Anda di halaman 1dari 13

KONSEP KESEHATAN DAN

KESELAMATAN KERJA (K3)

1. Ainur Rofiah
2. Intan Nur K
3. Islahiyah P
4. Melinda Ayu
5. Nadya Yulistiana
6. Santi Larasati
PENGERTIAN K3
Kesehatan dan keselamatan kerja adalah salah
satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat
kerja yang aman, sehat dan nyaman sehingga
dapat mengurangi dan atau bebas dari
kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
yang ada akhirnya dapat meningkatkan
efisiensi dan produktifitas kerja.
TUJUAN K3
Tujuan umum dari K3 adalah menciptakan
tenaga kerja yang sehat dan produktif.
MANFAAT K3

Manfaat bagi Rumah Sakit :


 Meningkatkan mutu pelayanan

 Mempertahankan kelangsungan operasional


Rumah Sakit
 Meningkatkan citra Rumah Sakit
Manfaat bagi Perawat RS :
 Melindungi Perawat dari Penyakit Akibat Kerja
(PAK)
 Mencegah terjadinya Kecelakaan Akibat Kerja
(KAK)
Manfaat bagi Pasien dan Pengunjung :
 Mutu layanan yang baik

 Kepuasan pasien dan pengunjung


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KECELAKAAN KERJA
 Perbuatan manusia yang tidak aman
 Kondisi fisik dan mekanis yang tidak aman

 Berdasarkan analisis sebab kecelakaan yang terjadi


pada umumnya disebabkan oleh perbuatan yang
membahayakan
 Kecelakaan tidak hanya disebabkan oleh suatu
faktor, penggolongan menurut jenis akan dapat
menunjukan peristiwa yang langsung mengakibatkan
kecelakaan dan menyatakan bagaimana suatu benda
atau zat menyebabkan terjadinya kecelakaan
 Beberapa faktor fisik (material) yang mempengarui
lingkungan kerja, yaitu pewarnaan, kebersihan,
penerangan, ventilasi udara, musik, keamanan dan
kebisingan
PENGERTIAN HAZARD
Hazard atau bahaya merupakan sumber
potensi kerusakan atau situasi yang berpotensi
untuk menimbulkan kerugian.
UPAYA MEMINIMALKAN RESIKO DAN HAZARD PADA PERAWAT DALAM TAHAP PENGKAJIAN BERDASARKAN KASUS PENYAKIT AKIBAT KERJA.

 Batasi akses ketempat isolasi .


 Menggunakan APD dengan benar.

 SOP memasang APD, jangan ada sedikitpun bagian tubuh


yang tidak tertutup APD.
 Petugas tidak boleh menyembunyikan wajahnya sendiri.

 Membatasi sentuhan langsung ke pasien.

 Cuci tangan dengan air dan sabun.

 Bersihkan kaki dengan di semprot ketika meninggalkan


ruangan tempat melepas APD.
 Lakukan pemeriksaan berkala pada pekerja.

 Hindari memegang benda yang mungkin terkontaminasi


UPAYA MENCEGAH DAN MEMINIMALKAN
RISIKO DAN HAZARD PADA TAHAP
PERENCANAAN ASUHAN KEPERAWATAN

 Identifikasi sumber bahaya, penilaian dan


pengendalian faktor resiko
 Membuat peraturan

 Tujuan dan sasaran

 Indikator kinerja

 Program kerja

 Pengorganisasian
UPAYA MENCEGAH HAZARD DAN RISIKO
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN :

 membantu dalam aktifitas sehari-hari


 konseling

 memberikan asuhan keperawatan langsung.

 Kompensasi untuk reaksi yang merugikan.

 Teknik tepat dalam memberikan perawatan


dan menyiapkan klien utnuk prosedur.
 Mencapai tujuan perawatan mengawasi dan
menggevaluasi kerja dari anggota staf lain.
UPAYA MENCEGAH DAN MEMINIMALKAN
RISIKO DAN HAZARD PADA TAHAP
EVALUASI ASUHAN KEPERAWATAN

 Pencatatan dan pelaporan K3 terintegrasi ke


dalam sistem pelaporan RS (SPRS)
 Inspeksi dan pengujian

 Melaksanakan audit K3
DAFTAR PUSTAKA

 Depkes RI. (2008). Panduan Nasional


Keselamatn Pasien Rumah Sakit(patient
safety), 2 edn. Jakarta : Bakti Husada
 Yahya, A. (2009). Integrasikan Kegiatan
Manajemen Risiko. Workshop Keselamatan
Pasien dan Manajemen Risiko Klinis. PERSI:
KKP-RS
 https://www.scribd.com/mobile/doc/3120570
56/Risiko-Dan-Hazard-Kasus-Pengkajian
 https://www.scribd.com/mobile/doc/3125343
47/Risiko-Dan-Hazard-Kasus-Implementasi
TERIMA KASIH 