Anda di halaman 1dari 17

ATTENTION DEFICIT &

HYPERACTIVITY DISORDER
(ADHD)

Dr. Rismarini, SpA


Pengertian :
ADHD (GPPH) adalah sindroma ggn tingkah
laku yg terdiri dari ggn hiperaktif dan atau
impulsif dan atau inatensi
yg tampak pada awal kehidupan anak dan
menetap sp masa anak dan remaja,
Walaupun manifestasi tingkah laku dpt berubah
sesuai dg rentang perkembangan.
Epidemiologi :

 4 – 6% dari anak usia sekolah


 Pada keluarga dg sosial ekonomi
rendah bs mencapai 20 %
 Ratio laki-laki : perempuan = 6 : 1
Etiologi : ?
Multifaktorial:
 Factor genetik

 Kelainan pada otak (neuroanatami &


neurotransmiter)
 Faktor lingkungan:

 Psikopatologi orang tua,


Status sosioekonomi rendah,
Monitoring perilaku yg lemah,
Penegakan disiplin yg keras
Kriteria diagnosis (DSM V)
A. G/ Inatensi dan atau hiperaktif-
impulsif yg menetap
B. G/ sudah ada sebelum usia 12 th
C. G/ muncul pada > 2 keadaan
D. Berdampak jelas thd penurunan
kualitas sosial, akademik atau
pekerjaan
E. Bukan krn schizofren atau ggn psikotik
lain
1. Inatensi
 Minimal ada 5 G/ inatensi yg menetap
paling tidak selama 6 bulan terakhir
 G/ bukan manifestasi dr perilaku
menentang, melawan atau ketidak
mampuan memahami tugas atau
instruksi
 G/ berdampak thd fungsi sosial atau
perkembangan anak
Inatensi.
 Sering gagal memperhatikan suatu hal secara
detail, membuat kesalahan, sembrono pada
tugas sekolah, pekerjaan atau aktifitas lain
 Sering mengalami kesulitan dalam
memusatkan perhatian pd tugas2 atau
aktifitas bermain
 Sering tidak mendengarkan jika diajak bicara
 Sering tidak mengikuti instruksi dg baik, dan
gagal menyelesaikan tugas atau pekerjaan
bukan krn melawan atau tidak mengerti
Inatensi

 Sering kesulitan mengorganisir tugas atau


aktifitas
 Sering menghindari/tidak menyukai tugas yg
membutuhkan usaha mental
 Sering kehilangan barang2 utk mengerjakan
tugas/aktifitas
 Sering mudah terganggu/teralihkan perhatiannya
oleh rangsangan dr luar
 Sering mudah lupa menjalankan rutinitas sehari-
hari
1. Hiperaktifitas-impusifitas
 Minimal ada 5 G/ hiperaktif-impulsif yg
menetap paling tidak selama 6 bulan
terakhir
 G/ bukan manifestasi dr perilaku
menentang, melawan atau ketidak
mampuan memahami tugas atau instruksi
 G/ berdampak thd fungsi sosial atau
perkembangan anak
Hyperaktiftitas - impulsifitas

 Sering tangan dan kaki tdk bisa diam,


mengetuk2kan tangan & kaki, menggeliat di
kursi
 Sering meninggalkan tempat duduk (di kelas
atau situasi lain) yg diharapkan tetap duduk
 Sering berlarian atau memanjat secara
berlebihan
 Sering kesulitan dlm bermain atau terlibat dlm
aktifitas senggang yg tenang
 Tidak mampu/tdk nyaman tetap tenang/diam utk
waktu yg lama
Hiperaktifitas - Impulsifitas
 Terlalu banyak bicara
 Memberi jawaban sebelum pertanyaan
selesai
 Mengalami kesulitan mengantri atau
menunggu giliran bermain
 Menginterupsi atau mengganggu orang
lain (mengambil alih apa yg sedang orang
kerjakan)
Klasifikasi :

 ADHD predominan inatensi


 ADHD predominan hiperaktif–impulsif
 ADHD kombinasi inatensi dan hiperatif
impulsif
Diagnosis banding
 Ggn perkembangan pervasif (autisme,
autistic-like disorder)
 Ggn pd perasaan (depresi)
 Reaksi terhadap stres
 Hypertiroid
 Anemia defisiensi besi
 Disabilitas intelektual (MR)
 Tuli
Tatalaksana
1.Medikamentosa : CNS stimulant
 Methylphenidate 0,3 mg/kg/dose, twice

daily, increase by 0,15 mg/kg/dose


 Dextroamphetamine 0,15 mg/kg/dose,

twice daily, increase by 0,15


mg/kg/dose
 Pemoline 37,5 mg in AM
Tatalaksana
2. Non Medikamentosa
Psikoterapi anak

Terapi sosial

Terapi perilaku

Latihan orang tua dan guru

Latihan komunikasi keluarga


Prognosis
 Sekitar 30-80% menetap pd masa
remaja
 Sekitar 65% menetap sp dewasa
 Mempunyai kecenderungan mencoba
narkotika dan mengalami adiksi pd
masa remaja
Prognosis
 Riwayat keluarga dg ADHD, ggn
psikososial, komorbid ggn konduk, mood
dan ansietas meningkatkan resiko
menetapnya ADHD
 Adanya tingkah laku yg agresif thd orang
dewasa, IQ yg rendah, hubungan dg
kawan yg buruk dan menetapnya ADHD
mempunyai prognosis yg kurang baik