :Diyakini bahwa dasar dan sumber pendidikan Islam adalah
Al-Quran dan Al-Hadits sebagai dasar dan sumber ajaran Islam yang mutlak dan
wajib dipedomani. Cek Q.S. Al-Baqoroh 1-2, Q.S. An-Nisa’ 59, 105.

Faktor yuridis :Pancasila dan UUD 1945 merupakan kristalisasi nilai-nilai dari
perjuangan bangsa Indonesia dan khususnya umat Islam dalam merumuskan
nilai-nilai kehidupan dalam berbangsa dan bernegara. Berdasar Pancasila dan
UUD 1945 disusun peraturan perundangan (termasuk juga tentang pendidikan)
dengan cara menginterpretasikan nilai-nilai dan mengkomunikasikan secara
timbal balik dengan realitas dan fenomena kehidupan bangsa.

Faktor sosial-kultural :Umat Islam di Indonesia adalah mayoritas dengan


populasi lebih dari 80% penduduk Indonesia. Karena itu tidak berlebihan
sekiranya yang mayoritas ini menentukan, merumuskan dan mengatur arah dan
strategi pembangunan pendidikan nasional sehingga umat Islam dapat mengambil
manfaat yang sebesar-besarnya dari pelaksanaan pendidikan nasional.
Soal-soal :

Apa dasar/sumber pendidikan Islam ?


Apakah al-Quran, al-Hadits, dan Ijtihad ?
Pendidikan Islam merupakan subsistem dari
Sisdiknas, maka dasar pelaksanaannya harus sejalan
dengan dasar pendidikan Nasional. Jelaskan posisi
al-Qur’an dan al-Hadits dalam Sisdiknas?
FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM

Topik Bahasan :
HAKEKAT TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM
Fungsi tujuan bagi pendidikan:

Mengarahkan kegiatan pendidikan


Mengakhiri kegiatan pendidikan
Menjadi titik pangkal untuk mencapai tujuan
lebih lanjut
Sebagai bahan evaluasi terhadap kegiatan
pendidikan
Hakekat Tujuan Pendidikan Islam

Bahwa kegiatan pendidikan adalah bagian dari pada


hidup, maka tujuan pendidikan Islam sejalan dengan
tujuan hidup manusia. Dalam Q.S. Ad-Dzariyat 56
disebutkan bahwa tujuan hidup manusia adalah
ibadah.
Ibadah dalam pengertiannya yang luas adalah
upaya memaksimalkan segala potensialitas
manusia mencapai insan kamil.
Kata Kunci 1:

Kata upaya memaksimalkan adalah proses yang


dapat mengantarkan pada pencapaian tujuan atau
hasil. Banyak aspek yang terkait secara integral dalam
proses pendidikan Islam, yaitu: pendidik, peserta
didik, materi/isi, strategi dan metode, alat/media, dan
lingkungan.
Mengacu pada hadits Nabi: “antum a’lamu bi
umuri dunyakum” mendorong kita untuk
merumuskan epistemologi pendidikan Islam secara
tepat, kontekstual dan relevan dengan kebutuhan
umat Islam.
Idealitas Pend. Islam:

Idealitas PI diperoleh melalui pertanyaan filosofis :


What (ontologi), Why (aksiologi), How
(epistemologi).
What PI ? -> Al-Qur’an
Why PI ? -> Al-Ibadah
How PI ? -> Kata Nabi : “antum a’lamu bi
umuri dunyakum”
Kata Kunci 2:

Potensialitas manusia merupakan bagian dari


kesempurnaan (ciptaan) Tuhan. Cek Q.S. Al-Hijr 29.
“fa idza sawwaituhu wa nafakhtu fiehi min
ruhie...”
Kesempurnaan Tuhan tergambar pada 99 sifat al-
Asma’ al-Husna. Cek Q.S. Al-A’rof 180. ”wa lillahi
al-asma al-husna, fa-ud’uhu biha”
Potensi manusia adalah potensi yang unggul
yang secara dinamis berevolusi menuju
(ilaihi) kesempurnaan Tuhan.
Kata Kunci 3:

Insan Kamil adalah manusia sempurna yang mencakup indikator-indikator


berikut :
Akalnya cerdas dan pandai
Rohaninya berkualitas tinggi
Jasmaninya sehat, kuat dan terampil
Indikator capaian tujuan Pendidikan Nasional :
Beriman
Bertakwa
Berakhlak mulia
Sehat
Berilmu
Cakap
Kreatif
Mandiri
Demokratis
Bertanggung jawab
Tujuan Pendidikan Nasional:

1. Beriman
2. Bertakwa
3. Berakhlak mulia
4. Sehat
5. Berilmu
6. Cakap
7. Kreatif
8. Mandiri
9. Demokratis
10.Bertanggung jawab
Idealitas insan kamil:

Hadits Qudsi:
“la yazalu ‘abdi yataqorrobu ilaiya
binnawafili hatta uhibbahu. Idza kuntu
ahbabtuhu, kuntu bashorohu alladzi
yubshiru biha, kuntu sam’ahu alladzi
yasma’u biha, kuntu yadahu alladzi
yubthisyu biha, kuntu rijlahu alladzi
yamsyi biha”. (H.R.Bukhori)
Struktur tujuan pendidikan:

Tujuan Nasional
Tujuan Institusional
(kelembagaan)
Tujuan Kurikuler program
studi/jurusan
Tujuan Instruksional
(pembelajaran)
Prinsip formulasi tujuan PI:

Prinsip universal
Prinsip keseimbangan
Prinsip kejelasan
Prinsip tak bertentangan
Prinsip realisme
Prinsip perubahan
Prinsip perbedaan individu
Prinsip dinamika
Prinsip perumusan tujuan pend Islam:

Memperhatikan sasaran pendidikan, yaitu: akal


(domain kognitif), hati (domain afektif), dan
jasmani (domain psikomotorik).
Memperhatikan kualitas yang diharapkan, yaitu:
kualitas imanitas, kualitas jiwa dan pandangan
hidup islami, serta kualitas kepekaan terhadap
perubahan dan dinamika Ipteks.
Memperhatikan dimensi kebutuhan hidup
manusia, baik sebagai mahluk individual maupun
sebagai mahluk sosial.
Rumusan tujuan pendidikan Islam:

Tujuan individual:
Beriman dan bertakwa
Berahlak mulia
Sehat, kuat dan terampil
Harmonis dan tenteram jiwanya
Berilmu pengetahuan
Cinta seni
Berbakat dan kreatif
Berkompetensi sosial, ekonomi dan politik
Apresiatif terhadap kepentingan orang lain
Rumusan tujuan pendidikan Islam:

Tujuan sosial:
Memperkuat kehidupan agama, spiritual dan
masyarakat
Mengembangkan ilmu, budaya dan seni
Mengembangkan bahasa Arab
Membangun masyarakat yang kokoh dan kuat
Membangun masyarakat yang maju dalam bidang
ekonomi
Membangun masyarakat yang cinta perdamaian
Mengembangkan prinsip pendidikan sepanjang
hayat
Soal-soal :

 Apakah fungsi tujuan bagi pendidikan ?


 Apakah tujuan dari pendidikan Islam?
 Apa indikator manusia seutuhnya (insan kamil) ?
Apa tujuan dari pendidikan nasional ?
 Bahwa manusia sebagai mahluk individual dan
sosial, maka tujuan pendidikan Islam mencakup
keduanya. jelaskan