Anda di halaman 1dari 17

MEMAHAMI PEMERIKSAAN TES

SARING & TES DIAGNOSTIK UNTUK


PENEGAKAN DIAGNOSA ANEMIA

ARLITHA DEKA YANA, S.SI.,M.KES


PENEGAKAN DIAGNOSIS ANEMIA

• Anamnesis:
onset /bleeding tendency / routine medicinal / occupation / hobby /
travel history / family / diet / GI symptoms / menstruation cycle /
history of previous pregnancy-delivery / alcohol consumption , etc

• Pemeriksaan fisik :
conjunctiva & lips (pallor) / mouth (cheilosis) / tongue (glossitis) / gum /
nails (koilonychia) , hair (signa de bandera, alopecia) , jaundice ,
petechiae , liver & spleen , lymphenodes ,rectal / vaginal toucher , feet
(ulcer,arthritis)
TES PENUNJANG LABORATORIUM

• Tes Saring ( Tes Darah Rutin)


Untuk mencari penyebab anemia dan dapat menetapkan klasifikasi anemia
berdasarkan Morfologi
• Tes Darah Rutin dengan menggunakan alat utomatic cell counter memberikan beberapa hasil parameter yg berbeda-beda,
tetapi umumnya terdiri dari Parameter
Hemoglobin
Hitung Jumlah eritrosit, lekosit dan trombosit
Hematokrit
 MCV( Mean Corpuscle Volume)
MCH (Mean Corpuscle Hemoglobin )
MCHC (Mean Corpuscle Hemoglobin Consentrate)
RDW ( Red Cell Distribution Width)
ANEMIA MAKROSITIK
ANEMIA MIKROSITIK HIPOKRAM
ANEMIA NORMOSITIK NORMOKROM
TES DIAGNOSTIK
Tes Diagnostik Berdasarkan indikasi ( Lihat algoritme di atas)
 Tes Apusan Darah tepi
Tes Hitung Retikulosit
Tes Fe serum dan TIBC
Tes Coomb’s
Tes Elektroforesis Hemoglobin
Evaluasi sumsung Tulang
Tes kadar Asam folat / Vitamin B12 plasma
TES APUSAN DARAH TEPI

Mencari kemungkinan penyakit ( Suspected disease) Baik yang primer akibat kelainan
hematologi maupun yang sekunder akibat prnyakit sistemik lainnya
Tes Apusan darah Tepi dapat memberikan beberapa indikasi :
 Dapat Melihat Morfologi dan distribusi sel-sel darah
Dapat melihat adanya Parasit seperti Malaria
Menunjang pemastian bentuk Anemia nerdasarkan morfologi
Mengecek hasil pemeriksaan darah rutin
Memeriksa Hitung jenis leukosit yang pada prakteknya dilakukan bersamaan dengan
evaluasi sediaan apusan darah tepi
TES HITUNG RETIKULOSIT
 Mengetahui efektifitas eritropoesis dan memonitor Pengobatan Anemia
• Retikulum yang terdapat di dalam sel retikulosit hanya dapat dilihat dengan pewarnaan supravital,
dengan Brilliant Cresyl Blue(BCB) atau New Methylene Blue (NMB)
• Sel Normal beredar sebagai retikulosit selama 1-3 hari di dalam sumsum tulang dan darah tepi,
dan sebagai eritrosit matang selama 120 hari , Jika Kadar Hb Normal maka persentasi retikulosit
dalam darah tepi 0,5-1,5% menunjukkan aktifitas sumsum tulang yang normal, Ketika sumsum
tulang mengandung sel-sel normal dan cadangan besi serta precursor lain adekuat, tingkat
retikulosit biasanya paralel tingkat kehilangan dan penghancuran eritrosit
• Setelah kehilangan darah dan pengobatan beberapa jenis anemia secara efektif, Peningkatan
jumlah retikulosit menandakan bahwa sumsum tulang bereaksi secara normal.
• Suatu pendarahan biasanya menyebabkan retikulositosis selama 24-48 jam dan mencapai
puncaknya pada hari ke4-7. Jumlah retikulosit yang normal kembali setelah kadar hb stabil
biasanya 30 hari setelah pendarahn
TES FE SERUM,TIBC DAN ST
Tes Fe (Zat Besi ) Serum : Pengukuran Fe yang terikat pada Transferin
Nilai rujukan Fe Serum
 Laki-laki : 9,5-29,9 µmol/L ( 53-167µg/100ml)
 Perempuan : 8,8-27,0 µmol/L ( 49-151 µg/100ml)

Total Iron banding Capasity


Daya Ikat Fe Total (TIBC) adalah Pengukuran transferrin secara tidak langsung , kadar TIBC dihitung
berdasarkan penjumlahan Unsaturated Iron Banding Capasity ( UIBC) dengan Fe Serum.
Nilai Rujukan TIBC ( Kadar Fe Serum + UIBC) : 300 – 400 µg/dL
Saturasi Transferin
Persentase Fe Serum terhadap TIBC. Indikasi tes bila ada dugaan anemia defisiensi Fe
Nilai Rujukan : 20-50 %
TES FERITIN
Protein Penyimpanan zat besi yang larut dalam air terdiri dari selubung protein
(apoferritin) yang merupakan gabungan garam ferri dengan protein dan inti kristalin
yang terdiri dari ribuan molekul ferri oksihidroksida .
Nilai Rujukan
Laki-Laki : 2,2-178ng/mL
Perempuan : 12,8 -454 ng/mL
Atau
 Laki-Laki : 40-340 µg/L
Perempuan : 14-150 µg/L
 Defisiensi Fe : 0-12 µg/L
Kelebihan Fe ( overload ): 340-20.000 µg/L
TES ELEKTROFORESIS HB
• Tes elektroforesis Hb Diindikasikan pada anemia mikrositik Hipokrom dengan
dugaan thalassemia.
Nilai Rujukan
Terlihat Penebalan band yang kurang lebih sama dengan penebalan pada
control
TES COOM’B
Tes Coomb’s diindikasikan pada pasien dengan dugaan Anemia Hemolitik Autoimun
( AIHA).
AIHA adalah kelainan yang ditandai oleh pemendekan umur eritrosit yang disebabkan
oleh adanya antibody dalam serum penderita yang bereaksi dengan eritrosit
penderita itu sendiri.
Autoantibodi tersebut dapat berupa Imunoglobulin G (IgG) atau Imunoglobulin M
(igM).

Nilai Rujukan
Normal : Bila hasil tes Coomb’s negative
TES ASPIRASI SUMSUM TULANG

• Tes Aspirasi sumsum Tulang (SST) mempunyai arti Penting terutama


untuk melengkapi evaluasi penderita secara menyeluruh.
• Normal berat SST 1300-1500 gram, Sifatnya lunak dan cair ( Semi
Fluid) sehingga dapat diambil sebagai bahan pemeriksaan
• Tes Aspirasi SST harus didahului tes pendahulu seperti tes darah rutin,
dan tes apusan darah tepi, Tindakan aspirasi SST sekecil apapun tetap
mempunyai resiko terhadap penderita, maka tindakan tersebut harus
didasarkan pada indikasi yang jelas.
INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI ASPIRASI SST
Indikasi Absolut
Anemia yang tidak diketahui penyebabnya Indikasi Relatif
 Anemia Defisiensi besi
Anemia megaloblastic
 Anemia Makrositik
Mielosklerosis, Anemia Leukoeritroblastik  Pemantauan kelainan Hematologik
Tumor Metastatik dan penyakit SST invasive lainnya tertentu
 Penyakit granulomatous
Penyakit Hodgkin dan limfoma lainnya
Hipersplenisme
Trombositopenia Kontra indikasi
Pansitopenia  Hemofilia
Agranulositosis/ Leukopenia
Kelainan mieloproliferatif dan limfoproliferatif
lainnya
Anemia rekfrakter
Retikulo endoteliosis ganas dan histiosis
Kelainan immunoglobulin dan sel plasma
NILAI RUJUKAN
EVALUASI SEDIAAN SST MENCAKUP PENILAIAN TENTANG

Selularitas
Eritropoetik, Granulopoetik, Trombopoetik
ME Rasio
Sel Plasma
Kesan umum / interpretasi
TES KADAR ASAM FOLAT/ VITAMIN B12
PLASMA
Indikasi Tes bila ada dugaan anemia makrositik yang disebabkan oleh
defisiensi Asam folat

 Anemia Makrositik dengan Defisiensi As Folat : Kadar asam Folat Plasma


Kurang dari Normal
 Anemia makrositik dengan Defisiensi Vitamin B12 : Kadar Vitamin plasma
B12 kurang Dari Normal
TES LANJUTAN UNTUK ANEMIA HEMOLITIK
• Tes Bilirubin serum
• Tes ancillary ( hemoglobinurin, hemosiderinurin)
• Tes haptoglonin serum
• Tes Total Laktat Dehidrogenase (LDH)
• Tes radiolabelling dengan Chromium -51
• Tes Ham
• Tes Aktivitas Glukosa 6 phospat dehydrogenase ( G-6PD)